Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab20 ~ Kamu Harus Mati Ditanganku


__ADS_3

"Sayanggggggggg" Teriak yuda yang baru saja tiba di rumah .


Bi Arsih pun berlari menemui yuda "Non dibah ada di kamar den, dia mengurung diri" jelas bi arsih .


"Ohh, terimakasih bi" Ucap yuda sambil berlari keatas menemui istrinya .


Seketika pintu kamar adibah pun terbuka, kini dia duduk di sudut kamar dekat jendela dan menekuk diri sambil menangis .


"Heyy sayangg, i'ts okey?" Tanya yuda yang menghampiri istrinya .


"Aku takut mas" Jawabnya lirih .


"Apa yang kamu takutkan sayang, Mas ada disini" Jawab yuda sembari memeluk istrinya .


"Aku gak tau apa maksud orang yang ngirim paket itu mas" tangis adibah .


"Iyaa sayang, kamu tenang yah. Mas akan cari tau siapa pengirimnya" Ucap yuda menenangkan .


"Iya mas"


Mereka berdua pun saling berpelukan, yuda tak ingin membuat istrinya trauma karna kejadian itu. Adibah terlalu polos untuk menanggapi hal itu yang dia jelas tak tau apa motif orang itu .


Diapun buru-buru mengirimkan bukti pengiriman paket itu kepada gio untuk segera mencari siapa dalang dari semuanya .


"Aku tunggu kabarmu secepatnya" Isi chat yuda kepada gio .


[Baik pak] balas gio .


Adibah pun akhirnya tertidur diperlukan suaminya, yuda pun membaringkannya ditempat tidur .


Dia tak pernah melihat istrinya seperti saat dia melihatnya pertama kali tadi. Adibah sangat ketakutan dan menangis sejadi-jadinya .


'Aku tidak akan mengampuni orang itu' ucap yuda sendirian.


Dia sudah berjanji kepada purwanto dan juga orangtua adibah untuk menjaganya dan itu harus dia tepati .


Adibah adalah sumber dari kebahagiaannya selama ini, dia tak ingin istrinya menjadi trauma hanya karna kejadian yang menerornya terus menerus.


Terlepas dari minah dia sudah tenang karna mampu membuatnya kapok dan berhenti mengganggu istrinya. Kini muncul lagi masalah baru yang belum dia ketahui siapa dibalik semua ini .


Jam 05.00 sore purwanto pun sudah kembali dari kantornya. Dia bergegas mencari tau bagaimana keadaan adibah sekarang .


Dia melihat yuda duduk sendiri dibalkon atas samping kamarnya .


"Yud, adibah dimana?" Tanya purwanto .


"Ada om dikamar, udah tidur dari tadi. Om mau bicara?" Jawab yuda .


"Gak usah nak, biar dia tidur dulu" Jawabnya. "Terus gimana perkembangannya?" Tanya purwanto lagi .


"Belum dapat informasi om, tunggu gio nanti hubungin yuda pasti akan ketahuan malam ini juga" jawab yuda .


"Iya, semoga saja"


*


*


*


Di sisi lain minah yang tertawa kegirangan karna berhasil membuat adibah menerima paket darinya. Dia merasa menang dalam permainan ini. Dia belum tau kalau orang suruhan yuda akan mencari tau siapa yang tega meneror istrinya .


'Hahahhaha adibah... adibahh... kamu memang wanita lemah. Aku harus menghancurkanmu, ahhahahahahhahah' diapun tertawa terus menerus di dalam kamarnya tanpa sepengetahuan orangtuanya.


Minah begitu licik berbanding terbalik dengan kedua orangtuanya yang begitu baik dan mempunyai tutur kata yang lembut .

__ADS_1


Entah apa yang merasuki dirinya hingga tega berbuat kejam kepada adibah. Dari segi harta ayahnya pun memiliki harta yang tak akan habis hingga tujuh turunan tapi itu belum membuatnya puas dan sadar karna ingin memiliki purwanto seutuhnya.


