
Tiga hari sudah Adibah belum juga sadarkan diri, beberapa kantong darah pun sudah berhasil di tranfusi ketubuhnya, sisa satu kantong lagi. Yuda berharap setelah darah itu habis adibah sudah terbangun dan membuka mata. Sesekali yuda menjenguk kedua putrinya dikamar bayi untuk memberikannya susu bergantian dengan mamanya rista yang seringkali datang juga bersama suaminya dan juga bilal.
Bilal merasa kesepian dirumahnya saat ibunya masih terbaring tak sadarkan diri dirumah sakit. Dia tak henti menangis dan berdoa agar ibunya segera diberi kesembuhan supaya ia segera bermain lagi seperti sedia kala .
"Oma, kacian dede bayi ngak bica minum cucu Ibu" Sahut Bilal sambil menatap kedua adiknya bersamaan .
"Iya sayang, kita doain ibu cepat sembuh yah. Supaya bisa main sama bilal lagi dan kedua dede bayi" Ucap Rista mencoba menenangkan Bilal .
"Oma, Bilal celalu beldo'a kok supaya tuhan segera cembuhkan ibu" Ungkap Bilal menceritakan pada omanya .
"Ohya? Pintar banget sih cucu oma yang satu ini. Emang bilal bilang apa sama tuhan? Coba, oma mau dengar doanya!" Tanya Rista pada Bilal .
"Tuhan, tolong cembuhkan ibuku! aku cangat melindukannya, kacian adik bilal gak bica minum cucu ibu. Tuhan kabulkan pelmintaanku, aamiin. Begitu oma" Jawab Bilal sambil menadahkan kedua tangannya seolah berdoa dan memejamkan mata .
"Amiiinn, Oma bangga sama Bilal. Pasti Ibu senang kalau liat Bilal pintar begitu hehe" Seru Rista bangga dan sedikit terkekeh .
"Omaaaaa, liat dede bayi senyum!" Ucapnya sambil tersenyum melihat salah satu adiknya tersenyum padanya .
"Iya yahh, lucu banget sih cucu-cucu oma" Jawab rista .
Mereka berdua pun menemani si kembar hingga tertidur pulas. Rista dan bilal kini telah kembali ke kamar rawat adibah, disana sudah ada yuda dan pratama yang menjaganya. Bilal antusias memeluk ayahnya seolah tau kini ayahnya di rundung sedih karna ibunya sampai saat ini belum sadarkan diri .
Setelah mereka bertiga asik bercerita, dokter memasuki ruangan ditemani oleh suster. Dia memeriksa perkembangan adibah sampai hari ini. Melihat sudah beberapa kantong darah berhasil habis .
"Gimana dok? Kapan istri saya sadar?" Tanya yuda saat dokter telah selesai memeriksanya .
"Mudah-mudahan setelah habis darah terakhir dia sudah sadar, jangan lupa berdoa terus pak. Saya permisi dulu" Jawab dokter itu sambil berlalu meninggalkan ruangan .
Yuda berdoa semoga saja apa yang dikatakan dokter itu benar dan terjadi. Ia sudah tidak sabar memberitahu istrinya bagaimana tingkah gemes putri kembarnya itu .
"Kamh belum makan yud, kamu pergi dulu sana!. Adibahh biar mama yang jagain ada papa kamu juga" Ucap rista
"Tapi yuda gak nafsu makan mah" Jawab yuda .
"Kamu harus makan, kalau kamu sakit siapa yang jagain istri kamu? Kamu gak maukan liat adibah sedih saat bangun dan liat kamu kurus begini" Ucap rista lagi .
"Baik mah, yuda ke kantin dulu" Jawab yuda kemudian melangkah keluar ruangan .
Rista menatap adibah, ia kini sedang duduk dikursi samping brangkar sambil memangku bilal cucunya sedangkan pratama duduk disofa. Mereka tak henti mendoakan adibah agar segera pulih dari tidurnya .
Sudah tiga hari adibah tak sadarkan diri, untung kedua bayi kembarnya tidak begitu rewel mencari sosoknya .
