Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab45 ~ Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Adibah dirumah sakit, siang nanti dia sudah boleh pulang karna kondisinya sudah semakin membaik dan dokter sudah membiarkannya pulang .


Adibah kini sedang menyusui anaknya secara bergantian. Bilal pun ikut menatap adik-adiknya dan duduk disamping ibunya.


"Atuhh anak ibu pada lapar yah?" Ucap adibah saat menyusui putrinya .


"Gantian sama adiknya yah sayang" Ucapnya lagi sambil memberi sang kakak pada ibu mertuanya .


"Sini sayang sama oma" Ucap rista sambil menggendongnya .


"Adik bilal lucu-lucu yah oma, bilal udah gak sabar main sama mereka dirumah" Ucap bilal juga .


"Iya sayang, adik bilal belum bisa diajak main sekarang. Nanti kalau adiknya udah bisa duduk baru main bareng kakak bilal yah" jelas rista .


Bilal pun mengangguk paham pada penjelasan omanya .


"Bilal sayang, selama ibu sakit gak rewel kan sama oma opa?" Tanya adibah pada bilal .


"Iya ibu, bilal selalu mendoakan kesembuhan Ibu kok. Iya kan oma?" Jawab bilal sambil menoleh pada omanya. Ia mengode agar omanya gak mengatakan pada adibah kalau ia suka nangis saat melihat ibunya terbaring tak sadarkan diri .


"Iya nak, bilal pintar banget kok. Nurut sama oma opa dan ayahnya" Ucap rista .


Bilal pun tersenyum mendengar jawaban dari omanya, dia mengambil nafas panjang merasa lega karna omanya gak mengatakan kenyataan pada ibunya .


"Pintar banget sih anak ibu, sini peluk ibu dulu. Rindu banget ibu sama bilal" Ucap adibah sambil memeluk bilal .


"Bilal juga lindu cama ibu" Ucapnya sambil mengeratkan kembali pelukannya.


Yuda dan pratama yang duduk disofa tersenyum menyaksikan haru keduanya .


Jam 13.00 siang yuda pun selesai melakukan administrasi dan mengemas barang-barangnya untuk dibawa kemobil. Rista membantu menggendong cucunya yang satu menuju kemobil sementara yang satunya lagi digendong oleh adibah. Bilal digendong opanya pratama karna yuda yang membawa semua barang menuju mobil .


Setelah sampai dirumah adibah langsung menuju kamar untuk membaringkan kedua putrinya diatas nakas. Dibantu oleh rista untuk menyiapkan segala keperluannya.


Mereka berdua pun pamit pulang karna hari sudah sore dan sebentar lagi akan menuju malam .


"Nak mama dan papa balik dulu" Ucap rista pamit begitupun pratama .


"Iya mah, terimakasih sudah membantu adibah menjaga bilal selama adibah dirumah sakit" Ucap adibah .


"Iya nak sama-sama, itu sudah menjadi tugas mama. Mereka juga adalah cucu-cucu oma" Jawab rista .

__ADS_1


"Iya mah" ucap adibah lagi .


Rista pun menciumi mereka secara bergantian begitupun pada bilal .


"Sayang, oma sama opa balik yah. Kamu harus bantu ibu jagain adik-adik!" Ucap rista pada bilal.


"Siap oma ehehe" Jawab bilal sambil berlaku hormat pada rista .


"Heheh emang cucu kebanggaan opa ini" Ucap pratama sambil mencubit hidung bilal .


"Aww, sakit opa hehe" Jawab bilal geli .


Mereka berduapun menaiki mobilnya dan mulai melaju meninggalkan halaman rumah yuda. Mereka sudah 3hari meninggalkan rumahnya karna sibuk mengurus bilal selama adibah berada dirumah sakit. Begitupun pratama dia antusias membantu yuda dan tidak masuk kantor juga. Sebagai CEO dia bisa saja tak masuk kantor berlama-lama karena ia mempunyai orang kepercayaan yang bisa menghandle pekerjaannya. Karna baginya keluarga adalah nomor satu .


Dikamar adibah yuda dan bilal sedang memperhatikan sikembar yang matanya masih melek dan belum tertidur. Dia kadang sesekali tersenyum dan mengeluarkan suara khas anak bayi dan bilal senang melihatnya .


"Ayah, ibu, adik bilal beyum ada namanya?" Ucap bilal sambil menatap orangtuanya bergantian .


"Oh Iya yah mas, kita belum kasih dia nama, yang artinya bagus mas!" Ucap adibah pada yuda .


"Iya sayang, gimana kalau Azma dan Asifah. Nama lengkapnya Azma Maiza dan Asifah Maira" Ucap yuda sambil menatap adibah dan juga bilal .


Mereka berduapun langsung mengangguk menyetujui usulan nama yang diberikan pada kedua putri kembarnya .


"Namanya bagus ayah" Ucap bilal setuju juga .


