
"Pagi mah, pah" sapa adibah dan Yuda saat baru saja tiba di meja makan .
"Pagi sayang" jawab Rista .
"Pagi nak, gimana keadaan kamu hari ini" ucap Pratama
"Alhamdulillah baik pah" jawab adibah sambil tersenyum .
Rista hanya mengangguk merespon mereka .
"Mah adibah mau ditemani mama boleh?" Ucap adibah lagi saat menyuap nasi kedalam mulutnya .
"Kemana sayang?" Tanya Rista .
"Ke Mall mah, adibah mau beli baju baby sama persiapan yang lainnya, adibah sama mas Yuda juga cuma takut adibah bingung mau beli apa hehe" jawab adibah .
"Ohh itu, iya nanti mama temani kamu. Jam berapa sayang?" Tanya Rista lagi .
"Nanti siang ma jam 12" jawab adibah .
"Oke sayang" Ucap Rista sambil tersenyum .
Setelah selesai makan Pratama dan Yuda pamit untuk berangkat kekantor .
"Mah, papa berangkat yah" Ucapnya .
"Iya pah hati-hati" Jawqb rista sambil mencium punggung tangan suaminya .
Yuda pun tak lupa juga pamit dengan istrinya, sembari mereka berempat berjalan menuju teras .
Dikamar adibah duduk diatas nakas mengarah ke jendela kamarnya sambil mengusap perutnya yang mulia membesar. Dia berharap persalinannya dilancarkan dan tidak ada masalah apapun. Dia yang sudah tau jenis kelamin anaknya adalah laki-laki kini sudah menyetok beberapa pakaian dan juga mainan untuk bayi nya kelak saat sudah lahir kedunia .
Siang hari didalam Mall adibah dan rista memasuki toko perlengkapan baby utuk membeli beberapa perlengkapan yang dibutuhkan, setelah itu barulah mereka membeli pakaian bayi .
"Mah yang ini bagus gak?" Tanya adibah pada Rista pendapat tempat tidur bayi yang dihadapannya .
"Yah itu bagus Dib, agak luas gitu jadi kamu bisa pakai lebih lama" ucap Rista sambil memberi tanda setuju .
"Baik mah adibah ambil yang ini yah"
"Iya nak"
Mereka pun berkeliling lagi melihat-lihat peralatan yang laiinnya, adibah sesekali duduk karna mulai kelelahan dan Rista yang membantunya mengecek dan menunjukkan mana yang jadi pilihan adibah .
"Oke nak, kita ketoko sebelah liat baju-bajunya lagi. Pasti lucu sekali hehe. Terakhir mama beli saat Yuda masih bayii itu lucu-lucu banget" ucap Rista sambil tersenyum tak sabar melihat betapa gemasnyaa baju-baju bayi itu .
"Iya mah adibah juga jadi gak sabar buat milih-milih dan memakaikannya pasti lucu deh heheh" jawab adibah tak kalah bahagia .
"Nihh kamu liat model kelinci ini pasti lucu" ucap Rista .
"Iya mah lucu, motif cowok juga" ucap adibah setuju .
"Kamu liat yang lain lagi nak, mama mau liat disebelah sana dulu" ucap Rista lagi sambil berjalan menuju perlengkapan persalinan untuk adibah pakai nanti. Adibah yang sibuk memilih baju untuk bayinya tersenyum sendiri karna memang begitu lucu motif dan bentuknya .
__ADS_1
Setelah selesai belanja semuanya, mereka menuju resto untuk makan siang terlebih dahulu kemudian mereka pulang kerumah .
"Kamu capek sayang?" Ucap Rista saat baru saja tiba dirumahnya .
" Lumayan mah, tapi adibah senang kok bisa belanja baju bayi bareng mama. adibah gak tau lagi kalau gak ada mama yang bantuin dibah pasti bingung banget hehe" ucap dibah sambil memeluk ibu mertuanya .
"Iya sayang. Mama juga senang kok temenin kamu apalagi ini semua untuk cucu mama nanti" ucap Rista tersenyum sambil mencium kening adibah .
Rista sangat menyayanginya. Baginya adibah adalah anak perempuan yang dia impikan sejak dulu tapi Tuhan memberinya lewat jodoh anaknya Yuda. Meski bukan berasal dari rahimnnya sendiri tapi dia begitu bersyukur dan sayang sama adibah. Menurutnya adibah tidak banyak neko-neko seperti wanita pada umumnya dia begitu sederhana dan tidak begitu tertarik dengan dunia sosialita .
Dikamar adibah yang baru saja bangun tidur sehabis pulang belanja tadi mendengar ponselnya berdering .
"Halo" ucapnya .
"Halo non, ini bi Arsih" ucap bi Arsih diseberang .
Dia menelepon keponsel Adibah menggunakan ponselnya .
