Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab29 ~ Kebimbangan Hati


__ADS_3

Sehari setelah pertemuan Yuda dan Laura dirumah sakit, adibah tak henti penasaran dengan wanita itu. Ia ingin tahu detail bagaimana hubungan mereka berdua dulu hingga begitu akrab kepada ibu mertuanya juga .


Didalam kamar ia tak henti mondar-mandir memikirkan hal itu, ia juga enggan bertanya kepada suaminya takut Yuda tersinggung dan malah berfikir kalau adibah menuduhnya yang tidak-tidak. Apalagi jika ia bertanya kepada ibu mertuanya itu juga sangat mustahil baginya .


"Aduhh kok aku kefikiran terus sih, tapi jelas banget dar mata Laura kalau ia menyimpan rasa untuk mas yuda" ucapnya sendirian sambil menepuk dahinya sendiri .


" Loh mikir apa sih Dib, gak mungkin Yuda lebih milih Laura. Lagian loh juga hamil anak dia. Huhh tenang hufftttt" ucapnya lagi sambil menenangkan diri .


Dia pun segera membuka ponselnya dan melihat lihat postingan di sosmed menghindari kalau dia kini dilanda kebimbangan dan pertanyaan tentang kehadiran Laura dihidupnya .


Hingga siang tiba ia mulai melangkah kan kakinya kebawah menuju dapur, ia sudah merasa sangat lapar mengurung diri seharian dikamar .


"Non adibah, mau bibi bikinin susu?" Tawar bi Hasna yang melihat adibah kini menuju meja makan sambil mengusap perutnya .


"Boleh bi" jawabnya sambil duduk dikursi


Hasna pun berlalu dan adibah belum melihat ibu mertuanya sedari tadi .


"Bi mamah dimana? Kok adibah gak liat?" Tanya nya pada Bi Hasna.


"Lagi keluar non, katanya ada urusan mendadak. Tadi sempat pesan sama bibi buat dikasih tahu sama non kalau ibu gak sempat pamit" jelasnya .


"Ohh gitu bi" jawab adibah singkat .


Dia pun melanjutkan makannya, ia sampai tak sadar Rista pergi karna dia menghabiskan banyak waktu dikamar sendirian. Rista juga faham dengan keadaan adibah jadi ia tak mengganggu nya untuk sekedar pamit .


"Ini non, silahkan diminum" ucap bi Hasna sambil membawa segelas susu .


"Makasih bi" jawab adibah tersenyum .


"Nggeh non, saya kebelakang dulu" pamit bi Hasna .


Adibah pun hanya mengangguk menyetujuinya .


Setelah makan adibah membawa segelas susunya menuju ruang tengah untuk menonton tv agar tidak suntuk. Sambil menunggu kepulangan ibu mertuanya .


"Mamah kemana yah? Tumben gak kasih tau adibah" ucapnya sendirian sambil mengunyah cokies buatan Rista.


"Aku telepon mas yuda kali yah, pasti dia lagi istirahat" ucapnya lagi sambil menyambungkan telepon kepada suaminya .


[Halo sayang] sapa Yuda diseberang sana.

__ADS_1


"Halo mas? Mas udah makan siang?" Tanya adibah .


"Udah sayang, barusan nih sama si Bima dan sandi. Kamu sayang?" Ucap Yuda lagi .


"Udah juga kok mas, ini lagi nyantai depan tv" jawabnya .


"Kamu sama mama yah?" Tanya Yuda lagi.


"Sendirian aja mas"


"Kok sendiri sayang? Mama dimana?"


"Emm kata bi Hasna mama lagi keluar karena ada urusan mendadak, itupun tumben mama gak kasi tau dibah" jelas adibah pada suaminya .


"Urusan mendadak apa yang buat mama sampai keluar rumah sendiri?"


"Gak tau sih mas" jawabnya .


"Oke sayang kamu baik-baik yah dirumah, kalau kamu butuh sesuatu panggil bi Hasna. Oke!" Ucap Yuda lagi .


"Iya, mas tenang aja" jawab adibah .


Setelah berjam-jam duduk disofa punggung adibah serasa remuk dan sakit, dia pun kembali membawa diri menuju kamarnya. Ia melihat belum ada tanda-tanda kepulangan Rista .


Sesampainya dikamar ia membaringkan dirinya dan tertidur lelap hingga sore hari .


