
Suara riuh hajatan di kediaman Pratama membuat suasa rumah menjadi ramai saat ini, terlihat adibah dan Yuda yang sedang mengisi acara ditengah-tengah para tamu undangan yang hadir .
Hari ini tepat 7 bulanan perut adibah Rista, Pratama dan juga Purwanto sepakat membuat acara utuk menggelar 7bulanan selain adat turun temurun juga untuk mendoakan semoga persalinan adibah dilancarkan kelak .
Acara siraman pun dimulai, adibah yang terlihat begitu cantik hari ini dengan memakai pakaian khas siraman dan juga hiasan bunga dirambutnya yang terurai menambah aroma melati disana .
Adat demi adat pun dilakukan mereka berdua hingga selesai. Rista tersenyum melihat binar mata bahagia adibah saat acara tersebut berlangsung .
Kini sisa beberapa bulan lagi rumahnya akan bertambah ramai karna ada suara tangisan bayi didalamnya .
"Selamat yah tante, sebentar lagi Tante akan menimang cucu" ucap ayu yang baru saja datang .
"Iya sayang sama-sama, Rima mana?"tanya rista .
"Ada kok Tante, masih diluar sama sandi" jawab ayu .
"Ohh iyaa silahkan nak makan dulu, atau kamu mau langsung temui Adibah. Dia ada disana" tunjuk rista .
"Iya tan, aku temui Adibah dulu" pamitnya .
Ayu pun melangkah menemui adibah yang ada duduk disana bersama suaminya .
"Haii beb, selamat yahh. Gak kerasa udah mau lahiran dan loh jadi makin cantik" goda ayu .
"Bisa aja kamu beb, makasih yah. Bima mana?" Ucap adibah .
"Tuh disana sama sandi dan Rima, jalannya lelet banget makanya aku tinggal hehe" ucap ayu lagi .
Adibah dan Yuda pun mengangguk dan tersenyum melihat mereka bertiga berjalan kearahnya .
"Gimana beb?" Tanya adibah .
"Apanya beb yang gimana?" Tanya ayu juga heran .
"Itu, loh udah isi juga?" Ucap adibah penasaran .
"Ohitu heheh, udah kok beb. Baru masuk 5minggu, itupun baru Minggu lalu aku cek kedokter sama mas bima" jawabnya .
"Wahhh, Alhamdulillah beb" ucap Adibah lagu sambil memeluk ayu .
"Jadi aku dilupain nih?hehe" ucap Rima yang baru saja datang.
"Sini" panggil ayu dan mereka bertiga pun berpelukan bersama .
__ADS_1
Rima pun kini sudah menikah sebulan yang lalu bersama sandi, ayu juga hamil dan masuk 5minggu kemudian adibah yang sebentar lagi akan melahirkan. Lengkap sudah kebahagiaan mereka bertiga .
"Selamat yah yud" ucap Bima .
"Selamat bro" ucap sandi juga .
"Thank you bro" jawab Yuda .
"Ayo makan dulu" ajak adibah kepada mereka.
Mereka berenam pun berjalan menuju prasmanan, adibah dan Yuda menuntun mereka untuk makan terlebih dahulu kemudian berbincang bersama lagi .
Semakin sore acara semakin ramai, karna banyaknya tamu undangan yang datang dari keluarga inti keduanya, rekan kantor Pratama yuda dan juga Purwanto. Begitupun teman-teman arisan Rista .
"Om udah makan?" Tanya adibah menghampiri pamannya yang duduk disofa sambil bermain ponsel .
"Udah nak tadi sama papa kamu" jawabnya .
"Ohh, gimana kabar om? Adibah jarang kerumah om lagi" ucapnya lagi .
"Baik nak, seperti yang kamu lihat. Gak apa-apa nak kamu lagi hamil besar begitu gak boleh banyak ngerak" jawab Purwanto .
"Iya om"
"Iya om, adibah pasti sangat rindu" jawabnya .
"Hehe iyaa udah jangan sedih gitu. Nanti cantiknya hilang" ucap Purwanto lagi .
"Om bisa aja hehe" jawab adibah sambil tersenyum .
Yuda pun datang menghampiri mereka berdua disofa dan ikut berbincang bersama mereka. Teman-temannya kini sudah pulang begitu pun kedua sahabat adibah jadi yang tersisa hanya mereka kelarga inti dari keduanya .
Hingga acara selesai adibah masih betah berada dibawah dan membantu untuk membereskan beberapa bingkisan yang dibawa tamu tadi untuknya. Bi Hasna pun ikut membantu dan juga asisten rumah yang laiinnya .
Rista dan pratama duduk dikursi memandangi adibah dan Yuda yang sedang asik membuka kado pemberian dari beberapa rekan dan sanak keluarga .
