
"Mas" panggil adibah .
"Iya sayang" jawab yuda .
"Aku mau makan sate yang didepan gang sana!" Ucap adibah lagi .
"Yang tempo hari kita pernah makan disana itu? Hmm" Tanya yuda .
"Iya mas, adibah pengen banget" rengek adibah .
"Kamu makan disana, atau mas yang beli'in?"
"Beli aja mas, kita makan disini sama-sama. Adibah mager banget, yahh!"
"Oke sayang, mas kesana sekarang yah"
"Iya mas, makasih" Ucap adibah lagi sambil mengulum senyum manisnya kepada yuda .
Yuda pun kini melangkah turun kebawah meninggalkan adibah dikamar sendirian demi memenuhi kemauan istrinya. Ini bukan pertama kali tapi sudah beberapa kali dan untungnya ini gak begitu aneh dari permintaan sebelumnya .
"Mau kemana yud?" Tanya rista pada anaknya .
"Mau kegang depan mah, beli sate. Adibah yang minta" Jawabnya.
"Ohh"
Rista faham perempuan yang lagi hamil muda mood nyaa berbeda-beda dan pengen makan sesuai selera saja .
Adibah yang lebih memilih tinggal bersama ibu mertuanya saat ini ketimbang tinggal berdua bersama suaminya. Bukan dia tidak mau hidup mandiri atau hanya bersama suaminya. Hanya saja dia butuh banyak belajar dengan pengalaman ibu mertuanya. Apalagi saat ini dia sedang hamil muda tanpa ada pendampingan dari ibunya. Rista juga tidak keberatan adibah tetap tinggal bersamanya karna kehadiran adibah mampu membuat hari-harinya jadi hidup dan berwarna. Begitupun karna suaminya sibuk mengurus perusahaannya.
"Ini sayang, dihabiskan yah" Ucap yuda saat membawa sepiring sate untuknya .
"Mas harus temanin adibah makan loh, ini kebanyakan" Jawab adibah .
"Yaudah, kamu makan dulu. Kalau gak habis nanti mas yang makan"
"Gak gitu mas, kita makan sama-sama".
"Baiklah istriku sayang" Ucap yuda tersenyum mengikuti kemauan istrinya .
"Anak ayah makannya harus banyak yah, supaya kamu sehat-sehat terus didalam sana diperut mama" Ucap yuda lagi sambil mengelus perut istrinya .
"Iya ayah" Jawab adibah dalam mode suara anak kecil .
__ADS_1
Mereka berduapun tak habis memperagakan mode anak kecil sampai makanan mereka pun habis tak tersisa .
"Ayuk kita tidur sayang" Ajak yuda setelah membaringkan tubuhnya ditempat tidur .
"Iya mas" jawab adibah .
Mereka pun tertidur lelap tanpa melakukan hubungan layaknya suami istri karna yuda takut akan berefek pada janin yang ada didalam kandungan istrinya mengingat usianya yang masih sangat muda .
*
*
*
Pagi hari seperti biasa yuda dan papanya sudah berangkat ke kantor. Didapur rista dan adibah sedang membuat cokies coklat buat cemilan .
"Udah sayang kamu duduk aja yah, biar mama yang panggang" Ucap rista .
"Tapi mah, adibah juga mau bantu mama" Jawab adibah .
"Iya sayang, kamu duduk disini bantu mama buat cicipin mana yang gak enak hehe" Ucap rista lagi, ia tak ingin adibah kebanyakan gerak karna takut calon cucunya kenapa-kenapa .
"Semua buatan mama enak kok, adibah yakin 100% heheh" Jawab adibah terkekeh .
Adibah yang mulai mencicipi cokies itu pun tak henti memandangi rista yang sibuk bergulat dengan adonan didepan oven. Dia merasa dirinya begitu rindu kepada sosok ibunya, meski ibunya tak pernah punya banyak waktu untuknya dia tetap merasa bahwa dia ingin memutar waktu agar bisa merasakan momen sperti sekarang ini .
'Ibu adibah sungguh rindu, meski dulu ibu gak punya banyak waktu buat aku, adibah selalu sayang sama ibu' bulir air matapun mulai jatuh membasahi pipi adibah .