"Sayang" ucap Yuda sambil mengelus pipi adibah .


Adibah pun mulai membuka matanya dan menyadari kalau ini sudah sore dan suaminya sudah pulang ketika ia masih tertidur pulas .


"Ehh mas udah lama ?" Tanyanya .


"Baru aja sayang, kamu pusing lagi yah?" Ucap Yuda .


"Sedikit mas, tadi pinggang adibah serasa remuk pas nonton tv dibawah, jadi adibah naik kekamar udah gitu malah ketiduran sampai sore begini" jelasnya .


"Gak apa-apa sayang, kamu masih ngantuk?"


"Gak lagi kok mas, adibah mau mandi dulu"


"Oke sayang" .

__ADS_1


Adibah pun bangkit berdiri dan melangkah menuju kamar mandi. Yuda faham betul bagaimana keadaan istrinya saat ini. Apalagi usia kandungannya makin hari makin membesar. Dia tau bahwa itu tidak mudah dan adibah tidak pernah mengeluh sama sekali. Dia sungguh wanita yang kuat dan Yuda bahagia selalu ada disisinya .


"Bi? Adibah tadi cariin aku yah?" Tanya Rista yang baru saja tiba .


"Iya Bu, tadi siang non adibah kemari dan menanayakan keberadaan ibu, jadi saya jelaskan saja" jelasnya .


"Oke bi makasih" ucapnya lagi sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya .


Hari ini dia berjumpa dengan Laura karna ia tak henti untuk menghubungi Rista dengan alasan rindu karna lama tak jumpa. Rista memenuhi permintaannya dan akhirnya mereka berdua berbincang banyak disebuah resto bersama .


"Tan maafin Laura karna sempat hilang kabar" ucap Laura memulai obrolan .


"Iya gak apa-apa, semua sudah berlalu" jawab Rista .


"Tapi Tan sejak kapan Yuda menikah?" Tanya Laura lagi .


"Setahun yang lalu, dia bertemu istrinya dikampus yang sama dan akhirnya mereka saling suka dan memutuskan untuk menikah" jelas rista .


Laura pun terdiam mendengar penjelasan dari Rista, dia masih belum rela melepas Yuda begitu saja. Seandainya bukan karna paksaan ayahnya untuk ikut studi kedokteran dijerman pasti saat ini dia sudah menikah dengan Yuda.


"Laura masih cinta banget sama Yuda Tan" ucap Laura lagi .


"Percuma Laura, Yuda sudah punya adibah dan dia sedang mengandung anaknya, kalian memang tidak ditakdirkan bersama" jawab Rista .


"Aku gak bisa lupain Yuda sampai saat ini, hiksss"


"Kamu yang salah Laura, Yuda menanti kabar kamu selama bertahun-tahun tapi kamu tak kunjung memberinya kabar, makanya jadi seperti ini"


"Maafin Laura Tante, Yuda pasti masih sangat mencintai ku " ucapnya optimis .


"Kamu salah Laura, Yuda sangat mencintai adibah saat ini. Tante bisa liat itu karna dia anak Tante. Tante harap kamu bisa mengerti dan mulai mencari pengganti Yuda" jelas rista lagi .


Laura mengambil nafas panjang dan mulai membasuh air matanya.


'Pokoknya aku harus bisa dapatin hati kamu kembali yud, aku gak rela kamu sama yang lain, kita udah saling cinta sejak dulu' ucapnya dalam hati .


"Oke Laura, kalau begitu Tante balik yah" pamit Rista tak ingin berlama-lama merespon ucapan Laura .


"Oke Tante, terimakasih atas waktunya" jawab Laura .


Dia pun kini telah menyesal karna pergi tanpa memberi kejelasan cintanya pada Yuda. Disisi lain dia juga merasa bersalah karna kebodohannya yang mengikutinya kemauan ayahnya untuk melanjutkan study kedokteran dijerman yang membuat hubungan mereka berdua putus tanpa arah dan tujuan. Memang dulu Yuda sangat mencintai Laura karna semasa sekolah hingga kuliah mereka selalu bersama dan mulai menjalani hubungan tapi kini setelah hubungan nya dengan Laura digantung tanpa arah dia mulai merasa kalau dirinya harus mencari wanita yang bisa membuatnya lupa kepada kekasih masa lalunya itu .

__ADS_1


__ADS_2