Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab37 ~ Welcome Baby Boy


__ADS_3

Di kediaman Pratama, mereka sedang berkumpul diruang tengah sambil menonton tv .


"Kamu rencana lahiran dimana sayang?" Tanya Rista pada adibah .


"Belum tau mah" ucap adibah .


"Di RS bunda tempat kamu kemarin USG saja sayang, disana bagus juga kok menurut mama" usul Rista .


"Aku terserah mama saja mana yang baik, aku ikut mah" ucap adibah lagi .


"Iya sayang, besok kita konsultasi kesana lagi" ucap Rista .


"Iya mah" jawab adibah .


Mereka pun berbincang sambil nonton tv, karna ini hari libur makanya Yuda dan papanya kini juga ada dirumah menemani mereka seharian tanpa keluar rumah .


Jam 19.00 malam mereka kini berkumpul kembali dimeja makan untuk makan malam bersama menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh bi Hasna sejak tadi. Adibah yang sudah memasuki Minggu HPL kelahirannya mulai merasakan kontraksi pada bagian perut dan pinggangnya .


"Aduhhhh, awwwwwww..." Rintih adibah .


"Kenapa sayang?perut kamu kram lagi?" Tanya yuda khawatir .


"Lebih sakit mas dari kram, awwwwww..." Ucap Adibah lagi sambil memegangi bawah perutnnya .


"Jangan-jangan sudah kontraksi yud, ayo kita segera bawa ke rumah sakit!" Ucap Rista khawatir melihat Adibah merintih kesakitan .


"Iya mah, ayooo cepat yudd'" ucap Pratama jugaa .


"Pakkkk siapkan mobil segeraaaa...!" Teriak Pratama pada supir pribadinya .


"Ayo sayang, mas bantu jalan ke mobil" ucap Rista sambil membopong Adibah. "Yud kamu siapin perlengkapannyaa mama duluan ke RS nanti kamu nyusul sama papa kamu" ucap Rista lagii .


"Iya mah" jawab Yuda sambil berlari menuju ke kamarnya .


"Bi kamu tolong bantu Yuda siapkan pakaian adibah dan baby nyaa takutnya dia nggak ngerti!" Ucap Rista pada bi hasna .


"Baik Bu" jawab bi Hasna sambil menundukkan kepalanya dan melangkah menyusul Yuda kekamarnya .


Sesampainya diatas benar Yuda kebingungan perlengkapan apa yang akan dia siapkan untuk dibawah kerumah sakit .


"Permisi den, ibu menyuruh saya membantu packing perlengkapan non adibah" ucap bi Hasna .


"Ohh. I..iyaa bi, aku juga sebenarnya bingung harus siapkan apa karna lupa tanya mama dulu. Silahkan bi semuanya ada disana" jawab Yuda sambil menggaruk kepalanya karna bingung .


"Iya den, maaf permisi" Hasna pun mulai memilah perlengkapan yang perlu dibawa dan tidak kemudian memasukkannya kedalam tas dan memberikan pada Yuda .


"Makasih bi, aku nyusul ibu kerumah sakit dulu" pamit Yuda pada bi Hasna .


"Iya den, hati-hati. Semoga non adibah lancar lahirannya dan diberi keselamatan dua-duanya, Aaminnn" ucap bi Hasna .


"Aaminnn, makasih bi"


Yuda pun bergegas menyalakan mesin mobilnya, kini dia akan menyusul Adibah dan mamanya kerumah sakit bersama papanya Pratama .


"Ohh iya pah, tolong kabarin paman Purwanto kalau Adibah udah mau lahiran" ucap Yuda pada papanya .

__ADS_1


"Oke, papa telfon dulu" jawab Pratama .


Pratama pun segera menghubungi Purwanto dan tanpa lama telfonnya pun tersambung .


[Haloo tam, ada apa?] Ucap Purwanto diseberang sana .


"Ohh ini adibah udah mau lahiran, aku mau kabarin kamu" Jawab Pratama .


[Ohh iya,iyaaa aku segera kesana. Kirimin lokasi rumah sakitnya yah lewat pesan] ucap Purwanto lagi .


"Oke Pur" kemudian telepon mereka pun terputus dan Yuda kini sudah memasuki pelataran rumah sakit untuk memarkirkan mobilnya .


"Tolong sus dibantu, menantu saya mau lahiran" ucap rista pada suster tersebut saat tiba di rumah sakit .


"Mari Bu saya bantu naik berbaring dibrangkar" ucap suster tersebut .


"Saya periksa pembukaannya dulu yah Bu?"ucap dokter tersebut sambil tersenyum .


Adibah yang sudah sangat merasa kesakitan pun hanya merespon mengangguk mendengar ucapan dokter itu .


"Ini sudah masuk pembukaan 6 yah, sisa menunguu sebentar lagi, apa perlengkapannya sudah siap?" Tanya dokter itu lagi .


"Iya dok, sementara diantar kemari" Jawab Rista .


"Baik bu, ibu harus banyak ngerak yah dan mulai jalan-jalan pelan dulu sambil menunggu pembukaannya lengkap, saya permisi keluar dulu" pamit dokter tersebut .


"Baik dok, terimakasih" ucap Rista lagi .


Rista pun membantu adibah bangun dari tidurnya dan menuntunnya untuk berjalan sesuai permintaan dokter agar rasa sakitnya sedikit memudar meski itu tidak merubah karna setiap detik ia rasa akan semakin sakit menyerang pinggulnya. Dia tak henti menitihkan air matanya karna menahan begitu perihnya saat ingin melahirkan buah hatinya kedunia ini, diapun jadi mengingat akan perjuangan ibunya dulu padanya. Apalagi saat ini disaat sedang ingin melahirkan ia membutuhkan sosok seorang ibu untuk membantu nyaa agar kuat melewati semua ini .


