Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab46 ~ Ketulusan Hati Bi Risma


__ADS_3

Di hari minggu yang cerah, suasana di rumah mereka kini sedang ramai karna yuda,  rista, pratama dan juga purwanto kini ada dirumah adibah untuk menemani bilal dan sikembar bermain. Diusia si kembar yang sudah memasuki 6bulan kini mereka mulai aktif untuk belajar berbicara meski tanpa jelas meracau tapi  membuat semua orng bahagia dibuatnya.


"Udah pintar yah cucu oma, ngomong apasih nak?" Ucap rista saat menggendong asifah .


"Iya nih azma juga gak mau kalah sama adiknya yah?" Ucap pratama juga saat menggendong sang kakak .


"Mereka baru enam bulan aja udah aktif begini, jangan-jangan mereka bakal ikut sama karakter kakaknya bilal, aktif da  cerewet hehe" Ucap purwanto menatap azma dan asifah bergantian .


"Iya yah paman, bener juga sih kalau dilihat-lihat, tapi si kakak azma kayaknya yang paling sabar deh" Ucap adibah .


"Iya mah, pah, paman, diantara mereka berdua yang sabar itu si kakak. Soal diberi asi saja dia bisa sabar nungguin adiknya selesai dulu tanpa rewel, beda tuh sama asifah gak mau sabar nunggu heheh" Ucap yuda juga terkekeh .


"Namanya juga beda karakter nak, emang ada yang begitu. Mereka memang kembar tapi pasti udah beda sifat dan karakternya" jelas rista .


"Iya mah bener yah, mudah-mudahan mereka bisa akur dan saling menyayangi saat besar nanti" Ucap adibah lagi .


Mereka semua mengaminkan perkataan adibah dan kembali bermain bersama si kembar, sedangkan sang kakak bilal tengah asik bermain game ditab miliknya. Kini mereka semua berkumpul diruang tengah depan tv sambil menonton tv mereka pun berbincang ringan dan sambil mengajar kembar berbicara .


Para oma opanya terkekeh saat melihat tingkah si kembar yang begitu lucu, belum lagi saat mereka membaringkannya keduanya diatas kasur busa yang memang disediakan untuk mereka berdua. Saat asifah mengguling badannya ke kanan, azma pun ikut menggulingkan juga badannya kekanan mengikuti setiap pergerakan yang dilakukan adiknya .


Sampai membuat mereka berdua kelelahan dan haus, sesaat adibah pun menyusuinya secara bergantian. Seperti biasa asifah yang lebih dulu diberi kemudian sang kakak azma karna karakter azma lebih sabar menunggu adiknya selesai barulah gilirannya lagi .


Setelah beberapa menit adibah menyusui sang adik asifah, kini giliran azma yang diambil alih kepangkuannya untuk menyusu kepada ibunya. Sambil menyusui azma menggenggam erat jari-jari ibunya sambil menggoyangkan kekiri-kanan guna memainkannya. Adibah tersenyum menatap putri kesayangannya yang kini sudah mulai beranjak besar tanpa ia sadari .


Asifah yang kini sedang berada digendongan omanya rista telah tertidur lelap, segera rista membaringkannya diatas ayunan yang telah tersedia diruang tamu tersebut. Yuda dan adibah sengaja membeli beberapa ayunan untuk mereka agar saat berada dilantai bawah dia tak repot lagi membawa mereka naik dulu saat mau tidur, jadi mereka mempunyai empat ayunan yang dua-duanya masing-masing ditaruh diruang Tv dan dikamar .

__ADS_1


Setelah asifah tertidur, kini azma pun juga ikut tertidur dalam pangkuan ibunya setelah merasa kenyang. Adibah pun ikut membaringkanya diatas ayun kemudian duduk kembali disofa untuk memantau mereka saat tertidur .


Siang hari saat si kembar masih lelap tertidur, mereka ber enam kini sedang menikmati hidangan makan siang yang telah tersedia. Si kembar kini dititip oleh bi risma sebentar untuk memantaunya agar saat mereka bangun mereka tidak menangis karna melihat ada bi risma yang menjaga mereka .


Selama ada si kembar dirumah itu, bi risma lebih bersemangat untuk menjaganya saat pekerjaan telah kelar. Dia memilih untuk membantu adibah menjaga mereka dibanding pulang cepat kerumahnya. Mengingat diusianya yang sudah masuk 30an tuhan belum mengaruniakan seorang anak untuknya mampu membuat hatinya sedikit terobati karna dapat mengasuh azma dan juga asifah apalagi bilal yang sudah lama ia asuh semenjak pertama kali ia bekerja dengan yuda dan adibah .


