System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 30 - Dragon Cage (Sarapan)


__ADS_3

Pagi yang cerah Yoga berolahraga di lapangan ditemani dengan tahanan level rendah lainnya. Karena kejadian semalam, Yoga dipilih sebagai ketua untuk tahanan level rendah. Namun Yoga menolak dan menyerahkan jabatan itu ke Bram.


Yoga berlari santai mengelilingi lapangan hingga ia tak sengaja menabrak seorang tahanan level tinggi. Yoga membantunya bangun, namun tahanan itu justru berlari seperti ketakutan dan menjauh dari Yoga. Yoga hanya merasa heran dan melanjutkan larinya.


Sipir yang mengantarkan bahan pangan pun tiba, tahanan yang bekerja sebagai juru masak langsung memasak sarapan untuk para tahanan. Ada delapan juru masak dan dibagi menjadi dua kelompok, empat orang untuk level rendah dan empat orang untuk level tinggi.


Setelah semuanya telah matang, bel sarapan berbunyi. Para tahanan langsung pergi ke dapur untuk mengambil jatah makan mereka. Melihat Yoga ikut berbaris di barisan paling belakang, tahanan lainnya langsung memberikan jalan baginya. Yoga hanya tersenyum dan menolak kemudian menyuruh mereka untuk bersikap seperti biasanya.


Hingga sampai lah dimana Yoga mengambil jatah makannya. Ia mengambil nampan dan memberikannya kepada petugas pembagi makanan. Setelah itu Yoga mencari tempat duduk dan melihat Bram sedang sendirian duduk di meja paling pojok. Yoga lalu pergi kesana dan langsung duduk disamping Bram.


" Bagaimana kabarmu? " Tanya Yoga dan memasukkan sesuap nasi ke mulutnya.


" Baik, kau sungguh hebat tadi malam. " Balas Bram yang kagum.


" Dilihat dari penampilan, kau dulu seorang tentara bukan? " Tanya Yoga sambil memperhatikan tubuh kekar milik Bram.


" Ahaha... aku hanya seorang ketua gym. Aku dimasukkan kesini karena memukul pelanggan menggunakan barbel hingga kepalanya retak. " Jawab Bram.


" Hah! Hanya itu kau masuk penjara ini? " Tanya Yoga yang heran.


" Hmm... Mereka menuntut ku agar dihukum mati. Tapi aku takut dan dimasukkan ke penjara ini selama lima tahun. " Jawab Bram dan menghabiskan makanannya.


" Kalau boleh tanya, kenapa ada level rendah dan level tinggi? " Tanya Yoga yang bingung dengan sistem di penjara ini.


" Aha... aku mau menjelaskan itu kemarin. Setiap hari akan diadakan pertarungan seperti tadi malam yang kau lihat. Bukan kau lihat sih, yang kau ikuti. Dan jika kau berhasil mengalahkan seratus orang dalam semalam, kau akan dinaikkan ke level tinggi. " Jawab Bram dengan penjelasan yang diringkas.


" Berapa total tahanan level rendah dan level tinggi? " Tanya Yoga lagi.


" Level rendah ada 900 orang dan level tinggi ada 700 orang, eh tidak 500 orang. Karena mereka sudah tewas akibat pertarungan. " Jawab Bram dan berdiri untuk meletakkan nampan di tempat pencuci piring.


BRAK!!!


Seperti biasanya, tahanan level tinggi yang masih kelaparan merampas jatah tahanan level rendah. Bram yang berdiri langsung duduk karena ketakutan melihat mereka ber gerombolan datang ke dapur milik level rendah.


" Kau kenapa Bram? Bukankah kau ketuanya? Ayo usir mereka semua. " Ucap Yoga yang belum selesai makan.


" A-aku tak sanggup mengalahkan mereka semua. Meski aku berada dibawah peringkat mu, tapi jika 1 lawan 25 mana mungkin aku sanggup. " Balas Bram dan duduk sambil menenangkan diri.


" Jika kau terus begini, sampai kapan kau bisa keluar dari neraka ini? " Lanjut Yoga yang memberi semangat dan melemparkan nampannya ke para tahanan level tinggi yang sedang merampas makanan tahanan level rendah.


Prang!!!

__ADS_1


Nampan yang dilempar Yoga membuat suasana hening seketika. Mereka langsung menatap Yoga bersamaan, Yoga hanya terkekeh dan mengambil nampan yang dilempar nya tadi.


" Hei... kau tak senang? " Bentak seorang tahanan level tinggi.


" Hah? Apa? Aku tak mendengar. " Balas Yoga dan menampar tahanan level tinggi yang membentak nya tadi.


