
Jonathan, Leon, Arthur, Rian, Laura dan Nita sedang berkumpul di ruang santai sambil menonton televisi. Mereka melihat berita yang sedang ramai dibicarakan yaitu ter-oris.
Lalu seorang asisten Jonathan bernama Rizal datang menghampiri mereka dengan membawa beberapa dokumen yang tersusun rapi.
Jonathan lalu memandangi nya, " Bagaimana? Sudah ketemu jawabannya. " Tanya Jonathan lalu mengambil dokumen tersebut.
" Sudah Pak, semuanya sudah ada di dokumen ini. " Jawab Rizal seraya menyerahkan dokumennya.
Jonathan membuka dan melihat isi dokumen tersebut,
" Jadi benar, ya. Supermarket itu bukan hancur karena konstruksi yang buruk. Melainkan pengeboman ter-oris. "
" Benar Pak, itu juga ada beberapa foto sisa bom yang tidak meledak ditemukan disekitaran tiang pondasi. " Kata Rizal.
Lalu semua pandangan mereka menuju ke televisi karena ada sekilas berita televisi.
Berita tersebut berisi tentang dua orang ter-oris yang meledakkan supermarket, sore hari. Ter-oris tersebut memakai topeng boneka dan salah satunya adalah seorang wanita.
Mereka mengancam para pengunjung untuk segera keluar dari gedung karena gedung akan diledakkan oleh mereka. Belum ada beberapa menit, gedung seketika hancur dan mereka tiba-tiba menghilang begitu saja.
....
Di Jepang, Oga sedang melayani pelanggan yang memesan minuman. Tak lama kemudian pandangannya teralihkan ke televisi akibat mendengar berita tentang ter-oris yang meledakkan supermarket di Surabaya. Ter-oris tersebut berjumlah dua orang dan memakai topeng boneka beruang.
Yoga lalu duduk dan menonton berita tersebut,
" Ah... kemarin Walikota yang menggelapkan uang. Sekarang malah ter-oris, negara sedang tidak baik-baik saja. "
" Ada apa Oga? " Tanya Mikayo, ia lalu duduk di samping Oga.
" Tidak ada, hanya melihat berita saja. " Jawab Oga lalu menatap Mikayo.
" Oga, malam ini mau kencan denganku? " Ucap Mikayo dengan senyuman manis.
" Aku dan kamu jalan-jalan berdua gitu? "
Mikayo hanya mengangguk sambil tersenyum.
....
Malam haripun tiba, Oga dan Mikayo sedang berjalan-jalan di bawah lampu yang menerangi jalan. Mikayo berada di sisi kanan Oga sambil membawa dompet dan mengayunkan nya.
Oga lalu melihat sebuah restoran sushi dan langsung menarik tangan Mikayo menuju sana.
" Eh... Oga, pelan-pelan. "
Mereka lalu masuk ke dalam restoran dan langsung memilih tempat. Seorang chef lalu datang ke meja mereka dengan membawa beberapa peralatan dan makanan yang ingin dimasak.
" Oga, arigatou. " Ucap Mikayo dan menyenderkan kepalanya di bahu Oga.
Oga hanya tersenyum sambil melihat chef yang sedang menyiapkan makanan mereka.
Setelah memakan beberapa makanan, Oga membayarnya dan mengajak Mikayo untuk mengunjungi pasar malam yang tak jauh dari sana.
Tiba-tiba Oga dikejutkan dengan sistem yang memberi notifikasi.
Kling!!!
__ADS_1
...[ Misi ]...
...[ Selamatkan semua pengunjung yang berada di pasar malam. ]...
...[ Reward ]...
...[ ??? ]...
" Hah! Selamatkan apa? Mereka diselamatkan karena apa? " Gumam Oga yang melihat layar tampilan sambil berjalan.
Mikayo mendengar Oga yang menggerutu sepanjang jalan merasa penasaran,
" Oga-chan, apa yang sedang kamu pikirkan? " Tanya Mikayo yang menarik kimono Oga.
Oga lalu menatap Mikayo, " Ahaha... tidak ada Mikayo-san, hanya saja perasaanku tidak enak. " Jawab Oga lalu memberhentikan langkahnya.
" Mikayo-san, apa kamu ada cara untuk membuat semua orang untuk pergi dari sini. " Ucap Oga, mereka sudah sampai di depan gerbang pasar malam.
" Emang ada apa Oga-chan? " Tanya Mikayo yang penasaran.
Oga mendengar suara langkah yang tidak asing baginya. Ia menoleh ke belakang dan melihat para gangster yang berjalan ramai-ramai ke arah pasar malam.
