
"Halo Pah, Papa jemput Bilal disekolahnya?" Tanya Yuda cepat saat panggilannya tersambung .
[Ngak Yud, emang kenapa?] Tanya Pratama balik .
"Loh beneran Pah? Terus siapa dong yang jemput bilal tadi" Ucap Yuda mulai panik .
[Maksud kamu apa yud? Jelaskan sama papa] Tanya pratama lagi .
"Bilal ada jemput pah sebelum aku datang, yuda juga gak tau siapa makanya aku telfon papa karna yuda kira papa yang jemput bilal" jelas yuda .
"Kok bisa yud bilal dijemput sama orang yang gak dikenal, oke. Tunggu papa disana, papa nyusul kamu" Ucap pratama .
"Iya pah"
* * *
Di Base camp mereka berdua mengikat kedua tangan bilal yang sedang tidak sadarkan diri akibat obat bius yang diberikan tadi saat ia memberontak dimobil. Tri yang tersenyum puas karna mereka bertiga berhasil membawa anak itu sesuai rencana yang ia inginkan. Ia segera memberi kabar kepada minah bahwa ia sudah berhasil membawa bilal ke Base campnya .
[Ya, kenapa tri?] Jawab minah diseberang sana .
"Dia sudah ada bersamaku dibase camp, sesuai dengan keinginan kamu" Ucap tri .
[Oke, aku segera kesana!"] Jawab minah lagi .
Minah pun tersenyum mendapatkan kabar baik itu dari tri, memang ia tak bisa diragukan lagi menurutnya .
*Ceklek.." pintu terbuka saat itu juga minah telah muncul diambang pintu .
"Dimana dia?" Tanyanya pada dua orang penjaga dipintu masuk .
"Didalam, mari saya antar" Jawab pemuda itu.
"Terimakasih" ucap minah kemudian mengikuti langkah pemuda itu masuk kesalahan satu ruangan .
Saat tiba disana ia melihat anak kecil yang duduk dikursi dengan tangan diikat dan tak sadarkan diri. Dia berjalan menghampiri tri dan juga tiga orang yang telah menculik bilal tadi .
__ADS_1
"Kerjaan kalian bagus, ini upah kalian" Ucap minah sambil menyodorkan amplop coklat yang berisikan uang pada mereka .
"Terimakasih bu" Ucap mereka bersamaan .
"Tapi aman kan tri? Saya gak mau loh sampai mereka menemukan jejak bahwa kita yang terlibat dalam penculikan anaknya" Tanya minah memastikan .
"Aku jamin 100%, kamu tenang saja!" Kata tri mengacungkan jempol pada minah .
"Oke tinggalkan kami berdua, saya mau bangunin dia sebentar" Ucap minah lagi .
"Baik, kami permisi dulu" Ucap mereka kemudian keluar mengikuti tri dan menutup pintu ruangan itu .
Minah menatap lekat wajah bilal, ia begitu mirip dengan wajah ibunya namun matanya mengikuti ayahnya, senyum jahat kini kembali muncul diwajah minah mengingat adibah yang begitu sangat ia benci. Kini ia pun telan berhasil menculik bilal dan memisahkannya dari kedua orangtuanya, ia sudah membayangkan betapa hancurnya adibah saat tau anaknya telah hilang dan tak ada kabar sama sekali .
"Bangun nak" Tepuk minah pelan pada wajah bilal .
Bilal pun membuka mata, dengan samar ia memandangi wajah wanita yang didepannya. Orang yang sama sekali belum pernah ia temui, dalam hatinya bertanya-tanya sambil melirik kekiri-kanan dan menyadari bahwa kini kedua tangannya telah terikat lebelakang oleh tali. Seketika ia memberontak ingin melepaskan ikatan itu .
"Kenapa nak? Kamu mau melepaskan ikatan tali itu?" Kata minah sambil tersenyum menatap bilal .
"Tante siapa?" Tanyanya .
Minah pun tersenyum mendengar pertanyaan dari bilal, ia sudah tak sabar mendengar pertanyaan itu dari cucu mantan suaminya .
"Kamu gak kenal sama tante?" Ucap minah kembali melontarkan pertanyaan .
"Gakkkk! Kenapa bilal ada disini? Tante tolong lepaskan ikatan ditangan bilal" Kata bilal memohon .
