
Malam hari pun tiba, Yoga yang awalnya tak berniat untuk pergi terpaksa harus pergi, karena Leon dan lainnya memaksa. Sebenarnya tak hanya itu, ternyata Luna dan Nita juga mengikuti challenge tersebut.
Mereka tiba di lokasi dan waktu menunjukkan tengah malam. Ternyata para challenger yang datang hanya beberapa orang saja, sekitar seratus orang termasuk mereka bertujuh.
Yoga yang melihat rumah tua nan angker itu merasakan aura mistis di dalamnya. Bahkan tubuhnya merinding dan tak ingin keluar dari mobil.
Leon dan Luna mendatangi Yoga untuk menjemputnya.
" Yog, ayok kesana, tadi ngajakin. " Ucap Leon yang tak sabar ingin masuk ke rumah hantu tersebut.
" Duluan deh, aku nggak enak badan. " Jawab Yoga yang beralasan.
Luna lalu menyentuh dahi Yoga untuk memeriksa panas atau tidaknya.
" Kak Yoga bohong ya.... " Ucap Luna lalu menepuk pipi Yoga.
Yoga hanya tersenyum malu lalu keluar dari mobil untuk ikut dengan mereka.
" Nah, gitu dong. Masa bos harus sendirian di dalam mobil. " Sindir Leon yang memalingkan wajahnya ke rumah hantu.
Yoga tak menghiraukan nya yang paling penting dirinya bisa berduaan bersama Luna di dalam nanti. Yoga lalu tertawa sendiri dengan membayangkan dirinya berdua dengan Luna di dalam.
" Kak Yoga, kamu kesurupan, ya? " Tanya Luna yang agak takut melihat Yoga tertawa secara tiba-tiba.
" Eh, enggak kok. " Jawab Yoga lalu menatap Luna dengan wajah senang.
Mereka lalu bertemu dengan Jonathan dan lainnya. Lalu mereka semua berkumpul untuk menunggu sesi mereka. Seratus orang dibagi menjadi dua sesi, jadi setiap sesi berjumlah lima puluh orang. Yoga dan teman-temannya mendapatkan sesi kedua, jadi mereka bisa bersantai terlebih dahulu sebelum merasakan hal mistis dari rumah hantu tersebut.
Selang beberapa jam, sesi pertama mulai keluar satu persatu dari rumah tersebut. Ada yang sedang menangis, ada yang pingsan, bahkan ada juga yang kesurupan.
Namun pihak yang membuat acara tetap melanjutkan acaranya tanpa peduli dengan apapun yang terjadi, karena mereka akan bertanggungjawab sepenuhnya.
Sesi kedua lalu diperbolehkan masuk ke dalam, Yoga dan teman-temannya lalu masuk sambil berpegangan tangan. Yoga langsung mengambil kesempatan untuk berduaan bersama Luna.
Yoga menarik tangan Luna dari pegangan Leon dan langsung pergi begitu saja.
" Yoga... jangan aneh-aneh!!! " Teriak Leon yang melihat Yoga membawa adiknya pergi begitu saja.
Yoga dan Luna masuk duluan ke dalam rumah tersebut dan melihat tak ada cahaya disana, rumah yang gelap dipenuhi dengan ilalang membuat bulu kuduk Yoga berdiri seketika.
Luna yang ketakutan langsung memeluk Yoga dengan mata terpejam. Mereka berdua lalu berjalan perlahan-lahan hingga sampai ke halaman belakang.
Yoga dan Luna lalu duduk di teras belakang rumah untuk menunggu Leon dan lainnya datang. Beberapa menit telah berlalu, Leon dan lainnya tak kunjung datang menghampiri mereka.
Yoga yang melihat Luna mulai mengantuk langsung berdiri dan mengajak Luna untuk keluar dari rumah tersebut. Mereka lalu kembali masuk dan ternyata Yoga lupa dengan jalan yang mereka lewati.
" Luna, kamu masih inget jalannya? " Tanya Yoga yang ragu.
__ADS_1
" Enggak, kan kak Yoga yang nuntun aku. " Jawab Luna dengan polos.
" Sudah kuduga. " Batin Yoga dan melanjutkan perjalanannya.
Beberapa langkah telah mereka lalui, Yoga mulai berteriak memanggil nama teman-temannya terus menerus.
" Leon... Jonatan... Arthur... Rian... Nita... " Teriak Yoga yang mulai merinding.
Krek!
Yoga terkejut mendengar suara pintu di hadapannya terbuka sendiri. Ia lalu memasang posisi bertarung jika ada sesuatu yang menyerangnya, ia bisa meminimalisir serangan agar tak membuat siapapun cedera.
Ketika lama menunggu dan tak kunjung keluar, Yoga memberanikan diri untuk melihat siapa yang membuka pintu ruangan tadi.
" Halo... siapa di dalam? " Ucap Yoga dan memasuki ruangan tersebut.
Tak ada jawaban dari ruangan tersebut, bahkan tak ada tanda-tanda kehidupan di ruangan tersebut. Yoga lalu berbalik arah untuk keluar dan menjemput Luna yang menunggu di luar ruangan.
" Nggak ada orang. " Ucapnya lalu menggenggam tangan Luna.
" Kok tanganmu terasa dingin, ya. Kamu kedinginan, ya? " Tanya Yoga lalu melihat tangan Luna.
