
Pagi yang cerah, udara yang segar. Hari ini Yoga mendapatkan kelas malam, jadi ia bisa mengerjakan misi dari sistem di pagi hari. Misi yang dikerjakan kali ini adalah berolahraga, Yoga telah melakukan push up, sit up, pull up dan sekarang sedang jogging berjarak 10 km.
Setelah melakukan itu semua, Yoga kemudian beristirahat di taman dan membeli sebotol air putih dari penjual yang dipinggir jalan.
Setelah minum dan beristirahat cukup lama, Yoga lalu berjalan-jalan mengelilingi taman sambil membuang botol air putih tadi.
Karena hari ini hari sabtu, tentu saja banyak orang yang sedang jalan-jalan di taman. Banyak juga anak-anak muda yang nongkrong disana.
Yoga melihat beberapa perempuan yang sedang memandangi nya. Yoga mendengar bisikan-bisikan dari mereka.
" Abang itu ganteng, ya. "
" Iya, kayak artis Korea. Eh, kayak orang bule sih. "
" Eh, abangnya liat ke kita tuh. "
Yoga lalu mendekati mereka dan duduk bersama mereka.
" Apa yang kalian bicarakan? " Tanya Yoga seraya memandangi mereka satu persatu.
" Eh... si Lia yang ngomongin abang. " Ucap perempuan yang memakai baju olahraga lengan panjang berwarna hitam.
" Eh... kok aku sih. Kan kamu duluan, nyebelin banget Mia. " Ucap perempuan yang memakai baju olahraga ketat berwarna abu-abu.
Mendengar mereka saling tunjuk menunjuk. Yoga lalu bertanya kepada mereka. " Kalian umur berapa? "
" Tujuh belas. " Jawab mereka serentak.
" Owh... masih SMA kelas 3, ya? " Ucap Yoga sambil melirik ke penjual es krim.
" Masih kelas 2 dong. " Jawab Mia sambil mengikat tali sepatunya.
" Mas, mas. Mau beli.... " Yoga yang memanggil tukang es krim jalanan.
" Kalian mau es krim? " Tawar Yoga ke mereka berdua.
" Eh, bener nih kak? " Tanya Lia yang senang.
" Iya, masing-masing satu aja. " Ucap Yoga tersenyum.
" Makasih, kak. " Ucap mereka serentak.
Yoga mengeluarkan uang dari dompetnya sebesar Rp. 30.000 dan memberikan ke penjual es krim. Yoga mengambil satu es krim rasa coklat strawberry dan duduk di kursi taman.
Anak SMA yang dibelikan es krim dengan Yoga lalu duduk di samping kiri dan kanan Yoga. Yoga segera menghabiskan es krimnya dan pergi dari sana.
" Kak, mau kemana? " Tanya Lia yang melihat Yoga pergi.
" Pulang, kalian nggak pulang? " Tanya balik Yoga.
__ADS_1
" Temenin kami pulang yuk, kak. Kadang-kadang ada preman yang suka jahilin kita. " Ucap Mia dengan wajah yang memelas.
" Eh... enggak deh. Aku ada kerjaan, maaf ya. " Jawab Yoga dan pergi meninggalkan mereka.
Yoga pergi ke tepi jalan dan menyebrang untuk pergi ke toko buah, karena ia sekalian ingin mampir ke rumah sakit untuk menjenguk Vulkan.
Setelah membeli beberapa buah, Yoga lalu keluar dan melihat sebuah mobil van berlogo Angry Bull Group. Tapi karena Yoga tak memiliki masalah dengan mereka, Yoga hanya melewatinya dan melihat sekilas dua anak SMA yang bersamanya tadi di dalam mobil van itu sedang tertidur.
Karena hanya melihat sekilas, ia tak menghiraukan nya dan hanya berfikir ia hanya berhalusinasi saja. Kemudian Yoga pergi ke area yang kosong untuk mengeluarkan motor dari penyimpanan sistem.
Sesampainya di rumah sakit, Yoga langsung pergi ke kamar inap Vulkan lalu membuka pintunya. Karena Vulkan masih tertidur, ia meletakkan buah yang dibelinya tadi di meja lalu menyalakan televisi untuk menghilangkan jenuh.
Sedang asyiknya melihat acara komedi di televisi, Yoga terkejut karena Vulkan mengagetinya dengan melempar apel ke kepala Yoga.
" Huft... hampir mau mengumpat. Udah agak baikan? " Tanya Yoga yang menoleh ke arah Vulkan.
" Udah sih, mungkin beberapa minggu lagi udah sembuh. " Jawab Vulkan sambil mengupas kulit jeruk.
" Maaf, ya. Masalah gangster belum sepenuhnya selesai. " Ucap Yoga lalu memakan apel yang dilempar Vulkan tadi.
" Enggak apa-apa kok. Kalian juga fokus kuliah, kan. Kalau udah sembuh, ku lakuin sendiri. " Kata Vulkan sambil tersenyum.
Yoga yang sedang asyik mengobrol dengan Vulkan, seketika terdiam sejenak dan mendengarkan suara berita dari televisi.
" Dikabarkan dua anak perempuan yang masih SMA sedang diculik dengan seseorang yang diduga pelaku penculikan akhir-akhir ini. Seorang saksi melihat penculik itu memasukkan korban ke mobil van berwarna hitam. Orang tua dari korban terus menangis dan melaporkan polisi setempat. Demikianlah berita singkat ini.... " Suara wartawan dari televisi.
