
Sore hari dihalaman depan rumah Adibah menyiram beberapa bunga kesayangannya, terlihat Bilal yang antusias berlari-lari dihalaman rumah sendirian .
"Hati-hati nak nanti jatuh" ucap adibah mengingatkan anaknya .
"Iya ibu, Bilal hati-hati kok" jawab Bilal .
Adibah pun tersenyum mendengar jawaban putranya dan kembali melanjutkan aktivitasnya .
Selang beberapa menit Yuda pun telah kembali dan memasuki garasi untuk memarkirkan mobilnya .
"Ibu, ayah datanggggg!" Teriak Bilal .
"Iya sayang" ucap adibah tersenyum .
Setelah Yuda turun dari mobil dia pun langsung menghampiri putranya yang sudah menunggunya sejak tadi .
"Eh anak ayah ngapain disini?" Tanya Yuda .
"Lagi main ayah, sambil lari-larian. Bilal suka hehe" ucap Bilal sambil menjelaskan apa yang telah ia lakukan pada ayahnya .
"Ohh gitu yah, tapi ini udah sore banget loh nak. Kamu belum mandi kan?" Tanya Yuda lagi .
"Iya ayah, Bilal belum mandi" Jawa Bilal .
"Ayo sayang, udah yah mainnya" panggil adibah pada Bilal .
Setelah berjam-jam bermain didepan sana tubuh Bilal kini telah penuh dengan keringat, Adibah pun segera memanggilnya dan untuk mengeringkan keringatnya kemudian memandikan putranya .
"Ayo mandi dulu sayang, baru main lagi sama ayah" panggil adibah saat sudah cukup istirahat .
"Bilal mandi dulu yah ayahh" pamit Bilal pada ayahnya saat akan memasuki kamar mandi .
"Iya boy, ayah disini menunggu kamu" ucap Yuda sambil melemparkan senyum pada putranya .
Mereka berduapun masuk ke kamar mandi sementara Yuda melepaskan pakaiannya menunggu giliran mandi ketika Bilal sudah selesai .
Jam makan malam mereka bertiga kini sudah berada dimeja makan, menikmati makan malam bersama. Seperti biasa Bilal selalu lengkap dengan ocehannya saat makan sedang berlangsung dia membuat kedua orangtuanya tak henti tertawa karna lawaknya. Anak itu mengikuti jejak ibunya sepertinya .
Seperti biasa saat selesai makan malam, Yuda dan adibah menemani anaknya untuk menonton film kartun kesayangannya sampai selesai. Ditengah asiknya mereka menonton dan mengobrol adibah menginginkan sesuatu.
__ADS_1
"Mas!" Ucap adibah
"Iya sayang, ada apa?" Tanya Yuda sambil menoleh ke istrinya .
"Adibah pengen makan sesuatu" ucap adibah .
"Apa sayang?kamu mau kita keluar makan atau mas belikan saja?" Tanya Yuda lagi .
"Adibah mau makan martabak mas hehe" ucap adibah terkekeh .
"Oh itu, oke mas pergi beli dulu kalau gitu" .
"Makasih mas" ucap Adibah lagi .
"Sama-sama sayang" jawab Yuda sambil mencium kening istrinya kemudian pamit juga pada Bilal .
"Bilal, ayah pergi dulu yah. Kamu temanin ibu disini" ucap Yuda pada Bilal .
"Baik ayah" ucap Bilal .
Yuda pun juga mencium kening anaknya kemudian melangkah keluar menuju mobilnya.
Adibah senang karna Bilal gak susah dalam menerima ajaran darinya, dia mewarisi kepintaran ayahnya dan juga opanya .
Bilal pun menjadi cucu yang sangat dirindukan oleh opa omanya, Karna dia yang begitu aktif dan periang juga sopan pada yang lebih tua .
Tengah malam setelah adibah mencicipi martabak pesanannya yang dibeli Yuda tadi, mereka bertiga pun kini sudah berada dikamar bersiap-siap untuk tidur .
Bilal yang kini sudah berbaring ditengah-tengah orangtuanya menatap mereka bergantian dan mengajaknya bercanda sebelum tidur .
Saat ketika Adibah asik menceritakan dongeng kesukaannya, dia menoleh pada anaknya yang ternyata kini sudah tertidur lelap, Adibah pun tersenyum menatap wajah teduh anak lelakinya itu yang sudah mulai tumbuh besar secepat itu .
