
Seminggu kemudian, seperti biasanya Oga melayani pelanggan di cafe Mikayo. Karena hari mulai malam, ia segera menutup pintu cafe dan pergi ke kamar. Ketika masuk ke kamar, ia melihat Mikayo yang sedang merapikan kasur.
Oga lalu mendekatinya, " Mika-chan, semuanya sudah ku tutup. Aku cape dan pengen langsung tidur. " Kata Oga.
" Tidurlah, besok kan kamu mau interview dengan di perusahaan Nijimura Group. " Ucap Mikayo lalu meletakkan bantal di kedua sisi kasur.
" Hoaamm... " Oga menguap, " Kira-kira aku akan jadi apa, ya? " Ucap Oga dan langsung berbaring di kasur.
" Tidak, tau. Tapi yang jelas, kamu sudah ditawari kerja dengan perusahaan ternama itu. " Balas Mikayo dan berbaring di sisi kiri Oga.
....
Dua hari yang lalu, beberapa orang memakai jas hitam mendatangi cafe mereka. Salah satu dari mereka memakai topi fedora berwarna hitam, kacamata hitam sembari menghisap cangklong (pipa rokok kayu).
Semua pelanggan yang melihat kedatangan mereka langsung pergi. Oga yang tengah asyik bermain game, tak sadar dengan kedatangan mereka.
Lalu ada seseorang yang duduk di kursi bundar lalu menggebrak meja. Bukannya kaget, Oga langsung melempar orang itu menggunakan sebotol wiski yang kosong tepat di kepala pria tersebut.
Semua pandangan langsung tertuju ke arah Oga yang masih asyik bermain game. Lalu ada seseorang pria lain datang dan menjambak rambut Oga. Kemudian ia membenturkan kepala Oga ke meja dengan sangat keras.
Brak!!!
Mikayo yang berada di dapur langsung pergi keluar karena mendengar kegaduhan. Ketika keluar, betapa terkejutnya ia melihat kepala Oga yang berdarah. Disusul dengan tertawanya semua pria yang berjas hitam.
Lalu terdengar suara tawa yang sangat pelan. Itu adalah suara Oga yang menertawai mereka. Mikayo segera mendekati mereka untuk melerai perkelahian.
" Kalian... kenapa datang kesini lagi? " Tanya Mikayo lalu melihat kondisi Oga.
" Kenapa kami datang kesini lagi? Tentu saja untuk minum-minum. " Jawab seorang pria yang membenturkan kepala Oga tadi.
Kling!!!
...[ Misi ]...
...[ Buat mereka semua marah ]...
...[ Reward ]...
...[ Meningkatkan Kekuatan sebesar 10 ]...
...[ Waktu tersisa 5 menit ]...
.
.
.
.
Oga yang masih menunduk langsung tersenyum melihat misi tersebut. " Sudah lama aku tak berbuat ini. " Gumamnya, Mikayo mendengarnya dan hanya diam saja.
" Mikayo, masuklah ke dalam. Aku akan mengurus para sampah ini. " Ucap Oga, luka diwajahnya sedikit demi sedikit menutup akibat skill [ Regenarsi ]
Mikayo melepaskan Oga dan langsung kembali ke dapur. Oga mengambil segelas air putih lalu menyiramkan nya tepat ke arah pria bertopi fedora. Mereka semua langsung menatap Oga dengan marah, seketika notifikasi sistem berbunyi.
Kling!!!
...[ Misi terpenuhi ]...
...[ Mendapatkan Peningkatan sebesar 10 ]...
Kling!!!
...[ Misi Baru ]...
...[ Kalahkan mereka semua : 0/20 ]...
...[ Peraturan, tidak boleh membunuh ]...
...[ Reward ]...
...[ Mendapatkan Peti perak ]...
Melihat hal itu, Oga langsung termenung melihatnya.
" Peti... bukankah kemarin sewaktu menyelamatkan orang di pasar malam juga mendapatkan peti. Tapi yang kemarin adalah Perunggu dan sekarang Perak. "
Oga langsung menepis lamunannya dan mengambil bokken yang berada di pinggangnya.
__ADS_1
Mereka langsung maju satu persatu menyerang Oga sendirian. Oga langsung melompat dari atas meja dan mengayunkan pedangnya ke arah mereka semua.
Tapi sayangnya ayunan itu tak mengenai mereka satupun dan malah patah akibat mengenai beberapa meja. Akhirnya Oga menggunakan tangan kosong untuk melawan mereka.
" Sangat disayangkan jika katana mainan ku rusak. " Ucapnya lalu melayangkan satu pukulan tepat diwajah seorang pria yang berlari ke arahnya.
Oga melakukan combo tendangan dan pukulan berkali-kali, bahkan ia juga mengelak dari seluruh serangan dari mereka.
Lalu terlihat satu pria yang memakai topi fedora sedang duduk santai bersama satu pria yang sedang berdiri di sampingnya. Tampaknya mereka sedang mengamati Oga yang sedang bertarung.
" Mungkin dia cocok untuk kerja di perusahaan kita. " Ucap pria yang berdiri di samping pria bertopi fedora.
Pria bertopi fedora itu hanya tersenyum sambil mengamati gerak gerik Oga yang sangat sederhana tapi mampu menumbangkan musuh satu persatu dengan mudah.
[ Tersisa 6 ]
[ Tersisa 5 ]
[ Tersisa 4 ]
[ Tersisa 3 ]
[ Tersisa 2 ]
Tersisa dua musuh lagi yang akan dihadapi Oga, mereka adalah pria bertopi fedora dan seorang penasehat yang berdiri di sampingnya.
