
Dua minggu kemudian, Yoga dan teman-temannya mengikuti penilaian tengah semester. Tak bisa dipungkiri jika Yoga pasti bakalan masuk sepuluh besar, tidak, pasti tiga besar. Dari awal ia masuk kuliah hingga saat ini, nilai rata-rata Yoga sangat memuaskan.
Bahkan ia sampai dilirik oleh Rektor dan juga menjadi topik perbincangan.
Hari ini adalah hari Jum'at dan menjadi pekan terakhir penilaian tengah semester. Yoga dipojokan bangkunya hanya tersenyum senyum sendiri sambil meratapi layar laptopnya.
Seisi ruangan yang melihat tingkah Yoga tertawa sendiri hanya membiarkannya dan tak menghiraukan, bahkan dosen yang mengajar pun hanya diam.
Waktu telah selesai, dosen mengakhiri kelas dan pergi begitu saja. Yoga, Leon dan Luan lalu pergi ke parkiran untuk menunggu yang lainnya. Yoga sepekan ini selalu berangkat bersama mereka untuk menghindari dirinya yang menjadi masalah di Angry Bull Group waktu itu.
Baca (Episode 38-39) biar paham.
Sesampainya mereka di apartemen, Yoga lalu mengganti pakaiannya dan langsung pergi ke kantor, apartemen sebelahnya.
Ia menyalakan komputer dan melihat banyaknya client yang sedang memesan jasa mereka. Maklum sih, karena selama dua pekan ini mereka jarang membuka komputer. Bahkan mereka tak menyentuh kantor selama Bryan pergi.
Karena melihat banyaknya daftar permintaan jasa dari client yang belum dijawab, Yoga memanggil mereka semua untuk segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.
" Rian, Arthur. Ayok semuanya, kerjakan tugas kalian. Banyak client yang memesan jasa tuh. " Seru Yoga sambil memainkan pulpen di tangannya.
" Eh iya, hampir lupa. " Jawab Arthur lalu mengambil ponselnya dan pergi ke kantor. Begitu juga dengan Rian dan Leon.
Jonathan lalu menghampiri Yoga seraya bertanya. " Kapan melabrak para gangster lagi? "
Yoga lalu menoleh, " Entahlah, bagaimana perkembangan perusahaan mu? " Tanya balik Yoga.
" Huft... meski pemasukan masih ada, tapi gangster yang menakut-nakuti karyawan masih saja ada. " Ucapnya lalu duduk di sofa.
" Bentar, maksud dari gangster ini, gangster apa? " Tanya Yoga yang menyenderkan badannya di dinding.
" Black Dragon, White Cobra. Kelompok gangster yang anggotanya bukan dari anak remaja seperti geng lainnya. Bisa dibilang, mereka yakuza nya negara kita. " Ucap Jonathan seraya menaikkan kakinya di meja.
" Haha... Yakuza mah nggak ngerusuh. Mereka memang gangster negara ini kok, bukan negara sih, tapi kota ini. " Jawab Yoga lalu keluar menuju apartemen yang ditempati perempuan.
Tok! Tok! Tok!
" Luna, Nita. Jangan lupa sama kerjaan kalian. " Teriak Yoga dari depan pintu apartemen mereka.
" Iya!!! " Jawab mereka.
Yoga lalu berjalan menuju tangga dan turun kebawah untuk membeli susu kemasan di sebuah mesin minuman. Setelah itu ia duduk di kursi yang tak jauh dari mesin minuman lalu meminum susu itu sambil melihat kendaraan yang lalu lalang.
Tak lama kemudian, ada seorang kakek memakai topi jerami dengan pakaian yang kusut duduk disebelah Yoga. Yoga yang menyadarinya hanya diam dan tak menoleh ke kakek tersebut.
" Siapa namamu, nak? " Tanya kakek itu lalu menyulut sebatang rokok yang berada di mulutnya.
" Yoga, Yoga Hari Wibowo. " Jawab Yoga yang mengingat nama pemilik tubuh.
" Apa pekerjaan mu? " Tanya kakek.
" Belum ada kek, aku hanya seorang serabutan. " Jawab Yoga lalu membeli dua susu kemasan dan memberikan satu untuk sang kakek.
" Terimakasih. " Ucap kakek itu dan tersenyum kepada Yoga.
" Kakek asli orang sini? " Tanya Yoga yang membuka tutup botol.
" Tidak, kakek hanya jalan-jalan saja. " Jawabnya.
" Ooo.... " Jawab Yoga yang singkat.
" Nak.... " Panggil kakek.
" Ada apa kek? "
" Ingat ya, kekuatan yang besar akan mendatangkan tanggung jawab yang besar. " Ucap sang kakek.
__ADS_1
Yoga lalu menoleh ke sang kakek " Maksudnya kek? " Tapi sang kakek tiba-tiba menghilang dan meninggalkan susu kemasan yang diberikan Yoga tadi.
" Ahaha... kayaknya berhalusinasi deh. "
Yoga lalu kembali ke atas untuk melihat teman-temannya yang sedang bekerja.
Ketika sedang berjalan menaiki tangga, ia berpapasan dengan Leon yang sedang mencarinya.
" Eh, Yoga. Baru mau ku cariin, darimana? "
" Biasa, minum susu sebelum tidur. "
Leon lalu tertawa kecil dan mengajak Yoga ke kantor.
" Ada hal yang perlu dibicarakan, mereka semua udah nungguin tuh. " Ucap Leon lalu kembali ke kantor dan Yoga mengikutinya.