Dia tau support terbaik pasti datang dari ibunya, apalagi ini mempertaruhkan nyawa melahirkan.


"Giamana mah, apa kata dokter?" Tanya Yuda yang baru saja datang .


"Baru masuk pembukaan 6, tinggal nunggu beberapa jam lagi sampai pembukaan lengkap" jawab rista .


Yuda pun langsung menghampiri istrinya dia sangat sedih melihat adibah merintih kesakitan karna akan melahirkan buah hati mereka .


"Kamu harus kuat sayang, kamu pasti bisa bawa dia kedunia ini" ucap Yuda sambil mencium kening istrinya .


"Papa doakan kamu berdua selamat dan sehat walafiat" doa Pratama pada Adibah .


"Iya pah, makasih" ucap adibah .


"Yaudah mama sama papa menunggu diluar yah, kamu temanin istri kamu disini. Istighfar yang banyak nak insyaallah tuhan akan mempermudah semuanya, mama yakin kamu kuat" ucap Rista sambil mengelus rambut adibah guna menenangkan haru yang dibendungnya .


"Iya mah makasih sudah menjaga Adibah dengan baik selama ini, mama ada sosok ibu yang telah pergi meninggalkan adibah" Jawa adibah sambil menitihkan air mata haru .


"Iya sayang" ucap Rista lagi sambil melangkah keluar ruangan bersama suaminya.


Tak lama mereka duduk dikursi tunggu Purwanto pun datang menghampiri mereka berdua .


"Gimana keadaan adibah? Dia sudah melahirkan?" Tanyanya .


"Belum pur, dokter baru saja masuk karna ketubannya sudah pecah. Mungkin sebentar lagi" jawab rista .

__ADS_1


"Kita doakan saja yang terbaik untuk menantu dan cucu kita" ucap Pratama juga .


Purwanto pun mengangguk dan diikuti pula oleh anggukan Rista dan mereka pun khusyuk dalam mendoakan keselamatan adibah dan cucunya .


"Ooooeeeekkkk....oooeekkkkkk" suara tangisan bayi saat baru saja lahir .


"Alhamdulillah, selamat yah pak, Bu, bayinyaa lahir sempurna dan jenis kelaminnya laki-laki" ucap dokter itu sambil tersenyum bahagia .


"Terimakasih dok" ucap mereka berdua .


Dokter pun memberi bayi itu pada suster agar segera dibersihkan dan diberi ASI pertama pada ibunyaa .


"Terimakasih sayang, mas sangat bersyukur" ucap Yuda sambil mencium kening adibah .


"Iya mas sama-sama" Jawab adibah .


Diluar ruangan mereka bertiga tak kalah bahagia mendengar suara tangisan bayi yang itu berarti adalah cucunya yang sudah lahir kedunia dengan selamat .


"Alhamdulillah cucu kita udah lahir" ucap Rista sambil menoleh pada suaminya dan Purwanto .


"Iya mah, Alhamdulillah" ucap Pratama juga .


"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih kau telah mendengar doa-doaku" ucap Purwanto juga .


Didalam ruangan yuda mengazani bayinyaa dengan menggendongnnya. Dokter pun pamit keluar bersamaan dengan suster yang mendampinginya karna telah usai dengan tugasnya .


"Baik pak, Bu saya permisi duku. Silahkan diberi asi pertama dulu buat bayinya, mariii!" Pamit dokter itu .


"Baik dok, terimakasih banyak" jawab Yuda .


Adibah hanya tersenyum, dia masih merasa sangat lemas pasca melahirkan dan tidak mempunyai cukup banyak tenaga, namun dia begitu bahagia saat melihat buah hatinya kini hadir kedunia menambah kebahagiaan di keluarga kecil mereka .


Selang beberapa menit dokter keluar akhirnya mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan karna tak sabar melihat cucunya sedari tadi .


*Ceklekkkk.."


"Aduh cucu oma mana, sini Oma gendong dulu!" ucap Rista saat baru saja datang .


"Ini mah baru saja adibah sudah kasih asi" jawab adibah sambil memberi bayinya pada Rista .


"Perasaan kamu gimana nak? Udah mendingan?" Tanya Purwanto .


"Lumayan paman" jawab adibah .


"Kami istirahat dan tidur dulu saja, biar mama yang jagain cucu mama yang lucu ini" ucap Rista .


"Iya mah, terimakasih" ucap adibah tersenyum sambil membaringkan dirinya .


"Matanya mirip Yuda ya mah, kalau wajahnya masih mirip ke ibunya" ucap Pratama .


"Iya pah" jawab Rista sambil tersenyum memandangi wajah cucunya .


Purwanto pun tersenyum bahagia melihat kehadiran cucu pertamanya didunia meski bukan dari anak kandungnya sendiri .


Haru bahagia hadir ditengah-tengah mereka kini karna kehadiran bayi adibah dan Yuda diantara mereka membuat suasana mereka jadi berwarna dan riuh .

__ADS_1


Hari-hari rista membantu adibah untuk mengurus bayinya dan membantunya untuk mengganti popok dan pakaiannya. Yuda pun tak henti membantu adibah saat bayinya rewel dan begadang saat tengah malam .


Dia kasihan pada istrinya karna kekurangan tidur mengurus bayinya saat siang, jadi saat bayinya bangun ditengah malam untuk bermain-main ia yang mengambil alih menjaganya dan menyuruh adibah tertidur lebih dulu .


__ADS_2