
Di sela aktivitas Adibah dikampus, dia mulai sibuk mempersiapkan acara pernikahannya yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi .
Dia masih tak menyangka bahwa akan menikah secepat ini, tapi mengingat yuda yang begitu tulus mencintainya Dia mengurungkan niat untuk berfikir negatif tentang pernikahannya .
Yuda sebagai CEO diperusahaan milik Ayahnya kini hanya menerima beres untuk persiapan pernikahan mereka karna dia akan menghandle semua klien penting mulai sekarang sebelum hari H mereka .
Dia tak ingin hari pentingnya diganggu, meski dia memiliki asisten tapi dia juga tetap berusaha keras menjalankan tugasnya dan memperlihatkan kerja kerasnya kepada kedua orangtuanya .
Sore ini dia ada janji bersama adibah untuk fitting baju pengantin mereka ke salah satu butik ternama dikota ini . Iya butik milik tante Yuda sendiri yang bernama Claudia . Dia adalah salah satu fashion desaigner ternama dikota ini hingga mempunyai beberapa butik diindonesia .
"Sore tante Claudia" Sapa Yuda yang baru saja datang .
"Sore sayang, ayo masuk sini" Ajak Claudia sambil melengkungkan senyum menatap Adibah .
"Tuh baju kamu, baru aja semalam selesai dipayet" Tunjuk Claudia pada gaun yang sudah terpampang rapi di patung maneqin .
"Wahhh, cantik banget tante" speaclesh Adibah menatap gaun itu . Gaun putih yang dibuta khusus untuknya sesuai permintaan yuda tempo hari .
"Kami suka sayang?" Tanya Yuda pada kekasihnya .
Adibah pun manggut-manggut "Apa aku pantas memakainya?" Tanya Adibah lagi sambil menatap yuda dan claudia bergantian .
"Tentu sayang, cobalah !! Pasti kau akan terlihat sangat cantik" Jawab Claudia .
"Iya sayang, kamu fitting aja dulu" Jawab yuda .
Adibah pun beranjak dari duduknya dan masuk keruang fitting, salah satu karyawan disana membantu adibah untuk memakai gaun tersebut .
Adibah menutup mulut dengan kedua tangannya "Wahh ini indah sekali, aku tak percaya jika ini sangat pas denganku" Ucap Adibah .
Kemudian dia keluar room fitting untuk menunjukkan kepada Yuda dan Claudia, Yuda pun menoleh takjub melihat Adibah yang begitu cantik menggunakan dress itu . Claudia memang hebat karna mampu menciptakan dress impian buat pernikahan ponakannya .
"Kamu terlihat lebih cantik sayang" Ucap Yuda menatap lekat kearah kekasihnya .
"Pas ! Apa tante bilang kamu gak ada celahnyaa, pasti akan lebih cantik lagi pas resepsi nanti" Ucap Claudia sambil mengacungkan jempolnya .
"Makasih tante, gaun ini sangat indah" Ucap Adibah lagi .
"Iya sayang, semoga kalian berdua bahagia" Jawab Claudia .
"Aminn, makasih loh tante hehe" Ucap Yuda lagi sambil memeluk tantenya .
Adibah pun kembali ke room fiiting untuk melepas gunanya, kemudian mereka pamit untuk pulang .
"Kami balik dulu yah tan" pamit Yuda dan Adibah hanya tersenyum disamping Yuda.
__ADS_1
"Iya, kalian hati-hati calon manten" Jawab Claudia sambil melambaikan tangannya kepada mereka .
Mobil Yuda pun melaju meninggalkan butik milik claudia .
Yuda berhenti disebuah restoran untuk makan terlebih dahulu .
"Yuk kita makan dulu" ajak Yuda sambil membuka pintu mobil untuk kekasihnya.
"Makasih Mas" Jawab adibah .
Iya itulah panggilan Adibah saat ini kepada yuda, mengingat umur mereka yang terpaut jauh .
Adibah merasa sopan saja jika memanggil yuda dengan sebutan itu, apalagi kini dia berstatus sebagai calon istrinya .
"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Yuda lagi setiba mereka dimeja tersebut .
"Terserah Mas saja, Adibah ikut" Jawab Adibah .
"Oke sayang"
Yuda pun memesan beberapa menu spesial direstoran itu karna dia ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk makan malam bersama calon instrinya adibah .
