System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 23 - Necromancer


__ADS_3

Selama dua hari, aku masih terikat di kursi ini. Perut ini rasanya seperti ditusuk menggunakan seribu jarum. Aku tak diberi makan sama sekali, makanan ku selama dua hari ini hanyalah pukulan.


Leon, Bryan kemana kalian? Aku sudah tak tahan dengan kondisi seperti ini. Rasanya lebih baik aku mati. Luna, apakah kau benar-benar suka padaku? Jika iya, aku akan keluar dari sini dengan cara apapun.


Lamunan Yoga terganggu karena Dio masuk ke dalam ruangan itu. Ia membawa beberapa makanan dan sebotol air minum untuk diberikannya kepada Yoga.


" Nih... sudah dua hari kau tak makan. " Ucap Dio seraya memberikan Yoga roti dan sebotol air minum.


" Ta-tapi, bagaimana aku bisa makan? Sedangkan tanganku saat ini terikat. " Balas Yoga yang memelas.


" Ahaha... lupa. Aku suapin aja, buka mulutnya. " Sahut Dio dan menyuapkan Yoga secuil roti sedikit demi sedikit.


Yoga meneteskan mata dan bertanya kepada Dio. " Kenapa kau memberikan aku makanan? "


Lantas Dio menjawab. " Sudah, makanlah. "


" Aku hanya memberimu makan karena aku kasihan padamu. Ini saja, bos tidak tahu. " Bisik Dio.


Yoga kaget dan tersedak dengan rotinya, segera Dio mengambilkan minum dan memberikannya ke Yoga. Yoga meneteskan air mata lagi, entah mengapa. Yang jelas, ia merasa bahwa Dio adalah orang baik.


" Namamu Siapa? " Tanya Yoga.


" Aku? Oiya, kau belum kenal. Namaku Dio Brando. " Jawab Dio dengan bangga.


" Bukankah, kamu yang menculik ku? " Tanya Yoga lagi.


" Ahaha... Mmm... sebenarnya bos yang menyuruhku membawamu kesini. Yang jelas, dulu ada yang bernama Yoga tertangkap dengan polisi. Setelah itu, aku menjadi penggantinya. Aku dipukul habis-habisan dengannya, tapi ketika ia melihat dirimu membunuh geng Kamikaze. Ia membebaskanku dengan syarat membawamu kesini. " Jawab Dio dengan jelas.


" Maafkan aku. Sebenarnya aku tak ingin seperti ini. " Lanjut Dio lagi.


" Sial, dia tak berubah sama sekali. " Batin Yoga.


" Terima kasih informasi nya. Aku akan bertahan hidup sampai akhir. Dan terima kasih juga dengan makanannya. " Balas Yoga dan tersenyum tipis.


Dio membalas senyumnya dan bergegas untuk keluar, dikarenakan jika ia terlalu lama bersama Yoga. Ia akan ketahuan dan mungkin juga ikut dipukuli bersama Yoga.


Yoga kembali sendirian, ia hanya bisa melamunkan nasib dirinya saat ini. Padahal ia baru saja menjalani hidup yang bahagia, tapi nasib yang sama terulang kembali.


...----------------...


" Leon, sudah ketemu markas Eagle? " Tanya Bryan yang kali ini akan turun tangan untuk menyelesaikan semua masalah ini.


" Belum, entah mengapa setelah kejadian dua hari yang lalu. Semua gangster tak terlihat lagi, bahkan mereka tak membuat keributan lagi. " Jawab Leon yang masih berusaha mencari informasi.


" Baiklah, Bagaimana dengan Arthur? Aku tak melihatnya akhir-akhir ini. " Tanya Bryan yang tahu bahwa Arthur tak ada bersama mereka.


" Arthur ya? Katanya, dia pergi ke suatu tempat untuk berlatih pedang. " Jawab Jonathan yang keluar dari dapur dengan membawa beberapa kopi.

__ADS_1


" Baguslah, berarti Jonathan akan menggantikan posisi Arthur sebagai Wakil. " Seru Bryan dan mengambil secangkir kopi yang dibawa Jonathan.


Jonathan tersenyum dan meletakkan kopinya di meja dan langsung berbaring diatas sofa.


" Misi kita kali ini tak hanya membasmi para gangster, tetapi memprioritaskan Yoga terlebih dahulu. Jangan lupa cari keberadaan Yoga, lacak semua CCTV diseluruh kota. Bahkan, selidiki juga tempat-tempat yang terlihat mencurigakan. " Ucap Bryan dan duduk di kursi kerjanya.


" Siap!!! " Ucap serentak mereka.


Luna dan Nita tak ikut bertugas dikarenakan Jonathan menyuruh mereka untuk fokus berkuliah. Sedangkan para lelaki, berkerja keras agar bisa mencapai tujuan secepat-cepatnya.


...----------------...


Kembali lagi ke Yoga yang berusaha melepaskan ikatannya. Ia menjatuhkan diri dan merangkak mendekati sebuah tongkat besi yang digunakan untuk memukul dirinya. Namun ia tak berniat untuk menyembunyikan besi tersebut melainkan untuk membuat kerusuhan.


