
Peringatan!!!
Episode ini terlalu banyak adegan gore, bagi kalian yang mempunyai rasa takut terhadap sesuatu yang berhubungan dengan darah, diharapkan untuk tidak membacanya. Sekian Terimakasih.
Terlihat Oga sedang memakai kimono yang biasa ia kenakan. Kimono berwarna putih dengan bercak biru bergambar naga sebagai motifnya. Nampaknya hari ini ia tak menjaga cafe dan akan pergi ke suatu tempat.
Tak lama kemudian, Mikayo mendatangi Oga. " Oga-chan, jangan pulang terlalu malam. " Ucap Mikayo lalu mengalungkan tangannya ke leher Oga.
" Huft... sudah ku bilang, kan. Jangan terlalu dekat denganku, karena oppaimu selalu menyentuh ku. " Ucap Oga dengan wajah yang tak ada ekspresi apapun.
" Eh.... " Mikayo seketika menjauh dari Oga dan kemudian memalingkan pandangannya.
" Maaf.... " Ucap Mikayo dengan wajah yang tersipu malu.
Oga memandangi wajah Mikayo yang memerah, entah apa alasannya. Oga pun menarik lengan Mikayo agar bisa berbicara dengan dekat.
" Mika-san, kenapa wajahmu memerah? " Tanya Oga, ia lalu melepaskan tangan Mikayo.
" Ah... tidak. Aku, aku segera bersiap-siap untuk membuka cafe. " Mikayo membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Oga.
" Mika-san, aku pergi dulu, ya. " Oga melambaikan tangan ke Mikayo, entah melihat atau tidak. Oga langsung keluar dari cafe dan pergi ke suatu tempat yaitu markas Terada Clan.
...[ STATUS ]...
...Nama : Yoga Hari Wibowo...
...Umur : 20...
...Jenis Kelamin : Laki-laki...
...Title : System Hunter...
...>> Dapat mengetahui hawa keberadaan, tampilan dan dapat menghilangkan sistem milik orang lain...
...Title : System Killer...
...>> Mendapatkan penambahan kekuatan sebesar 30% ketika menghadapi musuh yang menggunakan sistem...
...Kekuatan : 260/1000 Rank : C...
...Kecerdasan : 1892/2000 Rank : A...
...Kecepatan : 878/1000 Rank : C...
...Daya Tahan : 987/1500 Rank : B...
...[ Ability ]...
...Attack : >Taekwondo [ Max ]...
...>Silat [ Max ]...
...>Karate [ Max ]...
...>Judo [ Max ]...
...>Jiu-Jitsu [ Max ]...
...>Krav Maga [ Max ]...
...>Boxing [ Max ]...
...>Muay Thai [ Max ]...
...[ Skill ]...
...Active : >Regeneration...
...>Assassin [ Mode ]...
...>Psychopath [ Mode/Lock ]...
...Passive : >Refresh...
...-----------------------------------------------...
Sesampainya ia di tempat tujuan, markas Terada Clan berbeda seperti Nijimura Clan. Jika Nijimura Clan memakai sebuah rumah bergaya Jepang. Terada Clan menggunakan sebuah gedung apartemen miliknya sendiri.
Karena Oga merasa bahwa kejadian akan sama persis seperti di Nijimura Clan. Ia tanpa banyak pikir langsung masuk ke dalam tanpa memerlukan izin terlebih dahulu. Para penjaga yang melihatnya, Oga langsung memukulnya dengan sangat kuat hingga dua orang langsung terhempas ke lantai hingga retak.
" Wow... kekuatan apa itu? " Gumam Oga yang mengagumi kekuatannya sendiri.
__ADS_1
Melihat kekuatan Oga yang sangat kuat, penjaga yang lain tak berani melawannya dan segera ia menanyakan perihal Oga mendatangi mereka.
" Eee... maaf, apakah ada yang bisa saya bantu? " Tanya seorang penjaga yang gemetaran.
" Dimana Naoki berada? " Tanya Oga sambil memandangi beberapa pintu disana.
" Kamu mencari Tuan Naoki? Dia barusan saja pergi. " Jawab penjaga tersebut.