"Dia udah tidur sayang" ucap Yuda .
"Iya mas, Adibah tuh masih ngak nyangka dia udah segede ini. Perasaan baru kemarin Adibah ngelahirin dia kedunia" ucap Aibah sendu menatap wajah putranya .
"Iya sayang, dia tumbuh menjadi anak yang baik dan sopan" ucap Yuda juga .
"Iya mas" ucap adibah .
__ADS_1
Tak lama mereka bercengkrama akhirnya pun mereka saling tertidur dalam lelap .
________________
Di tengah hamparan hijaunya rerumputan dipemakaman, adibah berjalan bersama seorang anak laki-laki yang usianya sudah 3 tahunan menuju kesalah satu makam dengan nisan yang bertuliskan Yuda Pratama. Yah itu makam Yuda suaminya, yang telah meninggal 1tahun yang lalu akibat kecelakaan yang dialaminya, miris kini hidup yang adibah impikan tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Dia menangis tersedu-sedu karna mengunjungi kembali makam suaminya disaat setahun telah berlalu, mimpi dan kebahagiaan yang Yuda janjikan kini telah habis tak bersisa semuanya musnah tak ada yang mampu menopangnya hingga kedepan sana .
Air matanya terus luruh menghadapi kenyataan bahwa dirinya kini sudah menjadi seorang Ibu tanpa suami, dan yang membuat dia sangat sedih karna Bilal kini tak mempunyai sosok ayah lagi yang mampu membuat hari-harinya bahagia .
Hidupnya terasa begitu hancur, mengingat semua yang bahtera rumah tangga yang ia jalani kini telah usai ditengah jalan, dia masih mengingat saat Yuda berjanji akan menemani dirinya selamannya namun kini dia telah mengingkarinya .
Sungguh sakit hati Adibah saat ini, ia menangis pun tak mampu membuat suaminya kembali padanya saat ini, ia melangkah terus hingga kini berlutut didepan makan suaminya bersama dengan genggaman tangan anaknnya .
"Mas, kamu jahat sama aku. Kamu berjanji akan menjaga dan menemani kita selamanya, tapi nyatanya apa? Kamu pergi lebih dulu meninggalkan kita, hiiiksssss.....hikkkkssssss" ucap Adibah sambil menangis tersedu-sedu .
"Masss, liat anak kita Bilal yang masih membutuhkan sosok ayah. Kamu udah janji akan mengantar jemputnya saat sudah sekolah nanti, kamu ingat itu kan mas?" Ucap Adibah lagi .
"Ibuu, jangan sedihh! Bilal ada disini buat Ibu" ucap Bilal sambil menatap sendu wajah ibunya yang kini telah luruh oleh airmata .
"Iya Nak, terimakasih" Jawab Adibah sambil mengelus puncak kepala anaknya .
Setelah beberapa menit terdiam mendengar ocehan dari anaknya, air mata Adibah kembali luruh tak tertahankan .
"Mass, kamu jahattt ninggalin kitaa. Adibah benciii kamu Mas! Hikkkkssss! Hikkkkssssss!" Tangis Adibah semakin pecah .
"Sayang bangun, kamu kenapa sayang? Bangun!" Ucap Yuda panik melihat Adibah teriak sambil menangis. Namun Adibah tak kunjung bangun juga .
"Sayang bangun!! Adibahh" ucap Yuda lagi sambil menepuk pelan wajah adibah .
Adibah pun terbangun dan mulai mengatur nafasnya .
"Astaghfirullah ya Allah, astaghfirullah" ucapnya .
"Kamu kenapa sayang? Teriak sampai nangis-nangis begitu. Kamu mimpi buruk ya?" Tanya Yuda pada Adibah .
"Iya Mas, mimpi Adibah sangat buruk. Adibah takut" Ucap Adibah sambil memeluk Yuda erat .
"Emang kamu mimpi apa sayang?" Tanya Yuda.
Adibah sesaat terdiam, dia tidak tau harus mengatakan ini pada Yuda dengan cara apa, baginya ini sangat buruk bahkan lebih dari itu. Setelah terbangun dia pun bersyukur karna ini hanyalah mimpi yang membuatnya merasa ketakutan sementara. Dia tidak ingin ini terjadi di kehidupannya meskipun itu hanya mimpi rasanya Adibah tidak sanggup menerimannya, hidupnya kini sudah bahagia membangun keluarga kecilnya selama ini .
__ADS_1