Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab28 ~ Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Dihari ini tepat kndungan adibah memasuki usia 6 bulan di trisemester dua. Keadaan nya kini mulai membaik dan tidak terlalu meraskan morning sicknea lagi. Semua jadi seperti biasanya hanya saja pola makanya makin naik karna janin yang didalam kandungan nya pun kini mulai berkembang. Adibah yang lebih menghabiskan waktu di rumah bersama mama mertua nya itu kin faham betul bagaimana cara menjadi seorang calon ibu yang baik buat anaknya kelak. Dia begitu bangga kepada ibu mertuanya karna mampu mendidik Yuda menjadi karakter yang baik dan patuh pada orangtuanya hingga saat ini .


Begitupun dia juga tak henti mengajarkan banyak hal kepada adibah tentang roda kehidupan .


Adibah yang merasa dirinya beruntung karna mendapat sosok ibu di diri Rista itu selalu merasa bersyukur. Karna begitu banyak diluaran sana yang mengincar posisinya. Nyaman dan bahagia itu sulit didapat kan apalagi jika mendapat mertua yang jilid kepada menantunya .


Adibah yang mulai merasa berat badannya makin naik, dia berkaca melihat body nya yang gak seperti dulu lagi. Bagitupun kini dia butuh banyak baju yang modelan oversize agar nyaman dipakai.


"Wahhh, semuanya jadi gak muat huhhhh" ucapnya sambil menghembuskan nafas kasar.


"Apa aku tetap cantik yah dimata mas yuda meski udah bengkak begini??" Tanyanya lagi sambil memutar-mutar badan didepan cermin.


Kini dia berada dikamar sendirian disiang hari menunggu suaminya pulang kerja dan Rista yang mungkin sedang berada didalam kamarnya juga .


Dia kerap bercermin dan melihat sisi tubuhnya yang mulai berubah, menurut nya semua jadi bengkak dan tak karuan. Dia selalu khawatir jika Yuda tak tertarik lagi padanya karna ia merasa dirinya kini sudah tidak menarik dan cantik lagi .


*


*


*


Jam makan malam mereka berempat sudah berada di meja makan yang sama .


"Ditambah sayang" ucap Rista pada adibah .


"Iya mah, makasih" jawab adibah .


"Gimana perasaan kamu? Masih sering mual?" Tanya Rista lagi .


"Udah gak lagi mah dalam seminggu ini" jawabnya .


"Sebaiknya besok pagi kamu ke dokter buat periksa lagi, sekalian USG untuk liat perkembangannya sayang" ucapnya .


"Iya mah"


"Mau mama yang temani atau Yuda?"


"Terserah mama aja hehe" jawab adibah .


"Yaudah besok mama yang temani kamu" ucap Rista lagi .


"Diantar sama Yuda aja mah" ucap Purwanto. "Dikantor ada gio kok yang bisa handle sebentar" ucapnya lagi .


"Okepak siap" jawab Yuda .


"Baik pah" jawab adibah juga .


Rista pun mengangguk mengikuti kemauan suaminya agar mereka berdua diantar oleh Yuda keRS. Bagaimanapun agar Yuda juga bisa melihat perkembangan janinnya didalam perut istrinya .


Selesai makan malam Yuda dan adibah kembali kekamarnya, sementara Rista dan Pratama menuju ruang tv untuk menonton dan mengobrol bersama .


"Pah adibah makin hamil gede auranya makin cantik yah" ucap Rista pada suaminya .


"Iya mah, papa juga liat gitu" jawab Purwanto.


"Penasaran mama jenis kelamin anaknya apa yah?hehe"


"Iya mah, papa juga udah gak sabar nimang cucu"


"Iya kan pah, pasti rumah kita jadi ramai kalau dia udah lahir. Mama udah gak sabar juga" ucap rista lagi .

__ADS_1


"Kita doain yang terbaik buat mereka, semoga mereka berdua sehat-sehat terus" ucap Pratama juga .


"Iya pah, Aaminnn"


Disisi lain di kamar adibah sedang duduk disisi tempat tidur sambil membelakangi bahu tempat tidur itu ditemani oleh Yuda yang asik memainkan laptopnya karna masih ada pekerjaan kantor yang harus dia cek kelengkapan nya.


"Mas" panggil adibah .


"Iya sayang" jawab Yuda .


"Apa mas masih tetap cinta sama aku?" Tanya adibah .


"Kok kamu nanya gitu sayang?" Ucap Yuda heran .


"Mas gak liat atau pura-pura gak tau kalau adibah tuh udah gemukan udah gitu jelek lagi" Ucapnya dengan nada sendu .


Yuda pun menutup laptopnya dan menyimpannya, kemudian menangkap wajah istrinya dan menatapnya lekat .


"Dimata mas, kamu itu tetap adibah yang paling cantik dan mas cinta. Mau seberapa buruk pun fisik kamu saat ini itu tak akan mampu membuat mas tidak mencintaimu, ada dia didalam sini dan itu kamu yang berjuang untuknya. Mas bangga dan cinta sama kamu karna kamu udah mau lewatin ini semua tanpa keluh" jelas Yuda panjang lebar sambil mengusap perut istrinya .


