System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 64|S3


__ADS_3

Di sepanjang jalan, terlihat mobil dan motor terparkir di pinggir jalan tepat di depan cafe kecil milik Mikayo. Oga yang baru pulang dari Terada Clan langsung masuk ke dalam cafe. Ketika masuk, Oga melihat ramai sekali orang yang sedang minum disana.


Ia juga melihat Mikayo yang kesusahan saat melayani pengunjung. Oga segera mendekati Mikayo dan membantunya. Mikayo yang melihat Oga menggunakan jas hitam merasa bingung, padahal ketika pergi ia melihat Oga menggunakan kimono.


Namun ia tak menghiraukan nya, ia lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa pesanan. Oga melayani mereka semua, menuangkan bir di gelas mereka dan bercanda kepada para pengunjung.


Hari mulai malam, sedikit demi sedikit pengunjung mulai pergi meninggalkan cafe. Tak lupa juga, ada beberapa pengunjung yang memberi Oga tip. Memang jelas, Oga lebih cocok menjadi seorang barista daripada menjadi pembunuh.


Setelah semuanya pulang, Oga menutup pintu cafe lalu menguncinya. Tak berselang lama, Mikayo dari belakang Oga tiba-tiba memeluk Oga. Lalu Mikayo mengelus dada Oga dengan pelan.


" Pasti capek, kan. Kamu mau makan apa? " Tanya Mikayo.


Oga memegang tangan Mikayo, lalu membalikkan badan dan menatapnya.


" Makan manusia. " Jawab Oga.


Mikayo malah tertawa kecil, mereka berdua saling bertatapan. Karena terlalu lama, Mikayo melepaskan pelukannya dari Oga lalu berjalan meninggalkan Oga dengan wajah yang memerah.


" Wanita yang aneh. "


Oga pun mengikuti Mikayo naik ke atas dan masuk ke kamar. Selagi Mikayo menyiapkan makanan, Oga membersihkan tubuhnya dengan mandi di kamar mandi.


Selang beberapa menit, Mikayo meletakkan makanan di atas meja lalu duduk sambil menunggu Oga. Pintu kamar mandi pun terbuka, Oga keluar dari kamar mandi dengan setengah telanjang badan tak memakai baju. Terlihat tubuhnya yang gagah dengan otot dada dan perut yang sixpack.


Mikayo yang melihatnya langsung menutup mata namun sedikit cela terbuka. Oga lalu duduk di meja lalu menyantap makanannya. Ia melihat Mikayo yang sedang menutup matanya, karena heran, Oga bertanya kepadanya.


" Mika-san, kenapa menutup mata? " Tanya Oga.


Mikayo membuka matanya perlahan, lalu menjawab.


" Kenapa kau tak memakai baju? Dan juga kenapa makan cuma pakai handuk? "


Oga menepuk jidatnya, " Astaga, aku lupa. Maaf aku tak sopan. " Ucap Oga, ia pun mengambil pakaiannya di lemari lalu memakainya.


Beberapa menit kemudian, Oga kembali dengan pakaian tidurnya. Mikayo membuka matanya dan langsung menyantap makanannya.


Setelah selesai makan, Mikayo membersihkan meja dan Oga langsung berbaring di kasur. Ia memeriksa ponselnya dan melihat foto-foto bersama teman-temannya dulu. Ia meneteskan air mata, ia pun mengusap air matanya dan segera memejamkan mata untuk tidur.


....


Keesokan paginya, Oga terbangun dari tidurnya dan melihat Mikayo yang tidur di atasnya. Oga terkejut dan langsung menyingkirkan Mikayo dari atas badannya. Mikayo terbangun dari tidurnya dan melihat Oga sedang memeluknya.


Keduanya saling salah paham dan keduanya memalingkan pandangan ke arah yang berbeda. Wajah Mikayo memerah dan tubuhnya basah akibat berkeringat.


" Oga, apa yang kau lakukan pada diriku? " Batin Mikayo.


Oga merasakan sesuatu yang sangat empuk ketika Mikayo tidur diatas badannya. Ia pun segera beranjak dari kasur dan segera masuk ke kamar mandi.


" Keperjakaan ku masih belum diambil kan? " Batin Oga.

__ADS_1


....


Setelah mandi, Oga mengenakan pakaian rapi lalu keluar dari kamar. Mikayo pun masuk ke kamar mandi dengan wajah yang masih memerah.


Oga turun kebawah untuk membuka pintu cafe. Ketika membuka, ia melihat Naoki yang sudah ada di depan cafe. Oga segera membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.


Naoki tersenyum ke Oga lalu menepuk pundak Oga.


" Data-data nya sudah aku bawakan. " Bisik Naoki, ia lalu masuk ke dalam dan duduk di kursi bundar dekat meja barista.


Oga membersihkan cafe, merapikan kursi dan menyusun botol. Setelah semuanya beres, Oga mengeluarkan papan bertuliskan 'Open' di depan pintu cafe.


Lalu Oga pun kembali ke meja barista dan menuangkan segelas bir dan menyuguhkan ke Naoki. Naoki mengeluarkan berkas-berkas dokumen berisi data-data penting milik kelompok Yakuza Orochi-kai.


Oga mengambilnya lalu membuka dan melihat isinya. Setelah mengamati beberapa hal, Oga meletakkan berkas tersebut di atas meja.


" Bagaimana? " Tanya Naoki.


Oga mengelus dagunya, " Sejujurnya aku butuh tim, cukup empat orang saja. " Ucap Oga dengan percaya diri.


