
Sesampainya mereka di tepi pantai, Yoga kembali naik ke mobil untuk diantar ke penjara Dragon Cage. Di pulau ini memang sepi penduduk, bukan berarti tidak ada penduduknya melainkan penduduk disini sudah pindah ke kota. Sebab pulau ini sudah dibeli pemerintah untuk dijadikan lahan penjara.
Diperjalan Yoga hanya melihat rumah-rumah kecil di tepi pantai dan setelah memasuki tengah pulau, ia tak melihat rumah bahkan orang-orang yang berkeliaran disana.
Yoga melihat bangunan yang sangat besar dan tinggi dan tenyata itu adalah pagar dinding dari Dragon Cage. Dinding itu berwarna hitam dan sangat tebal, bahkan diatas dinding ada beberapa polisi yang sedang berjaga disana.
Mobil memasuki pintu masuk dan mobil diperiksa untuk dipastikan tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Setelah selesai diperiksa, mereka berjalan kembali hingga sampai dipusat gedung Dragon Cage.
Yoga turun didampingi dengan Jean dan Arman, sebelumnya Yoga diborgol kembali agar tidak terlihat mencurigakan. Mereka masuk ke pintu utama gedung itu dan diperiksa lagi untuk benar-benar memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa. Pistol dan borgol yang dibawa Jean dan Arman dititipkan di meja penitipan barang.
Yoga lalu diserahkan kepada sipir penjara Dragon Cage dan langsung membawa Yoga untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Saat sedang berjalan menuju ruang ganti baju, sipir itu memastikan bahwa Yoga benar-benar sanggup bertahan lima tahun di penjara ini dan Yoga hanya mengangguk.
Setelah membersihkan tubuh dan mengganti pakaian, ia dibawa masuk ke sebuah lift untuk menuju ke atas. Sesampainya mereka disana, Yoga dan seorang sipir itu masuk ke kereta gantung untuk menuju ke penjara Dragon Cage.
Kereta gantung itu bergerak dan terlihat memang benar kalau penjara Dragon Cage dikelilingi dengan lahar yang sangat panas. Saat Yoga menjatuhkan besi yang diberikan oleh sipir, besi itu langsung meleleh dan menghilang.
" Kita sudah sampai. " Ucap sipir dan mengajak Yoga untuk masuk ke dalam penjara.
Penjara itu tak mempunyai sel, namun memiliki sebuah kamar seperti hotel. Fasilitas di penjara itu juga lengkap, ada kolam renang, tempat gym, lapangan bola, lapangan olahraga, pabrik makanan dan arena pertarungan.
Ketika Yoga dibawa masuk oleh sang sipir, ia langsung menyuruh Yoga untuk masuk ke dalam sendiri karena batas menjaganya hanya sampai pintu pertama. Untuk pintu kedua Yoga harus membuka sendiri dengan kode yang diberikan dengan sipir. Kode itu akan berganti setiap hari, jadi meski Seorang tahanan sudah menghafalkan kode itu hari ini. Besok kode itu tidak akan dipakai lagi.
" Bagaimana jika aku membunuh mereka semua? " Tanya Yoga dari kejauhan.
" Lakukan semaumu jika kau sanggup. Tapi aku tak akan bertanggung jawab atas kematian mu. " Jawab sipir itu dan menutup pintu pertama.
Yoga membuka pintu kedua dan melihat ia sudah ditunggu dengan beberapa tahanan yang babak belur. Yoga menyapa mereka namun mereka menatap Yoga dengan tatapan yang menyedihkan.
Yoga tak memikirkan hal itu dan berjalan menuju kamar sesuai nomor yang diberikan sipir, 999. Sambil mencari kamar, Yoga juga melihat beberapa tahanan bertubuh kekar yang menatap dirinya dan berdiri untuk mendekati Yoga.
" Hei... hei... aku tahanan baru bung. Jangan apa-apakan aku. " Ucap Yoga yang berakting ketakutan.
Pria bertubuh kekar itu bukan ingin menyakiti Yoga melainkan membantu Yoga mencari kamar miliknya. Yoga lalu berkenalan dengan pria itu.