Klontang!!!


Seketika Dio masuk dan melihat Yoga sudah tak ada di ruangan. Tak lama kemudian Logan mendatangi ruangan tersebut dan melihat Dio yang kebingungan mencari Yoga entah menghilang kemana.


" Sedang apa kau? Kemana anak itu pergi? " Tanya Logan dengan ekspresi marah.


" S-saya juga nggak tahu. Yang jelas, ketika aku masuk dia sudah menghilang. " Jawab Dio yang ketakutan.


Logan mendekati Dio dengan hasrat membunuh. Entah mengapa tiba-tiba di tangan Logan muncul pemukul baseball yang terbuat dari besi, padahal sebelumnya ia tak memegang apapun di tangannya.


Dengan cepat, Dio juga mengeluarkan nunchaku atau biasa dikenal dengan double stick. Logan berlari ke arah Dio dan melemparkan senjatanya ke sudut ruangan. Dio terkejut dengan Logan yang melemparkan senjatanya ke sudut ruangan bukan ke arah dirinya.


" Kena kau. " Ucap Logan dan mendekati pemukul baseball yang tadi dilemparnya.


Tiba-tiba, Yoga muncul dibalik kotak disudut ruangan. Dio yang melihat Yoga sudah terlepas dari ikatannya hanya kaget dan merasa bahwa Yoga akan dihabisi dengan bosnya.


" Argghh... " Yoga yang mengerang kesakitan.


" Bawa dia kesini! " Ucap Logan yang menyuruh Dio untuk membawa Yoga ke dekatnya.


Yoga tak hanya diam, ia mengeluarkan skill Illusioner dan membuat seisi ruangan dipenuhi dengan api. Dio terkejut melihat api tiba-tiba muncul begitu saja, namun tak lama kemudian api itu padam. Yoga yang merasa bahwa ia tak menonaktifkan skillnya, ia mencoba untuk menggunakannya lagi.


Namun kali ini berbeda, sistemnya serasa diblokir dengan seseorang. Ia melihat ke sekeliling ruangan dan terlihat Logan sudah tak lagi berdiri disana. Dio yang menyadari hal tersebut, langsung menyuruh Yoga menghindari dinding ruangan.


" Hei bocah, jangan mendekati dinding!!! " Teriak Dio.


Zrasshhhh...


Dio yang baru saja menyuruh Yoga untuk menjauh dari dinding, seketika lenyap dan menjadi sebuah abu.


" Yang benar saja. " Batin Yoga dalam hati.


...[New Skill]...

__ADS_1


...[Necromancer]...


" Oi... beneran skill baru nih? " Gumam Yoga dalam hati.


Ia berlari keluar dari ruangan itu sambil membaca informasi dari skill nya.


[Necromancer]


Colldown 1 days


Skill ini adalah skill aktif, fungsi dari skill ini adalah membangkitkan dan mengontrol jiwa yang telah mati selama 10 detik.


Yoga yang telah membaca penjelasan dari skill nya, kembali lagi keruangan tersebut dan mencoba untuk membangkitkan Dio yang menjadi abu.


Zinggg!!!


" Ini seperti sihir. " Gumam Yoga.


Dio bangkit dari kematiannya, namun kali ini ia tak memiliki tubuh lagi melainkan hanya ruh. Yoga meminta Dio untuk memberitahu semua informasi tentang Logan. Lalu Dio menjelaskannya hingga detik kesepuluh ia langsung lenyap.


Yoga mencoba untuk membangkitkannya lagi, namun ia teringat bahwa skill ini memiliki cooldown yang cukup lama. Ia pergi meninggalkan ruangan lagi dan berlari menuju pintu keluar.


Sambil berlari, lorong yang ia lewati nya menjadi gelap dan serasa dikejar dengan kegelapan. Satu persatu lampu mulai mati, dan Yoga melihat asap hitam yang pekat menyerupai Logan sedang mengejar dirinya.


Yoga tak menghiraukannya dan terus berlari menuju pintu keluar.


SING!!!


Pintu tiba-tiba terbelah, Yoga melihat Arthur sedang berdiri di depan pintu keluar. Arthur langsung berlari sambil memotong pilar yang ada di gedung itu. Yoga yang Arthur masih didalam, menyuruh Arthur segera pergi dari sana. Seketika Arthur berada disampingnya dan menarik Yoga keluar dari sana.


Blarrr...


Ternyata selama dua hari ini, Arthur bukanlah pergi untuk berlatih pedang, melainkan pergi menyelamatkan Yoga dan membunuh semua penjaga yang menghalangi dirinya.


" Arthur, kau yang membunuh mereka semua? " Tanya Yoga.


" Iya, mereka menghalangi ku. " Jawab Arthur.


Namun tiba-tiba, penjaga yang dibunuh Arthur menjadi asap hitam yang sangat pekat.


" Arthur, apakah mereka mengeluarkan darah? " Tanya Yoga yang panik.


" Tidak. " Jawab Arthur yang polos.


" Sial, sebenarnya apa ini. " Gumam Yoga yang bingung melihat gumpalan asap mengelilingi mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2