Oga yang mendengar itu, ia langsung menundukkan pandangannya ke arah penjaga yang berbicara dengannya tadi.
" Owh... yaudah, apakah kalian ingin ku bunuh? "
Penjaga itu hanya gemetaran, bahkan tak berani membuka mulut sedikitpun. Oga hanya tersenyum dan keluar dari sana secepatnya.
Sebenarnya ia hanya ingin mengetahui jati diri dari Naoki, mengapa ia bisa mempunyai aura yang sangat pekat. Padahal ia bukanlah seorang user, tapi aura yang dikeluarkan sama seperti seorang user yang sangat kuat.
Oga pergi ke bar yang tak jauh disana, karena bosan. Ia membuat kerusuhan dengan menyiram seorang yakuza menggunakan jus cabe. Entah apa yang dipikirkan Oga, ia hanya bosan dan ingin sekali berkelahi dengan orang.
...[ Alert! ]...
...[ Anda membuat seorang ketua Yakuza marah. Anda akan bertarung dengannya. ]...
...[ Apakah anda ingin mengerjakan misi? ]...
...[ Iya/Tidak ]...
" Kalau aku menolak, pasti hukumannya kehilangan kemampuan. " Ucap Oga, ia lalu memilih [ Iya ].
...[ Misi ]...
...[ Kalahkan seluruh Yakuza yang ada di bar ini ]...
...[ Reward ]...
...[ 1.000.000 gold ]...
Semua Yakuza yang ada di bar itu langsung menatap ke arah Oga. Dengan santainya, Oga malah senyum tak bersalah lalu lari menuju pintu keluar bar. Dua Yakuza yang melihatnya langsung mengejar Oga. Oga tetap berlari dan tak menghiraukan mereka berdua.
Sebenarnya Oga bukan lari untuk melarikan diri, melainkan mengamati bar yang akan jadi tempat bertarungnya. Selesai mengamati, ia langsung melompat lalu membalikkan badannya sambil menendang.
Bugh!!!
...[ Alert! ]...
...[ Karena Anda terlihat lihai dalam bertarung, mereka semua akan menyerang Anda. ]...
...[ Total lawan yang harus dikalahkan : 1/22 ]...
Oga melihat semua Yakuza berjalan perlahan-lahan menuju ke arahnya. Ia lalu mengambil dia bilah pisau karambit dari inventori. Nampaknya mereka semua terkejut melihat Oga yang mengeluarkan pisau entah dari mana. Namun Oga hanya tersenyum lalu mengaktifkan mode [ Assassin ].
Para Yakuza mengambil katana mereka dari balik baju mereka dan berlari ke arah Oga. Sebelum Oga menyerang mereka semua, ia terlebih dahulu membunuh Yakuza yang masih ada di depannya. Tanpa rasa ampun, Oga tiba-tiba berada di sampingnya dan langsung menyayat lehernya hingga mengeluarkan banyak darah.
Karena melihat Oga yang sangat brutal, bahkan membunuh temannya. Para Yakuza itu tanpa ampun mengayunkan katana dengan ayunan yang acak. Maksud dari mereka adalah untuk menyulitkan Oga untuk membaca gerakan mereka.
Tapi karena Oga sudah berpengalaman membunuh banyak orang, ia tidak takut sama sekali. Bahkan ia langsung mempersiapkan dirinya untuk menghadapi mereka semua. Tersisa 21 yakuza yang sedang menyerang Oga. Satu persatu dari mereka tumbang akibat cabikan pisau dari Oga.
Oga langsung menusuk, mencabik serta menyayat semua musuh. Gerakannya sungguh lincah dibandingkan saat melawan anggota Nijimura. Yakuza yang disiram Oga tadi seketika mundur karena ketakutan.
Tersisa 7 orang lagi yang masih bertahan dari serangan Oga. Bar tersebut dipenuhi dengan darah, bahkan sang barista tak berani menelpon polisi, karena Oga menatapnya dengan tatapan buas.
Tersisa 3 orang lagi, salah satu dari mereka adalah Yakuza yang disiram oleh Oga tadi. Karena hanya tersisa tiga orang saja, Oga memutuskan untuk menyiksa mereka.