*


*


*


'Hmmm rupanya dalang dari semuanya masih bersangkutan dengan kamu, aku gak sabar melihat reaksi pak yuda pas tau kalau semua ini ulah perbuatan mantan istri paman adibah sendiri, rupanya ini masih dendam lama' tawa menyeringai hadir dibibir gio saat mengetahui siapa penyebab masalah itu.


Segera dia mengirim beberapa bukti kepada yuda .


Yuda yang saat ini masih duduk dibalkon bersama purwanto pun telah menerima pesan dari Gio .


Buru-buru dia membuka isi pesan tersebut .


Seketika yuda menatap kaget kepada purwanto dan memperlihatkan bukti-bukti itu kepadanya .


"Minahhh? Apa lagi sangkut pasti dia terhadap keluargaku. Shittttt_" Ucap purwanto marah dan menggertakkan rahangnya.


"Yuda rasa ini masih dendam lama om" Jawab yuda .


"Iya nak, om harus menemuinya kesana" Ucap purwanto sambil berlalu meninggalkan yuda menuju garasi mobil .


Dia tak akan tinggal diam melihat adibah begitu trauma karna ulah dari perbuatannya. Terlebih dia sudah tidak punya sangkutan apapun lagi dengannya.


'Kamu akan mendekam dipenjara minah, karna ulahmu sendiri' ucap purwanto sembari melajukan mobilnyaa menuju kediaman orangtua minah .


Tak butuh waktu lama dia pun tiba disana. Malam hari saat mereka bertiga melakukan makan malam bersama purwanto pun datang mengetuk pintu .


Tokk...tokkk....tokkkkkk!


"Siapa mah malam-malam begini?" Ucap ayah minah .


Ceklekkk...!


Dengan tatapan marah, diapun kaget melihat kedatangan mantan menantunya itu .


"Ehh pur, ayo masuk. Tumben kamu datang kemari" ajaknya.


"Aku ada perlu sama minah bu, minah ada?" Ucapnya tenang butuh waktu untuk memberitahu ini pada orangtua mereka.


"Ada di dalam, kebetulan kami lagi makan malam. Kamu sekalian ikut kami makan" jawabnya lagi .


"Gak bu, saya udah makan tadi dirumah. Aku tunggu disini saja" Jawabnya sambil duduk diruang tamu .


"Oke, ibu tinggal yah" pamitnya lagi .


Sampai dimeja makan suaminya pun bertanya.


"Siapa mah?" Tanya Daniel pada istrinya .


"Itu ada purwanto nyariin kamu min diluar" Jawab winda sambil menoleh pada minah yang asik makan sendiri .


"Hahhh bener mah? Dia nyariin aku? Kenapa gak disuruh makan dulu mah?" Tanya minah kegirangan. Dia belum tau kalau purwanto datang dengan sejuta kemarahan yang menggejolak dikepalanya .


"Iya mah kok gak disuruh masuk" Ucap Daniel juga .


"Udah pah, tapi katanya dia sudah makan dan menunggu diruang tamu" Jawab winda lagi .


"Yaudah aku susul kedepan dulu mah" Ucap minah sambil mengakhiri makannya.


Orangtuanya hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makanannya. Dia juga berfikir mungkin Purwanto ingin cerita hal serius pada anaknya dan butuh ruang untuk bicara berdua saja .


"Mas tumben kamu datang" Sapa minah kemudian mengambil duduk disamping purwanto.

__ADS_1


"Aku mau lurusin sesuatu ke kamu" Jawabnya .


"Apa itu mas?" Tanya minah penasaran .


Dia pun menyodorkan hpnya memperlihatkan isi kotak paket yang dia kirimkan tadi bersama bukti-bukti yang gio dapatkan .


Minah reflek terkaget karna semua rencananya tercium cepat oleh purwanto, usahanya ingin membuat adibah menderita kini gagal karna telah ketahuan .


"Ka..kamuu tau dapat ini dari mana mas?" Ucapnya terbata-bata .


