
Yoga, Leon, Bryan, Arthur dan Jonathan menuju ke pelabuhan dengan mengebut di jalan. Yoga menggunakan skill [ Pembalap ] untuk bisa melewati kendaraan yang menghalangi nya.
Selang beberapa waktu, akhirnya mereka sampai disana. Handika dan lainnya mengejar Irfan sang Walikota yang masuk ke dalam kapal pesiar.
Para polisi yang dipimpin dengan Bima telah mengepung wilayah pelabuhan. Bahkan mereka sampai menutup dan mengeluarkan semua orang yang sedang menunggu kapal di ruang tunggu.
Yoga dan lainnya langsung turun dari motor dan segera berlari memasuki kapal tersebut. Lagi-lagi mereka harus menghadapi musuh. Musuh kali ini sangat asing bagi Yoga, karena diseluruh tubuhnya terdapat tato angka binary.
Yoga juga menyadari sesuatu, musuh yang sedang dihadapinya kali ini adalah seorang user.
" Semuanya berpencar, musuh yang kita hadapi saat ini adalah seorang user. " Ucap Yoga yang bersembunyi dibalik dinding kapal.
" Maksudnya? Dia juga mempunyai sistem gitu? " Tanya Leon yang sebenarnya tak menyadari keberadaan musuh.
" Meski hanya satu orang—" perkataan Yoga terjadi ketika mendapatkan notifikasi dari sistem.
[ Anda sedang diawasi dengan tiga user. Bunuh mereka secepatnya. ]
" Tiga orang, musuh ada tiga orang. " Ucap Yoga lalu melihat sekelilingnya.
Memang tak bisa ditebak musuh yang mereka hadapi seperti apa, karena banyaknya orang-orang yang sedang berbondong-bondong untuk keluar dari kapal pesiar. Polisi menyuruh semua penumpang untuk turun karena kapal akan diledakkan, sebenarnya untuk ancaman saja.
" Dimana? Dimana musuhnya? " Tanya Arthur yang bersemangat untuk menyerang.
" Tepat di hadapan kita. " Ucap Yoga yang menatap ketiga pria yang memiliki sistem juga.
" Aku bisa merasakannya... " Ucap Arthur yang merasakan kehadiran seorang user. " Aku juga sama. " Lanjut Leon. Bryan hanya termenung karena dirinya sendiri hanyalah manusia normal.
" Berpencar! " Teriak Yoga lalu berlari ke dalam kapal. Disusul dengan Leon dan lainnya, Bryan yang tak mengerti apa-apa berlari mengikuti Yoga.
" Sekarang apa? " Tanya Bryan yang berlari bersama Yoga.
" Prioritaskan keselamatan teman-teman kita terlebih dahulu. " Ucap Yoga dan mereka pergi ke ruang muatan.
Disana mereka melihat banyaknya kargo yang tersusun rapi. Yoga dan Bryan membukanya satu-satu dan didalamnya terdapat obat-obatan bahkan beberapa macam tumbuhan yang terlarang.
Kemudian ketika Yoga membuka satu kargo, ia melihat banyaknya penyelundup didalamnya. Mereka adalah orang-orang yang tak memiliki pasport untuk berpergian ke luar negeri. Sebagai bayarannya adalah mereka harus mengirimkan suatu barang ke daerah tersebut, barulah mereka bisa bebas menjadi penyelundup.
Tak lama kemudian, lantai atas membuat suara kegaduhan. Yoga yang melihat adanya retakan di langit-langit ruang muatan. Ia segera menghindar dan seketika Jonathan jatuh dari atas.
Jonathan dihempaskan dengan seorang user berambut panjang yang diikat. Yoga segera menarik Jonathan yang hampir diinjak, lalu mereka berdua lari dari sana.
" Dimana Bryan? " Tanya Jonathan yang berlari bersama Yoga.
" Di dalam kargo, sedang bersembunyi. " Ucap Yoga lalu melompat ke atas geladak kapal.
Ia lalu membantu Jonathan dan segera lari dari kejaran user yang tak tahu bagaimana kemampuannya. Seketika Leon dan Arthur terlempar ke arah laut dan membuat Jonathan dan Yoga kaget menatap mereka berdua yang terlempar dari deck atas.
