
Peringatan!!!
Cerita ini hanyalah fiksi dan tidak pernah mengambil dari kisah nyata. Jika ada kesamaan nama, tempat kejadian dan waktu. Mungkin itu hanyalah sebuah kebetulan.
...--------------------------------------------------------------------------...
Jonathan yang sedang duduk di kursi kerjanya sedang membaca berita di sosial media. Seorang ter-oris telah meledakkan jalan layang di Surabaya. Beberapa video beredar tentang ter-oris yang menembak masyarakat yang berada di jembatan.
" Ah... aneh banget. Bukannya kalau Ter-oris itu nggak bakalan nyelametin orang, ya. "
" Tapi disini kok, kelihatannya dia juga nggak ada niat membunuh. Bahkan dia juga nyelametin ibu dari anak kecil itu. " Gumam Jonathan yang fokus membaca berita.
" Ter-oris... sepertinya bukan orang biasa. "
......................
Di Jepang, Oga sedang berdandan rapi memakai jas karena ingin pergi ke tempat Nijimura Clan. Sebenarnya ia juga tak ingin pergi kesana, tapi ternyata hadiah peti emas yang ia dapat kemarin adalah sebuah misi.
Yups... Hanya sebuah misi.
...[ Misi Dari Peti Emas ]...
...[ Pergi ke alamat yang kamu dapatkan dari Nijimura Ito ]...
...[ Reward ]...
...[ 3 Peti Emas ]...
Oga yang sedang berdiri di depan cermin sambil merapikan dasinya. Ia tiba-tiba kaget menatap dirinya yang benar-benar berubah. Yang awalnya hanyalah seorang pria pecundang akibat tubuh barunya, kini ia lebih terlihat gagah bahkan tubuhnya lebih berotot.
" Apakah ini hasil aku menyelesaikan misi olahraga? " Gumamnya sambil mengagumi tubuhnya sendiri.
Oga lalu turun dari kamar lalu menemui Mikayo yang sedang menjaga cafe.
" Mika-chan... aku pergi dulu, ya. " Ucap Oga sembari menarik rambut Mikayo.
" Aduh... ishhh—" Mikayo kaget "—kebiasaan suka narik rambut orang. " Ucap Mikayo dengan wajah cemberut.
" Hehe... maaf. Oh iya, kalo nanti malam aku belum pulang. Kunci aja pintunya. " Ucap Oga, ia mengelus kepala Mikayo beberapa kali.
" Huft... yaudah, kira-kira nanti malam masak apa ya? " Tanya Mikayo lalu memalingkan pandangan ke atas.
" Apa aja, yang penting enak. " Jawab Oga dan pergi menuju pintu keluar.
" Aku pergi dulu, ya. " Lanjut Oga yang berjalan sembari melambaikan tangan.
....
Sesampainya disana, Oga melihat rumah besar dengan gaya Jepang. Ketika ingin masuk ke pintu gerbang, ia ditahan dengan sepuluh penjaga berpakaian jas hitam rapi. Mereka berbaris rata hingga sampai ke pintu masuk rumah.
Oga mengeluarkan kartu nama yang diberi Nijimura kemarin, kemudian salah satu penjaga mengantar Oga ke dalam rumah tersebut.
Kling!!!
...[ Anda telah menyelesaikan misi. ]...
...[ 3 Peti Emas bisa Anda ambil di menu [ Mail ] ]...
Ketika melangkah masuk ke dalam rumah, ia melihat banyaknya anggota Yakuza yang beradadisana. Ada yang sedang duduk di sofa, ada yang sedang bernyanyi, ada yang sedang menari, bahkan ada juga yang sedang tidur disana.
Ternyata hari ini adalah hari pertemuan Nijimura Clan dan Terada Clan. Kedua clan tersebut akan menjalin kerjasama untuk membuat Yakuza sendiri. Karena kedua clan tersebut masih terikat dengan kelompok Yakuza yang cukup besar ditahun ini yaitu Orochi-kai.
__ADS_1
Orochi-kai adalah kelompok Yakuza yang memiliki anggota sekitar 30.000dan mempunyai klan sebanyak 150 klan. Orochi-kai termasuk kelompok Yakuza terkuat nomor dua di Jepang setelah Yamaguchi-gumi.
Entah sejak kapan mereka berkembang, tapi kelompok ini baru saja dibuat sekitar 5 tahun yang lalu. Orochi-kai adalah kelompok Yakuza yang sangat berkembang dengan pesat dari kelompok Yakuza yang lainnya.
Dibalik kepesatan yang ia miliki, ternyata ada banyak sisi gelap yang mereka lalui. Hingga saat ini hanya 2 dari 150 klan yang tahu rahasia dibalik kepesatan milik Orochi-kai ini.
....
Penjaga itu lalu menghentikan langkahnya dan disusul dengan Oga. " Silahkan masuk. " Ucap penjaga tersebut lalu membukakan pintu.
Krak!!!
Penjaga itu pun masuk ke dalam ruangan tersebut kemudian menundukkan badan. " Tuan Nijimura, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. "
" Iya, aku sudah tau. Aku sudah melihatnya dari sini. " Ucap Nijimura yang melihat Oga menyenderkan badannya di pintu.
Penjaga itu lalu pergi dari sana dan menutup pintu. Oga yang awalnya menyenderkan badan di pintu, sekarang malah melihat foto yang menggantung di ruangan itu.
" Duduklah. " Seru Nijimura.