"Kenapa bi? Apa Paman baik-baik saja?" Tanya adibah .
"Itu non pak Purwanto pingsan dikamar" ucap bi Arsih .
"Kok bisa biiiii?" Tanya adibah khawatir .
"Gak tau non, baru aja dia pulang dari kantor terus suruh bibi bikinin kopi eh pas bibi keatas untuk mengantar pak Purwanto sudah tidak sadarkan diri non" jelasnya .
"Aduhh bi adibah minta tolong bibi antar paman kerumah sakit yah, nanti adibah nyusul kesana okee?" Ucap Adibah lagi.
"Baik non" .
Di perjalanan bi Arsih begitu khawatir melihat kondisi Purwanto yang belum juga sadar, dia baru melihat majikannya mengalami insiden seperti itu. Sebelumnya ia tak pernah seperti ini .
Adibah yang merasa khawatir pada pamannya langsung bergegas mengganti pakaiannya dan menuju rumah sakit .
"Mau kemana nak buru-buru begitu?" Tanya Rista saat hendak keluar kamar .
"Mah adibah kerumah sakit yah, paman pingsan dan tak sadarkan diri tadi bi arsih yang telfon dibah, aku khawatir sekali mah sebelumnya paman tidak pernah seperti ini" ucapnya sambil menjelaskan .
"Iya nak hati-hati, kamu diantar supir saja suapaya aman" ucap Rista lagi .
"Iya mah"
Kemudian mereka berduapun turun menemui supir dan meminta mengantarkannya ke rumah sakit dimana purwanto dirawat .
"Adibah berangkat yah mah" ucapnya sambil mencium punggung ibu mertuanya .
"Iya nak, semoga paman kamu cepat sembuh" jawab Rista sambil melambaikan tangannya .
Sesampainya dirumah sakit adibah berlari dikoridor mencari keberadaan bi Arsih, tak lama kemudian diapun menemukannya .
"Gimana ni keadaan paman?" Tanya adibah saat tiba didepan UGD .
"Masih diperiksa dokter non didalam" ucap bi Arsih .
__ADS_1
"Ya Allah, semoga paman baik-baik saja" ucap adibah sambil berdoa .
"Duduk non" ucap Arsih .
"Iya bi makasih"
Adibah pun duduk dikursi tunggu menungggu dokter keluar dan memberi penjelasan tentang kondisi pamannya .
Selang menunggu selama 10 menit dokterpun akhirnya keluar .
"Keluarga pak Purwanto" panggil dokter tersebut .
"Iya saya dok" ucap adibah sambil maju menemui dokter. "Gimana dok keadaan paman saya?" Tanyanya lagi .
"Kondisinya baik-baik saja, hanya saja tekanan darahnya menurun dan pasirn harus banyak istirahat yang cukup" jelas dokter itu .
"Masalah serius yang lain gak ada kan dok?" Tanya adibah lagi .
Dokterpun menggeleng .
"Baik dok, terimakasih" ucap adibah .
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu .
"Baik dok, silahkan" ucap adibah kemudian masuk kedalam menemui pamannya dan bi Arsih pun mengikut dibelakangnya .
*Cekkklekkkkkkk..
"Pamaaannnnnnnnnn" sapa adibah langsung menghamburkan diri memeluk pamannya .
"Eh sayang kok nangis?" Tanya Purwanto tersenyum .
"Adibah khawatir tau sama paman, kok paman gak bilang adibah kalau paman sakit" ucapnya dengan mode ngambek .
"Yang bilang paman sakit siapa? Paman baik-baik aja kok cuma kecapean aja" jelas Purwanto .
"Paman ihh kebiasaan, kata dokter tekanan darah paman menurun dan harus banyak istirahat dirumah" ucap adibah .
"Iya sayang, ponakan om yang cantik" goda Purwanto .
"Ehh iya, kalau bukan bi Arsih yang telfon pasti dibah gak tau kalau om sakit dan dirawat disini" ucapnya lagi .
"Makasih yah bi" ucap Purwanto .
"Iya pak, sudah menjadi kewajiban saya" jawab biArsih .
"Yasudah om balik sama aku yah, adibah antar sampai rumah" ucap adibah .
"Gak usah nak, nanti kamu dicariin Yuda" tolak Purwanto .
"Nanti adibah kabarin Yuda, paman gak usah khawatir dan tidak boleh menolak. Titik!" Jelas adibah .
"Baik nak" jawab Purwanto pasrah. Dia tau kalau ponakannya itu sangat menghawatirkan kondisinya .
__ADS_1
"Paman tunggu sebentar, Adibah mau tebus obatnya dulu, bi titip paman yah!" Pamit Adibah .
Bi Arsih pun mengangguk. Purwanto hanya tersenyum melihat Adibah yang begitu cerewet terhadapnya .