*
*
*
Malam harinya dikamar adibah dan yuda sedang bersantai, mereka berdua mulai memikirkan untuk tinggal di rumah mereka sendiri setelah melahirkan nanti. Ada banyak impian yang ingin adibah lakukan dirumahnya sendiri bersama suami dan anak-anaknya .
__ADS_1
Dia banyak belajar dari Rista tentang arti dan peran sebagai seorang istri dan ibu sekaligus. Itupun dia juga ingin menerapkan di dirinya. Mengingat semua kasih sayang yang begitu tulus yang diberikan untuknya .
Sungguh dia adalah sosok ibu yang baik. Dia sangat bersyukur mampu merasakan meski memang itu bukan dari ibu kandungnya tapi kini dia bahagia karna kebahagiaanya juga adalah sumber kebahagiaan kedua orangtuanya diatas sana .
Purwanto pun tak kalah memberikan kasih sayang yang tulus untuknya, meski sampai saat ini dia menemukan sosok istri baru lagi dihidupnya.
Mungkin memang dia merasa sunyi dan kesepian Karan sepeninggal Minah dia pun tak dikaruniai anak untuk menemani masa tuanya. Dia hanya berharap dapat tetap hidup dan menyaksikan adibah tumbuh dewasa dan melihatnya bahagia .
Kini semua impiannya telah tercapai satu persatu, sebentar lagi dia kan menimang cucu dari ponakannya dan kemungkinan akan menemani dia bermain dimasa tuanya. Meski mungkin waktunya terbagi ia tetap bahagia .
"Mas aku mulai berfikir gimana kalau nanti habis lahiran kita tinggal dirumah kita sendiri" ucap adibah .
"Boleh sayang, tapi apa kamu gak akan kerepotan mengurus rumah dan anak kita nanti?" Tanya Yuda .
"Gak kok sayang, kan mama juga bisa main kerumah bantu adibah" ucapnya lagi .
"Iya sih sayang, nanti mas urus kebersihan rumahnya disana supaya saat kamu mau pindah kesana itu sudah siap semua" jawab Yuda .
"Iya mas. Makasih" ucap adibah lagi sambil memeluk suaminya .
"Iya sayang, yang penting kamu nyaman dan bahagia. Mas sudah cukup" ucap Yuda juga .
"Iya mas"
Adibah pun tersenyum bahagia, ada haru bahagia dan juga sedih karna dia akan mulai hidup baru bersama keluarga kecilnya. Sedihnya karna kini dia tak serumah lagi dengan ibu mertuanya meski mungkin mereka berdua akan kerap berkunjung menemuinya .
"Ayo tidur sayang, udah tengah malam" ucap Yuda .
"Ya mas" jawab adibah .
Adibah yang ingin memeluk Yuda kini panik karna Yuda tiba-tiba mencium bibirnya dengan lembut. Tanpa penolakan adibah pun mulai menerima dan mereka berdua kini saling bergulat dengan panas. Dia membawa tangannya menyusuri hingga kedalam dress satin yang dikenakan adibah membuat kedua gundukan kenyal disana bergerak karna adibah yang tak memakai bra sejak tadi .
Yuda pun segera menurunkan tali dress dibahu istrinya dan kemudian menciumi inti dari pangkal lehernya hingga membuat dress itu terlucuti semuanya. Dengan ganas yuda menangkup keduanya dengan tangannya kemudian mengecupnya dari tiap inti dan gundukan kecil ditengahnyaa. Semenjak hamil kedua gundukan itu jadi makin kencang dan membesar membuat gairah Yuda semakin menjadi-jadi .
Setelah lama melakukan pemanasan, adibah pun membantu menurunkan underwear yang dipakai Yuda hingga terlepas dan menghamburkan benda yang sudah tegang sedari tadi disana. Adibah memposisikan diirnya dan Yuda kini telah siap menerobos kepemilikannya membuat keduanya merasakan erangan yang begitu nikmat .
"Ahhhhhhhhhh, Mas....Eeeemmppppphhhhh" desah adibah .
Yuda yang mendengarnya langsung mengecup kening dan bibir adibah memberikan kesan sayang disana. Adibah pun tersenyum meresponnya dan kembali mendesah menikmati setiap inti dari gerakan yang dilakukan Yuda .
Hingga berjam-jam mereka berdua semakin panas dan tak ada jeda, semakin larut malam semakin panas pun mereka melakukannya hingga beberapa kali dia melakukannya .
Yuda kini tahu semakin besar kehamilan istrinya malah akan semakin bagus jika melakukannya sesering mungkin, karna mampu memicu hormon dan tidak kesulitan saat melahirkan nanti .
__ADS_1
Hingga mereka merasa kelelahan dan akhirnya berhenti, kemudian menyelimuti diri dan saling berpelukan hingga mereka berduapun tertidur lelap .