
Yoga, Leon, Arthur dan Jonathan pergi ke sebuah penginapan tua di dekat pesisir pantai. Karena hari mulai malam dan juga hujan sangat deras, tidak mungkin bagi mereka bisa mengendarai perahu untuk pulang.
Yoga telah masuk ke kamar penginapan mereka dengan membawa beberapa nasi bungkus beserta lauknya untuk dimakan bersama-sama.
Selesai makan, Yoga keluar dari kamar untuk melihat keadaan sekitar. Lalu Leon dan Arthur juga keluar lalu duduk disebelah Yoga.
" Hei, Yoga... Kau merasakan ada yang aneh, bukan. " Ucap Leon lalu melipat kaki kanannya ke atas kaki kiri.
" Aku juga berpikir seperti itu. Yang masih ada didalam benakku adalah, kemana para penjaga yang Yoga lumpuhkan diawal tadi? " Ucap Arthur seraya mengelus dagunya.
Jonathan lalu keluar sambil memakai earphone di kedua telinganya. Ia malah menari ketika keluar dari kamar dan dilihat dengan Yoga dan lainnya.
" Jonathan, kau sehat? " Tanya Leon yang menyindir.
Jonathan tak mendengarnya dan terus menari di depan mereka. Yoga lalu berdiri lalu melepaskan earphone yang dipakai Jonathan.
Jonathan lalu menoleh ke Yoga. " Kenapa? " Tanya nya lalu memakai earphone nya kembali.
Yoga menahannya lalu meletakkan jari telunjuk di mulutnya untuk mengisyaratkan mereka agar diam. Yoga menyuruh mereka semua untuk segera masuk kamar, begitu juga dengannya yang terakhir lalu menutup pintu.
" Ada apa, Yoga? " Tanya Jonathan yang heran.
Arthur dan Leon juga kebingungan lalu duduk diatas kasur.
Yoga menutup tirai jendela dan menghadap mereka semua. " Sepertinya kita sudah dikepung. " Ucap Yoga lalu memakai jasnya kembali.
" Kita dikepung dengan siapa? " Tanya Jonathan dengan suara yang keras.
Yoga mendekati mereka dan duduk bersama mereka di kasur. " Sepertinya semua ini telah direncanakan. " Ucapnya lalu berbaring diatas kasur.
" Mulai dari aku keluar dari Dragon Cage, tidak, tapi mulai dari Logan masuk ke Dragon Cage, semuanya telah direncanakan. " Lanjutnya lalu mengelus kepalanya hingga poni rambutnya kebelakang.
" Coba jelaskan lebih singkat dan jelas. Aku kurang paham. " Ucap Leon disambung dengan anggukan Arthur dan Jonathan.
" Baiklah, aku tidak tau mereka ini siapa. Tapi mereka datang kesini lalu membuat video tentang geng yang sedang tawuran. Setelah mengupload video itu ke sosial media, maka pihak berwajib akan segera datang ke tempat dan melerai mereka semua.
Tapi ternyata mereka tidak ditemukan di tempat perkara, alhasil mereka hanya mengira ini sebuah lelucon. Namun yang mereka cari sebenarnya bukan itu, bukan membuat video penipuan atau apapun itu.
Tapi mereka mencari orang yang telah membunuh seorang mafia yang sangat disegani. Dia adalah Logan, orang yang telah membuatku menjadi pembunuh bahkan.... " Yoga memberhentikan bicaranya karena melihat bayangan seseorang di balik jendela.
__ADS_1
Mereka berempat segera berdiri dan mempersiapkan posisi bertarung. Yoga berjalan perlahan-lahan ke arah jendela lalu membuka tirai sedikit untuk mengintip nya.
Namun....
Pyar!
Sebilah pisau belati memecahkan kaca jendela kamar mereka dan menggores pipi sebelah kanan Yoga. Yoga lalu menghindar lalu merunduk karena pisau itu kembali menyerangnya.
Sebuah bom asap dilemparkan ke dalam kamar melalui jendela yang pecah tadi, dilanjutkan dengan tembakan dari luar menggunakan senapan serbu.
Dengan cepat, Arthur membelah dinding kamar mereka dan langsung berlari menyelamatkan diri. " Ayo! " Teriak Arthur mengajak mereka untuk berlari.
Mereka berempat segera berlari ke kamar sebelah diikuti dengan tembakan yang mengejar mereka. Ada enam kamar di tempat penginapan itu dan semuanya kosong. Arthur membelah semua dinding hingga sampailah mereka ke kamar yang paling ujung.
