System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 39 - Anak SMA (Bagian 2)


__ADS_3

Pintu lift yang akan tertutup ditahan dengan pria yang dihadapan mereka. " Ada sesuatu yang mencurigakan. " Ucapnya lalu membuka pintu lift dan masuk ke dalam.


" Eh, emm... yang dimaksud mencurigakan apa, ya? " Tanya Bodyguard disebelah kiri.


Lalu pria itu menoleh ke arahnya, " Bukankah kalian harusnya menjaga pintu masuk. " Jawabnya lalu menyenderkan badan di dinding lift.


" Ahaha... itu, itu kami sedang diganti dengan yang lain. " Jawab Bodyguard disebelah kanan.


Skill [Invisible] milik Yoga masih cooldown sekitar enam menit, sehingga ia tak bisa menggunakan skill itu. Namun jika ia menggunakan skill [Illusioner] maka ia akan ketahuan memiliki kekuatan dan pasti akan diketahui dengan musuh, bahkan mungkin jika ada seorang user yang mengetahui dirinya. Bisa saja Yoga tak diuntungkan karena harus melawan banyaknya pembunuh bayaran yang telah dilatih.


" Hei, siapa di belakang mu itu!? " Tanya pria itu yang melihat kaki Yoga di sela-sela kaki mereka.


" Ah... anu.... " Ucap bodyguard sebelah kanan sambil memberi isyarat ke pria itu.


" Ahaha... penyusup, ya. Itulah mengapa dari tadi kelihatan mencurigakan. " Jawabnya lalu menarik lengan kedua bodyguard itu.


Terkejutnya mereka melihat seseorang yang sempat viral di sosial media. Pria berjas hitam panjang dan memakai topeng putih.


Sebelum pria itu menarik lengan kedua bodyguard itu, Yoga terlebih dahulu memakai topengnya. Sehingga ketika ia ketahuan, wajahnya masih kelihatan samar-samar.


" Hah! Superhero, kenapa kau datang kesini? " Tanya pria itu lalu pergi ke pojok lift dengan tangan yang gemetaran.


Lalu Yoga menodongkan pistol ke mereka bertiga, " Kemana anak SMA yang kalian culik? " Tanya Yoga dengan nada yang tegas.


" Di-dia ada di lantai dua.... " ucap pria itu lalu menekan tombol emergency di bawah tombol lift. " Emang kau pikir aku pergi ke pojokan sini karena takut. "


Suara bel darurat berbunyi, Yoga tanpa berpikir langsung menembak pria itu. Dan disaksikan dengan kedua bodyguard yang masih berdiri kaku disana.


Dor!


Yoga lalu menoleh ke arah mereka berdua. " Kalian juga ingin menjemputnya? " Ucap Yoga dan menodongkan pistol kearah mereka berdua.


" Ti-tidak... aku akan antarkan kamu ke anak SMA yang kamu cari. " Ucap Bodyguard disebelah kiri.


Ting!


Pintu lift menyala, kali ini mereka berada di lantai dua basement yang dimana tempat itu adalah tempat prostitusi dan studio.


Karena banyaknya kamar disana, Yoga merasa bingung dan segera menyuruh mereka untuk menunjukkan kamar anak SMA yang dicarinya. Yoga melihat banyak sekali perempuan yang dikurung disana, ia yang juga memiliki hati ingin melepaskan mereka. Namun Yoga juga berpikir dua kali, mungkin bisa saja mereka terbunuh akibat kecerobohan Yoga sendiri.


Yoga memutuskan untuk tidak membebaskan mereka dan fokus pada tujuan awal yaitu menyelamatkan anak SMA.


" Disini tempatnya. " Ucap Bodyguard disebelah kanan.


" Buka pintunya! " Suruh Yoga ke mereka berdua.


Bodyguard disebelah kanan lalu membuka pintu itu dan terlihat dua anak SMA sedang diikat disana.