Mereka bertiga pun kembali menatap sikembar yang keduanya bersuara saat yuda menyebutkan namanya tadi. Seolah mereka juga setuju diberi nama itu .


"Mereka kayaknya suka mas sama nama yang kamu berikan, mereka berdua senyum-senyum sama kita" Ucap adibah .


"Iya sayang, si adik namanya asifah dan kakak namanya azma hehe. Kalian berdua setuju kan sama Ayah?" Tanya yuda pada kedua putri kembarnya .


"Ihh Ayah, adik mana bisa jawab Ayah heheh. Ada-ada aja Ayah ini" Ucap bilal protes .


Adibah pun tertawa melihat bilal dengan wajah protesnya yang begitu lucu dipandang. Dia kini tumbuh menjadi anak yang membahagiakan kedua orangtuanya. Selain jago lawak ia pun begitu aktif tak henti membuat kedua orangtuanya tertawa terbahak-bahak .


Tak lama setelah makan malam, bilal pun ikut tertidur bersama kedua adiknya. Yuda membantu memindahkan si kembar naik ketempat tidur khususnya. Karna jika mereka tidur berlima tidak akan muat tempat tidurnya. Belum lagu jika bilal menggunakan mode jarum jam saat sudah tertidur pulas bisa-bisa dia menendang kedua adiknya tanpa sengaja.


.


.

__ADS_1


.


Pagi hari tiba yuda mulai kembali bekerja karna dia sudah kelamaan mengambil libur untuk menemani adibah dirumah .


"Yakin sayang kamu gak kerepotan aku tinggal kekantor? Aku bisa ambil libur lagi loh buat bisa nemanin kamu urus mereka sayang" Ucap yuda saat telah selesai sarapan pagi .


"Iya mas aku bisa kok urus mereka, lagian juga ada bi Risma yang akan membantu kalau aku kewalahan, kamu tenang aja mas!" Jawab adibah .


"Yaudah kalau begitu mas berangkat yah, bilal ayah kekantor dulu, kamu temanin ibu jagain adik yah sayang jangan nyusahin ibu!" Ucap yuda sambil mengusap rambut anaknya .


"Siap ayah" Jawab bilal sambil mengangkat kedua jempolnya .


"Pintar anak ayah!" Ucap yuda lagi .


Adibah dan bilal pun tersenyum kemudian melangkah mengantar suaminya sampai keteras rumah .


"Dadah mas, hati-hati!" Ucap adibah sambil melambaikan tangannya .


Mobil yuda pun kini melaju meninggalkan halaman rumahnya. Adibah kembali masuk menemui bilal dan melangkah naik menuju kamarnya yang kini kedua anak mereka dijaga sementara oleh bi Risma .


*Ceklekkkk.."


"Gimana bi, mereka rewel yah?" Tanya adibah saat membuka pintu kamarnya .


"Gak kok non, mereka anteng gak rewel sama sekali. Tuh non dia begitu begitu aja dari tadi hehe" Jawab bi risma .


"Atuhh baiknya anak ibu gak nyusahin bi risma" Ucap adibah sambil menatap kedua putrinya. "Makasih yah bi udah bantu adibah menjaga mereka" Ucap terimakasih adibah pada bi risma .


"Iya Non sama-sama, bibi senang kok jagain mereka" Jawab bi risma sendu .


"Ehh kok bibi sedih, adibah ada salah ngomong yah?" Tanya adibah saat melihat raut wajah bi risma kini berubah sendu .


"Ehh, gak kok non. Bibi cuma terharu melihat mereka berdua mengingat bibi yang sampai sekarang belum diberi kepercayaan oleh Tuhan" jelas bi risma .


"Oh karna itu bi, maafkan adibah yah jadi membuat bi risma sedih. Insyaallah Tuhan akan memberi bibi diwaktu yang tepat kok, kalaupun tidak sama sekali bibi harus bersyukur karna masih diberi kesehatan sampai saat ini. Karna bibi juga kerja sama kami, bibi bisa kok anggap mereka sebagai anak bibi juga, adibah senang kok kalau ada yang bantu urus mereka bertiga" Ucap adibah menenangkan bi risma sambil mengelus pundaknya .


"Iya Non terimakasih banyak, non adibah dan juga den yuda sangat baik" Ucap bi risma lagi .


"Sama-sama bi" Ucap adibah tersenyum .


"Kalau begitu, bibi kebawah dulu non masih ada kerjaan yang belum selesai" pamit bi risma .

__ADS_1


Adibah pun mengangguk dan bi risma menunduk sambil melangkah keluar menutup pintu kamar majikannya .


Adibah bersyukur bi risma bekerja padanya begitu baik, dia bisa dalam segala hal jadi jika dia membutuhkannya untuk mengasuh anaknya dia tidak lagi khawatir. Mengingat bi risma yang begitu tulus dan sabar dalam menjaga bilal selama ini saat adibah sedang mengerjakan sesuatu .


__ADS_2