Oga berjalan perlahan-lahan menuju mere berdua sambil mengkretek jari-jemari nya. Oga lalu mengambil ancang-ancang untuk memukul, lalu seorang penasehat itu mengangkat tangannya untuk memberitahu Oga untuk segera berhenti.
Kling!!!
...[ Jika misi tidak selesai, Anda akan diberikan hukuman. ]...
...[ Hukuman ]...
...[ Kehilangan Kemampuan... ]...
Tak banyak pikir, Oga memukul pria penasehat tersebut hingga terpental dan kini tersisa satu orang yaitu bos terakhir.
" Apa ada kata-kata terakhir? " Tanya Oga yang berdiri tegak di hadapan pria bertopi fedora.
Pria itu lalu mengangkat tangan seraya berkata, " Aku menyerah. "
Kling!!!
...[ Misi tercapai!!! ]...
...[ Silahkan mengambil reward di menu [ Mail ] ]...
.
.
.
" Huft... baiklah, lagian tugasku selesai. " Ucap Oga ke pria bertopi fedora kemudian membersihkan barang-barang yang berantakan.
Ketika ingin melangkah, Oga dihentikan langkahnya karena pria bertopi fedora itu mengajaknya bicara.
" Tunggu sebentar! " Ucap pria itu.
Oga membalikkan badannya, " Apa lagi? " Balasnya.
Pria itu lalu berdiri di sisi kanan Oga dengan arah yang berlawanan. " Apakah kau ingin bergabung dengan kami? " Ucap pria itu lalu memberikan kartu nama ke Oga.
" Hubungi saja jika kamu ingin bergabung dengan kami. "
Oga mengambil kartu nama itu dari tangannya dan membaca kartu nama tersebut.
Kling!!!
...[ Misi Baru ]...
...[ Bergabunglah dengan Nijimura Clan ]...
...[ Reward ]...
...[ Mendapatkan peti emas ]...
...[ Batas waktu hingga ia sampai menuju pintu keluar ]...
__ADS_1
" Kalau aku tidak ingin menerimanya, bagaimana? " Gumam Oga ke sistem.
...[ Hukuman ]...
...[ Kehilangan Kemampuan... ]...
" Arrrggghhh... Baiklah, kalau aku kehilangan kemampuan. Sama aja aku mati. " Ucap Oga dan di dengar dengan semua orang.
Semua orang yang disana menatap Oga yang berbicara sendirian, pria bertopi fedora juga heran dengan kelakuan Oga.
Oga lalu mengulurkan tangan ke arah pria bertopi fedora,
" Aku akan bergabung. " Ucap Oga dengan senyuman terpaksa.
Pria itu lalu meraih tangan Oga, " Baiklah... Kalau boleh tau, siapa namamu? "
" Oga, Higashikata Oga. "
" Nijimura Ito. "
Mereka berdua melepaskan tangan mereka, lalu penasehat yang dipukul Oga tadi menundukkan kepala ke Oga.
" Mohon kerjasamanya. "
Oga menarik kepala itu hingga menatap dirinya, " Siapa namamu? "
" Saya, Atsushi Banjiro. "
Oga melepaskan tangannya dan menaruh kartu nama Nijimura di saku celananya.
" Kapan kita akan bertemu lagi? " Tanya Oga ke Nijimura.
" Besok, temuilah aku sesuai dengan alamat yang ada di kartu nama itu. " Jawabnya lalu menyuruh anggotanya untuk segera pergi.
Mikayo yang menguping dari dapur langsung keluar dan merangkul tangan kanan Oga.
" Kamu mau bekerja dengan mereka? Bukannya mereka itu orang-orang jahat. "
" Ahaha... tidak apa-apa. Kalo emang berbahaya, aku akan kembali lagi. "
Semua anggota Nijimura telah bangun dan segera keluar dari cafe. Nijimura dan Banjiro melambaikan tangan ke arah Oga. Oga lalu membalas lambaian nya hingga mereka tak nampak lagi di pintu keluar.
" Oga-chan, udah berapa barang yang kamu rusak? " Tanya Mikayo dengan tatapan ingin membunuh seseorang.
" Ahaha... hampir semuanya. " Jawab Oga sembari menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
Tok!!!
Oga dipukul menggunakan sendok kayu tepat di dahi Oga.
" Aduh... " Oga yang kesakitan.
" Hihihi... " Mikayo yang terkekeh.
" Nanti aku kasih yang pengganti, deh. Sekarang aku mau beresin dulu. " Ucap Oga lalu pergi ke arah barang-barang yang berantakan.
" Oke... semangat, sayang!!! " Ucap Mikayo dengan wajah yang tersipu malu.
Oga tak menghiraukan nya karena ia sedang melihat reward yang ia dapatkan dari mengerjakan misi. Satu peti emas, satu peti perak dan satu peti perunggu.
Oga lalu membuka peti yang menurutnya adalah peti yang rendah yaitu peti perunggu. Ketika membukanya, ia mendapatkan peningkatan daya tahan sebesar 20.
" Lumayan... "
Lalu ia membuka peti perak dan mendapatkan kemampuan bela diri 'Krav Maga'. Kemampuan tersebut berubah menjadi kartu dan melayang layaknya tampilan sistem.
" Ahaha... bela diri ini belum aku pelajari, lumayan juga dapat ini. "
Lalu peti yang terakhir adalah peti emas. Oga lalu membuka peti itu dan seketika mengeluarkan cahaya yang sangat silau. Oga yang melihat isi peti itu seketika terkejut.
" Ini adalah.... "
.
.
.
...### System Sang Psikopat ###...
__ADS_1