" Ruangan apa ini? Kenapa berbeda dengan ruangan yang lainnya? " Tanya Yoga dan menyuruh mereka untuk masuk duluan.


" Ini kamar pertama mereka sebelum mereka menjadi bintang AV, jadi disinilah mereka diseleksi terlebih dahulu. " Jelas Bodyguard disebelah kiri.


Bodyguard disebelah kanan memberhentikan langkahnya begitu juga dengan yang sebelah kiri.


" Kenapa kalian? " Tanya Yoga yang terheran.


" Sepertinya kami terlalu jauh mengantarkan mu, sampai disini saja karena kami tak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan para pembunuh yang ada disana. " Ucap Bodyguard disebelah kanan yang menunjuk area gelap.


Yoga lalu menggunakan skill [Night Vision] lalu melihat sepuluh orang sedang berada di dalam area gelap tersebut. Yoga lalu mematikan skillnya dan mengeluarkan dua katana dari penyimpanan sistem.


" Jangan kemana-mana atau kalian yang akan ku bunuh. " Ancam Yoga lalu berlari menuju area yang gelap.


Yoga membuat kobaran api menggunakan skill [Illusioner] untuk menerangi ruangan itu lalu para pembunuh keluar dan langsung berlari menuju Yoga.


" Kau tak ingin lari? " Tanya bodyguard kanan ke bodyguard sebelah kiri.


" Tidak, mungkin aku akan keluar dari perusahaan ini dan bekerja di tempat yang lebih baik. Karena perusahaan ini terlalu berbahaya bagiku dan bagi istri serta anak-anakku. " Ucap Bodyguard sebelah kiri dengan senyum lalu pergi ke anak SMA untuk melepaskan ikatan mereka.


Bodyguard sebelah kanan lalu membantunya.


Yoga yang melihat mereka berdua hanya tersenyum dari balik topeng dan terus menyerang sepuluh pembunuh dengan ayunan katana yang sangat cepat.


Memang tak bisa dipungkiri kalau sepuluh pembunuh yang menyerang Yoga adalah pembunuh terlatih. Yoga saja hampir kewalahan dan terus menangkis serangan mereka secara berturut-turut.


Kling!

__ADS_1


[Nampaknya anda kesusahan, ingin mengaktifkan skill Assassin? ]


" Tentu. " Batin Yoga karena ia sudah tak bisa menahan serangan mereka.


[Mode Assassin aktif]


Tatapan Yoga lalu kosong dan ia secara tidak sadar menggerakkan tubuh sendiri. Yang awalnya Yoga sudah terpojok karena serangan para pembunuh. Kini Yoga melakukan serangan balasan dan membuat sepuluh pembunuh terpukul mundur.


Yoga lalu tersadar dan segera melanjutkan serangannya. Kali ini ia tak membunuh mereka semua melainkan membuat mereka cacat selamanya.


Zing!


Yoga menebas sepasang kaki pembunuh yang dekat dengan dirinya. Sembilan pembunuh yang melihatnya lalu berlari ke arah Yoga lagi untuk menyelamatkan temannya.


Yoga lalu menatap mereka dan mereka lalu berhenti karena melihat Yoga seperti sang malaikat pencabut nyawa.


Tubuh mereka seketika menegang dan tak bisa bergerak dari sana.


" Pergi dari sini atau ku bunuh kalian semua! " Ancam Yoga lalu menancapkan pedangnya ke lantai dan membuat suara gema di ruangan.


Mendengar ucapan itu, sembilan pembunuh tadi langsung pergi meninggalkan Yoga.


" Siapa kau sebenarnya? " Tanya pembunuh yang tak dapat bergerak akibat kakinya ditebas dengan Yoga.


" Aku pahlawan. " Ucap Yoga lalu meninggalkan nya.


Yoga lalu menuju ke anak SMA yang masih pingsan dan bertanya kepada para bodyguard.


" Selain pintu rahasia yang ada di kamar mandi. Dimana lagi untuk bisa keluar dari tempat ini? " Tanya Yoga lalu memeriksa keadaan kedua anak SMA tersebut.


