Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab41 ~ Cita-cita Bilal


__ADS_3

"Mas! Kamu udah hubungin pihak yang mau dekor rumah kita?" Tanya Adibah pada suaminya .


"Udah sayang, dia pasti akan datang sebentar lagi" jawab Yuda .


"Ohh, oke Mas" Ucap Adibah sembari mengangguk dan tersenyum .


Mereka berdua kini telah mempersiapkan acara ulangtahun Bilal yang ke 2th besok, Yuda sudah menghubungi beberapa tim dekor dan juga makanan yang akan disediakan nanti. Berhubung Adibah yang tak bisa berbuat banyak karena kini usia kandungannya sudah masuk delapan bulan dan sebentar lagi akan melahirkan jadi Yuda ingin menerima semuanya dengan beres dan mempercayakan pada jasanya saja .


Yuda yang akan berangkat kerja ke kantor sedang menikmati sarapan paginya bersama istri dan anaknya .


"Nanti mungkin mama juga akan main kesini, sekalian bantu kamu" ucap Yuda saat selesai makan .


"Iya mas" jawab adibah .


"Mas berangkat dulu yah" pamit Yuda dan adibah pun meraih tangan suaminya kemudian mencium punggung tangannya. Yuda pun membalasnya dengan mencium kening istrinya begitupun pada Bilal anaknya.


"Dada ayah!" Teriak Bilal saat mobil Yuda sudah melaju meninggalkan halaman rumah mereka .


"Ayo nak masuk!" Ucap adibah pada Bilal .


"Ibu, Oma mau kesini?" Tanyanya


"Iya nak, kata ayah tadi Oma mau main kesini" Jawab Adibah .


"Yeayyy, Bilal rindu sekali sama Oma" teriaknya senang mendengar Rista akan datang kerumahnya .


"Iya sayang, yuk kita menunggu disana sambil nonton tv" ajak adibah .


"Iya bu" jawabnya. "Tapi Bu kok opa Purwanto gak pernah datang kerumah kita lagi?" Tanyanya lagi .


"Opa Purwanto sibuk kerja sayang kayak Ayah, makanya dia jarang datang kesini. Besok pasti dia datang kok dihari ulang tahun Bilal" Jelas Adibah pada putranya .


"Bener Bu?" Tanya Bilal memastikan .


"Iya sayang" .


Setelah beberapa jam tim decoration pun telah tiba dirumahnya .


"Permisi Bu ada tamu didepan, katanya yang mau decor ruangan ulangtahun den Bilal" ucap Bi Risma .


"Oh iya Bi suruh masuk saja langsung" Jawab Adibah mempersilahkan .


"Baik Bu" Bi Risma pun segera menemui mereka kembali dan menyuruhnya masuk untuk segera mendekor ruangan tersebut .

__ADS_1


Bilal yang sedang fokus menonton tv itu tak menghiraukan Ibunya lagi, Adibah sesekali memantau mereka yang memasang dekorasi tersebut agar sesuai dengan yang ia inginkan.


Adibah memilih tema Spongebob karna itu adalah kartun kesayangannya anaknya yang hampir tiap jam dan hari ia tonton di tv .


Setelah selesai mereka pun pamit, nuansa dengan tema Spongebob dengan warna kuning yang cerah itu membuat seisi ruangan jadi berwarna dan ramai. Persis dengan tema anak-anak seusia Bilal dan adibah sangat menyukainya. Yuda memang tidak pernah salah dalam memilih hal yang terbaik untuk anaknya .


"Assalamualaikum" Salam Rista saat baru saja datang kerumah anaknya .


Adibah yang mendengarnya langsung melangkah keluar menemui ibu mertuanya .


"Waalaikum salam mah" Jawab Adibah menghampiri lalu memeluk ibu mertuanya Rista .


Bilal tidak mendengar suara omanya karna riuh suara film kartun yang ia tonton di ruang keluarga .


"Gimana kabar Mama sama Papa?" Tanya Adibah sembari berjalan menemui Bilal .


"Alhamdulillah sehat Nak, kamu sendiri? Gimana kondisi kamu Nak?" Tanya Rista balik mengelus perut Adibah yang sudah membesar .


"Udah lebih baik Mah, cuma yang ini terlalu aktif karna ada dua hehe" Jawab Adibah sembari terkekeh pelan .


"Jaga kesehatan kamu terus Nak!? Dimana Bilal? Pinta Rista pada anak menantunya itu dan mencari keberadan Bilal .


"Di sana Mah lagi nonton tv, dia dari tadi nanya terus pas Ayahnya bilang kalau Mama mau main kesini!" Angguk Adibah lalu menceritakan jika Bilal begitu menunggu kedatangan omanya .


"Oh ya? Oma juga sudah rindu sekali sama anak itu" Tanya Rista tersenyum senang mendengarnya .