Dua orang yang tak dikenal mengejar mereka melalui kamar yang mereka tempati diawal. Yoga menembakkan pistol revolver nya ke arah dua pria tersebut. Namun mereka dengan mudah menghindarinya dan terus mengejar mereka.
" Arthur, cepat! " Teriak Jonathan yang panik.
Melihat Arthur yang kelelahan, Yoga mengeluarkan pedangnya dan membelah dinding terakhir.
Hujan sudah mulai reda dan mereka langsung berlari keluar. Karena tanah yang masih basah dan sangat licin, mereka tak bisa berlari dengan bebas. Mereka berlari ke arah speedboat yang Jonathan parkir kan di tepi pantai.
Keberuntungan selalu bersama mereka, mereka langsung melompat ke laut dan berenang menuju speedboat. Jonathan langsung naik ke atas dan membantu yang lainnya.
Ia langsung menyalakan mesin dan segera pergi dari sana. Tak sampai situ saja, mereka dikejar menggunakan speedboat juga. Dan ada sebuah helikopter yang menyoroti mereka menggunakan lampu.
" Yoga, kau kenal mereka? " Tanya Leon yang merasa panik.
" Tidak, tapi mereka adalah pembunuh bayaran yang sebenarnya. " Jawab Yoga yang sedang mencari bazoka di [ Toko ] sistemnya.
Selesai membelinya, ia langsung mengarahkan ke sebuah helikopter yang menyoroti mereka dan langsung menembakkannya begitu saja.
Boom!!!
" Yoga, kau gila? " Tanya Leon dengan suara yang keras.
" Tidak, justru aku waras. Jika helikopter itu terus saja menyinari kita, mereka dengan mudah mengejar kita. " Jawab Yoga dan menunjuk ke speedboat yang sedang mengejar mereka.
" Bantu aku menembaki mereka. " Ucap Yoga dan memberikan dua AKM ke Leon dan Arthur.
__ADS_1
Suara tembakan dari senapan serbu yang terdengar ramai di tengah laut. Yoga, Leon dan Arthur menembaki speedboat yang mengejar mereka hingga meledak. Namun masih ada beberapa speedboat yang mengejar mereka.
" Jonathan, berapa lama lagi sampai? " Tanya Yoga dengan suara yang keras karena suara bising dari tembakan dan angin laut.
" Sepuluh menit lagi! " Teriak Jonathan yang fokus mengendarai speedboat mereka.
Beberapa menit kemudian, ketika hendak menuju ke dermaga. Sebuah peluru Rpg melesat lurus ke arah speedboat mereka.
Dan...
Yoga membalas tembakan juga dengan RPG dan tepat mengenai peluru RPG yang akan meledakkan perahu mereka.
Mereka lalu sampai ke dermaga dan langsung naik dan pergi dari sana secepatnya. Mereka mengeluarkan motor dari penyimpanan dan segera lari dari sana.
Orang-orang yang mengejar Yoga dan temannya sudah tak lagi kelihatan. Kini mereka menuju ke apartemen dengan pikiran yang tidak stabil. Mereka selalu mengawasi keadaan sekitar, karena takut dengan adanya serangan mendadak.
Sesampainya mereka di apartemen, mereka langsung memarkirkan motor mereka di basement apartemen dan langsung naik ke atas menuju kamar.
" Wah... untung saja kita masih hidup. " Ucap Arthur yang mengelap wajahnya dari keringat.
" Mereka gila atau bagaimana? Bisa-bisanya ingin membunuh kita tanpa sebab. " Ucap Leon lalu membuka pintu apartemen.
" Kalian dari mana? Kok baju kalian basah semua sih. Mana bau air laut lagi. " Seru Nita yang sedang memasak di dapur.
Yoga lalu masuk ke kamar mandi dan ditarik dengan Leon yang sudah tak tahan dengan badannya yang basah. Yoga lalu mengalah dan pergi ke apartemen sebelah.
" Luna, aku numpang mandi. " Ucap Yoga dan langsung masuk begitu saja ke kamar mandi.
" Hei... orang belum ngizinin main masuk aja. " Sahut Luna yang sedang membaca buku.
" Aku tak dengar.... " Teriak Yoga lalu menyalakan keran shower.
" Ish... dasar tak tau malu. " Gumam Luna dan menutup pintu kamarnya.
Setelah mandi, Yoga segera masuk ke kamarnya dan berbaring di atas kasurnya.
" Angry Bull Group, mungkin dia yang merencanakan ini. " Gumam Yoga lalu tertidur karena lelah.
...****************...
__ADS_1