Dalam waktu beberapa jam mereka menunggu transfusi darahnya kini sudah habis, suster menggantinya kembali dengan cairan infus atas permintaan dokter. Dokter itu kembali memeriksa kondisi adibah dan memperkirakan akan bangun selama enam jam kedepan .
"Gimana dok perkembangan anak saya?" Tanya rista pada dokter tersebut .
"Kini transfusi darahnya sudah cukup, insyaallah enam jam kedepan beliau akan sadar" Jawab dokter itu .
"Syukurlah, terimakasih dok" Ucap rista lagi .
"Baik bu sama-sama, saya permisi dulu!" Pamit dokter tersebut diikuti oleh suster pendampingnya .
__ADS_1
Yuda kini bergantian duduk disamping brangkar sambil memangku anaknya .
"Ibu bangunnnnn, bilal lindu hiikksssss...hiksssss.." tangis bilal pecah menatap ibunya yang tak kunjung sadar .
"Sabar sayang, ibu akan bangun sebentar lagi. Kita doakan saja yah kesembuhan Ibu" Ucap yuda menenangkan putranya .
"Iya nak kamu harus banyak berdoa supaya Ibu kamu cepat sembuh yah!" Ucap pratama juga menenangkan bilal .
"Iya opa, bilal celalu mendoakan Ibu. Hiikksssss" Jawab bilal sambil sesegukan.
"Ayo nak ikut opa, kita ke kantin jajan snack! Bilal mau?" Ajak pratama agar bilal sedikit tenang dan tidak menangis lagi .
"Iya opa, bilal mau!" Jawabnya sambil turun dari pangkuan ayahnya dan berlari menemui opanya .
Senyuman yuda kembali merekah melihat bilal yang sudah mereda tangisnya, dia sedih melihat anaknya ikut merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Dia tau ini tak mudah untuk istrinya berjuang sejauh ini demi kebahagiaan keluarga kecilnya .
Beberapa rekan kerja yuda juga datang untuk menjenguk adibah karna mendengar beberapa hari ini yuda tidak masuk kantor akibat instrinya harus dirawat dirumah sakit pasca melahirkan bayi kembarnya .
Ayu, rima, Bima dan juga sandi datang menjenguk sahabatnya, dia begitu shock saat dengar adibah harus dirawat dirumah sakit pasca melahirkan apalagi saat tau dia kekurangan begitu banyak darah .
Purwanto juga datang setelah jam istirahat kantor, dia membawa beberapa cemilan untuk bilal, makanan dan juga buah-buahan untuk mereka makan karna tau pasti mereka lapar karna tak sempat untuk membeli apalagi ada bilal yang mereka jaga sekaligus .
*Ceklekkk..,pintu terbuka".
"Bilal, opa datang!" Sapa purwanto saat masuk kedalam ruangan .
"Opaaaaaaaaaaaaaa" Teriak bilal berlari menemui purwanto diambang pintu .
"Duhh cucu kesayangan opa, kok matanya sembab?" Tanya purwanto .
"Emm, nanti pasti ibu bangun kok! Bilal jangan sedih lagi yah, ini opa bawain cemilan banyak buat bilal" Ucap purwanto sambil memperlihatkan isi kantongan yang ia bawa .
"Wahhh, telimakasih opa" Jawab bilal penuh kegirangan, kini senyumnya mulai terbit disana membuat mereka semua seketika tersenyum juga melihatnya .
Purwanto menaruh bawaannya diatas meja dan duduk disofa sambil memangku bilal .
"Terimakasih paman, repot-repot segala" Ucap yuda pada purwanto
"Gak masalah, itu hanya makanan kok. Jangan lupa dimakan! Kamu juga harus jaga kesehatan! Apa kamu mau saat istri kamu bangun dan melihat kamu yang berantakan begini? Gak kan?" Jelas purwanto yang melihat penampilan yuda begitu kusut akibat stresss dan merasa bersalah mikirin istrinya yang tak kunjung sadar .
"Iya paman, terimakasih. Yuda akan jaga kesehatan demi adibah dan anak-anak" ucapnya lagi .