" Namaku Yoga, siapa namamu? "
" Aku Bramantyo dipanggil Bram. Senang berkenalan denganmu. "
" Aku juga. "
__ADS_1
Setelah berkenalan dan menemukan kamar milik Yoga, Bram lalu mengambil beberapa makanan dari dapur dan diberikannya ke Yoga.
" Buat aku? " Tanya Yoga yang menatap bingung.
" Iya. " Jawab Bram polos.
Tak lama kemudian, ada tiga orang pria yang memiliki tato sama dibagian punggungnya. Tato itu bergambar seorang wanita telanjang. Ia masuk ke kamar Yoga dan langsung menendang Bram yang berdiri di depan pintu kamar Yoga. Melihat hal itu, Yoga berdiri dan bersiap menyerang mereka. Tapi Bram menyuruh Yoga untuk tidak ikut campur dalam urusan ini.
" Hei Bram, kau sudah berani berjalan-jalan dengan seorang pecundang ya? " Ucap pria yang berambut pirang.
" Kau ini tidak ada kapoknya. Mana makanan ku? Tadi kan aku suruh kau mengambilnya. " Bentak pria berambut hitam.
" Sudah lah, kenapa kita tak menyapa tahanan baru saja? " Ucap pria dengan tubuh yang gemuk.
" Aha... benar juga. " Sahut pria berambut pirang dan mendekati Yoga.
Ia langsung menendang Yoga dengan reflek Yoga menendang pria itu kembali dan terpental keluar. Ternyata Yoga telah mengaktifkan [Iron Fist] dan [Iron Kick]. Melihat temannya terpental keluar dari kamar. Pria berambut hitam mengambil sebuah balok kayu dan masuk ke dalam kamar Yoga untuk menghajarnya.
Namun langkahnya terhenti melihat tangan Yoga yang tiba-tiba mengeluarkan dua bilah pisau karambit berwarna perak.
" Siapa kau? Bagaimana kau bisa membawa pisau itu? " Tanya pria berambut hitam kaget.
" Hah? Apa? Aku tak mendengarnya. " Ucap Yoga dan berlari dengan mengeluarkan aura pembunuh.
" Sudah cukup sampai sini. Jika kau terus mengejar mereka, kau bisa mati. " Ucap Bram dan terduduk di lantai.
Para tahanan lain yang melihat Yoga mengusir preman tahanan dihari pertamanya langsung kagum. Karena memang, dari kamar nomer 1 sampai 1000 itu dihuni dengan tahanan level rendah. Sedangkan kamar 1001 sampai 2000 dihuni dengan tahanan level tinggi dan berbahaya.
Bram berterimakasih dengan Yoga yang telah mengusir preman penjara dan mengajak Yoga untuk makan malam bersama di kamarnya. Yoga menyetujuinya dan merapikan kamar kemudian beristirahat.
...----------------...
Malam harinya, Yoga mencari kamar 10 yaitu kamar Bram untuk makan bersama sesuai ajakan Bram tadi siang. Ketika sampai di depan pintu kamar, ia melihat kamar Bram nampak gelap dan tak ada orang. Tahanan dari kamar 12 keluar dan bertatapan langsung dengan Yoga.
" Oh... Hai. Kamu lihat tahanan kamar 10? " Tanya Yoga sambil tersenyum.
" Aaa... seperti biasanya, ia pasti sedang dipukuli dengan tahanan level tinggi. Kita level rendah hanya bisa mengikuti aturan hukum rimba ini. Jika kau ingin melihatnya, ayo ikut denganku, karena aku akan dipukuli oleh mereka setelah ini. "
Mendengar perkataan itu, Yoga mengikuti tahanan 12 hingga menuju ke lapangan olahraga yang sudah ramai dengan para tahanan disana. Yoga melihat seseorang yang duduk layaknya seorang raja di sebuah kursi dengan dua wanita yang melayaninya. Yoga langsung berlari dan melewati kerumunan para tahanan lalu melompat dan memukul pria yang duduk di kursi itu.
