
Beberapa hari ini adibah hanya berdiam diri tak banyak bicara. Setelah kejadian itu mampu membuat mentalnya terganggu dan ketakutan.
Yuda pun tak tau harus berbuat apalagi, dia begitu terkenal ceria dan bawel dirumah pamannya. Namun mengurungkan diri tak mau banyak bicara dan hanya merespon seandanya .
Purwanto pun sedih melihat keadaan adibah yang mengaharukan, dia merasa bersalah karna gagal menjaganya .
Dia pun sudah dibawa kesana kemari untuk terapi ke dokter psikolog, agar dia bisa kembali seperti dulu lagi .
"Om apa aku ajak adibah honeymoon ke jeju saja? Disana dia bisa menghilangkan fikiran yang membuncah dikepalanya" Ucap yuda saat duduk dibalkon bersama purwanto .
"Iya nak, coba kamu bujuk dia dulu. Sekalian kalian bulan madu kesana" Jawab purwanto setuju .
"Iya om, yuda akan bicara padanya dulu" Ucap yuda lagi .
Purwanto pun mengangguk dan mereka menghabiskan waktu berbincang bersama hingga kopi mereka habis tak bersisa .
Yuda pun kembali kekamarnya, dia melihat adibah berbaring sambil memainkan ponselnya .
"Kamu udah tidur sayang? Sapa yuda .
"Belum mas, ini lagi liat dangelan disosmed" Jawabnya sambil duduk memunggungi bantal .
"Mas mau bicara boleh?" Ucap yuda lagi .
"Mas mau ngomong apa?" Tanya adibah .
"Mas mau kita bulan madu ke jeju, kamu mau kesana?" Jawab yuda .
Adibah terdiam sebentar kemudian merespon yuda dengan anggukan .
"Kekorea Selatan mas?"
"Iya sayang, kamu mau yah?"
"Iya mas adibah mau kesana" Jawabnya sambil memeluk erat suaminya .
Korea selatan adalah tempat yang begitu adibah impi-impikan sejak lama. Dulu dia pernah mengajak ayah ibunya untuk liburan kesana, tapi karna kesibukannya membuat dia tak pernah punya kesempatan untuk kesana. Dia hanya berharap kelak dia akan mengunjungi tempat itu entah dengan siapapun. Dan kini yuda pun mengajaknya untuk kesana dan itu adalah momen yang dia tunggu-tunggu selama ini, Jeju island, jeju loveland beserta bunga daisy yang membuat negara itu menjadi indah dan jadi tempat terfavorit semua orang .
"Mas akan mengurus paspor dan ticket untuk kita berdua kesana secepatnya, kamu udah gak sabar kan? Hehe" Ucap yuda senang karna melihat adibah mulai tertawa .
Adibah pun manggut-manggut "Iyaa Mas adibah sudah sangat lama ingin kesana" Jawabnya .
"Mas akan membawamu kesana sayang" Ucap yuda lagi sembari mencium kening istrinya. "Ayuk kita tidur" ajak yuda .
Mereka berduapun berbaring dan saling berhadapan, yuda melihat begitu teduh mata adibah dengan lentik bulu mata yang begitu cantik saat dipandang.
Adibah pun tersenyum menatap wajah suaminya, mengusap wajahnya .
"Aku bahagia mas ada disisi kamu, terimakasih" ucap adibah .
"Iya sayang, Mas juga senang jika kamu bahagia ada sisi mas" jawab yuda .
"Mas jangan pernah tinggalin adibah" ucap adibah lagi .
"Mas akan selalu disini menjaga kamu"
"Janji mas?"
__ADS_1
"I',m promise my wife" Jawab yuda .
Adibah pun tersenyum bahagia memeluk erat suaminya .
Kini mereka pun saling menatap dan terdiam saling memandang. Mereka terhanyut hingga saling mengecup bibir satu sama lain, hingga berubah menjadi ******* yang sangat liar.
Dan tiba-tiba yuda pun menghentikannya.
"Adibah?" Ucap yuda tiba-tiba .
"Ya mas?" Jawab adibah .
"Kamu sempurna"
"Kenapa ini? Kenapa mas tiba-tiba ngomong seperti itu?"
"Karena kamu memang begitu sayang"
Adibah menghela nafasnya dengan gugup. Dia masih tidak percaya sampai saat ini bahwa dia ada dibawah dada yuda. Dia tidak percaya ini adalah suaminya .