__ADS_1
Lalu turun dua pria yang tingginya tak jauh beda dengan Yoga dan kawan-kawan. Kemudian muncul satu pria lagi yang mengejar Jonathan lalu bergabung dengan mereka berdua.
" Sistem, siapa mereka? " Batin Yoga yang menatap tajam ke mereka bertiga.
[ User, bunuh mereka. Bukankah Tuan mempunyai title System Killer. ]
Yoga lalu bertanya kepada mereka bertiga. " Siapa kalian? " dengan nada yang lantang. Satu orang menjawab pertanyaan Yoga. " Pengawal Walikota. " Ucap pria berambut panjang.
" Tidak, bukan itu jawaban yang kuinginkan. " Ucap Yoga lalu mendekati mereka. " Bagaimana jika aku mengetahui kemampuan kalian bertiga. " Lanjut Yoga lalu mengeluarkan pedang dan memegangnya di tangan kanan.
" Sistem, darimana dan versi berapa yang kalian dapatkan? "
Mereka bertiga sontak terkejut melihat Yoga mengetahui kemampuan mereka. Apalagi ketika melihat Yoga mengeluarkan pedang entah darimana.
" Satu lawan tiga, bagaimana? "
Tak lama kemudian Arthur dan Leon naik ke atas kapal dan melihat Yoga mengarahkan pedang ke hadapan mereka bertiga.
" Yoga!!! Jangan!!! " Teriak Leon yang khawatir.
Lalu satu orang maju ke hadapan Yoga seraya berkata,
" Sebenarnya aku tak mau membuat keputusan seperti ini, tapi jika kau kalah. Teman-temanmu, bahkan mereka yang disandera akan... ya begitulah. " Ucapnya yang sebenarnya masih ragu.
Yoga menurunkan pedangnya dan tersenyum ke arah mereka.
" Baiklah, pertempuran terakhir dimulai. "
Jonathan lalu mengajak Arthur dan Leon untuk tidak ikut campur dan segera mencari para sandera.
Tak lama kemudian, Bima dan anggotanya telah selesai dengan tugas mereka untuk menyelamatkan para penumpang.
Kembali ke Yoga yang telah mempersiapkan posisinya, ia juga tak lupa menghidupkan skill [ Assassin ].
Pertempuran dimulai, kali ini pertempuran mereka tak biasa. Tiga lawan satu, pasti banyak yang berpikir kalau Yoga akan menang karena ia adalah karakter utama.
Tapi tidak semudah itu, Yoga beberapa kali terpental dan dihajar habis-habisan oleh mereka. Lawan Yoga bukanlah mafia lagi, bukan pembunuh bayaran dan bukanlah para gangster. Tapi lawan Yoga kali ini sesama user, manusia yang memiliki kekuatan sistem.
Meski Yoga tak sepenuhnya mengandalkan sistem di kehidupan sehari-harinya, tapi ia sekarang menggunakan terus menerus untuk menyerang mereka.
" Sistem, segera regenerasi. "
" Sistem, aktifkan skill [ Parkour ]. "
" Sistem, berapa lama lagi aku bisa bertahan? "
Yoga terus berbicara dengan sistemnya, bahkan ketika dipukuli pun ia masih sempat berbicara. Ia berkali-kali meregenerasi tubuhnya hingga mulutnya tak sanggup lagi berbicara.
__ADS_1
" Sistem—" Yoga menatap ke mereka bertiga "—berikan aku akses penuh. "
Sebenarnya dari tadi yang menggerakkan tubuh Yoga bukanlah dirinya, melainkan bergerak sendirinya. Yoga hanya ingin membaca gerakan dari musuh untuk mempelajari gerakan tersebut.
[ Anda telah mempelajari [ Kick Boxing ] ]
[ Anda telah mempelajari [ Muay Thai ] ]
[ Anda telah mempelajari [ Judo ] ]
[ Anda telah mempelajari [ Jiu Jitsu ]
[ Anda telah menguasai beberapa teknik beladiri, Anda mendapatkan skill [ Auto Fighting ] ]
Sebenarnya Yoga masih bisa mengungguli mereka hanya dengan beladiri bawaannya saja yaitu Taekwondo. Tapi karena terus menerus melihat gerakan musuh yang menyerang Yoga. Mau tak mau ia harus mempelajarinya.
