Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab39 ~ Istana Kita ( Keluarga Kecilku )


__ADS_3

Tiba dirumah barunya, adibah dan yuda telah sepakat untuk memulai hidup barunya bersama keluarga kecilnya. Itu adalah impian Adibah selama ini, diumur Bilal yang sudah memasuki usia 1th 9bulan kini ia sudah banyak gerak dan adibah harus mulai ekstra menjaganya. Kini ia pun tengah hamil anak keduanya dan masih berusia 5bulan .


Namun meskipun mempunyai rumah sendiri, Rista hampir setiap hari datang untuk menemani cucunya bermain agar Adibah tidak merasa kesepian saat Yuda sedang bekerja .


Rumah megah yang Yuda berikan untuknya sungguh diluar expektasinya, begitupun juga  sudah lengkap dengan berbagai perabotan mewah didalamnya. Purwanto pun ikut andil membeli beberapa perabotan rumah untuk keperluan adibah dan juga cucunya Bilal .


Adibah sangat bersyukur, mereka semua sayang padanya .


"Bilallll, Oma datanggggg" teriak Rista saat memasuki pintu utama .


Bilal yang kini sedang berada diarena bermain langsung bergegas lari mendengar suara Rista dari luar .


"Pelan-pelan sayang, nanti jatuh!" Ucap Adibah saat melihat anaknya sudah berlari meninggalkannya .


"Omaaaaaaaa" teriak Bilal saat mulai menghampiri Rista .


Rista pun duduk mensejajarkan dirinya kemudian merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan Bilal .


"Aduh cucu Oma makin ganteng dan pintar yah" ucap Rista sambil menciumi pipi kiri kanan Bilal .


"Iya dong Oma, cucu siapa dulu nih hehe" Jawabnya sambil tertawa .


"Ini Oma bawain es krim dan cake kesukaan Bilal" sodor paperbag yang dibawa Rista pada Bilal .


"Yeaaayyyyy, makacihh Oma" ucap Bilal sambil berlari kearah dimana adibah berdiri melihatnya .


"Mamah kesini sama siapa" tanya adibah pada ibu mertuanya .


"Biasa diantar supir nak, mama tadi habis belanja bulanan jadi sekalian mampir jenguk kalian" jelas rista .


"Oh gitu mah, mama mau minum apa?" Tanya adibah lagi saat mereka kini sudah duduk disofa .


"Terserah nak, apa saja" Jawab Rista .


"Oh iya mah, tunggu sebentar!" Ucap adibah lagi sambil melangkah menuju dapur dan menyuruh ART nya untuk membuat minuman pada ibu mertuanya .


"Sayang kok makannya belepotan gitu?" Ucap Adibah saat melihat Bilal tengah asik menyendok eskrim kesukaannya .


"Biarin saja nak, yang penting dia senang" ucap Rista .


"Iya mahh" Jawan adibah sambil tersenyum .


"Gimana kandungan kamu? Udah pernah USG lagi kerumah sakit?" Tanya Rista .


"Udah mah, kemarin diantar Yuda. Alhamdulillah kembar mah cewe dua-duanya malah hehe" jelas adibah senang .

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, pasti lucu-lucu. Kamu jaga kesehatan terus yah nak jangan lupa komsumsi vitamin yang dokter berikan agar kamu gak mudah lelah" ucap Rista .


"Iya mah" Jawab Adibah tersenyum .


Malam hari mereka bertiga kini sedang menikmati makan malam bersama .


"Mau sayur brokolinya sayang?" Tanya adibah pada Bilal .


"Iya ibu, Bilal mau" jawab Bilal .


"Pintarnya anak ayah" ucap Yuda sambil tersenyum melihat anaknya lahap makan sayur .


"Iya ayah, masakannya enyak banget hehe" ucap Bilal lagi .


"Oh gitu? Kalau begitu kamu harus bilang makasih dong sama bibi Risma karna udah masakin kita makanan enak" ucap Yuda lagi .


"Iya ayah" Jawab Bilal sambil melanjutkan makan .


"Udah sayang, makan dulu. Dihabiskan yah!" Ucap Adibah sambil mengelus rambut anaknya dan tersenyum .


Mereka pun kemudian melanjutkan makan hingga Selasai, mereka pun melangkah menuju ruang tv untuk menemani Bilal menonton kartun kesayangannya .


"Bu Bilal mau cake, boleh?" Ucap Bilal pada adibah .


"Emm, boleh sayang. Tapi jangan banyak-banyak yah!" Jawab adibah .


Adibah pun melangkah menuju kulkas untuk mengambil beberapa potong cake untuk Bilal, karna Adibah melarangnya makan banyak tidak baik bagi kesehatan giginya .


"Ini nak" sodor adibah saat membawa cake itu dihadapan anaknya .


"Makasih ibu" ucap Bilal sambil mencicipi cake tersebut .