Oga berlari dan langsung memotong otot mereka. Namun ia tak langsung menyiksanya. Oga berjalan menuju barista yang ketakutan, ia lalu memberikan barista itu uang sebesar 400.000 yen dan menyuruhnya untuk menutup mulut.
Oga kembali ke tiga orang Yakuza yang tak bisa bergerak lagi. Tak lupa, Oga masih menyimpan jus cabe yang masih ada di meja. Ia mengambilnya lalu meminumkan ke tiga orang tersebut.
Salah satu dari mereka menyembur akibat kepedasan. Dan semburan itu mengenai wajah Oga. Kepribadian Oga langsung berganti, ia merobek mulut orang yang menyembur ke arah Oga hingga robekan itu sampai ke telinga.
Darah mengalir dari mulutnya, ia meronta ronta kesakitan. Meski berusaha untuk bergerak, namun kenyataannya tubuhnya tak bisa digerakkan akibat semua ototnya telah putus.
Oga hanya tersenyum lalu ia pindah ke orang yang di sampingnya.
" Maafkan aku... tolong jangan lakukan seperti itu padaku. " Ucap orang yang berada di antara mereka.
" Baiklah ku maafkan. " Ucap Oga, ia lalu berdiri dan berniat untuk meninggalkan mereka.
Tapi tak semudah yang mereka bayangkan, justru Oga mengambil beberapa botol kaca lalu memecahkannya di lantai. Ia mengambil serpihan-serpihan kaca itu menggunakan sendok kemudian menyuapkan kepada orang yang meminta maaf tadi.
Oga mendatanginya kembali, " Buka mulutnya, pesawat mau mendarat. " Ucap Oga, ia membuka paksa mulut pria tersebut dan langsung menyuapkannya.
Pria tersebut menahan rasa perih di dalam mulutnya. Darah mulai keluar sedikit demi sedikit dari mulutnya. Oga yang melihatnya langsung mengambil air minum dan memberikannya kepada pria itu.
__ADS_1
" Minum... mulutmu mengeluarkan darah. " Ucap Oga dengan tersenyum.
Pria itu hanya menggelengkan kepala, Oga tak tahu maksudnya lalu membantunya untuk minum. Pria itu meneguk air yang dimasukkan ke mulutnya. Alhasil semua serpihan yang ada di mulutnya mulai masuk ke dalam tenggorokan dan menyayat dari dalam.
Oga hanya tersenyum, karena ia tak punya alasan lagi untuk menyiksa mereka. Tersisa satu orang yang belum ia siksa. Ia adalah pria yang disiram oleh Oga tadi. Karena Oga sudah tak selera untuk melanjutkan penyiksaannya.
Oga mengambil pisaunya lalu mencongkel mata pria itu hingga keluar. Ia tak menjerit sama sekali dan itu membuat Oga makin penasaran. Oga memotong menguliti tangan kanan pria itu dari lengan atas hingga pergelangan tangan.
Pria itu masih tak bersuara sama sekali. Karena kesal, Oga menusukkan pisau ke perutnya lalu membedah nya seketika itu juga. Seperti biasanya, Oga memeriksa jantung pria tersebut tapi masih aman.
Ia memompa jantung pria itu dengan menekannya berkali-kali. Pria itu tak merasakan rasa sakit sama sekali. Entah aneh atau bagaimana, pria itu masih bisa mengedipkan mata satunya dan juga masih bisa tersenyum.
Oga lalu menarik keluar semua ususnya. Kemudian Oga mengambil minuman yang mengandung alkohol dan menyiramkan ke mereka bertiga.
Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam bar. Pria itu tak lagi asing bagi Oga. Karena ia sudah bertemu kemarin malam. Naoki Terada, pria berpakaian rapi memasuki bar yang sudah ter acak-acak bahkan dipenuhi dengan mayat dan darah.
Oga langsung melemparkan api ke ketiga pria itu dan mereka langsung terbakar ditempat itu juga. Karena mendengar teriakan, Oga langsung menyayat leher mereka untuk memutuskan pita suara mereka.
Naoki berjalan perlahan-lahan sambil melewati mayat yang bergeletakan untuk menuju ke Oga. Oga lalu membuka kimono nya, ternyata ia memakai pakaian double. Oga sekarang mengenakan jas yang biasa ia kenakan dengan sebuah topeng putih yang berada di tangannya.