Bodyguard sebelah kanan lalu berdiri. " Ikut aku. " Ucapnya lalu menggendong anak SMA yang bernama Lia. Begitu juga dengan Bodyguard sebelah kiri yang menggendong anak SMA yang bernama Mia.


" Begitu, ya. Aku percayakan kepada kalian. " Gumam Yoga dan mengikuti mereka.


Mereka lalu berlari ke arah yang berlawanan dari arah lift, lalu Yoga ingat dengan tempat itu dan langsung membelah dinding menggunakan pedangnya.


" Bagaimana kau bisa tau? " Tanya Bodyguard sebelah kanan.


" Ahaha... aku sering menonton film. " Jawab Yoga lalu melepaskan topengnya.


" Hah! Kau anak yang menghajar kami tadi. " Ucap mereka berdua dengan serentak.


Mereka lalu keluar melewati dinding yang dibelah dengan Yoga tadi dan menuju ke gorong-gorong bawah gedung. Mereka lalu berjalan dengan hati-hati karena jalan yang mereka lewati terlalu licin.


" Kenapa kalian tidak memberontak ketika aku mengancam kalian? " Tanya Yoga yang membuka pembicaraan.


" Hmm... sebenarnya dari awal, aku ingin keluar dari tempat ini. " Ucap Bodyguard sebelah kiri.


" Ya, aku juga. Aku lebih baik bekerja di perusahaan sebelah. " Lanjut Bodyguard sebelah kanan.


Mereka lalu melihat sumber cahaya dari ujung gorong-gorong yang mereka lewati. " Percepat langkah kalian, sebelum mereka sampai duluan. " Ucap Yoga dengan semangat.


Mereka berdua hanya mengangguk dan mempercepat langkah mereka.


Mereka lalu keluar dari gorong-gorong dan nampaknya mereka dikepung dengan beberapa mafia dan pembunuh bayaran.


" Sial. " Gumam Yoga lalu memakai topengnya.


" Akan ku bukakan jalan dan kalian selamatkan kedua anak itu dan jangan hiraukan diriku. " Ucap Yoga dan berlari ke arah mereka semua.


" Sistem, bantu aku. " Batin Yoga.


[Menyalakan mode Assassin]


Yoga lalu tersenyum karena ia dapat mengontrol sistem hanya dengan pikirannya saja. Dengan mode itu ditambah dengan kesadaran yang masih normal, Yoga bergerak layaknya seorang Assassin dan membantai mereka semua dengan mudah.


Dua bodyguard itu lalu berlari melewati penjahat-penjahat itu, namun mereka ditembaki dengan mafia menggunakan pistol.


Dengan cepat, Yoga menjadikan dirinya sebagai tameng dan melemparkan pedangnya ke dada mafia yang menembaki mereka. Ia lalu terjatuh dan Yoga langsung mengambil kembali pedangnya.


" Sudah lama aku tak seperti ini. " Gumamnya dan tertawa karena merasakan apa yang ia rasakan pada kehidupan masa lalunya.


Bodyguard itu sudah jauh dari mereka dan mungkin sudah aman dari kejaran para pembunuh.


" Aku pernah menonton serial anime dan ia menggunakan jurus ini.... " Ucap Yoga dan menggerakkan tangannya seperti seorang ninja yang akan mengeluarkan jutsu. " Kage Bunshin No Jutsu. " Ucap Yoga dan didengar dengan mereka semua.

__ADS_1


Mereka lalu menertawakan Yoga karena Yoga seperti anak-anak yang baru melihat kartun.


" Tertawalah sepuas kalian. " Ucap Yoga lalu menggandakan dirinya menggunakan skill [Illusioner].


Mereka lalu terdiam melihat Yoga menjadi seribu bayangan, mungkin lebih.


Yoga yang asli lalu berlari meninggalkan mereka untuk menyusul para bodyguard yang membawa dua anak SMA.


