
"Hai bro apa kabar?" Sapa Sandi dan juga Bima .
"Apa kabar kalian berdua" Tanya Yuda pada kedua sahabatnya itu .
Setelah sekian lama mereka baru bertemu kembali, mereka dulu satu kantor namun setelah mempunyai keluarga masing-masing Sandi dan juga Bima memilih untuk mengembangkan bisnisnya sendiri agar lebih mempunyai banyak waktu untuk istrinya. Meski begitu hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik .
Di Cafe tempat biasa mereka nongkrong, menghabiskan waktu bersama bercerita sambil menikmati kopi mereka hingga mereka berpamitan untuk kembali menjalani aktifitas masing-masing .
Sepanjang perjalanan pulang kekantor, Yuda mendapat notif pesan masuk dari istrinya, diraihnya ponsel itu yang sedari tadi ia taruh didalam laci mobilnya dan memeriksa isi pesannya. Belum sempat ia memeriksanya, ponselnya terjatuh, sambil menyetir Yuda meraih kembali ponselnya yang terjatuh dan seketika kendaraan lain dari depan menyeberangi jalan dan ia tak melihatnya .
*Bruukkkkkkk..." mobil Yuda tak terkendali karna menghindari kendaraan tersebut dan menabrak pohon disimpang jalan .
Orang-orang disekitar sana langsung datang menghampiri mobil Yuda, mengecek bagaimana kondisinya. Yuda yang sempat masih menyadari bahwa mobilnya menabrak pohon dan kemudian tak sadarkan diri .
"Ayo pak cepat telfon ambulance" Teriak salah satu warga disana yang sudah melihat Yuda tak sadarkan diri dan jidatnya dipenuhi darah akibat terbentur .
Tak lama kemudian polisi pun datang bersamaan dengan ambulance dan membawa Yuda kerumah sakit agar segera diberi pertolongan pertama .
"Tolong dihubungi keluarga pasien dulu pak" Ucap suster itu pada polisi yang ikut serta mengantar Yuda .
"Baik Sus" Jawabnya .
Tak selang lama polisi pun menelfon Adibah selaku kontak yang ia temukan diponsel yuda.
[Halo, selamat siang] Sapa polisi itu pada Adibah .
"Iya pak siang" jawab Adibah penasaran .
[Benar atas nama ibu Adibah?] Tanya polisi itu .
"Iya pak benar" Jawab Adibah .
[Kami mau menyampaikan bahwa suami anda pak Yuda mengalami kecelakaan dan saat ini sedang ditangani dirumah sakit, bisa ibu kerumah sakit sekarang?] Jelas polisi itu membuat detak jantung Adibah seketika terhenti mendengar bahwa suaminya mengalami kecelakaan .
"I..iya pak bisa" Jawab Adibah terbata-bata karna shock .
[Baik bu kami tunggu, terimakasih] .
__ADS_1
Saat itu Adibah pun sudah tak menjawab apa yang dikatakan oleh orang yang menghubunginya itu, dia meletakkan ponselnya begitu saja, ia terkulai lemas duduk dan menekuk tubuhnya, tak kuasa menahan tangis, pantas saja pesannya sedari tadi belum dibalas oleh suaminya itu karna Yuda sedang tidak baik-baik saja .
"Mama, iya aku harus mengabari mama juga" Ucapnya sendirian saat sudah merasa lebih baik .
Tanpa berfikir panjang, Adibah pun bersiap-siap menuju kerumah sakit untuk melihat kondisi suaminya disana, ia juga membawa serta Azma dan Asifah karna diantar oleh supir pribadinya .
Diperjalanan ia pun menelfon Rista agar ia pun tahu apa yang sedang terjadi pada Yuda .
[Halo Nak] Ucap Rista saat panggilannya kini telah tersambung .
"Mah, hiiikksss" dengan ragu Adibah menceritakan sambil terisak .
[Iya nak, ada apa? Kenapa kamu menangis?] Tanya Rista khawatir .
"Yuda mah, hiiikksss. Dia mengalami kecelakaan, hiiikksss" Jawabnya pada Rista sambil terisak tak kuasa .
[Astagfirullah ya Allah, oke mama akan menuju kesana, kamu yang tenang yah] Ucap Rista mencoba menenangkan Adibah .
"Iya mah, Adibah juga masih dijalan mau kerumah sakit membawa si Kembar dan rencana juga mau jemput Bilal disekolahnya dulu" Jelasnya .
[Gak usah sayang, kamu kerumah sakit saja secepatnya, yuda butuh kamu. Bilal biar mama yang jemput] ucap Rista .