" Maaf Vulkan, aku hari ini ada keperluan mendadak. Cepet sembuh ya Vulkan. " Ucap Yoga lalu segera lari keluar.
" Sial, kenapa aku tak sadar. " Batin Yoga dan menuju ke tempat parkiran untuk mengambil motornya.
Dengan cepat, Yoga mengendarai motornya untuk pergi ke perusahaan Angry Bull Group.
Kling!!!
[Skill : Pembalap]
Tanpa melihat informasi skill yang ia dapat, ia mengaktifkan skill itu dan seketika ia melajukan motor dengan sangat cepat tanpa menabrak kendaraan lain sedikitpun.
Sesampainya ia disana, ia melompat turun dan menyimpan motornya di penyimpanan sistem. Perusahaan itu dijaga ketat dengan dua orang bodyguard di luar yang memakai kaos hitam.
Yoga berjalan kesana dan memakai jas hitam dengan cepat. Entah bagaimana cara ia memakainya, ia hanya dengan menekan baju itu di sistem dan baju itu langsung dikenakan dengan Yoga.
Bodyguard yang melihat Yoga sedang berjalan kemari langsung menahan Yoga dan menyuruhnya untuk mengeluarkan kartu izin masuk.
Karena tak punya kartu tersebut, Yoga menghajar mereka berdua sampai pingsan.
Yoga lalu menerobos masuk dan melihat banyaknya karyawan yang sedang bekerja di sana. Karena tak ingin membuat kerusuhan, ia pergi ke toilet untuk mencari pintu rahasia sesuai dengan ingatan masa lalunya.
Yoga lupa dengan keran mana yang akan membukakan pintu rahasia. Apalagi sudah dua tahun lamanya, toilet itu sudah direnovasi dan Yoga benar-benar lupa atau mungkin ia benar-benar tak tahu.
__ADS_1
Karena kesal dengan dirinya sendiri, ia memukul sebuah cermin dan melihat ada sebuah keran berada didalamnya.
Yoga lalu memutar keran tersebut dan terbukalah pintu rahasia di balik cermin yang ia pukul tadi.
Pintu itu sudah terbuka lebar, lalu Yoga segera masuk ke dalam dan menutup kembali pintu tersebut. Ia menuju lift untuk pergi ke lantai dua basement.
Ketika sedang menunggu lift naik ke atas, pintu rahasia tadi terbuka dan ada lima orang yang masuk ke sana. Yoga yang merasa dirinya tidak diuntungkan dengan tempat, ia kemudian memakai skill [Invisible] untuk menghilangkan dirinya.
" Sial, kalian bisa kalah dengan bocah ingusan. Kalau kalian tak bisa menemukannya, akan ku pecat kalian berdua. " Ucap seorang presdir perusahaan Angry Bull.
Lift yang tadinya ditunggu Yoga terbuka kemudian dua bodyguard yang dihajar Yoga diluar tadi masuk kedalam lift. Yoga juga masuk ke dalam dengan keadaan masih dalam tubuh transparan.
Lift kemudian turun ke bawah dan Yoga menonaktifkan skill nya.
" Surprise... Motherf**ker. " Ucap Yoga yang menodongkan pistol revolver dan pisau karambit di belakang kepala mereka berdua.
" Kapan kau berada disana? " Ucap bodyguard yang disebelah kiri.
" Sialan. " Gumam kesal yang disebelah kanan.
" Katakan padaku, anak SMA yang kalian culik ada dimana? " Ancam Yoga dan mendekatkan pisau ke leher bodyguard yang disebelah kiri.
" Ya nggak tau, kok tanya saya. " Jawabnya dengan nada yang tidak asing.
" Sialan, cepat katakan atau kubunuh kalian disini. " Ucap Yoga dengan geram dan menembak pintu lift tepat disamping telinga bodyguard yang disebelah kanan.
Dor!
Kedua bodyguard itu seketika gemetaran sambil memejamkan mata. Bodyguard di sebelah kanan mengalami tuli konduktif yang dimana ia tak dapat mendengar suara sementara.
" Kalian dengar tidak!!! "
Ting!
Pintu lift terbuka dan ternyata mereka pergi ke lantai paling dasar atau lantai tiga basement. Yang dimana tempat tersebut adalah tempat para pembunuh dan tempat berkumpulnya para mafia.
" Sial, padahal aku tak menginginkan hal ini terjadi. Tapi mengapa hal yang seperti ini selalu saja mengejar diriku. " Batin Yoga lalu menahan kedua bodyguard untuk tidak keluar dari lift.
Yoga bersembunyi di balik badan mereka dan menyuruh mereka untuk segera menekan tombol untuk ke lantai kedua.
Bodyguard yang disebelah kiri yang ingin menekan tombol lift, tiba-tiba terhenti karena ada seorang pria yang bertanya kepada mereka.
" Kenapa terburu-buru pergi? " Tanya pria yang berada di depan pintu lift.
Yoga memberikan isyarat dengan menusukkan sedikit ujung pisau di punggungnya.
" Ah... haha... Saya tadi salah menekan tombol, maaf saya lagi dipanggil CEO. " Ucap Bodyguard yang disebelah kiri sambil gemetaran dan langsung menekan tombol ke lantai dua basement.
Pintu lift lalu tertutup, namun pria tadi menahan pintu lift agar tidak tertutup sepenuhnya.
__ADS_1
" Ada sesuatu yang mencurigakan. "
...****************...