Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab11 ~ Sesal Tiada Arti


__ADS_3

"Pah beneran gak kasi mama kesempatan dulu? Mama janji pah akan berubah dan menyayangi adibah" Ucap minah memohon .


Purwanto hanya diam tak merespon ucapan minah "Pak Saleh, bi Arsih tolong bawa koper minah turun kesini" perintah purwanto .


"Pah kok bisa setega itu ke mama, papa aku menyesal, aku khilaf pah, tolong dengerin penjelasan mama dulu" mohon minah lagi .


Pak saleh pun datang membawa koper milik minah begitupun arsih yang mengekor dibelakangnya, dia juga kaget mengetahui kalau Purwanto sudah mengetahui semua perbuatan buruk majikannya itu, dia bersyukur karna kini adibah bisa tenang tanpa gangguan dan penyiksaan minah lagi .


"Bawa langsung ke mobil depan" Ucap purwanto kepada kedua asisten rumah tangganya .


Minah pun diseret masuk kedalam mobil oleh suaminya, kemudian berpesan kepada asisten rumah tangganya "Bi Arsih jangan bilang apa-apa dulu ke Adibah saat dia pulang nanti, nanti biar aku yang jelaskan, okee" Ucap purwanto lagi .


"Ba..aikk pak" jawab Arsih sambil menundukkan kepala .


Mobil purwanto pun melaju meninggalkan kediamannya menuju kerumah mertuanya .


Bi Arsih mengambil nafas pelan, kini dia bahagia karna mengetahui kejahatan minah sudah tercium tanpa dia memberitahu kepada majikannya purwanto, dia begitu kasian kepada adibah karna selama ini tak mampu berbuat apa-apa karna ancaman  dari minah jika membuka mulut kepada purwanto .


"Lega aku leh, bu minah tuh kejamnya bukan main, layaknya penyihir didunia nyata" Ucap minah pada saleh .


"Husttt, gak boleh ngomong gitu, kita cuma tau kerja disini" Jawab saleh tak mau ambil resiko .


"Ihh ngapain, emang bener kok, setelah kepergian bu minah kita bisa tenang karna tak dapat makian lagi, kasian Non dibah masih muda begitu sudah dapat perlakuan buruk" Ucap panjang Arsih .


"Iya sih, semoga saja pak purwanto gak termakan omongan bu minah lagi, angkuhnya gak ketulungan, aku aja kapok kalau dia ngomel terus" Jawab saleh .


"Yaudah aku kebelakang dulu, kamu ingat jangan bilang-bilang ke adibah apapun itu kalau dia nyariin bilang saja tantenya lagi arisan diluar" Ucap arsih mengingatkan .


"Oke bos hehe" Jawab saleh terkekeh, dia pun kembali melanjutkan  pekerjaannya  .


Dikediaman milik orangtua minah pun terjadi kehebohan karna purwanto mengungkap semua perlakuan minah yang tak senonoh dihadapan orangtuanya.


"Benar apa yang dikatakan purwanto? Hahhh Jawab ayahhh" Ucap Daniel dengan nada lantang kepada anak perempuannya itu .


"Minah kenapa kamu bisa punya hati sekejam itu? Kamu sadar adibah itu ponakan kamu juga, mama gak habis fikir kamu bisa setega itu" Ucap Winda pada putrinya .


Mereka tak percaya mengapa minah sampai berbuat sehina itu sampai menyiksa adibah, selama ini dia tak pernah mendapat kabar apapun tentang kehidupan rumah tangga anaknya dengan purwanto .


"Iya Ayah, minah menyesal ayahhh, minah memang salah, tapi aku janji akan memperbaiki semuanya" Jawab minah sambil menangis. "Pah tolong beri minah kesempatan satu kali lagi" mohon minah sambil menatap kearah suaminya .


"Ini gak mudah bagiku untuk menerima semua penghianatan yang sudah kamu lakukan kepadaku minah, semoga ini menjadi pembelajaran buat kamu kedepannya" jawab purwanto Maafkan aku ayah aku gagal membina rumah tangga bersama putrimu" Ucapnya lagi sambil menatap Daniel .


