System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 69|S3


__ADS_3

Seorang pria mendatangi Oga dengan sikap yang seolah-olah kenal dengan Oga. Ia juga tahu persis nama asli Oga. Karena tak ingin tersebar begitu saja, Oga berpura-pura menjadi orang yang berbeda untuk mengelabuhi pria itu.


" Maaf, Anda siapa ya? " Oga menggaruk kepalanya sambil mengerutkan dahi.


" Eh …. " Pria itu malah bingung sendiri. " Kirain Anda Yoga yang akan datang kesini, " ucap pria itu yang membuat Oga semakin bingung.


Naoki memberi isyarat untuk segera menyerang club ini. Namun Oga memberi isyarat jika belum saatnya ia menyerang. Karena ia masih penasaran dengan Yoga yang dibicarakan oleh pria tersebut.


Oga mengangkat tangan kanannya. " Maaf Pak, jika saya boleh tau. Yoga yang dibicarakan bapak itu siapa? "


Pria itu mengernyitkan dahi. " Saya masih berumur 24 tahun, jadi saya belum bisa dipanggil bapak. Dan Yoga yang saya bicarakan sesuai dengan wajah Anda. "


" Eh …." Oga melihat sekelilingnya. " Saya. " Oga menunjuk dirinya sendiri.


" Nggak, saya hanya bercanda. Maaf mengganggu waktu kalian semua. " Pria itu pergi meninggalkan mereka.


Tak lama kemudian, seluruh club menjadi ramai ketika melihat seseorang datang dari pintu masuk. Ketika melihat wajahnya, Oga terkejut ketika melihat wajah pria itu sekilas mirip dengannya.


" Oga, bukannya itu mirip kamu. " Naoki juga ikut bingung dengan wajah pria itu yang mirip dengan Oga.


" Selamat datang, Tuan Yoga. " Seorang pria yang mungkin pemilik club ini menyapa pria yang mirip Oga.


Oga beranjak dari tempat duduknya lalu pergi mendekati pria yang bernama Yoga tersebut. Naoki yang melihat Oga pergi meninggalkan mereka juga ikut menyusul Oga. Begitu juga dengan Megumi.


Oga menyerobot kerumunan lalu mencoba untuk menarik kerah baju pria yang bernama Oga tersebut.


" Siapa kau sebenarnya? " tanya Oga dengan wajah yang marah.


Seketika semua orang yang melihat mereka berdua menjadi bingun dikarenakan ada dua Yoga yang ada disana. Sontak sang pemilik club langsung membubarkan kerumunan lalu menarik Oga dan Yoga (unknown) ke dalam ruangan VIP.


Di dalam ruangan VIP. Oga, Yoga (unknown) dan pemilik club duduk mengitari meja bundar. Oga menatap ke arah Yoga (unknown) dengan sorot mata yang tajam. Pemilik club yang bernama Madao Yamagashi malah bingung dengan kehadiran dua sosok Yoga.


Brak!!!

__ADS_1


" Cukup main mainnya, tidak lucu jika memakai identitas seseorang untuk melakukan kejahatan. " Oga menggebrak meja dengan sangat keras.


" Maksudnya? " tanya Yoga (unknown).


" Sialan, kau ingin bermain-main denganku? " Oga lalu naik ke atas meja dan berniat untuk membunuhnya.


Madao menghentikan Oga dan meredakan amarahnya. Dengan mudah, Oga menuruti pria tua itu lalu duduk kembali dan bersandar dengan posisi nyaman.


" Baiklah, buka topeng yang menutupi wajah aslimu itu. " Oga memerintahkan Yoga (unknown) untuk segera melepaskan topeng kulit yang menyerupai wajah Oga.


" Tidak … buat apa juga aku melepaskannya, " ucapnya yang bersikeras untuk tetap memakainya.


Zing!!!


Oga mengeluarkan katana dari inventori sistem.


" Benar-benar tak bisa pakai cara yang halus, " ucap Oga yang mengarahkan katana tepat di hadapan Yoga (unknown).