"Gimana perkembangannya? Apa kata dokter?" Tanya purwanto .
"Kata dokter tadi pagi, adibah akan bangun dalam waktu enam jam. Kita doakan saja semoga itu benar terjadi" Jawab rista yang diikuti anggukan pratama menyetujui apa yang dikatakan istrinya .
Yuda kini pamit pulang untuk mandi sebentar kemudian kembali lagu kerumah sakit. Mereka berempat masih setia menemani adibah. Yuda sengaja memindahkan adibah keruangan vip yang cukup luas agar keluarganya bisa nyaman dan dapat menampung cukup banyak orang tanpa ada batasan dari dokter .
Setelah beberapa menit yuda kembali dan mereka berempat kini berbincang-bincang ringan, bilal yang sibuk menonton kartun ditab miliknya sejak tadi.
Dan tiba-tiba..!
__ADS_1
Tangan adibah mulai bergerak, mereka berempat belum sadar karna kini mereka sedang duduk dibawah dengan alas tikar berbulu yang berada pas didepan brangkar rawat adibah.
Adibah mulai membuka matanya yang masih begitu remang-remang mencari keberadaan suaminya yang tak kunjung ia temui .
"Mas!" Ucapnya pelan .
Seketika mereka berempat menoleh karna mendengar suara adibah, begitupun bilal tak kalah kaget mendapati suara ibunya yang kini telah sadar dan mencari keberadaan ayahnya .
"Yud adibah" ucap rista sambil menepuk lengan yuda .
"Iya mah" Jawab yuda kemudian bangkit dari duduknya dan berlari menemui adibah .
"Sayang, kamu sudah bangun?" Tanya yuda sambil memegang pipi istrinya .
Adibah pun mengangguk merespon ucapan suaminya kemudian ia meneteskan air mata .
"Kok kamu nangis sayang? Mana yang sakit? Aku panggil dokter dulu!" Ucap yuda khawatir sambil memencet tombol panggilan .
"Gak kok mas, gak ada yang sakit. Bilal mana?" Tanya adibah .
"Itu, lagi nonton kartun!" Tunjuk yuda kearah sofa dimana bilal duduk dan menatap kearah mereka dengan ekspresi sendu yang sebentar lagi akan menangis.
"Huaaaaaaaaaaaaa" tak cukup waktu lama tangis bilal pun kembali pecah sambil berjalan menemui ibunya .
Adibah yang melihat putranya yang kini sedang menangis, ia merentangkan kedua tangannya menyambut hangat peluk putranya. Rasanya ia begitu rindu setelah berhari-hari tertidur .
"Udah dong sayang nangisnya, ibu juga sedih kalau liat bilal sedih" Ucap adibah .
Seketika bilal menghapus air matanya dan tersenyum menatap ibunya. Adibah pun mengangguk karna anaknya begitu faham apa yang ia katakan .
Dokter pun datang dan memeriksa tekanan darah adibah yang kini sudah normal dan mulai membaik .
"Jangan lupa obatnya diminum yah bu" Ucap dokter .
"Baik dok, terimakasih" Jawab adibah .
Seketika dokter keluar ia mempertanyakan keberadaan bayinya yang kini tengah berada diruangan bayi. Yuda pun menjelaskan kepada istrinya tentang kondisi bayi mereka saat adibah tak sadarkan diri. Beberapa menit kemudian suster pun datang membawa kedua bayi mereka masuk dan menyimpannya disamping brangkar adibah .
"Silahkan bu bayinya diberi asi, jika kondisi ibu sudah memungkinkan" Ucap salah satu suster itu .
"Baik sus" Ucap adibah.
Suster itu kemudian pamit meninggalkan ruangan. Rista membantu adibah untuk membawa salahsatu cucunya dan memberinya pada adibah untuk diberi asi secara bergantian. Bilal pun merekahkan senyumnya melihat kedua adiknya kini menyusu pada ibunya .
.
.
.
#Haloo! Terimakasih yang masih tetap setia baca kelanjutan dari kisah adibah .
__ADS_1
#Semoga tetap diberi kesehatan .
#Gomawo!