"Kamu gak perlu tau, itu tidak penting. Aku cuma mau tanya apa tujuan kamu menyakiti adibahh? Hahhhhhh?" Teriak purwanto lantang membuat minah ketakutan hingga orangtua pun sontak kaget mendengarnya .


"Aku gak terima mas, kamu lebih peduli kepadanya dibanding akuuu! Dan karna dia kamu meninggalkan aku jugaaaa!" Jawab minah lantang tak mau kalah .


"Dia anak adik aku satu-satunya, dan kamu tau dia lebih penting daripada kamu yang mempunyai hati sebusuk itu. Kamu tau aku menceraikan kamu karna kesalahan kamu sendiri kamu main gila dibelakangku dengan banyak lelaki diclub malammmm!! Puas kamuuuu" geram purwanto melihat minah yang begitu keras .


"Aku akan bawa ini semua sampai kejalur hukum dan kamu tak akan bisa lolos" Ucap purwanto lagi .


"Ada apa ini nak? Kenapa jadi seperti ini" Tanya Daniel keheranan mendengar purwanto akan memenjarakan putrinya .


Purwanto pun kembali menjelaskan detail masalah yang minah buat untuk adibah hingga membuat dia ingin membawa kasusnya kejalur hukum .


"Apa gak bisa dibicarakan baik-baik nak?" Mohon Daniel .


"Maaf pah, kejadian ini sudah berulang. Aku takut kedepannya malah akan lebih parah. Aku tidak mau mengambil resiko" Ucap purwanto .


Minah hanya mampu menangis mendengar tutur kata yang keluar dari mulut purwanto. Dia tidak menyesal melakukan ini semua, dia masih berusaha keras untuk membuat adibah menderita bahkan mungkin dia sudi untuk membunuhnya dan segera menyusul kedua orangtuanya .


Setelah semua selesai, purwanto kini berbalik arah kembali kerumahnya .


*


*


*


Keesokan harinya polisi pun datang menjemput minah ke kediaman Daniel dan winda .


"Selamat siang pak, bu. Saya mendapat perintah penangkapan terhadap saudara Aminah atas kasus penyiksaan dan teror kepada saudari Adibah" Ucap polisi tersebut .


Sontak minah pun kaget karna purwanto benar-benar melakukan semua itu padanya .


"Saya tidak merasa melakukan itu pak" Ucap minah membela diri saat polisi sudah memborgol kedua tangannya .


Winda pun tak kuasa menahan tangisnya, Daniel hanya diam karna tak mampu lagi melerai putrinya. Minah begitu keras kepala dan tak mau mendengar semua kata-kata Daniel .


Sesampainya di kantor polisi, minah melihat disana sudah ada mantan suaminya purwanto, yuda, adibah dan juga gio yang menatap kearahnya .


Dengan tatapan marah dia menatap lurus kearah adibah, dia sangat membenci anak itu seolah dia ingin membunuhnya saat itu juga .


"Selamat menjalani hari-hari terburuk mu dijeruji besi" Sapa yuda .


"Awas kau adibah. Tunggu pembalasankuuuu!!! Kamu haru mati ditangannkuu hahahhahahahahhahaha"  Ucapnya tertawa sambil memberontak ingin lepas dari polisi yang membawanya .


"Emang gila tuh orang, gak ada kapok-kapoknya" tutur gio sambil menggelengkan kepala .


Purwanto pun heran melihat minah begitu liar, padahal sebelumnya dia tak pernah mempunyai sifat seperti itu .


Adibah yang ketakutan kini memeluk suaminya erat dan menyembunyikan wajahnya disana .


"Tenang sayang, dia tidak akan mengganggumu lagi" bisikan yuda .


Adibah hanya terdiam ketakutan, bagaimana jika suatu saat dia bebas dan datang kembali untuk membunuhnya? Bagaimana jika dia masih punya celah untuk tetap mengganggu kehidupannya?


Sungguh adibah begitu trauma melihat minah mengancam akan membunuhnya .

__ADS_1


__ADS_2