Tatapan mereka yang tadinya tertuju ke arah Yoga langsung memalingkan pandangan masing-masing. Yoga memukul tahanan tadi hingga pingsan dan menyeretnya ke hadapan tahanan level tinggi yang lainnya.


" Ada yang mau maju? "


Mendengar ucapan itu, tahanan level tinggi yang tersisa langsung menyerang Yoga bersamaan. Yoga mengelak pukulan demi pukulan dan menyerang kembali hingga membuat tahanan level tinggi tersisa dua orang.


" Monster macam apa ini? Bukankah ini terlalu mudah untuk tahanan baru seperti ku? " Ucap Yoga yang menyombongkan diri.


Tak lama kemudian, datang pria berambut panjang yang diikat. Lalu menendang perut Yoga hingga terpental. Yoga langsung tumbang dan tak bisa bernafas. Tahanan level rendah yang tadinya menyemangati Yoga langsung terdiam seketika.


" Dia yang telah membunuh Jack? Jack bisa kalah dengan orang selemah itu? Dasar sampah! " Seru pria itu dan berjalan mendekati Yoga perlahan-lahan.


Yoga meregenerasi tubuhnya dan langsung berdiri dengan tubuh yang tegak.


" Wah... kau bisa bertahan ternyata dari tendanganku. " Ucap pria itu sambil terkekeh.


" Aha... Aku tak berniat membunuhmu, tetaplah hidup dan jangan mengganggu urusanku. " Ucap Yoga dan membalikkan badan untuk mengambil nampannya.


Pria itu dengan cepat melayangkan tendangan tepat di kepala Yoga. Tapi tak semudah itu untuk mengenai tubuh Yoga, Yoga langsung menunduk dan menendang ke arah belakang mengenai bagian vital milik pria itu.


" Argghh... Sialan. " Teriaknya yang merintih kesakitan.


" Lemah? Siapa yang tadi bilang lemah? " Tanya Yoga ke semua tahanan yang berada disana.


Mereka semua menunjuk ke arah pria berambut panjang, tak hanya level rendah, level tinggi juga ikut menunjuk pria itu.


" Hei kau... Kau tahu tidak, aku ini berasal dari sembilan naga. "


Mendengar hal itu, mereka yang tadinya menunjuk pria itu langsung menurunkan tangan dan bersikap seolah-olah tidak melakukan apa-apa.


" Kalian yang menunjuk ku tadi, akan kubunuh kalian malam ini. "


Pria itu lalu berdiri meninggalkan Yoga dan diikuti dengan tahanan level tinggi. Setelah pergi jauh, mereka semua menepuk tangan karena Yoga telah mengusir tahanan level tinggi yang merampas makanan mereka. Yoga hanya tersenyum dan kembali ke kamar bersama Bram.


" Kau tadi keren banget. Yang tadi namanya Andi, dia dijuluki kaki emas. Karena dengan sekali tendangan, lawan takkan bisa bangun lagi. "

__ADS_1


" Ahaha... berarti aku beruntung dong. "


Yoga dan Bram berpisah dan memasuki kamarnya masing-masing. Yoga lalu mengeluarkan ponselnya dari penyimpanan sistem dan menghubungi Leon.


...----------------...


Di apartemen, Leon sedang beristirahat di kantin kampus bersama Luna. Mereka kembali seperti dulu sewaktu belum bertemu dengan Yoga. Tak lama kemudian Jonathan, Rian, Arthur dan Nita mendekati Leon dan Luna lalu duduk disana.


" Huft... nggak ada Yoga. " Kesal Leon dan menatap langit-langit.


" Sudahlah, hanya lima tahun kok. " Sahut Jonathan.


Leon lalu kaget dengan ponselnya yang berbunyi, ia kemudian melihat dan sangat senang Yoga menelponnya.


[Call]


Leon : Halo Yoga.


Yoga : Halo juga Leon, bagaimana kabarmu?


Leon : Ahaha... baik. Bagaimana kondisi di penjara?


Yoga : Ya seperti biasanya lah. Makan, mandi, tidur, baca komik.


Leon : Mau ngobrol sama Luna?


Yoga : Lah, tumben?


Leon : Ahaha... nggak, Luna kalo tidur sering nyebut namamu. (bisik)


Luna : Ihh abang, nggak kok kak Yoga.


Yoga : Ahaha... iya iya.


Jonathan : Widih... rumah baru nih, eh. Bentar-bentar, itu sel atau kamar hotel?


Yoga : Ooo... ini memang begini. Eh, udahan dulu, ya. Ada urusan dengan tahanan yang lain.


[Call end]


...****************...

__ADS_1


__ADS_2