Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab10 ~ Terungkapnya


__ADS_3

Kali ini di kediman orangtua yuda, di dalam kamarnya dia tak henti berfikir bagaimana caranya dia membongkar semua kejahatan minah istri dari purwanto itu, dirinya sangat geram karna ikut mencampuri urusan asmaranya .


Yuda menyuruh asisten pribadinya untuk mengikuti kemanapun minah pergi, begitupun gerak-gerik nya diluar sana .


Dia ta henti menyuruh beberapa orang juga untuk mengumpulkan bukti kejahatannya terhadap adibah dan menyetorkan bukti untuknya .


Tanpa sepengetahuan adibah dia melakukan semuanya, karna dia tak ingin melihat orang yang dia sangat cintai terluka dan tersiksa ditangan oranglain yang tak lain adalah istri dari pamannya sendiri .


Tak butuh waktu lama semua bukti telah terkumpul, asisten yuda yang bernama Gio itu memang tidak bisa diragukan lagi kemampuannya, karna mampu mengumpulkan bukti hanya dengan waktu sehari .


"Bagaimana Gio? apa kamu sudah mendapatkan semua bukti?" Tanya Yuda .


"Benar pak, semua bukti sudah aku kirimkan keemail bapak, silahkan dicek dulu" Jawab Gio .


"Kamu memang handal Gio, aku bangga padamu, sekali lagi terimakasih" ucap yuda lagi .


"Baik pak, sudah menjadi tugas saya, kalau begitu saya permisi dulu pak" pamit Gio .


Yuda hanya menganggukkan kepala, Gio meninggalkan yuda sendirian diruangan kerjanya kemudian yuda mulai membuka emailnya dan melihat semua rekaman dan bukti video yang telah gio kirimkan padanya .


Semuanya sempurna tanpa celah salah sedikitpun, dia bergegas mengirim pesan kepada purwanto untuk mengajaknya berbicara empat mata .


',Semuanya akan segera terungkap, kamu tenang sayang aku akan membawamu keluar dari neraka itu' ucap yuda sendirian .


"Om, kita boleh ketemu? Sekalian makan siang Dicafe Belia depan kantor Om".


[Send] ...


Tak lama kemudian purwanto membalas pesan yuda .


Tingg!!!


[Boleh yud, kebetulan om lagi gak ada meeting nih, oke kita ketemu disana yah] balas purwanto .


"Baik om, terimakasih" Balas yuda lagi .


Yuda pun tersenyum puas karna semua rencananya akan berjalan dengan lancar dan sempurna seperti yang dia inginkan, meski tanpa sepengetahuan adibah dia mengambil resiko sebesar ini .

__ADS_1


Adiba begitu menyayangi istri dari pamannya itu, tapi minah tak pernah mau memperlakukan adibah layaknya anak sendiri .


Yuda dikediamannya mulai bersiap-siap untuk menemui purwanto, karna sudah jam 01.00 siang dia pun melajukan mobil sportnya menuju Cafe yang sudah dia tujukan .


Dia tidak sendirian, melainkan dia bersama Gio asisten pribadinya untuk membantunya menunjukkan kepada purwanto bukti-bukti kejahatan minah .


Sesampainya dicafe tersebut, yuda menuju ruang Vip yang sudah dia pesan bersama dengan purwanto dan asisten pribadinya .


"Sepertinya hal ini sangat penting yud, sampai kamu pesan meja vip dicafe ini untuk kita" Ucap purwanto .


"Iya om bener banget, ini sangat penting dan menyangkut keselamatan ponakan om" Jawab yuda membuat purwanto setengah kaget dibuatnya .


"Apa yang terjadi dengan adibah nak? Kenapa om sampai gak tau" Tanya purwanto penasaran .


"Tunggu om, ada yang ingin yuda perlihatkan ke om dulu, om pasti tidak menyangka akan hal ini" Jawab yuda lagi "Gio tolong buka file nya dan berikan kepada om purwanto" Ucap yuda lagi .


Purwanto pun memperbaiki posisi duduknya sambil menoleh kelaptop yang disediakan untuknyaa, dia melihat video adegan keji yang dilakukan istrinya kepada adibah, bukan hanya menyiksa adibah, ternyata selama ini minah juga bermain api dibelakangnya, pantas saja dia selama ini begitu sibuk berkeliling diluar rumah dengan alasan arisan dan berkumpul dengan teman-temannya .


Purwanto mengusap kasar wajahnya, orang yang begitu dia cintai dan percaya selama ini begitu tega menyiksa ponakannya sendiri .


"Pantas saja selama ini gerak-gerik adibah selalu aneh jika aku berada dirumah, aku selalu melihat matanya sembab tapi di beralasan bahwa hanya rindu kepada Riana dan suaminya, sungguh aku begitu bodoh membiarkan dia disiksa keji oleh istriku sendiri, maafkan aku riana, aku gagal menjaga anakmu, hikssss...hiksssss" Ucap purwanto sambil menangis menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya .


"Sabar om, kita masih punya kesempatan buat menyelamatkan adibah, om bicara baik-baik dulu sama tante minah" Ucap yuda menenangkan .


"Ini sudah sangat fatal yud, aku tidak akan memberi maaf padanya, dia sudah menghianati om padahal selama ini aku cukup memberi semua yang dia inginkan, begitu juga adibah keluarga satu-satunya yang om punya, aku tak akan memberi toleransi lagi" Jawab purwanto .