Sambil makan mereka mengobrol bersama mengenai persiapan pernikahan mereka kedepannya .
"Gimana? Baju bridesmaid yang kamu pesan udah jadi?" Tanya yuda .
"Emang belum jadi sayang?" Tanya yuda lagi .
"Iya belum, tapi kemarin pas aku telfon dia janji kalau hari ini semua udah kelar sih, nanti dibah coba telfon lagi" Jawab adibah .
"Kalau di kampus kamu cuti mulai kapan?" Tanya yuda lagi .
"Besok hari terakhir aku masuk sih mas, soalnya sisa hitung hari" Jawab adibah .
"Iya sayang, kamu perlu istirahat buat resepsi nanti, jangan sampai kamu malah kecapean dan sakit" Ucap yuda khawatir .
"Iyaa mass, adibah janji akan jaga kesehatan terus" Jawab adibah sambil tertawa .
"Ketawa ihh, mas serius ini loh" Ucap yuda lagi .
"Iya mas, adibah juga serius"
"Yaudah kamu fokus makan, terus aku antar kamu pulang"
"Iya mas"
__ADS_1
Selesai makan mereka berdua berjalan menuju parkiran dan naik kemobil . Setelah menempuh jarak 10 menit dari resto akhirnya mereka berdua pun tiba di kediaman purwanto .
"Gak mau mampir dulu mas?" Ajak adibah.
"Gak sayang, Mas ada perlu dengan Gio sebentar" Ucap yuda .
"Ohh oke mas, hati-hati yah" Ucap adibah.
"Iya sayang, salam sama om purwanto" pamit yuda .
"Oke Mas, babayy" Ucap adibah sambil melambaikan tangannya .
Setelah di rasa jauh, mobil yuda sampai tak terlihat lagi . Adibah pun masuk kedalam rumah dan menaiki tangga menuju kamarnya .
Hari ini dia begitu lelah dan sekaligus bahagia karna mengetahui gaun yang di desain untuknya begitu indah dan mewah.
Sepintas dia mengingat soal seragam bridesmaid untuk sahabatnya . "Oh Iya aku hampir lupa lagi, coba aku telfon lagi" Ucapnya sendirian .
[Halo, mbak selamat malam] Ucap wanita diseberang sana .
"Halo mbak, apa pesanan aku sudah siap?" Tanya adibah .
[Iya mbak, semua udah packing dan kemungkinan besok pagi kami antar kerumah mbak adibah]
"Oke mbak makasih banyak yah"
[Iya mbak sama-sama]
Adibah pun menutup panggilan tersebut, dan menyimpan ponselnya diatas meja
Dia akan menemui sahabatnya besok siang dan memberikan seragam bridesmaid itu untuknya .
Setelah mandi adibah kembali mengambil posisi duduk ditepi ranjang dan membuka ponselnya .
Dia melihat banyak postingan foto bersamanya yang dianggap di akun instagram milik yuda .
Seketika dia merasa bahagia, karna hal sekecil apapun yuda mempublishnya . Itu artinya dia bangga memiliki adibah yang sebentar lagi akan menjadi pendamping hidupnya selamanya .
Adibah tersenyum menatap keluar jendela, melihat begitu banyak bintang disana yang bekedip saat melihatnya .
'Ayah bunda, sebentar lagi dibah akan menikah, dibah sudah bahagia ayah ibu, dibah harap kalian juga bahagia disana dan bisa menyaksikan dari jauh ketika adibah menikah nanti' ucap adibah sendirian .
Bulir air mata kembali membasahi pipinya, dia begitu rindu dengan sosok kedua orangtuanya . Meski dia merasa kuat tapi saat ini dia begitu rapuh jika sendirian, tak ada yang mampu mencegahnya untuk menangis .
Di kamarnya purwanto tersenyum karna telah bebas dari pernikahannya dengan minah, dia berhasil menggugat cerai istrinya tanpa ada masalah sedikitpun .
__ADS_1
Minah sempat memohon lagi kepadanya agar purwanto mencabut semua gugatannya kembal . Tapi purwanto tak mengidahkan perkataan minah, dia sudah muak dan jijik melihat wajahnya . Bagaimana bisa dia meminta rujuk kembali setelah apa yang selama ini dia lakukan dibelakangnya .