System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 22 - Aku pernah seperti ini


__ADS_3

Rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhku membuat aku mengingat suatu hal. Ya benar sekali, sebelum aku menjadi seorang pembunuh, aku diculik dengan orang ini dan dipaksa untuk menjadi pembunuh bayaran.


Waktu itu, ketika aku diselamatkan oleh orang ini, aku kira aku akan selamat. Namun hal yang tak kuinginkan malah terjadi. Aku diikat dan dipukuli habis-habisan hingga aku tak mampu bergerak. Bahkan tulangku jadi patah dan retak gara-gara sering dipukuli. Kulitku juga robek, wajahku lebam, serta seluruh anggota tubuh lain memar.


Sampai seminggu aku dipukuli, ia lalu melepaskan ikatan ku. Karena aku merasa bebas, aku langsung ingin menghajarnya untuk membalaskan dendam rasa sakitku ini. Sialnya, ia malah membawa beberapa anak buah dan menyuruh memegang diriku.


Kali ini aku dicambuk menggunakan sejenis rantai yang kecil. Rasanya sangat perih ketika mengenai tubuhku yang memar ini, seketika rasanya ingin mati saja karena tak kuat menahan rasa sakit ini.


Aku hanya diberi makan nasi dan garam serta segelas air putih. Meski diberi makan, tubuhku semakin kurus akibat memikirkan cara ingin keluar dari neraka ini. Sebulan lamanya, aku hanya menahan rasa sakit ini. Bahkan, lukaku membusuk akibat tak segera diobati oleh mereka.


Sebulan telah berlalu, aku dilepaskan begitu saja tanpa ada pemberitahuan apa-apa. Entah senang atau khawatir, aku hanya merasa bahwa aku ingin hidup bebas setelah ini. Hal yang tak kuinginkan benar-benar terjadi.


Aku dibawa ke tempat perkelahian untuk dijadikan sabung orang. Ternyata selama sebulan ini, aku dipukuli dan bertahan hanya untuk orang yang menyiksaku. Aku berpikir mending mati saja waktu itu, daripada berkelahi untuknya.


Orang itu datang kepadaku dan menawarkan sebuah perjanjian yang dimana ketika aku menang dalam pertandingan ini, aku akan diberi uang seratus juta dan dibebaskan. Tapi jika sebaliknya, aku akan dibunuh dengan cara yang tidak biasa. Aku akan dilempar ke kelompok kanibal yang sudah disiapkan olehnya. Tentu saja aku memilih untuk memenangkan pertandingan ini agar bisa hidup lebih lama lagi.


Pertandingan hidup dan mati pun dimulai, awalnya ku kira pertandingan ini satu lawan satu. Namun ternyata, semua peserta sabung orang langsung dimasukkan kedalam ring dan siapa yang akan bertahan hingga akhir ia yang akan menang.


TING!!!


Bel telah dimulai, para peserta langsung melompat memasuki arena pertandingan dan langsung berkelahi antara satu dan lainnya. Pertandingan kali ini berisi seratus orang dan lebih banyak dari biasanya yang hanya lima puluh orang.


Tanpa perlu pikir panjang, aku melampiaskan kemarahanku dengan memukuli mereka semua. Tak ada yang mampu mengalahkanku hingga sampai tak ada yang berani menyentuhku sedikitpun meski hanya sebentar. Akhirnya aku bersantai-santai melihat pertarungan mereka hingga siapa yang bertahan hingga terakhir, aku akan melawannya.


Ternyata semua peserta tumbang dengan cepat, hanya dalam waktu sepuluh menit. Seluruh peserta tersisa dua orang, itu adalah aku dan pria bertubuh besar dan gendut.

__ADS_1


Dia langsung berlari layaknya banteng yang melihat kain merah. Tanpa banyak berfikir, aku langsung menendang kepalanya supaya ambruk. Tapi nyatanya, ia tak semudah itu dikalahkan dengan tubuhku yang kurus ini. Meski aku dulu seorang atlit taekwondo, tapi jika tubuhku se kurus ini, tetap saja tak memiliki kekuatan untuk menjatuhkannya.