" I-ini kan bukan tangan Luna. Tangannya Luna itu gak kotor, tapi ini nggak kotor. Ku lepasin aja deh. " Gumam Yoga yang merinding lalu melepaskan tangan seseorang yang entah tangannya siapa itu.
Tangan itu tak mau lepas dari genggaman Yoga dan terus menginginkan Yoga untuk menggenggamnya. Yoga lalu mencari keberadaan Luna di sekelilingnya dan tak terlihat siapa-siapa.
" Tenang Yoga, tenang. Cuma tangan kok. " Batin Yoga sambil melepaskan tangannya perlahan-lahan.
Setelah terlepas dari genggamannya, Yoga kemudian berlari terbirit-birit menuju pintu keluar. Namun kenyataannya Yoga lupa dan ia terjebak di ruangan lainnya yang dipenuhi dengan buku.
" Sistem, bantu aku. Apa aja yang penting tidak membuat kegaduhan. " Batin Yoga sambil meraba-raba untuk mencari jalan.
[ Anda melupakan skill Night Vision ]
Yoga yang teringat lalu menggunakan skill [ Night Vision ] lalu pandangannya menjadi hijau.
" Bukannya ini tambah ngeri, ya? Mana semuanya hijau lagi. Bisa-bisa pas lagi nyari pintu keluar, malah ada yang gerak-gerak lagi. " Gumamnya lalu mematikan skill nya.
Yoga yang tak punya pilihan lain hanya bisa berjalan perlahan-lahan sambil memanggil nama teman-temannya.
" Leon... Luna... Arthur... Jonathan... Rian... Nita... Dimana kalian? Aku sendirian nih.... " Teriaknya.
" Memang dari dulu sendiri sih. " Batinnya.
Klontang!
Lagi-lagi Yoga kaget mendengar suara besi yang tiba-tiba jatuh dan membuat ruangan gaduh. Karena merasa ketakutan, Yoga mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan ke seluruh sudut ruangan.
__ADS_1
" Keluar kalian... atau ku bunuh kalian! " Bentak Yoga yang sebenarnya masih ketakutan.
Tak! Tak! Tak! Prok! Prok! Prok!
" Emang kamu bisa membunuh orang yang sudah mati? " Ucap seorang wanita yang entah dari mana asal suaranya.
Yoga memasang mata tajamnya dan bersiap untuk menangkis serangan mendadak.
" Tenanglah wahai manusia... kenapa kau sampai ketakutan? Belum pernah melihat hantu? Atau.... " Tiba-tiba pipi Yoga dielus dengan sebuah tangan yang melayang. " ... belum pernah dipermainkan hantu? " Suara wanita itu terdengar jelas dari telinga Yoga.
" Munculkan... munculkan sosokmu! " Sentak Yoga yang tiba-tiba emosinya berubah seketika.
" Wuahhh... Kau manusia yang menarik, bagaimana kamu bisa merubah emosimu dengan drastis? Padahal tadi kamu ketakutan hanya dengan mendengar suaraku. " Ucapnya lalu membelakangi Yoga.
Yoga lalu mengayunkan pedangnya ke arah belakang lalu memutar dirinya untuk menyiapkan gerakan selanjutnya.
" Hah! Hilang! " Batin Yoga yang tak melihat keberadaan wanita tersebut di belakang dirinya.
" Kamu sungguh mengesankan, wahai manusia. " Ujar wanita tersebut yang tiba-tiba berada di sisi kanan Yoga.
Yoga memukulnya dan wanita itu menghilang dan muncul di sisi kirinya. " Jangan terburu-buru marah, wahai manusia. " ucapnya lalu menghilang dan memunculkan diri di hadapan Yoga dengan asap yang menutupi tubuhnya.
Yoga lalu melangkah mundur karena tak tahu bagaimana lagi cara mengalahkannya.
" Kenapa kau takut begitu? Apa karena melihat wajahku yang cantik ini? Aku memang seorang hantu, tapi aku adalah hantu yang paling cantik dan elok untuk dipandang. " Ucapnya yang muncul dibelakang tubuh Yoga.
" Ahaha... kau memang cantik karena tak memakai busana. Aku tadi melihatnya, lho. " Ucap Yoga yang berbohong.
" Hah! Kau melihatnya? "
Yoga menganggukkan kepala.
" Apa yang kau lihat? " Tanyanya yang tak percaya dengan omongan Yoga.
" Hmm... Tubuhmu memang bagus, tapi.... " Yoga mengucapkan semua yang ia pikirkan tanpa disensor sedikitpun.
" Aaaaa... Rata-rata manusia memiliki pikiran yang me-su-m " Teriaknya histeris lalu menghilang entah kemana.
Yoga hanya tertawa kecil lalu memecahkan kaca dan keluar dari rumah itu.
" Kenapa tak dari tadi. " Batinnya lalu melihat Luna sedang makan jagung bakar bersama dengan yang lainnya.
" Sudah kuduga, pasti akan terjadi yang seperti ini. "
Karena Yoga adalah peserta terakhir yang berhasil keluar dari rumah hantu tersebut paling lama dan tak ada masalah apa-apa. Ia mendapatkan uang seratus juta dan lalu pulang ke apartemen.
" Ya... pada nggak dapat. " Ejek Yoga ke teman-temannya.
__ADS_1
...****************...