" Empat orang, ya? " Naoki mengelus dagunya, " Bagaimana dengan aku dan Megumi? " Ucap Naoki.


" Hmm... boleh, tersisa dua lagi. " Balas Oga.


Tak lama kemudian Mikayo turun dari tangga lalu melihat Naoki dan Oga sedang mengobrol. Mikayo pun mendekati mereka berdua.


" Dia siapa? " Tanya Naoki dan menunjuk ke Mikayo.


Mikayo yang mendengarnya pun terkejut dan langsung menatap wajah Oga. " Jadi semalam, kita sudah melakukannya? " Tanya Mikayo ke Oga.


" Hah? Melakukan apa? " Tanya Oga kembali, ia bingung dengan pertanyaan Mikayo.


" Melakukan hal yang dilakukan laki-laki dan perempuan. " Jawab Mikayo.


" Hal apa? " Oga lalu menatap wajah Naoki.


Naoki bingung, " Mana aku tau. " Ucap Naoki.


" Huft... tadi pagi kenapa kamu memelukku? " Tanya Mikayo, ia lalu mendekati Oga.


" Eh... bukannya kamu duluan yang tidur di atasku. " Jawab Oga dengan mengerutkan dahi.


" Eh... mana ada. Bohong, aku kan tidur disamping. Mana mungkin tidur di atas kamu. " Balas Mikayo, ia memasang wajah cemberut.


" Mau ku tunjukin buktinya? " Ancam Oga.


" Mana? " Pinta Mikayo.


Oga mengambil ponselnya, " Sebentar, perasaan tadi udah ku foto. "

__ADS_1


Sebenarnya Oga sedang beralasan, ia juga tak memiliki bukti berupa foto di ponselnya. Karena ketika terbangun, ia langsung memindahkan Mikayo dari atas tubuhnya.


" Argghhh, sudah ku hapus. " Ucap Oga, ia lalu mengambil berkas yang di meja.


Oga berjalan perlahan-lahan keluar dari mejanya, Mikayo memegang lengan Oga dan menatap tajam ke arah Oga.


" Mau kemana! Mau keluar lagi, ya? " Ucap Mikayo, lalu ia merangkul tangan Oga.


" Nggak, kok. Cuma mau keluar sebentar. " Jawab Oga, ia melepaskan tangan Mikayo pelan-pelan.


Mikayo memasang wajah lesu, " Jangan lama-lama, nanti aku kewalahan melayani pelanggan. " Ucap Mikayo.


Oga pun tersenyum, " Sebentar aja kok, nggak sampai malam. "


Mikayo melepaskan rangkulannya dan Oga berjalan mendekati Naoki, ia lalu merangkul leher Naoki dan menariknya keluar.


" Ayo bos, kita jalan-jalan sebentar. "


Naoki menuruti Oga lalu berdiri dari duduknya. Naoki lalu berbicara kepada Oga.


" Kenapa dia tak ikut dalam tim juga. "


Oga hanya tertawa kecil mendengarnya, " Aku tak bisa membawanya, kalo terjadi apa-apa kepadanya. Aku akan merasa bersalah. " Ucao Oga.


Mereka berdua lalu pergi ke barbershop, Oga ingin memangkas rambutnya dan mewarnai rambutnya menjadi hitam kembali yang tadinya adalah perak. Oga pun masuk ke dalam dan langsung duduk di kursi yang kosong.


Selang beberapa lama, Oga beranjak dari kursinya dan membangunkan Naoki yang tertidur. Oga lalu membayar biaya pangkas dan warna rambutnya. Dan mereka berdua pun keluar dari sana.


" Kataku kan lusa baru akan menghajar mereka semua, jadi pulanglah dulu dan besok kembali lagi tapi saat matahari terlihat. Kira-kira jam delapan datang ke cafe ku. " Ucap Oga, mereka berjalan kembali ke cafe.


" Baiklah, aku pulang dulu. " Ucap Naoki, ia lalu membuka pintu mobil dan naik ke dalam.


Oga menganggukan kepala lalu melambaikan tangan ke Naoki. Oga masuk ke dalam cafe, ia melihat Mikayo yang duduk sendirian di kursi barista. Tak ada satupun pengunjung yang datang. Karena kasihan, Oga duduk di kursi lalu memesan satu soda ke Mikayo.


" Nee-san, berikan aku segelas soda. "


Mikayo mengangkat kepalanya, " Oga, kamu beneran menganggap ku sebagai pacar? " Tanya Mikayo.


" Eh... emang kenapa? "


" Kamu pasti hanya bercanda kan? "


" Ah... dari awal aku memang hanya menganggapmu sebagai teman serumah saja. Tapi—" Oga menjeda ucapannya.


" Tapi kenapa? "


" Tapi aku ingin tidur lagi, soalnya besok aku harus bekerja dengan orang yang tadi. " Jawab Oga, ia meletakkan tas berisi baju baru di atas meja.


Oga pun naik ke atas lalu masuk ke kamar dan mengganti pakaian. Ia lalu melompat ke atas kasur dan langsung melanjutkan mimpi indahnya.

__ADS_1


Mikayo membuka tas yang diberikan Oga, Mikayo terkejut ketika melihat baju wanita bermerk seukuran pas dengannya. Ia hanya tersenyum, tiba-tiba pengunjung berdatangan dan Mikayo langsung menyambut mereka semua.


...#### System Sang Psikopat ####...


__ADS_2