"Ini sudah menjadi takdir kalian, aku gak bisa berbuat apa-apa lagi, akupun gagal membentuk minah menjadi istri yang baik buat kamu" Jawab Daniel .

__ADS_1


"Hari ini aku Purwanto Garnasih menjatuhkan talak satu kepada kamu Aminah Wijaya!! kamu berhak melakukan apapun setelah ini aku akan mengurus semuanya kepengadilan agama" Ucap purwanto "Ayah, ibu, aku pamit" pamit purwanto pada Daniel dan Winda selaku  orangtuanya minah .


"Pahh,, papa tolong maafin akuu, hiksssss...hikssss" tangis minah kembali pecah melihat purwanto telah melangkah pergi meninggalkan minah dirumah orangtuanya.


"Sudahlah percuma kamu teriak-teriak seperti itu, semua murni kesalahan kamu  tak ada gunanya. Kamu menyesal pun sudah terlambat" Ucap Daniel pada minah .


"Iya betul kata ayah kamu, ini semua kamu yang mau kan? Purwanto selama ini menerima kamu apa adanya meski 8th pernikahan kalian belum dikaruniai anak dia tetap setia dan tidak membuangmu, seandainya dia adalah laki-laki tak bertanggung jawab tidak mungkin dia membawa kamu baik-baik pulang kerumah kita, sudah jelas dia akan membuangmu kejalanan jika dia mau" Ucap winda panjang lebar .


"Ibuu, minah sangat menyesal, ibu bantu minah buat bujuk mas Purwanto, aku menyesal buu hiksssss...hiksssss...!" Tangis minah pun pecah menyesali semua perbuatannya selama ini .


Daniel dan winda tak mampu berbuat apa-apa lagi karna ini murni kemauan anaknya sendiri, seandainya mungkin minah tidak berhianat mungkin Purwanto akan memberi kesempatan kedua tapi ini tentang kesetiaan dan itu purwanto pun tak mau menerimanya kembali .


Di kediaman purwanto terdengar oleh Arsih bahwa Adibah sudah kembali dari kampus, seperti biasa dia diantar jemput oleh kedua sahabatnya, dia melangkahkan kaki masuk kerumah dan mendapati rumah begitu sunyi tanpa ocehan dari tantenya .


"Bi Arsih orang-orang pada kemana sih? sunyi banget" Tanya adibah menghampiri arsih .


"II.. itu Non bu Minah lagi arisan, kalau pak purwanto sudah kembali kekantor habis makan siang tadi" Ucap arsih gugur.


"Ohh gitu, makasih bi, aku mau keatas dulu ganti baju" pamit adibah .


"Iya Non" Jawab arsih, dia sempat kecoplosan, untung dia cepat sadar. Untung saja aku cepat menyadari, biar adibah tau dari bapak saja, aku gak mau ikut-ikut' ucap arsih dalam hati sambil mengelus dadanya .


Adibah yang tampak bingung melihat ekspresi dari bu Arsih mulai heran seperti ada sesuatu yang dia ketahui tapi tak mau memberitahukan kepadanya 'Bi Arsih mah aneh, ditanya gugup gitu, aku jadi penasaran, tapi ya udahlah gak mau ambil pusing' ucap adibah dalam hati .


"Non lapar yah? Bibi udah masak itu dimeja" Sapa bi arsih .


"Hehe iyaa bi, tau aja adibah lapar, makasih yah bi, abis makan adibah bantu bibi yahh" Ucap adibah .


"Gak usah Non, bibi udah kerjain semuanya, jadi Non istirahat saja dikamar" tolak arsih .


"Ihh bibi kok gitu, nantii kalau tante minah datang marahin dibah gimana dong?" Ucap adibah lagi .


"Nanti bibi bilang sama ibu, kalau adibah yang kerjain semua" Ucap arsih menenangkan adibah .


"Bibi baik banget sihh, tapi ini adibah serius loh mau bantu bi arsih" Ucap adibah dengan nada sendu .