Bayi kembar itu berhasil membuang jauh kesedihan bi risma, ia berdoa semoga ketika ia tulus mengasuh anak majikannya tuhan segera memberi keajaiban untuknya, dikaruniai seorang anak bersama suaminya. Suaminya pun juga tetap setia padanya meski sudah menikah selama 7tahun ini dan belum diberi momongan. Suami bi risma yang bernama gunawan itu sabar menemani kehidupan rumah tangga bersama istrinya, ia juga bekerja sebagai supir disalah satu komplek tempat bi risma bekerja juga .


Saat bi risma sedang asik menatap siaran Tv, tiba-tiba asifah bangun dan meracau. Dia berbicara sendiri, ia sedang menyapa seseorang agar segera diambil kedalam gendongan. Bi risma yang mendengarnya langsung menghampiri dan membuka penutup kelambunya kemudian mengambil untuk segera menggendongnya .


Asifah pun menatap bi risma sambil tertawa, ia sudah tau bahwa bi risma yang selama ini menjaganya saat adibah sedang mengurus bilal kakaknya .


Tak lama kemudian azma juga terbangun, namun ia tidak rewel malahan dia memasukkan jempolnya kedalam mulut guna menenangkan dirinya. Bi risma pun membuka penutup kelambunya agar ia tau bahwa ada bi risma yang menjaganya disini .


"Bibi adiknya udah bangun yah? Udah lama bi?" Sapa adibah yang baru saja datang menghampirinya .


"Lumayan non, itu si kakak juga udah bangun. Tapi dia pintar banget masukin jempolnya kemulutnya" Ucap bi risma .


"Oh Iya yah bi. Mana anak ibu yang pintar dan gak rewel ini, pintar banget sih kalian gak nyusahin bi risma saat ibu gak ada" Ucap adibah saat mengambil azma dan menggendongnya .


Bi risma pun tersenyum melihat adibah menggendong azma dan mengajaknya mengobrol. Saat rista datang juga menghampiri, dia mengambil alih asifah dalam gendongannya .


"Sini bi biar aku yang gendong" Ucap rista pada bi risma .


"Ehh, iya bu. Inii!" Jawabnya sambil memberi asifah pada rista .

__ADS_1


"Makasih yah bi udah mau bantuin adibah menjaga mereka" Ucap rista lagi .


"Sama-sama bu, saya juga senang bisa menjaga mereka berdua" Jawab bi risma sambil menundukkan kepala kemudian pamit menuju kebelakang .


Rista dan adibah pun mengangguk menyetujui ucapan bi risma .


"Bi risma ternyata juga pintar yah ngambil hati anak kalian" Ucap rista pada adibah  .


"Iya mah, sempat pertama kali adibah meminta tolong buat jaga sikembar saat aku mengurus bilal. Aku juga kaget mereka berdua malah keliatan senang saat sedang diasuh oleh bi risma. Adibah tau mah kalau bi risma itu sangat tulus menjaga anak-anakku, aku dapat melihat saat pertama kali ia membantuku mengurus bilal dari kecil padahal dia bilang udah tujuh tahun menikah tapi belum dikaruniai anak hingga saat ini" jelas adibah pada ibu mertuanya .


"Benar nak? Kasian banget yah. Mudahan-mudahan tuhan segera mengabulkan keinginannya. Mama juga dapat melihat dari sorotan wajahnya kalau dia itu tulus menjaga anak-anak kalian. Selain art dirumah ini dia mampu mengambil hati mereka" Ucap rista .


"Iya mah, aku bersyukur karna pekerjaannku terasa lebih ringan tanpa menyewa baby sister lagi. Adibah takut kalau menyewa babysister mereka gak bisa menjaga anakku dengan tulus seperti yang dilakukan bi risma mah" jelas adibah lagi .


"Iya nak, mama juga gak mau cucu-cucu mama ada ditangan yang salah" Ucap rista lagi .


Adibah pun mengangguk dan  kini mereka berbincang ringan terus menerus sambil menggendong keduanya. Sementara pratama, yuda dan purwanto kini sedang berbincang soal bisnis mereka diteras depan sambil menikmati hidangan kopi yang telah disediakan bi risma untuk mereka .


.


.


.


#jangan bosan-bosan ikuti alur cerita adibah yahhh, Gomawo

__ADS_1


__ADS_2