Adibah pun tersenyum lepas mendapatkan jawaban yang tak dia sangka dari suaminya. Benar bahwa dirinya kini begitu kuat karna dia tak pernah mengeluh hingga saat ini .


"Makasih mas, adibah beruntung punya mas yuda. Adibah sayanggg banget sama mas" ucap adibah sambi memeluk suaminya erat .


*


*


*


Pagi hari mereka bertiga bersiap-siap menuju rumah sakit bunda dikota Surabaya. Pratama sudah berangkat kekantor sejak tadi, kini giliran mereka bertiga berangkat dan meninggalkan halaman rumah menuju rumah sakit .


Tiba dirumah sakit mereka mengambil nomor antria, dan menunggu dikursi tunggu untuk panggilan berikutnya .


"Iya mah" ucap adibah tersenyum .


Yuda mengelus puncak kepala istrinya guna menenangkannya .


10menit berlalu suster pun keluar dari pintu penjagaan .


"Sudara Adibah Az-Zahra Nur, silahkan masuk!" Panggilnya .


"Oh iya sus saya, makasih" jawab adibah .


"Ayo sayang" ucap Rista dan Yuda pun membantunya bangkit dari tempat duduknya.


Mereka bertiga pun masuk keruangan tersebut .


"Selamat pagi. Silahkan pak, Bu!" Sapa dokter tersebut .


"Iya dok pagi, makasih" ucap Rista .


Adibah dan Yuda hanya tersenyum .


"Anak pertama yah?" Tanya dokter itu .


"Iya dok"


"Oke, aku periksa hbnya dulu yah"


"Iya dok silahkan" jawab adibah .

__ADS_1


"Oke Hb normal" ucap dokter itu lagi. "Sus tolong dibantu untuk berbaring disana" ucap dokter pada suster .


"Baik dok" jawab suster itu .


"Lihat sini pak, Bu!" Panggil dokter itu sambil menunjukkan perkembangan janin yang terpampang dimonitor .


"Usianya jalan enam bulan yah, berat badannya juga memenuhi dan semuanya lengkap, jenis kelaminnya laki-laki, dan perkiraan lahirnya diawal February yah pak, Bu" jelas dokter itu panjang lebar .


Adibah pun tersenyum saat tau janinnya itu dalam keadaan sehat dan berjenis kelamin laki-laki.


"Makasih dok" jawab adibah .


"Iya Bu sama-sama, jaga pola makan dan rajin minum vitamin nya yah" pesan dokter tersebut .


"Baik dok terimakasih" ucap Yuda .


"Mari dok" pamit Rista juga .


"Iya silahkan" jawab dokter itu .


Mereka bertiga punĀ  melangkah meninggalkan ruangan itu dan berjalan menyusuri rumah sakit untuk menuju pintu keluar .


Tiba-tiba Yuda ditabrak seseorang.


"Ehhh, maaf aku gak sengaja" ucap perempuan itu .


"Iya gak apa-apa" ucap Yuda lagi sambil membantu memungut berkas yang terjatuh .


"Ehh tunggu, Yuda pratama kan? alumni Wira Bhakti Husada?" Tanya perempuan itu sambil menatap Yuda .


Yuda yang belum ngeh langsung menatap kembali wanita itu juga .


"Laura? eh kok bisa loh ada disini? Kamu dokter disini juga?" Tanya Yuda .


"Iya yud, aku milih ikut bisnis papa jadinya terjun didunia kedokteran" jawabnya .


Rista dan adibah hanya terdiam menatap mereka .


"Ehh iyaa, kenalkan ini istri aku adibah" ucap Yuda sambil mengenalkan istrinya pada Laura .


"Ohh ya Laura" ucap Laura sambil menyodorkan tangannya .


"Adibah" ucap adibah juga sambil tersenyum .


"Tante apa kabarnya?" Ucap Laura pada Rista .


"Baik Laura, udah lama yah kamu gak ada kabar" ucap Rista .


"Iya tan, semenjak ayah nyuruh aku lanjutin bisnisnya dia ngirim aku ke Jerman buat lanjut studi disana" jelasnya .


"Ohh gitu" jawab Rista .


Dalam hari adibah bertanya-tanya mengapa perempuan itu bergitu akrab kepada Yuda dan ibu mertuanya, kalau hanya sebatas teman kampus juga gak akan segitunya. Perasannya kini campur aduk tak karuan .


"Kamu sudah nikah?" Tanya Rista lagi .


"Belum Tan, selama ini aku belum ada yang pas hehe" jawabnya .


"Kamu ini cantik kok, masuk dunia kedokteran lagi mana ada cowok yang gak mau sama kamu" ucap Rista lagi .


"Iya tan, Laura sih masih berharap sama seseorang tapi orang itu udah nikah, jadi yah gimana dong" ucapnya lagi .

__ADS_1


Rista pun terdiam dan tidak merespon nya lagi takut Laura malah kecoplosan dan membuat fikiran adibah jadi kesana kemari karna tau Laura dulu punya hubungan spesial dengannya. Tapi karna dulu laura hilang tanpa kabar akhirnya Yuda memutuskan untuk melupakannya dan mencari sosok baru dan orang itu adalah adibah .


__ADS_2