__ADS_1
" Hei Logan, senang bertemu denganmu. " Ucap Yoga sambil memukuli Logan berkali-kali.
Saking semangatnya, Yoga tak menyadari bahwa Logan menangkis pukulannya dan berdiri dengan tubuh kekar nya. Pria berambut putih dengan jambang yang juga berwarna putih itu adalah ciri-ciri baru dari seorang mafia yang membuat Yoga menjadi seorang pembunuh bayaran.
Tahanan level tinggi yang melihat Logan dipukuli dengan Yoga langsung berlari dan menangkap Yoga.
" Mau di apakan dia? " Ucap tahanan yang menangkap Yoga.
" Bawa dia pergi dari sini, entah mengapa ia bisa tahu nama asli ku. " Suruh Logan dan bergumam sendirinya.
Tahanan itu menarik Yoga dan melemparkan ke arena pertarungan. Tahanan 12 dan Bram yang melihat Yoga masuk ke arena pertarungan langsung menatap kaget. Tak hanya itu saja, lawannya kali ini adalah seorang monster yang paling ditakuti dengan para tahanan yang lainnya. Dia bernama Jack, seorang manusia yang kebal terhadap peluru dan benda yang terbuat dari logam.
Yoga langsung berdiri dan menyiapkan posisi bertarungnya dan menghidupkan skill [Iron Fist] dan [Iron Kick] untuk dapat memberikan damage pukulan atau tendangan yang sangat fatal.
TING!!!
Jack langsung berlari dengan agresif menuju Yoga. Dengan cepat Yoga mengelak dan menendang punggung Jack menggunakan tumitnya. Jack tak merasakan kesakitan karena peluru saja tak membuatnya sakit, apalagi cuma dengan tendangan.
" Aku butuh bela diri khusus untuk mematahkan sendi dengan sekali serang. " Batin Yoga sambil mengelak dari pukulan Jack yang bertubi-tubi.
Yoga lalu mengingat bahwa dulu sewaktu SMA, ia pernah bertarung melawan seorang Jujitsu dan hampir kalah karena persendiannya diputar dan hampir patah. Dan juga ia pernah melawan seorang Judo yang ketika ia berhasil menangkap lawan, maka kemenangan sudah ada di depan mata.
Kling!!!
Anda mendapatkan notifikasi baru, [ Bela diri Jujitsu dan Judo telah ditambahkan didalam ilmu bela diri anda. ]
Melihat notifikasi itu, Yoga mencoba menangkap Jack dan membanting nya, benar saja. Yoga mampu menguasai bela diri Judo dengan sekali gerakan. Setelah Jack jatuh, ia langsung mengunci tangan dan kaki Jack menggunakan bela diri Jujitsu. Setelah mendapatkan persendiannya, Yoga memutar 1080° dan membuat bunyi patah yang sangat keras hingga terdengar dengan semua tahanan yang menyaksikan pertandingan itu.
Melihat hal itu, tahanan yang mengadakan pertandingan itu langsung melepaskan mereka berdua. Jack tak mampu bergerak karena kaki dan tangannya telah patah. Sedangkan Yoga malah menatap kosong ke arah tahanan yang memisahkan dirinya.
" Sudah... tak perlu melanjutkannya lagi. Kau sudah menang. "
Mendengar ucapan itu, Yoga mendekatinya dan menendang tahanan itu sampai terpental keluar arena.
" Siapa yang berani melawan ku sekarang? "
Mendengar teriakan dari Yoga, mereka semua langsung bubar dan pergi ke kamar masing-masing. Bram mendekati Yoga dan mengajaknya untuk kembali ke kamar. Namun Yoga menolak dan malah mengeluarkan pisau karambit dari penyimpanan sistemnya dan membunuh Jack seketika itu juga.
Yoga berjalan dengan tubuh berlumuran darah dan diikuti Bram yang mengawasinya dari belakang. Yoga masuk ke kamar dan mengunci pintunya lalu Bram kembali ke kamar.
__ADS_1
" Huft... sisa 999 orang lagi yang harus kubunuh. " Gumam Yoga yang membersihkan dirinya di kamar mandi.
...****************...