"Gak usah Non, makan dulu gih kasian tuh makanannya dianggurin non" pamit bi arsih agar dibah tak memaksa untuk membantunya lagi mengerjakan pekerjaan rumah karna kini dia telah bebas dari ancaman minah .


Adibah pun dengan lahap menyantap makanannya .


Baru saja dia beranjak berdiri, purwanto datang menyapanya .


"Adibah om perlu bicara sama kamu, kita keruang tengah yah" Sapa purwanto yang baru saja tiba .

__ADS_1


"Ehhh om tumben cepat balik kantor, mau bicara apa om?" Jawab adibah heran, dia melihat wajah pamannya yang begitu berantakan tak seperti biasanya .


"Kita bicara disana, mari nak" ajak purwanto lagi .


"Baik om" Ucap adibah sambil berjalan mengikuti langkah pamannya keruang tengah dengan keadaan TV yang menyala agar pembicaraan mereka tidak terlalu bising kemana-mana .


"Om mau ngomongin apa ke dibah?" Tanya adibah cepat .


"Begini, kamu jangan panik . Om sudah tau semua yang tante minah lakukan kekamu termasuk menyiksa kamu selama ini, om tau semuanya, kenapa kamu gak pernah cerita, om juga tau penyebabnya, bukan hanya itu diluar kepercayaan aku kepada tantemu itu ternyata dia juga berani menghianati om dibelakang, om tidak bisa menerima itu semua, om sudah membawa tante kamu kembali kerumah orangtuanya" jelas purwanto panjang lebar membuat adibah membungkam mulutnya sendiri tak percaya hal ini dengan cepat tercium oleh pamannya .


'Aduh kok bisa paman tau semuanya, padahal aku gak pernah cerita apapun, aduhhh' gumamnya dalam hati .


"Kamu gak perlu khawatir lagi, dirumah ini sudah ada asisten rumah tangga yang lengkap, jadi kamu gak perlu kerjakan pekerjaan rumah, tugas kamu cuma belajar dan kuliah itu saja" Ucap purwanto lagi .


"II...iyaa om, tapi siapa yang beritahu ini semua ke om? Adibah sayang sama tante minah makanya adibah gak mau om tau semuanya" Jawab adibah .


"Percuma nak kamu sayang sama orang sudah menyiksa kamu dan memperlakukan kamu seketika itu, paman tidak mau kehilangan kamu lagi, cukup Riana dan opa omah kamu, kalian lebih berharga dibanding apapun" Ucap purwanto yang kini sudah meneteskan air mata .


"Adibah sayang sama om, maafin adibah" peluk adibah pada pamannya .


"Gak apa-apa nak, om sudah berjanji pada almarhum orangtuamu untuk menjaga kamu layaknya anak paman sendiri" Jawab purwanto .


Adibah pun melepas pelukannya kemudian mengusap air matanya dan tersenyum menatap pamannya "Makasih om" Ucap adibah lagi .


"Oh Iya yang kasi tau ke paman itu yuda, tadi siang dia menemui om untuk memperlihatkan semua bukti-bukti yang sudah dia kumpulkan, dia juga sedih karna kamu ternyata menjauhinya hanya karna tante minah mengancam akan membawanya kedalam masalah kamu" Ucap purwanto menjelaskan awal terbongkarnya kebusukan istrinya .


"Iya om hehe, adibah sengaja ngejauhin kak yuda karna aku gak mau menambah masalah baru" Jawab adibah singkat .


"Yasudah semua sudah jelas nak, aku akan menggugat cerai tante kamu dengan cepat dipengadilan, habis ini kamu hubungi yuda berterimakasih padanya dan perbaiki kembali hubungan kalian, om percaya yuda adalah laki-laki yang baik buat kamu nak" Ucap purwanto mengakhiri percakapan diantara mereka .


"Baik om, adibah permisi kekamar dulu" pamit adibah .


Purwanto hanya mengangguk merespon ucapan adibah yang mulai melangkah meninggalkan dia sendirian diruang TV .


.


.


.


.


#Terimakasih yang masih betah mampir buat baca update an terbaru dari novel Syurga Untuk Adibah .

__ADS_1


#Gomawo !!!


__ADS_2