Ketika masuk, mereka semua sudah duduk di meja kerja mereka masing-masing. Lalu Arthur menyapa Yoga. " Bos, ada yang menarik nih. " Ucapnya seraya melambaikan tangan untuk kemari.
Yoga lalu menuju ke meja Arthur dan melihat komputernya.
" Wah... beneran nih? " Tanya Yoga yang tak percaya.
" Iya... dilihat lihat, sih. Cuma tiga geng yang lagi bentrok Tiger, Blue Shark dan Golden Star. Black Dragon dan White Cobra tak terlihat sampai video berakhir. " Jelas Arthur.
Yoga lalu mengelus dagunya sambil memikirkan sesuatu. " Darimana video itu dan kapan terakhir kali video itu diupload? " Tanya Yoga.
" Youtube, terakhir upload disini empat jam yang lalu. " Jawab Arthur dan melihat ekspresi Yoga berubah seketika.
" Coba ulangi videonya. " Ucap Yoga.
Arthur lalu memutar kembali video tersebut.
" Stop... kembali lagi dari awal. " Seru Yoga.
Sekali lagi, Arthur memutar kembali video tersebut.
" Nah, berhentikan disitu. " Ucap Yoga lalu menganalisa tempat kejadian di video tersebut.
" Kenapa bos? " Tanya Arthur yang kebingungan, begitu juga dengan yang lainnya.
Jonathan dan Leon yang melihatnya lantas kaget. Mereka yang lain hanya diam dan bingung melihat mereka bertiga yang menatap layar monitor dengan serius.
" Akankah kita kesana? " Tanya Leon.
" Ku hubungi Manager ku dulu untuk membawa helikopter kemari. " Ucap Jonathan lalu mengeluarkan ponselnya.
" Tidak, aku yakin jika kita kesana melewati udara. Kita akan semakin dicurigai dengan mereka. " Ucap Yoga yang menghentikan Jonathan.
" Kalian membicarakan apa? " Tanya Nita yang kebingungan.
" Iya nih, kalo ada sesuatu. Bilang kita juga dong. " Lanjut Luna.
" Arthur, kau tau Bram kan. Orang yang menceritakan kejadian Yoga selama ia di Dragon Cage. " Ucap Leon yang memberitahu Arthur.
Arthur mengingat ingatannya sejenak, " Jadi... video ini hanyalah rekayasa? " Tanya Arthur dengan mengerutkan dahi.
Mereka semua lalu menatap Yoga dengan tatapan penasaran.
" Kenapa kalian menatapku seperti ini? Benar, benar yang dikatakan Arthur. Mereka merekayasa video ini dan aku. Aku curiga dengan penjara itu. " Ucap Yoga lalu duduk di kursi kerjanya.
Kling!!!
[ Skill anda dihapus permanen. ]
" Hah! Kok... skill apa yang dihapus? " Gumam Yoga lalu melihat menu skillnya.
__ADS_1
...[SKILL]...
...[Skill Aktif]...
...[REGENERASI]...
...[NIGHT VISION]...
...[INSOMNIA]...
...[Skill Pasif]...
...[PSIKOPAT]...
...[ASSASSIN]...
...[REFRESH]...
...[PEMBALAP]...
Melihat Yoga yang menggerutu di meja kerjanya, Leon lalu mendekati Yoga.
" Yoga, kenapa? " Tanya Leon.
" Ah... nggak, kok. " Jawab Yoga.
Leon lalu kembali lagi ke tempatnya dan Yoga masih saja memeriksa sistemnya.
" Kenapa dihapus? Kenapa dihapus... sistem, jawablah. Padahal kedua skill itu paling ku butuhkan. " Gumam Yoga mencari di menu yang lainnya.
[Sistem melakukan Update]
Seketika Yoga pingsan di kursinya, Jonathan yang disampingnya lalu membangunkan Yoga. Berkali-kali sudah dibangunkan, Yoga tak kunjung siuman. Jonathan dan Leon lalu mengangkat Yoga untuk membawanya ke kamar.
[ 0%, 19%, 40%, 60%, 75%, 86%, 99%, 100 ]
[ Update Complete ]
[ Selamat Datang Kembali di Sistem yang Baru, Tuan ]
[ Crime System»Dark System ]
Tak lama kemudian, Yoga siuman dan melihat seluruh ruangan dipenuhi dengan angka binery.
" Apa ini? Dimana aku? "
[ Tuan, izin diperlukan. Apakah anda ingin memindahkan semua data ke Sistem yang baru? ]
Yoga mencari asal suara itu di seluruh ruangan.
" Siapa kau? Tunjukkan dirimu! " Bentak Yoga dan berjalan lurus entah kemana.
[ Sistem, namaku Caroline. Tidak, anda bisa memberikan nama untuk saya. ]
" Hah! Sistem? Kenapa kau baru bisa berbicara sekarang? "
[ Sepertinya anda sedang dalam kesusahan, beberapa skill dari sistem sebelumnya dihapus, karena menyebabkan ketidakstabilan hidup anda. Sebagai gantinya, anda mendapatkan Dark System. ]
" Apa untungnya bagiku? "
[ ... ]
Seketika Yoga melihat cahaya yang terang dan ia terbangun dari mimpinya.
Yoga melihat ke sekeliling kamarnya " Apa yang sebenarnya terjadi? " Ia lalu menjambak rambutnya dan memukul dinding berkali-kali.
__ADS_1
" Apakah aku terlalu kuat di dunia ini? "
...****************...