Orang yang menyiksaku menyuruh untuk mengambil senjata yang telah disiapkan oleh juri. Aku langsung mengambil sebuah rantai dan langsung mengikat lehernya. Ia kesulitan untuk bernafas dan berkali-kali membanting diriku ke bawah namun tak bisa.


Hingga akhirnya aku mampu mengalahkannya meski harus membunuh.


Ketika aku kembali ke atas dan menemui orang yang menyiksaku ia lalu menyuruhku yang sangat tak masuk akal bagiku. " Bunuh mereka semua kecuali aku. " Bisiknya dan tanpa kusadari, aku langsung bergerak layaknya seseorang yang dihipnotis dan membunuh mereka semua tanpa tersisa.


Sesuai janjinya, ia memberiku uang senilai seratus juta dan membiarkan aku pergi darinya. Sebelum pergi aku menanyakan namanya dan namanya adalah Stephen Logan.


Aku keluar dari neraka dengan tubuh yang kurus dan dipenuhi dengan luka-luka. Ketika aku keluar dari tempat itu, aku melihat ada yang aneh. Ternyata aku sedang berada disebuah kapal yang berlayar di tengah-tengah laut.


Stephen Logan lalu keluar menemui diriku sambil tertawa melihatku ini yang sedang kebingungan.


" Hahaha... kau kenapa bingung? Katanya mau pulang. " Ejeknya.


Ia lalu mengambilnya dan membuang ke laut.


" Kau pikir aku ini apa? " Tanyanya dengan tatapan yang mengintimidasi seseorang.


" Ah... Ma-maaf. " Ucapku yang menyedihkan.


" Untuk apa meminta maaf kepada orang sepertinya. " Batinku.


" Bagaimana kalau kita berkerja sama. Jika setuju, aku akan mengantarkanmu pulang dan mengganti uang yang telah kubuang tadi. " Ucapnya yang menawarkan kepadaku untuk bekerjasama dengannya.

__ADS_1


" Sial, mana mungkin aku bekerjasama dengan orang yang telah membuatku seperti ini. " Batinku.


" Ahaha... Kerja sama dalam bentuk apa? " Tanyaku yang terpaksa.


" Membunuh orang. Kau akan menjadi seorang pembunuh bayaran yang digaji lebih mahal daripada uang yang kau terima barusan. Bagaimana? Kau mau? " Tawarnya.


" Gila!! Aku menjadi seorang pembunuh? Bagaimana nasib Nana nanti? " Batinku.


" Ahaha... baiklah. Aku menerimanya, tapi jika aku tertangkap bagaimana? " Tanyaku lagi yang sebenarnya terpaksa untuk ikut dengannya agar bisa pergi dari sini.


" Tenang saja, aku banyak kenalan kok. " Jawabnya dan menyalakan rokok.


Setelah itu aku menyetujui kesepakatannya dan langsung dihantarkan pulang hari itu juga. Tapi karena aku malu untuk pulang, aku lebih memilih tinggal bersama mereka dan menjalani hidupku menjadi seorang pembunuh bayaran, dan terobsesi dengan organ tubuh, hingga menjadi seorang psikopat yang tak dapat mengendalikan hasrat keinginan untuk membunuh.


...----------------...


Kembali ke waktu yang sekarang.


" Logan, kenapa kau menangkap ku? " Tanya Yoga ke Stephen Logan.


Dia langsung berhenti memukulku dan berkata. " Aku ingin melihat kebrutalan dirimu yang membunuh geng Kamikaze waktu itu. "


Yoga terkejut mendengarnya, ia ceroboh. Sewaktu ia membakar markas Kamikaze, ia malah membuka topeng dan lupa bahwa CCTV sedang merekam dirinya.


Logan melanjutkan memukuli Yoga dan Yoga hanya bisa menahan kesakitan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2