
Suasana pagi di kediaman Pratama dan Rista, mereka sedang asik menonton tv sambil menikmati cemilan kue coklat kacang buatan rista sendiri .
Sedangkan adibah dan yuda masih sibuk berada di dalam kamarnya .
"Mas kamu gak ngantor?" Ucap adibah sambil membangunkan suaminya .
"Emm, ngantor kok sayang, ini mau mandi dulu" Jawab yuda. "Kamu kok pagi-pagi udah wangi gini sih, aku kan mau mandi bareng" goda yuda sambil memeluk pinggang istrinya .
"Mas kan baru bangun" Ucap adibah .
"Kamu sih gak bangunin mas, gak usah le kantor kalau gitu, mau tinggal di rumah saja berduaan sama kamu" goda yuda lagi .
"Apaan sih mas, sana mandi. Bau tau' heheeh" Ucap adibah sambil tertawa .
"Awas yah kamu, tunggu aku selesai mandi" Jawab yuda lagi kemudian berlalu masuk ke kamar mandi .
Adibah hanya menggeleng melihat tingkah suaminya yang tiap hati makin manja .
'Seperti anak kecil saja kamu mas" Ucapnya sendirian .
Adibah menyisir rambutnya dan menggunakan jepitan rambut di sisi kanannya agar terlihat kesan rapi .
Selang waktu beberapa menit yuda pun selesai mandi dan kini memakai setelan kemeja dan celana kain yang telah adibah sediakan .
"Sini mas adibah bantu pasang" Ucap adibah sambil memasang dasi di leher baju suaminya .
Yuda pun tak henti mencuri kecupan di pipi istrinya. Baginya adibah terlihat sangat cantik setiap harinya .
Mereka pun kebawah untuk sarapan pagi, hanya mereka berdua karna ibu dan ayahnya lebih dulu sarapan pagi-pagi tadi.
"Sayang aku berangkat yah, ada mama yang nemenin kamu dirumah" pamit yuda.
"Iya mas, aku gak apa-apa kok" Jawab adibah .
Pratama dan yuda pun menaiki mobil yang di kendarai oleh supir pribadi mereka menuju kantor .
"Adibah duduk sini sayang" panggil rista pada menantunya .
"Iya mah" adibah pun mengangguk dan melangkah menemui rista yang sedang duduk di kursi depan TV .
"Kamu sama yuda gak ada rencana buat pergi keluar negeri honeymoon gitu?" Tanya rista .
"Belum mah, lagian mas yuda juga sibuk kerja" Jawab adibah .
"Gak kok, papa kamu bisa handle semua kalau kalian mau pergi, ada Gio juga asisten yuda dikantor. Dia udah biasa kok handle pekerjaan yuda" Ucap rista lagi .
"Nanti aku ngomong sama mas yuda mah, aku juga rencana mau nginap dulu dirumah paman minggu depan. Habis dari sana baru kita honeymoon" Jawab adibah lagi .
"Hemm iyaa juga yah, kalian perlu buat nginap disana sekali-kali. Kasian paman kamu kesepian karna kamu udah tinggal disini hehe"
"Iya mah, rencana sore nanti dibah juga mau kemakam ibu dan ayah"
"Kamu udah kasi tau yuda?"
"Belum mah, nanti kalau yuda gak bisa adibah bisa kesana sendiri kok"
"Jangan sayang, nanti mama yang tanya yuda"
"Emm iyaa mah"
Di kantor yuda sedang berada di ruangannya, dia sedang memantau semua berkas yang akan ditandatangani .
"Sudah pak?" Ucap gio .
"Iyaa, tunggu sebentar" Jawab yuda. "Ini kamu ambil" Ucapnya lagi .
__ADS_1
"Makasih pak" Ucap gio kemudian mengambil berkas itu dan melangkah keluar meninggalkan yuda sendirian.
Tak lama kemudian pintunya pun kembali terbuka .
Ceklekkk...
"Wahh aku kira pengantin baru masih betah dirumah nih" goda Bima yang tiba-tiba datang .
"Maunya sih gitu bro, tapi kerjaan kantor udah numpuk" Jawabnya .
"Kan ada Gio tuh, CEO juga ngapain repot-repot" Ucap Bima lagi .
"Iya sih, belum ada rencana buat honeymoon nih"
"Honeymon ke korea selatan aja, pasti istri kamu senang tuh"
"Iya yahh? Tapi nanti aku mau tanya dulu dia mau dimana"
"Iya bro, eh lu kenal tuh sama sahabat istri loh. Kalau gue gak salah namanya ayu" Ucap Bima mengingat perkenalannya tempo hati dipesta pernikahannya yuda .
"Ohh ayu, iyaa sahabat istri gue sekaligus teman kampusnya"
"Ohh jadi mereka juga sekampus?, hmmmm"
"Kenapa bro? Lo kenal juga?" Tanya yuda heran .
"Iyaa, kemarin gue gak sengaja nabrak dia pas diacara nikahan loh"
"Haahh masa'? Lo suka sama dia yahh?" Goda yuda .