"Mas gak akan ninggalin adibah kan?" Ucap adibah .
"Mas? Ninggalin kamu? Kenapa mas harus melakukan itu?" Tanya yuda .
"Karena bagiku, ini masih gak nyata mas" ucap adibah lagi .
Yuda pun tersenyum semakin lebar. Dan itu membuat adibah tak henti menatapnya mempesona .
Dia pun mengecup pipi yuda kiri dan kanan secara bergantian .
Adibah memejamkan matanya saat mendarat bibirnya pada yuda yang menyambutnya dengan suka rela. Membiarkan dibah mengabsen bibirnya saat dia menarik tengkuknya semakin dalam .
"Sayang kamu gak pakai bra?" Ucap yuda .
"Iya mas" Jawabnya .
Itu karna yuda melihatnya tercetak dengan jelas .
"Hmm....sayangg"
Yuda telah menyentuh leher adibah dengan bibirnya. Memberi gigitan kecil pada bahunya yang terbuka. Menyelinap masuk dari bawah dress dan melepas underwear dari tempatnya. Adibah telah dilucuti dalam waktu sekejap .
"Auhhh sayang, pelan-pelan!"
Bukan tanpa sebab, yuda merasakan perih bercampur geli di pangkal lehernya dan pasti akan terlihat kebiruan disana esoknya .
Tapi adibah hanya menunjukkan senyumnya yang semakin membuat yuda ingin melahap bibirnya yang semakin merah setiap kali ia tersenyum .
Apalagi saat dia menurunkan celana yang dipakainya dan membuat yuda tertidur dengan nyaman dibawahnya .
"Sayang, kamu mau nakal malam ini?" Ucap yuda menggoda .
Tidak ada jawaban .
"S.sayangg"
"Hmm"
__ADS_1
Yuda ganti yang tidak bisa berkutik .
"Adibah, Jawab Mas?"
"Iya"
"Apanya yang Iya?"
"Menurut mas apa?"
"Jadi nakal?"
"Iyaa" Jawab adibah cepat .
"Wahh" respon yuda .
Adibah tak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Tindakan kecil yuda seperti menggigit bahu dan menyentuh titik-titik sensitifnya tadi telah membuat gairah bercinta adibah bangun lebih cepat .
Tapi dia ragu, nafasnya naik turun saat yuda menunggunya .
"Sayang kok diam? Ayolah... Mas menunggumu loh!" Tanya yuda .
Adibah terdiam .
"Mau diajarin" Tanya yuda lagi .
Adibah tidak siap karena yuda mengangkat pinggangnya. Membuat mereka mengerang dengan sebuah rasa nikmat .
Dia menenangkan dirinya sejenak .
Merasakan titik sensitif wanitanya yang hanya dipenuhi oleh yuda. Jika biasanya yuda yang melakukannya dengan penuh nikmat. Kali ini akan sebaliknya .
"Ohh sayang. Nikmat sekalii"
Dia telah kembali mengambil alih kontrol sepanjang malam dan membuatnya menerima kedudukan istrinya dominan. Dia sangat senang saat yuda juga senang dengan layanan ranjang madu yang dia berikan .
Sampai adibah pun menerima hak kepuasan batin yang ia dapatkan setelah pergumulan yang panjang. Yuda mendekapnya dalam pelukan membuatnya nyaman tidur di dadanya sekarang .
"Sayang"
"Iya mas"
"Karena kamu sudah diatas, sekarang gantian yah?"
Mata adibah membulat lebat dibuatnya .
"Mas juga mau diatas?"
Adibah dalam mode panik karena tenaganya belum juga kembali. Tapi yuda sudah membuka selimut yang sebelumnya mereka gunakan untuk menutupi tubuh mereka yang tanpa sehelai benang .
Yuda seperti memiliki tenaga simpanan dibawah bahu kekarnya. Lihat saja bagaimana dia membuat adibah tidak bisa berhenti mengerang sepanjang malam .
Ronde kedua pun dimulai .
*
*
__ADS_1
*
Hingga pagi menjelang adibah membuka matanya, matahari belum meninggi diluar sana. Pendingin ruangan juga belum dimatikan dan memberikan sensasi sejuk yang membawa gigil dan terpaksa membuatnya harus bersembunyi dibawah selimut yang membungkus seluruh tubuhnya hingga yang terlihat hanya kepalanya .