"Sabar yahh, jangan buru-buru dong. Tante itu rindu sekali sama kamu" Ucap minah lagi sambil mengelus rambut bilal .
Bilal pun melakukan penolakan pada saat minah mengelus rambutnya, matanya kini mulai berkaca-kaca karna tahu kini ia sedang diculik dan dipisahkan dari ibunya .
"Tante jahat, mengurung bilal disini. Bilal mau pulang, pasti ayah sudah khawatir sama bilal, hiiikkksssss" tangis bilal pun pecah .
"Huuss.huusss.huussss, gak seperti itu sayang. Tante baik kok, yang jahat itu ibu kamu sayang hahahaha"
__ADS_1
"Om tadi juga bohong sama bilal, katanya dia rekan kerja ayah. Tau-taunya dia mau culik bilal, hiiikkkks.hiikksssss"
"Jangan nangis sayang, kamu mau makan apa? Tante beli',in yah" bujuk minah saat tangis bilal semakin pecah .
"Aku gak mau makan, aku mau pulang. Hiikksssss" Ucap bilal lagi .
Minah pun mulai bingung melihat bilal yang semakin kencang menangis, ia tak mau bilal sampai sakit karna tau ia diculik dan tak akan bertemu orangtuanya lagi. Minah memang menculiknya tapi ia tak ingin sampai membuat bilal larut dalam tangisnya. Akhirnya ia memutuskan untuk membujuknya sampai bilal merasa sudah mendingan dan melupakan apa yang sudah ia katakan tadi padanya. Tri kembali memberi obat bius padanya agar ia tertidur kembali sembari minah pulang kerumahnya untuk memikirkan kembali rencana apa yang akan ia lakukan selanjutnya .
* * *
Saat pratama tiba disekolah bilal ia meminta pihak sekolah untuk mengecek seluruh cctv yang ada disekolah ini untuk segera menemukan siapa yang menjemput bilal tadi. Namun dia tak mendapat bukti apapun yang mengarah kesana karna tri sudah membereskan terlebih dahulu sebelum itu terjadi .
Mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah dan memberi tahu hal ini pada adibah, ia sudah membayangkanbahwa pasti adibah akan shock mendengar kabar ini. Akan tetapi yuda juga tak bisa menyembunyikan hal sebesar ini pada istrinya apalagi ini menyangkut anaknya .
"Adibahh" panggil yuda saat memasuki rumahnya .
Adibah pun yang mendengarnya dari ruang tengah menghampiri suaminya .
"Iya mas, bilal mana?" Jawabnya sambil mencari keberadaan bilal yang biasanya lebih dulu masuk menemuinya dibanding yuda .
"Emm, iyaa. Itu mas mau bilang kalau bilal kayaknya diculik" Ucap yuda terbata-bata karna tak mampu mengatakan ini pada istrinya .
Pratama yang kini tepat dibelakang yuda hanya mampu terdiam mendapati ekspresi adibah yang tak percaya .
"Maksud mas? Pah? Apa yang dikatakan mas yuda benar?" Tanya adibah memastikan kemudian menoleh pada pratama juga .
"Iya nak benar, kami sudah memeriksa semua cctv yg ada disana namun tidak ada jejak orang yang menjemputnya tadi disekolahan" jelas pratama mencoba menjelaskan .
"Ya Allah,hiiikkkksss" Kata adibah kemudian terjatuh dengan lemas tak percaya dengan ucapan yuda dan juga ayah mertuanya .
Seketika dunia adibah runtuh dan luluh lantah mendengar kabar anaknya telah diculik orang dan mereka pun tak mendapat jejak sama sekali orang yang menculiknya. Kehadiran bilal dihidupnya mampu mewarnai hari-harinya, didalam keluarga kecilnya ia bersyukur karna bilal sudah mampu menjadi kakak yang baik untuk adik-adiknya. Dia tak dapat membayangkan jika hari-harinya tanpa bilal lagi .
"Mas, apa yang akan kita lakukan? Tolong cari bilal mas, aku gak mau dia sampai kenapa-napa" Ucap adibah sambil menepuk lengan suaminya .
Yuda terkulai lemas tak berdaya, ia juga kini berfikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan anaknya kembali sedang ia tak tahu dimana keberadaannya saat ini .
__ADS_1