Oga pun menoleh ke arah Nijimura dan duduk di kursi yang ada di depan meja Nijimura. Oga menatap Nijimura dengan tajam, seperti waspada dengan sesuatu yang akan datang.
" Kenapa kau menatapku seperti itu? " Tanya Nijimura yang agak risih dengan tatapan Oga.
" Aku hanya mewaspadai dirimu. Ternyata kau adalah anggota Yakuza. " Ucap Oga dan meletakkan tangannya di atas meja.
Nijimura lalu berdiri dari duduknya dan mulai berjalan perlahan ke kursi Oga.
" Kau sudah mengetahuinya ternyata, ku kira kau hanyalah seorang anak yang polos dan hanya mahir berkelahi saja. Tapi kenapa kau bisa mengetahui aku adalah anggota Yakuza, padahal semua yang diluar tidak kelihatan mencolok. "
" Ternyata dirimu bukan orang biasa, tapi dirimu sudah sering hidup di dunia seperti ini bukan. "
Oga hanya terkekeh mendengar omongan dari pria tua itu.
" Bahkan aku juga melihat sedikit dari tato dari mereka semua. Dan aku mengasumsikan bahwa kalian adalah Yakuza, tapi hanyalah anggota saja. "
Oga dan Nijimura saling bertatapan.
" Benar, benar sekali dengan apa yang kau bicarakan sebelumnya. "
" Tapi ada satu hal yang belum kau ketahui. Aku sebenarnya.... "
Oga memotong ucapan Nijimura dengan satu tangan yang diangkat setengah dada.
" Kau ingin membuat kelompok Yakuza baru kan? "
Mendengar hal itu, Nijimura terkejut dengan insting naluri yang dimiliki Oga. Bahkan ia saja sampai ketakutan ketika bertatapan dengan Oga.
" Jika kau membuat kelompok Yakuza, kira-kira aku akan diposisikan kemana? " Tanya Oga sembari mengangkat kakinya satu persatu ke atas meja.
Nijimura hanya diam dan sebenarnya risih karena Oga tak memiliki rasa sopan santun kepada orang yang lebih tua.
" Bagaimana jika dengan posisi Wakashu? Posisi itu lebih baik dengan dirimu yang masih muda. " Kata Nijimura dengan senyum sedikit.
" Tidak, aku tidak mau itu. " Tolak Oga.
" Waka gashira? "
" Tidak. "
" Shatei Gashira? "
__ADS_1
" Tidak. "
" Terus mau mu apa? " Tanya Nijimura dengan suara yang keras karena kesal.
" Ah... aku tau apa yang kau inginkan. " Lanjut Nijimura dengan mengetuk jari telunjuknya di kepala berkali-kali.
" Saiko komon. "
" Tidak, aku tak menginginkan semua jabatan itu. " Tolak Oga lalu membalikkan badannya ke pintu.
" Apa yang kau mau? Tidak adalagi posisi diatas itu. Ah, apa kau ingin menjadi Oyabun? "
Kling!!!
...[ Misi Utama ]...
...[ Bunuh semua orang yang berada di rumah Nijimura Ito...
...Total orang yang harus dibunuh : 0/412...
...Membunuh 2 pemimpin clan...
...Nijimura Ito dan Naoki Terada ]...
...[ Reward ]...
...[ Mendapatkan 2 Peti Platinum dan 5 Peti Emas ]...
...[ Batas Waktu ]...
...[ 8 jam sebelum pagi ]...
.
.
.
.
Oga hanya terkekeh mendengar tawaran dari Nijimura, dan sebenarnya tak tergiur dengan semua jabatan itu. Yang ia inginkan adalah bisa membunuh orang yang selalu membunuh.
" Aku tak menginginkan semua itu, tapi—" Oga tiba-tiba menghilang dari sudut pandang Nijimura.
" Aku hanya ingin membunuh orang yang selalu membunuh. Tidak, tapi aku hanya ingin kembali menjadi pembunuh liar. " Ucap Oga, yang tiba-tiba di belakang Nijimura dan langsung menendangnya hingga Nijimura terpental keluar.
" Bunuh... bunuh... bunuh... aku suka dengan misi yang seperti ini. " Ucap Oga dengan menatap semua orang yang sedang keheranan dengan Nijimura yang terlempar keluar.
Tiga penjaga kemudian memeriksa ruangan, tiba-tiba Oga berlari dengan cepat. Ia menendang seseorang yang berdiri ditengah dan kedua orang disisinya ia hempaskan begitu saja ke lantai.
" Kekuatan yang sangat hebat... menarik. " Ucap seorang pria memakai jas berwarna putih sedang duduk menikmati minumannya.
Beberapa anggota Nijimura sekitar sepuluh orang langsung menyergap Oga yang sedang berdiri di depan pintu dan langsung menyerang Oga secara bersamaan.
Oga menatap mereka semua dan hanya dengan satu kali tendangan melengkung, sepuluh orang tadi langsung terpental dengan acak.
" Bunuh, bukan membuat luka. Aku butuh pisau, tidak, tapi butuh katana. "
Oga mengambil katana yang ia miliki di dalam sistem, beberapa orang kaget melihat Oga yang memunculkan katana entah dari mana. Tapi mereka tak bisa banyak berpikir dan langsung menyerang Oga satu persatu.
Oga hanya tertawa karena dirinya tak dapat dilukai sedikitpun, bahkan musuh tak dapat mendekati Oga sedikitpun.
__ADS_1
...#### System Sang Psikopat ####...