" Itu yang sebenarnya aku pikirkan dari tadi. " Ucap Oga, ia lalu menggendong Mikayo dan masuk ke dalam pasar malam.
" Oga, ada apa dengan mereka? Bukankah para gangster seperti itu sudah sering disini. " Kata Mikayo.
" Bukan, bukan itu yang aku pikirkan. Tapi—"
Oga langsung melompat ke atas atap rumah yang berada di sekitaran pasar malam dan menurunkan Mikayo disana.
" Mika-chan, tunggu aku sebentar. Aku hanya ingin melihat keadaan. " Ucap Oga dan langsung berlari ke pusat pasar malam.
....
Oga berlari menuju pusat keramaian dan langsung mengeluarkan bokken atau katana kayu dan langsung menancapkan ke tanah.
" Mina-san... tolong perhatikan saya sebentar... " Seluruh pengunjung langsung menatap Oga yang berdiri tegak diatas bokken.
" Sebentar lagi ada kerusuhan antar gangster yang terjadi di pasar malam ini. Jadi diharapkan untuk semuanya agar tetap tenang dan keluar dari pasar malam ini dengan selamat. " Lanjut Oga lalu memandangi mereka semua.
Mereka hanya terdiam dan menatap Oga.
" Siapa dia? "
" Apa malam ini ada festival samurai? "
" Katanya tadi ada kerusuhan antar geng. "
" Apa dia membohongi kita? "
Para pengunjung yang mendengar tak menghiraukan Oga dan tetap melakukan kegiatan mereka masing-masing. Oga hanya menghela nafas dan mencabut pedangnya dari tanah.
" Baiklah, aku tak main-main lagi. "
" Sistem, aktifkan [ Assassin ] mode. "
[ ... ] hanya diam.
__ADS_1
" Sistem, nyalakan [ Assassin] mode. "
[ Perintah tidak dapat ditemukan. ]
" Sistem, aktifkan. Bentar bentar, maksud dari tidak ditemukan itu tidak ada skillnya? "
[ Host telah melakukan reinstall system. Semua data yang berada di dalam sistem akan dihapus, kecuali uang dan barang yang berada di inventori. ]
" Huft... benar-benar mengulang dari awal. "
" Sistem, bahaya apa yang akan kita hadapi? "
[ Kebakaran, tempat yang Anda singgahi saat ini akan mengalami kebakaran yang besar. Mohon untuk segera menyelamatkan manusia. ]
" Kebakaran? Dimana? "
Oga lalu melihat sebuah api yang besar dibalik tenda. Semua orang langsung melarikan diri, namun para gangster yang telah masuk ke dalam pasar malam malah melakukan kerusuhan dengan geng lain.
" Sistem, bolehkah aku membunuh mereka? "
[ Tidak, Host belum mempunyai kemampuan untuk membunuh. Untuk membuka kemampuan tersebut, host harus mengerjakan 20 misi terlebih dahulu. ]
" What? Why? Ah sudahlah. "
Oga langsung berlari ke arah para gangster dan menyerang mereka semua. Sembari ia menyerang, ia juga menyelamatkan warga yang terjebak di dalam kebakaran.
" Sistem, tersisa berapa lagi yang harus ku selamatkan? " Tanya Oga yang berlari membawa seorang kakek kakek.
...[ Tidak ada ]...
...[ Misi Completed ]...
...[ Anda mendapatkan Kharisma ]...
Oga hanya menggelengkan kepalanya karena tak tahu dengan sistem yang ia miliki saat ini. Yang tersisa hanyalah para gangster yang sedang berkelahi.
Oga tak menghiraukan mereka dan kembali ke Mikayo yang duduk melamun menunggu Oga.
" Mika-chan, ayo pulang. " Ucap Oga lalu berdiri di sampingnya.
" Tidak jadi ke pasar malam? " Tanya Mikayo.
" Kamu tidak lihat pasar malamnya sudah jadi apa. " Ucap Oga dan mereka berdua saling tertawa.
....
Sesampainya mereka di rumah, Oga segera masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya dan langsung melompat ke kasur. Mikayo pun mengganti pakaiannya lalu mengambil pakaian Oga yang tergeletak di lantai kemudian menaruhnya di mesin cuci.
Mikayo lalu kembali ke kamar dan langsung berbaring di samping Oga.
" Oga.... "
" Zzzz.... "
" Huft... sudah tidur ternyata. "
Mikayo lalu menutup badannya menggunakan selimut dan tertidur pulas. Oga yang sebenarnya belum tidur masih penasaran dengan sistemnya yang tiba-tiba aneh.
__ADS_1
" Ada apa dengan sistem ku ini? "
...#### System Sang Psikopat ####...