Setelah itu panggilannya pun telah terputus dan tak cukup waktu lama akhirnya Adibah pun telah sampai disana, ia berlari membawa kedua anaknya dan menanyakan dimana suaminya saat ini. Saat itu juga polisi yang tadi menfonnya datang menghampirinya .
"Saudara Adibah?" Tanya salah satu polisi itu .
"Iya pak, apa yang terjadi dengan suami saya?" Jawabnya dengan melontarkan pertanyaan kembali .
"Pak Yuda mengalami kecelakaan dikota akibat ada pengendara lain yang hendak memotong jalan, sampai akhirnya pak Yuda berusaha menghindarinya dan akhirnya mobilnya menabrak pohon disimpang jalan" jelas polisi itu pada Adibah .
"Ya Allah" Ucap Adibah lirih yang semakin tak kuasa menahan tangisnya .
Dia menatap suaminya lewat kaca jendela karna masih ditangani oleh dokter dan belum diperbolehkan untuk masuk kedalam sana .
Diruang IGD Yuda masih belum sadarkan diri akibat benturan keras yang menimpanya, Adibah yang masih terisak diluar sana masih menunggu kabar yang akan diberikan oleh dokter terkait kondisi suaminya itu .
"Keluarga pak Yuda" Teriak dokter itu saat baru saja keluar dari ruangan IGD .
__ADS_1
"Saya istrinya pak" jawab Adibah cepat langsung menghampiri dokter itu .
"Kondisi pak Yuda kini masih belum sadarkan diri akibat benturan keras yang terjadi tadi, selain itu tidak ada luka serius lainnya, saya berharap beberapa jam kedepan beliau akan sadar" jelas dokter itu pada Adibah .
"Oiya pak, terimakasih" Jawab Adibah mencoba menenangkan diri .
"Baik bu sama-sama, saya permisi dulu" Ucap dokter itu pamit .
Setelah dokter itu pamit Rista pun datang bersama Pratama dan juga Bilal, Pratama yang sedari pagi bersama anaknya dikantor itu shock mendengar bahwa Yuda kecelakaan. Anaknya memang sempat izin padanya bahwa ia ingin menemui teman-temannya sebentar di Cafe tempat biasa mereka berkumpul .
Saat yuda dipindahkan keruang rawat, mereka baru bisa menjenguknya kedalam. Disana sudah ada Adibah dan anak-anaknya begitupun Rista dan juga suaminya, serta Purwanto dan juga Gio asistannya .
"Kamu tenang dulu yah nak, Yuda pasti baik-baik saja" Ucap Rista mengelus pundak Adibah yang masih terisak duduk didepan brangkar dimana Yuda berbaring tak sadarkan diri .
"Iya Nak, kamu harus banyak-banyak berdoa buat kesembuhan Yuda" Ucap Purwanto juga .
Sedangkan si kembar dan Bilal pun yang sudah mulai tenang, mereka juga habis menangis melihat kondisi ayahnya yang terbaring tak sadarkan diri .
Mereka sama-sama mendoakan untuk kesembuhan Yuda agar ia pun segera bangun dari tidurnya. Beberapa luka ditubuhnya sudah diperban begitupun juga bekas beling kaca mobil yang mengenai wajahnya .
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya Yuda sudah sadarkan diri, orang yang pertama ia lihat adalah Adibah istrinya .
"Adibah" Ucapnya lirih saat mencoba membuka mata .
"Iya Mas, Adibah disini" Jawab Adibah memegang kedua tangan suaminya .
Samar-samar Yuda melihatnya hingga jelas terpampang bahwa uang didepannya kini benar Istrinya Adibah .
"Sayang" Ucapnya lagi dan ingin mencoba bangun untuk duduk .
"Ee.eeh Mas jangan dulu, tubuh kamu belum seutuhnya pulih" Cegah Adibah dan membuat suaminya berbaring kembali .
"Aku gak apa-apa sayang" Jawabnya mencoba menenangkan istrinya .
"Apa? Kamu udah kayak gini, tapi masih bilang kamu gak apa-apa, hiiikksss" Ucap Adibah kembali terisak .
"Sayang udah dong, nanti cantiknya hilang" Ucap Yuda menggoda istrinya sambil tersenyum .
__ADS_1
Mereka yang ada didalam sana hanya diam dan tersenyum memperhatikan mereka berdua bercengkrama yang tidak ada habisnya. Ucap syukur kini yang mereka panjatkan karna Yuda tak mengalami luka serius apapun hanya saja wajahnya yang tergores karna kena beling kaca mobilnya yang pecah akibat benturan keras pada pohon yang ia tabrak .