"Iya om, aku juga kasian sama adibah sudah 2 minggu ini dia menghindariku karna takut tante minah membawaku kedalam masalah mereka, aku sangat mencintainya om, makanya aku melakukan semua ini tanpa sepengetahuan adibah aku takut dia melarangku untuk membongkar semua ini kepada om" Ucap yuda dengan nada sendu .


"Yang kamu lakukan ini sudah benar yud, om yang akan menjelaskan ini kepada adibah jika permasalahan om sudah selesai dengan minah, om janji akan membuat hubungan kalian kembali erat, kamu tenang saja" Jawab purwanto sambil tersenyum menatap yuda dan gio bergantian .


"Makasih om" Mereka berdua pun saling berpelukan guna saling menenangkan diri, kemudian mereka pun pulang masing-masing .


Purwanto melaju kencang kembali menuju kediamannya, dia mengacak ponselnya kemudian melakukan panggilan telepon keasistennya "Haloo, Hiro kamu batalkan semua perjanjian ku hari ini kepada para klien, aku ada urusan mendadak yang lebih penting" sapanya ditelepon .


[Baik pak, aku akan menyampaikannya] jawab Hiro .


Kemudian purwanto pun mematikan panggilannya sepihak dan kembali fokus menyetir, dia sudah tak sabar ingin mengungkap semua perlakuan nista istrinya itu .

__ADS_1


Selang 20 menit, akhirnya purwanto tiba dikediamannya, dia membunyikan klakson begitu besar hingga nyaring sampai ketelitian istrinya Minah dan semua penghuni rumah tersebut .


Diruang TV minah bergegas menuju keteras rumah untuk menemui suaminya "tak biasanya dia seheboh ini, ada apa sihh" Ucap minah sendirian .


Purwanto mengambil langkah menuju pintu rumahnya, dia melihat minah sudah menyambutnya dengan wajah heran penuh pertanyaan, Namun wajah minah berubah drastis ketika menatap mata suaminya yang begitu merah seperti api yang berkobar menahan amarah .


Dia segera menyambar istrinya dan menariknya keatas menuju kamarnya, "ada apa ini pah?kok kamu narik-narik aku kayak gini, lepas pah sakiiittttt" Ucap minah sambil merintih karna tangannya dicekat erat oleh purwanto .


Purwanto tak berkata apapun, sesampai dikamar dia menghempas tubuh istrinya hingga terpental keatas kasur .


"Tega kamu mah ngelakuin ini semua kepadaku, aku kurang apa? Hahhhh? Semua kebahagiaan sudah kuberikan padamu?" Ucap purwanto membuka suara sambil menatap tajam ke mata istrinya.


Minah mengambil nafas panjang dan kemudian menjawab dengan kebingungan apa yang dimaksud oleh suaminya " maksud kamu apa pah, aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu katakan" Jawab minah .


"Gak usah pura-pura gak ngerti kamu, aku sudah melihat semua bukti kebusukan kamu selama ini ke adibah, dan hinanya lagi kamu bermain dengan laki-laki lain dibelakangku, puasss kamuuuu? Hahhhh?? Gak habis fikir aku menikahi J*l*ng selama ini" Ucap purwanto lagi sambil memukul dinding tembok dikamarnya hingga nyaris tangannya berdarah .


Minah berdiam diri sejenak, dia berfikir siapa yang mengadukan ini semua kepada suaminya hingga suaminya bisa mengetahui semua perbuatannya 'Awas saja kalau aku tau pelakunya, kamu gak akan tenang karna sudah menghancurkan hidupku adibah' ucap minah dalam hati tanpa ada rasa penyesalan .


"Maafin minah pah, minah gak bermaksud melakukan ini semuaa, minah khilaf, kita bisa memperbaiki ini semua kan pah? Aku gak mau kita pisah pah, maafin akuu hikssss....hikssss" Ucap minah dengan air mata yang dia buat-buat .


"Apa kamu fikir setelah semua yang kamu buat sendiri bisa merubah pendirianku? Tidak minah. Aku salah memilih wanita sekotor kamu, aku akan tetap mengembalikan kamu secara baik-baik kekeluarga mu, aku gak bisa menerima penghianatan ini dan kamu tau keluarga satu-satunya yang aku punya hanya adibah anak adikku Riana, tapi kamu tega membuatnya seperti pembantu dirumah ini, kejam kamu minah gak punya hati kamu, aku tidak mau melihat wajahmu lagi, aku muakkkk. "Ucap purwanto . "Cepat kemas barang-barang kamu, aku akan mengantarmu kerumah orngtuamu saat ini jugaa" Ucapnya lagi sambil mengambil koper dan melemparkannya kehadapan minah .


"Aku gak mau kita pisah pah, papaaaaaa....." Teriak minah tak diharaukan oleh purwanto karna kini dia sudah pergi meninggalkan minah dan menenangkan diri dilantai bawah sambil menunggu minah mengemas barangnya kedalam koper .


.


.


.


.


.


#Yuhuuu kali ini semakin seru nih Man-Teman, pantengin terus yahh


#semoga kalian tetap betah mengikuti alur cerita kehidupan adibah

__ADS_1


#Staytune, Gomawo .


__ADS_2