"Yah gitu deh bro, baru kali ini gue nemu cewek langsung plong gitu padahal gue belum kenal lebih dalam"
"Lo pepet aja terus, kali aja jodoh kan hehe" Ucap yuda lagi .
"Boleh deh lu kasi kontak dia, minta sama istri loh"
"Oke bro" mereka berdua pun tertawa bersama .
Jam istirahat siang, yuda masih betah berdiam diri ditempat duduknya .
Kemudian ponselnya pun berdering karna panggilan masuk .
Drrrrtttttttt...drrrttttttt....!
"Mamah?" Ucapnya sendirian. Segera ia mengangkat teleponnya .
"Halo mah, ada apa telfon yuda?" Sapa yuda .
[Itu istri kamu nanti sore mau berkunjung ke makam orangtuanya, kamu antar dia yah] Jawab rista .
"Kok adibah gak bilang langsung ke yuda mah?" Tanya yuda .
[Mungkin dia gak mau ganggu kamu kerja, tadi dia cuma bilang ke mama kalau mau kesana]
"Yaudah nanti yuda cepat balik kerumah, tolong mama jangan biarin adibah kesana sendirian"
[Iyaa, nanti mama ngomong sama adibah]
"Terimakasih mah" Ucap yuda lagi sambil menyimpan kembali ponselnya setelah panggilan mereka terputus .
Di sisi lain adibah yang berada dalam kamarnya sedang menatap keluar jendela, entah apa yang dia fikirkan .
Dia mendapat notif pesan masuk dari suaminya .
[Sayang kok gak bilang Mas kalau kamu mau ke makam nanti sore] Isi pesan yuda.
__ADS_1
"Maaf mas, aku gak mau ganggu mas kerja" Balas adibah .
[Mas selalu sempat kok buat nemanin kamu kemana saja. Nanti sore mas jemput kamu kerumah kita kesana barengan, okee!]
"Iya mas makasih"
[Sama-sama istriku sayang]
Percakapan mereka pun terhenti .
* * *
Sore hari mereka kini berada di antara makam orangtua adibah dengan 2 ikat bunga segar yang dibelinya tadi didepan sana, kemudian adibah pun meletakkanya diatas nisan mereka berdua .
"Ayah, ibu adibah datang lagi bersama mas yuda. Kami sudah menikah seminggu yang lalu. Kalian tenang yah disana adibah selalu mendoakan agar tuhan senantiasa memberi tempat ternyaman untuk ibu dan ayah. Mas yuda begitu baik denganku begitupun keluarganya, ibu tau adibah bahagia berada ditengah keluarga mereka. Ibu ayah adibah sudah bahagia" Ucap adibah sambil meneteskan air mata dan mengelus nisan orangtuanya secara bergantian .
Yuda pun tak henti menenangkan istrinya agar tidak terlalu larut dalam tangisnya .
"Ibu ayah, yuda janji akan menjaga adibah dengan baik. Yuda sangat mencintai putri kesayangan kalian, yuda akan memberi kebahagiaan yang tiada henti untuknya" Ucap yuda juga .
Adibah pun tersenyum menatap suaminya .
Setelah lama mereka berdua pun memutuskan untuk pulang .
Disore hari menjelang malam, angin kencang berhembus dan seketika hujan pun turun mengguyur kota Surabaya .
Tiba di rumah mereka berdua menuju kamar karna kedinginan terkena hujan diluar sana .
Tak lupa mereka berganti pakaian dan duduk ditepi kasur setelahnya .
"Sini sayang mas peluk" Tawar yuda melihat adibah menggigil kedinginan .
Adibah pun mengangguk menerima tawaran suaminya .
Dibawah sana papa dan mama yuda bersiap-siap untuk makan malam, mereka menunggu anak dan menantunya turun dan ikut malam malam bersama mereka .
"Mereka kok belum turun yah pah?" Ucap rista .
"Biasa mah, apalagi hujan-hujan begini" Jawab pratama yang masih sibuk dengan ponselnya .
"Iya sih pah"
"Bi Hasnah, sini bi" panggil rista .
"Iya bu" Jawab hasnah menghampiri majikannya .
"Tolong bi hasnah panggil mereka turun, bilang kami sudah menunggu"
"Iya bu baik" Jawab hasnah lagi kemudian naik menuju kamar yuda .
Tok..tokk..tokk.....!
"Den yuda, Non dibah sudah ditunggu ibu dibawah" panggil hasnah dari depan .
"Iya bi, sebentar lagi kami turun" Teriak yuda .
"Baik den" kemudian dia pun pergi meninggalkan kamar yuda menuju kebawah .
Tak lama kemudian mereka berempat pun makan malam bersama dengan candaan dan tawa yang mereka cipta hingga membuat suasana menjadi lebih berwarna .
.
.
.
__ADS_1
#Terimakasih sudah mampir, jangan lupa selip komentar dan kritikannya.
#Gomawo !!