Bilal pun mulai fokus menonton kartun kesayangannya sambil memakan cake nyaa .


"Mas!" Panggil adibah yang melihat Yuda sedang asik memainkan ponselnya .


"Iya sayang, kenapa?" Tanya Yuda .


"Terimakasih mas sudah membawa adibah kedalam lingkup keluarga mas, adibah bahagia memiliki kalian berdua" ucap adibah sendu .


"Emmm, justru mas yang bersyukur banget punya kalian berdua. Kalian adalah harta paling berharga buat mas didunia ini, apalagi sebentar lagi Dede bayi kembar hadir ditengah-tengah kita" jawab Yuda tak kalah sendu .


"Iya mas, adibah pasti akan lebih sibuk mengurus mereka bertiga hehe" ucap adibah .


"Mas akan selalu ada disamping kamu, menopang semua beban kamu sayang" ucap Yuda juga .

__ADS_1


"Terimakasih mas, adibah akan selalu berusaha menjadi ibu dan istri yang terbaik buat mas dan anak-anak" jawab adibah sambil memeluk Yuda .


"Iya sayang mas tau itu" pelukan Yuda pun tak kalah erat membuat mereka berdua larut dalam haru bahagia .


"Ibu sama ayah kok nangis?" Tanya Bilal tiba-tiba .


"Gak kok sayang, mata ibu kelilipan. Iya kan ayah?hehe" jelas adibah terkekeh .


"Iya sayang, sini peluk ibu dan ayah dulu" panggil Yuda pada anaknya .


Bilal pun bangkit dari duduknya dan memeluk ayah ibunya secara bersamaan, Yuda dan Adibah pun bergantian mencium pipi anaknya.


Kebahagiaan mereka kini telah lengkap meski calon buah hatinya yang kedua belum lahir kedunia, cukup Bilal menjadi sumber kebahagiaan mereka. Hadirnya Bilal mampu membuat hari-hari adibah menjadi berwarna apalagi dia kerap memperlihatkan tingkah lucunyaa setiap hari kepada ibunya .


Bilal sudah tumbuh menjadi anak yang baik dan menurut kepada kedua orangtuanya, dia begitu sangat menyayangi Oma opanya juga termasuk Purwanto .


Malam hari mereka pun bertiga tertidur pulas. Bilal tepat ditengah-tengah mereka dan membuat kedua orangtuanya memeluknnya secara bersamaan .


___________________


Pagi hari Yuda pun berangkat bekerja, Bilal antusias mengantar papanya hingga ke teras depan .


"Dada ayahhh" ucap Bilal sambil melambaikan tangannya .


Yuda pun membalas lambaian tangan Bilal dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah hingga tak terlihat lagi oleh Bilal, dia pun mulai melangkah masuk sambil menggandeng tangan ibunya adibah menuju ruang tv untuk menonton kartun kesayangannya .


"Duduk sini dulu sayang, ibu mau kebelakang sebentar buat susu yah" ucap adibah sambil melangkah menuju dapur .


Bilal pun mengangguk mendengar ucapan ibunya, dia kini fokus menonton siaran tv yang menayangkan film kartun .


Selang beberapa menit adibah pun kembali menemui Bilal sambil membawa segelas susu dan cake sepotong cake kesukaan Bilal untuknya .


"Sayang, Bilal mau makan cake?" Ucap adibah sambil duduk disamping anaknya .


"Mau ibu, boleh?" Tanya bilal .


"Boleh sayang, tapi jangan banyak-banyak yah" ucap adibah .


"Iyaa ibu, makasih" Jawab Bilal .


Mereka pun memakan cake itu bersama dan larut dalam candaan, sesekali adibah menggelitik Bilal hingga dia tertawa lepas karna kegelian .


Adibah pun tak kuasa menahan tawanya melihat tingkah lucu Bilal dibuatnya. Hingga jam 09.00 pagi adibah membawa Bilal untuk mandi pagi dan kemudian menidurkannya karna dia sudah kelihatan lelah dan mengantuk karna habis bermain bersamanya.


Adibah pun ikut tertidur saat anaknya juga sudah tertidur, dikehamilannya yang kedua tak jauh berbeda dari kehamilan pertamanya. Hanya saja dia sudah cukup kuat untuk melewati semua karna dia sudah pernah merasakannya .

__ADS_1


Jam 12.00 siang, Yuda sudah kembali kerumah untuk makan siang bersama istri dan anaknya. Selama mereka tinggal dirumahnya sendiri Yuda kerap menghabiskan waktu istirahatnnya dirumah dibandingkan makan dicafe depan kantornya. Karna ia tahu kini Adibah dan Bilal lebih membutuhkannya dibandingkan yang lain, selain itu juga sahabatnya juga sudah sibuk dengan anak dan istrinya masing-masing.


Tempat teryamannya saat ini adalah mereka berdua, istananyaa dan keluarga kecilnya .


__ADS_2