Rista menoleh kepada menantunya, dia seketika panik mengapa adibah tiba-tiba menangis, apa karna cokies buatannya gak enak ? Atau karna gosong? Dia pun menghampiri dan memeluknya .
"Kenapa sayang?kok nangis?cokies mama gak enak yah?" Tanya rista .
Adibah masih berusaha menenangkan dirinya, dia tidak ingin larut dalam kesedihannya. Dia takut rista salah menilai kesedihannya itu.
"Ehh gak kok mah, adibah liat mama tadi jadi rindu ibu disana" Jawab adibah dengan sendu .
"Ohh, jadi karna itu kamu nangis? Mama kita cokies mama yang gak enak" Ucap rista lagi .
"Iya mah, adibah rindu sosok ibu" Jawab adibah sambil mengeratkan kembali pelukannya .
"Cup.cup.cupp, kamu gak usah khawatir sayang. Mama ada disini kok dan akan selalu ada buat adibah" ucap rista lagi .
"Makasih ma sudah setulus itu sayang kepada dibah"
__ADS_1
"Iya sayang, kamu ataupun yuda sama-sama anak mama kok, mama itu udah aggap kamu anak mama sendiri yah meski bukan aku yang ngelahirin kamu, tapi tetap saja aku juga mama kamu sayang. Jangan sedih lagi dong hehe" jelas Rista menenangkan adibah .
"Maafin adibah mah, adibah juga sayang banget sama mama"
"Iya sayang"
Setelah adibah tersenyum dan mulai tenang, Rista kembali keoven untuk melanjutkan memanggang cokies buatannya. Dia faham betul menantunya begitu sedih karna kehilangan sosok ibu. Apalagi saat hamil muda begini bawaannya selalu sensitif jadi apasaja hal sedih yang dia ingat pasti akan cepat menangis. Makanya Rista dengan sigap menenangkannya agar adibah tidak terlalu larut dalam kesedihannya. Dia sangat menyayanginya layaknya anaknya sendiri .
*
*
*
Sore hari adibah sedang berada di teras membantu pekerjaan bi Hasna untuk menyiram beberapa bunga kesayangan ibu mertuanya. Selama hamil dia senang melihat bunga dan ikut dalam memeliharanya .
Rista yang baru saja muncul kemudian menghampiri adibah dan berbincang bersama hingga mereka tak sadar kalau suami mereka berdua kini telah kembali dari kantor .
"Haii sayang, lagi ngomongin apasih? Kayaknya seru banget sampai gak perhatiin kita udah pulang" sapa yud tiba-tiba .
"Ehh mas udah pulang hehe, ini adibah tanya banyak hal sama mama yg belum adibah mengerti soal kehamilan hehe" jawab adibah .
"Iya yud, dari pada di kamar terus kan. Nanti dia suntuk loh" jawab Rista juga .
"Hehe iya deh iyaa. Kalau kalian udah ngerumpi, laki-laki bisa apa heheh. Iyakan pah?" Colek Yuda pada papanya Pratama .
"Iyaa hehe" jawab Pratama kemudian melangkahkan kaki masuk meninggalkan mereka bertiga yang asik bergurau .
"Yaudah sayang, kamu naik kekamar istirahat yah biar bi Hasna yang lanjutin siram Bungaya" ucap Rista .
"Iya mah" jawab adibah .
Mereka berdua pun kembali ke kamarnya .
Didalam kamar adibah sedang sibuk mengutak-atik ponselnya sambil menunggu suaminya selesai mandi. Dia mengirim beberapa pesan digrup sahabatnya dan menceritakan bahwa kini dia tengah mengandung, mereka pun sangat bahagia mendengarnya hanya saja mereka sedih karna mereka merasa kesepian saat tau adibah mengambil kelas online. Tapi adibah mengatakan kalau mereka bisa saja datang untuk mengunjunginya saat mereka rindu. Ayu dan Rima setuju dan mereka bahkan datang kerumah adibah hampir setiap hari. Rista juga mendukung agar menantunya tidak merasa kesepian lagi dan lebih merasakan tertawa lepas .
*
*
*
#Stay tune terus yahh kalian, but aku terimakasih lagi buat kalian pembaca setia hingga saat ini
__ADS_1
#Gomawo ^_^