Mereka saling menghentikan langkahnya dan berhadapan dengan jarak sekitar 10 meter. Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan ingin membunuh.
" Kenapa kau membunuh semua anggota ku? " Tanya Naoki, ia lalu mengeluarkan sebuah dagger dari balik jasnya.
" Wow... pisau itu, bukankah itu mahal. " Ucap Oga yang kagum dengan dagger milik Naoki.
" Hei... jangan mengalihkan pembicaraan. " Ucap Naoki yang marah.
" Kenapa kau membunuh semua anggota ku? " Bentak Naoki lalu melemparkan daggernya ke arah barista yang melihat mereka berdua.
Barista itu hanya berdiri ketakutan dan tak berani bicara, untung saja dagger itu tak menancap ke dirinya melainkan tepat berada di sisi kanan kepalanya.
" Huft... hampir saja kau membunuh orang yang tak bersalah. " Kata Oga, ia juga mengeluarkan kedua pisau karambit nya. Oga lalu memakai topengnya.
Naoki tiba-tiba kaget saat merasakan aura yang sangat berbahaya dari Oga. Ketika Oga belum memakai topeng, aura yang dipancarkan Oga tak terlalu menakutkan. Namun ketika memakai topeng, dirinya seperti berada di tengah kegelapan.
Naoki segera menepis pikirannya dan langsung berlari ke arah Oga. Ia menyerang Oga dengan sangat cepat, bahkan kecepatannya kini lebih cepat dibandingkan yang kemarin. Bahkan Oga sedikit goyah dengan kecepatannya.
Namanya juga seorang Assassin yang memiliki jiwa Psikopat, Oga sama sekali seperti terlihat tak merasakan ketakutan. Setiap kali ia melihat pisau dagger yang akan merenggut nyawanya dan merasakan ambang kematian, skill [ Refersh] selalu memberikan ketenangan bagi dirinya.
Oga menghadapi Naoki dengan perasaan yang sangat tenang. Ia tak memberikan perlawanan sama sekali dan menunggu musuhnya merasakan kelelahan.
Tak seperti musuh yang lain, Naoki lebih terlihat sangat lihai dalam bertarung. Bahkan ia bisa meminimalisir tenaganya agar ia tak melakukan gerakan yang salah. Sehingga seluruh tenaganya tak terbuang dengan sia-sia.
Tiba-tiba Oga menghilang dari pandangannya, Naoki mencari di sekelilingnya namun tak ada. Naoki melihat sesuatu yang aneh dari balik kobaran api. Ternyata Oga ada disana dan sedang memadamkan api yang dibuatnya tadi.
Merasa heran dengan kelakuan Oga, Naoki berlari menuju Oga dan menyerangnya disana. Oga hanya mengelak sambil memadamkan api dengan kimono nya.
" Aa argghh... tidaaak... kimono kesayangan ku terbakar!!! " Teriak Oga, ia memutar kimono nya yang terbakar hingga membuat kobaran api membesar.
Byurrr!!!
Barista menyiram seember air kepada mereka berdua dan alhasil api padam seketika. Oga dan Naoki kembali saling bertatapan dengan mata ingin membunuh. Barista itu langsung kembali ke tempatnya untuk tidak ikut ke dalam pertarungan.
Sekarang Oga mungkin tak bermain-main lagi. Ia mengembalikan karambit nya lalu mengambil katana dari inventori. Naoki terkejut melihat Oga melakukan sebuah sihir yang bisa memunculkan dan menghilangkan benda.
Namun Oga tak perlu banyak pikir, karena ia mendapatkan misi dari sistem untuk membunuh Naoki atau membuatnya berlutut kepada Oga.
...[ Misi ]...
...[ Bunuh Naoki atau membuat ia berlutut kepada Anda ]...
...[ Reward ]...
...[ 1.000.000 gold ]...
...----------------...
[ [ Assassin ] Exp : 288/1500 Rank : B ]
[ [ Psychopath ] Exp : 166/2000 Rank : A ]
.
.
.
.
...#### System Sang Psikopat ####...
__ADS_1