Yoga lalu mengaktifkan skill [ Auto Fighting ] dan mereka bertiga kewalahan menghadapi Yoga, karena gerakan tubuhnya tak bisa dibaca.
Yoga mulai dari pria yang berambut panjang, ia langsung berlari dan merosot ke belakang badannya. Segera ia menarik rambutnya dan membanting ke belakang.
Yoga lalu menyegel sendinya bahkan langsung memukul wajah pria itu hingga tak berbentuk wajah lagi. Tak lupa, karena ia mempunyai title 'System Killer' ia bisa dengan mudah memblokir sistem menggunakan tangannya dan menghapus sistem dari tubuh pria berambut panjang tersebut.
Yoga sekarang tak hanya bisa melihat tampilan sistem milik orang saja, tapi ia juga bisa menghapus sistem dari tubuh mereka. Dan ketika sistem hilang dari kehidupan mereka, itu berarti nyawa mereka juga akan ikut menghilang. Fakta menarik jika seorang user bisa menahan rasa sakitnya, maka ia hanya akan lupa ingatan dan kembali ke kehidupan normalnya.
Seperti itulah penjelasan sedikit kekuatan Dark System milik Yoga 'Master of Darkness'.
Tak menerima temannya diserang dengan Yoga, mereka lalu maju dan menyerang Yoga secara bersamaan. Yoga menatap cepat ke arah mereka dan ternyata diseluruh tubuh Yoga dipenuhi dengan bayangan hitam.
Dengan santainya Yoga menekan dan mengutak-atik sistem mereka kemudian mencabut sistem dari tubuh mereka. Pria berjaket hitam seketika ambruk dan tersisa pria yang satu lagi.
Dimana ia malah kejang-kejang dan pingsan seketika. Ternyata ia berhasil menahan rasa sakit yang diberikan Yoga dan ia berhasil menerima kehidupan baru tanpa sistem.
Setelah mengalahkan mereka bertiga, Yoga pingsan dan tengkurap dengan pedang yang menancap di perutnya. Darah keluar dan membasahi tubuhnya hingga sampailah Leon dan lainnya keluar dari ruang muatan.
Melihat temannya yang tertusuk pedang, ia segera mendatanginya dan mencabut pedang itu dari tubuh Yoga. Detak jantung dan denyut nadi masih terasa di tubuh Yoga. Namun anehnya, ia tak bernafas sama sekali. Segera ia menggendong dan membawa menuju ambulan yang baru saja datang.
Luna berhasil diselamatkan dengan Bryan yang pada awalnya ia tak bersembunyi, melainkan terus mencari mereka.
Nasib Walikota kini tak bisa berbuat apa-apa, apalagi dengan runtuhnya perusahaan dan jabatannya. Semua anggota yang tersisa berkhianat darinya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Semua sisi gelap dari perusahaan ternama yaitu Angry Bull Group telah terekspos di sosial media. Polisi setempat yang melakukan kerja sama dengan perusahaan tersebut dijatuhi hukuman selama sepuluh tahun dan juga mereka harus membangun ulang Dragon Cage seperti semula. Karena yang menyebabkan kehancuran tersebut adalah para polisi sendiri.
Bima yang menjabat sebagai ketua polisi sementara memberikan jabatannya kepada Handika. Namun Handika menolak karena ia sudah tua dan ingin menikmati hidupnya.
Joseph, Bryan dan Vulkan kini mendapatkan rumah baru yang dimana sebenarnya rumah mereka adalah rumah Yoga yang lama.
Sedangkan Yoga, ia terbaring di rumah sakit dengan keadaan koma. Sudah seminggu dari kejadian itu ia masih saja terbujur kaku. Bahkan tak bernafas sedikitpun, namun detak jantung dan denyut nadi masih terdeteksi.
__ADS_1
Teman-temannya hanya bisa mengharapkan agar Yoga bisa hidup kembali. Nita juga berulang kali mencoba meregenerasi dengan sihirnya, namun sama saja Yoga takkan terbangun dengan mudah.
...****************...