"Bilal sayang, Oma datanggggg!" Teriak Rista sambil merentangkan kedua tangannya saat melihat Bilal yang tengah duduk disofa depan tv .


Seketika Bilal pun menoleh dengan cepat menyadari bahwa omanya sudah datang .


"Omaaaaaaaa.!" Teriaknya juga sambil berlari memeluk Rista .


"Aduhhh rindunya, cucu Oma udah besar ini" Ucap Rista sambil melepas pelukannya dan menatap wajah Bilal .


"Ihh Oma masa Bilal kecil teyussss heheh" Ucap Bilal terkekeh sambil menatap ke Adibah dan Rista secara bergantian .


"Iya yah, cucu Oma cepat besar supaya bisa masuk sekolah hehe"


"Iya Oma, Bilal udah tidak sabar pengen masuk sekoyah, Bilal suka sekoyah Oma" Seru Bilal tersenyum senang .


"Hmm, emang Bilal udah pernah liat sekolahan?" Tanya Rista lagi sambil menoleh kepada Adibah juga .


"Pernah Oma di tv-tv, iya Bilal liat ditv ada ayunannya sama banyak pelmainan lain-lain" Jelas Bilal pada omanya .

__ADS_1


"Ohh jadi Bilal cuma suka sama mainannya? Bukan mau belajar yah?" Tanya Rista sembari tersenyum mendengar celoteh panjangnya .


"Emmm, Bilal juga suka belajar Oma sambil bermain" Jawab Bilal semangat .


"Hehe oke Oma mengerti sekarang" Ucap Rista mengangguk sambil tertawa mendengar begitu cerewetnya cucunya itu .


"Nanti kalau Bilal besar mau jadi apa?" Tanya Rista lagi mengenai cita-citanya .


"Mau jadi piyot Oma, biar bica terbang. Wussshhhhhhhh!" Jawabnya sambil menirukan suara pesawat terbang .


"Ohh jadi pilot yah?!" Tanya Rista tersenyum .


"Iya Oma, biar nanti kalau Oma sama mama pergi Bilal yang anterin deh hehe" Jawab Bilal membayangkan sembari terkekeh pelan .


"Aduh cucu Oma baik banget sih" Ucap Rista sambil mencium pipi Bilal gemash .


Adibah pun tak henti tertawa mendengar celoteh panjang dari anaknya, cita-citanya begitu tinggi ingin menjadi pilot pribadi untuk keluarganya. Rista pun tak kalah heboh menanggapi ucapan cucunya yang ada-ada saja tingkah lucunya itu .


Bilal melanjutkan menonton tv, sedangkan Rista dan Adibah melihat hasil decor yang sudah dipasang tadi, mereka berdua sangat puas dengan hasilnya. Untuk kue ulangtahunnya adibah pun juga sudah memesannya dijauh-jauh hari untuk ulangtahun anaknya dan mungkin akan diantarkan sore nanti .


Dia juga sudah mengundang beberapa keluarga inti dan juga para tetangga kompleks untuk ikut serta memeriahkan acara ulangtahun anaknya .


Meski sederhana tapi ini akan terkesan untuk Bilal dan juga membuatnya merasa bahagia, beberapa balon pun telah tersedia dan juga berapa souvernir yang akan dibagian pada tamu nanti .


Bilal yang sudah bosan menonton kini datang menghampiri Oma dan ibunya .


"Oma kecini cendiri?opa mana?" Tanyanya .


"Oma sendiri sayang, opa lagi kerja kan ayahnya bilal juga kerja. Iyakan?" Jawab Rista sambil membungkuk .


"Oh" ucapnya singkat .


Rista pun tersenyum menatap Bilal yang mulai berlari menghampiri arena bermainnys dan menbuang dirinya diatas kolam yang penuh berisikan bola warna-warni .


"Anak itu aktif sekali, kamu gak mau ambil jasa baby sitter buat bantu kamu jaga Bilal?" Ucap Rista pada adibah mengingat adibah yang kini hamil besar sambil menjaga Bilal itu sangat membuatnya kelelahan .


"Gak kok mah, malah adibah senang karna gak suntuk. Adibah juga gak mau mah Bilal diasuh sama orang lain takut nanti Bilal gak nyaman begitupun aku" jelas adibah .


"Mama cuma gak mau kamu kelelahan sayang karna menjaga Bilal apalagi nanti kalau mereka sudah lahir" ucap rista lagi .


"Insyaallah adibah bisa mah, adibah senang bisa mengurus anak adibah sendiri" jawabnya.


"Yasudah nak kalau itu sudah jadi keputusan kamu, yang terpenting kamu juga harus istirahat dan jaga kesehatan!" Ucap Rista lagi.

__ADS_1


"Iya mah, makasih"


Rista dan Adibah pun menghampiri Bilal yang sedang bermain diarena bermainnya. Mereka berdua duduk disana sambil menemani Bilal bermain .


__ADS_2