Karena Yoga jauh dari jarak skill nya, bayangan Yoga yang sedang menyerang para musuh langsung menghilang dan kini hanya Yoga sendirian yang sedang berlari.


" Kejar dia!!! " Ucap seorang pembunuh.


" Tidak perlu, biarkan dia pergi. " Sahut pria berjas abu-abu bergaris-garis putih yang keluar dari gedung.


Mereka lalu membungkukkan badan melihat pria yang keluar dari gedung.


" Anak yang menarik. " Gumamnya.


...----------------...


Di sebuah cafe, Yoga dan kedua bodyguard sedang beristirahat disana. Mereka lalu mengobrol dan mengenalkan diri mereka.


" Namaku Bagas dan dia Arul. " Ucapnya dan menyeruput kopi.


Yoga hanya tersenyum dan pergi ke kamar yang disediakan oleh pemilik cafe. Ia ingin membangunkan kedua anak SMA yang masih pingsan.


" Hei... bangunlah kalian. " Ucap Yoga sambil mencipratkan air ke wajah mereka.


Mereka berdua lalu terbangun dan melihat Yoga sedang duduk di hadapan mereka berdua.


" Abang.... " Sapa serentak mereka.


...----------------...


Yoga dan kedua bodyguard mengantarkan pulang kedua anak SMA ke orang tua mereka. Mereka berdua lalu memeluk Yoga karena Yoga telah menyelamatkan mereka. Kedua orang tua mereka juga berterima kasih dengan Yoga dan memberikan amplop coklat.


Yoga menolaknya karena ia menolong mereka berdua karena kecerobohannya sendiri. Padahal mereka berdua sudah meminta Yoga untuk menemani pulang, namun Yoga malah tak menghiraukan mereka.


Ibu dari kedua anak itu memaksa Yoga untuk menerima amplop itu dan Yoga hanya bisa tersenyum dan berterima kasih kepada mereka.


Mereka lalu melambaikan tangan ke Yoga begitu juga dengan Yoga yang membalas lambaian mereka. Mobil mereka lalu menjauhi Yoga disambut dengan matahari yang mulai terbenam.


" Ahaha... ada lima puluh juta, nih. " Ucap Yoga yang baru saja menghitung uang didalam amplop barusan.


Yoga lalu mengambil sepuluh juta dan memberikan sisanya ke kedua bodyguard yang sedang duduk santai di taman.


" Eh... gapapa nih? " Tanya Arul yang sungkan.


" Gapapa kok, kalian bagi aja. Anggap aja gaji dari pekerjaan kalian hari ini. " Jawab Yoga dan mengangkat ponselnya yang berdering.


" Halo, Luna.... ada apa? "


" Kak Yoga, kamu nggak berangkat kuliah? "


" Eh, Mmm ijinin aku deh. Aku habis ketiduran di rumah sakit. "


" Kak Yoga sakit? Kok nggak ngabarin kita sih. "


" Enggak, maksudku habis jenguk Vulkan tapi ketiduran disana. "


" Gak boleh alasan. Buru pulang atau gak boleh makan malam. "


" Yaudah deh. "


Yoga lalu pamit ke mereka berdua dan pergi ke tempat kosong untuk mengeluarkan motornya dari penyimpanan.


" Hei, habis ini kau mau kemana? " Tanya Bagas ke Arul.


" Pulanglah, mau ngapain lagi. " Jawabnya lalu berdiri memesan taksi.


" Maksudku kerjanya. " Ucap Bagas dan ikut naik taksi.


" Oo... mungkin ngelamar di Neptunus Group. " Jawab Arul lalu menutup masuk ke dalam taksi.


" Aku juga ikutlah. " Ucap Bagas dan menutup pintu taksi.

__ADS_1


Mereka lalu pulang ke rumah masing-masing dengan wajah bahagia karena dapat keluar dari perusahaan mengerikan itu ditambah dengan uang pemberian dari Yoga.


...****************...


__ADS_2