" Haha … akhirnya aku menemukan dirimu. " Yoga (unknown) tertawa terbahak-bahak seperti mengetahui sesuatu hal.


" Tidak-tidak, apakah kamu masih mengenal diriku? " tanya Yoga (unknown) lalu membuka topengnya.


Tak disangka dia adalah orang yang sangat Oga kenali. Bahkan pernah menjadi tim untuk menghancurkan sebuah perusahaan. Pria itu tak lain adalah Arthur, seorang manusia yang mendapatkan sistem untuk menjadi kesatria.


" Eh … Arthur. " Oga menggaruk kepala merasa bersalah karena menghilang dari teman-temannya. " Bagaimana bisa tau keberadaan ku? " tanya Oga yang penasaran.


" Tcih … siapa juga yang tau. Ceritanya panjang sekali, " ucap Arthur lalu mengoyak topengnya dan membuang ke tempat sampah.


" Lalu, dia siapa? " tanya Oga sambil menunjuk ke Madao.


" Entahlah, hanya orang yang tak ku kenal untuk membuat janji doang, " ucap Arthur, ia merapikan rambutnya yang berantakan.


" Ah … kalau begitu. " Oga melemparkan katana ke arah Madao dan tepat mengenai jantungnya.

__ADS_1


Oga beranjak dari duduknya untuk mengambil katana yang masih menancap di dada Madao. Karena masih belum mati, Oga segera memenggal kepala Madao untuk melenyapkan satu clan di wilayah Utara ini.


Arthur yang melihat itu merasa ada sesuatu yang berbeda dari Oga. Padahal dulu ia juga sering melihat Oga membunuh orang tanpa belas kasihan. Tapi sekarang Oga membunuh orang seperti sedang menikmati proses kematian tersebut. Dilihat dari sudut pandang Arthur, Oga nampak seperti seorang malaikat pencabut nyawa.


" Yoga, " panggil Arthur.


" Namaku Oga, bukan Yoga, " balas Oga yang tak mau dipanggil Oga.


" Huft … kembalilah dengan kami, " ucap Arthur lalu memegang pundak Oga.


" Maaf Arthur, awalnya aku bahagia ketika melihat dirimu. Tapi … tapi aku tak bisa melibatkan teman-temanku di misi kali ini, " ucap Oga, ia menatap ke bawah seperti menyesali sesuatu.


" Apapun akan ku bantu, yang penting kembalilah seperti dulu lagi. Teman-teman mengkhawatirkan mu, " ucap Arthur.


" Hah?! Semuanya udah tau keberadaanku? " tanya Oga lalu menatap wajah Arthur.


" Tidak, hanya aku saja. Sudah kubilang kalau ceritanya panjang. " Arthur tersenyum.


" Kalau diceritakan pasti panjang, ya. " Oga memasang wajah melas.


Karena tak tahan dengan wajah Oga yang seperti itu. Arthur duduk di kursi lalu mengangkat kakinya ke atas meja.


" Duduk sini, akan kuceritakan. Sebagai gantinya, pulang ke rumah. "


Oga menuruti kata Arthur lalu duduk di samping Arthur.


"Oke" Oga mengacungkan jempol lalu mulai fokus mendengarkan cerita dari Arthur.


Naoki dan Megumi yang masih menunggu Oga di luar, tampak mulai bosan dan kesal dengan Oga yang sangat lama membuatnya menunggu. Tak sengaja ia tertidur di kursi bersama dengan Megumi.


Pria dengan jas hitam yang mendatangi mereka awal tadi datang untuk menjaga mereka berdua. Tanpa disuruh siapapun, ternyata ia adalah seorang anggota Naoki yang bekerja di club ini. Karena memiliki penampilan yang berbeda dari biasanya, Naoki sama sekali tak mengenalnya dan merasa asing dengan pria itu.


Namun pria itu tak merasa kesal dengan perilaku Naoki. Melainkan ia malah senang bisa bertemu dengan Naoki secara langsung.

__ADS_1


...### System Sang Psikopat ###...



__ADS_2