
Hari ini adibah berangkat ke kampus bersama pamannya, ayu dan rima agak lambat kekampus hari ini karna keperluan mendadak bersama diluar kampus makanya dia tak sempat untuk menjemput adibah kerumahnya .
Sesampai dikampus adibah berjalan masuk menyusuri kampus dengan sendirinya, tiba-tiba yuda datang menghampirinya dan sempat membuat adibah terkejut dibuatnya .
"Pagii adibah" Sapa yuda tiba-tiba membuat adibah terkejut .
"Ehh kak yuda, pagi hehe, adibah kaget loh kak yuda tiba-tiba muncul gitu aja" Jawab adibah terkekeh .
"Tadi yang antar kamu siapa dib? Paman kamu itu?" Tanya yuda .
"Iya kak, itu paman aku namanya purwanto kakak dari ibu" Jawab adibah lagi .
"Tapi tumben loh kamu sendiri, sahabat kamu dua orang itu kemana?"
"Oh ayu dan rima?"
"Hemm iyaa mereka"
"Mereka ada keperluan diluar kampus, jadi kami gak bareng kekampus, kemungkinan agak siangan baru kesini kak"
"Oh gitu, aku mau undang kamu besok malam datang kerumah, kamu ada waktu gak?" Ucap yuda lagi .
"Emang ada acara apa kak?" Tanya adibah.
"Besok pagi aku wisudah, jadi malamnya ibu buat acara kelulusan aku dirumah, rencana aku mau ajak kamu sekalian kenal sama orangtua aku"
"Emm gitu kak, nanti dibah izin dulu sama tante minah kak itupun kalau diizinin sih"
"Iya dib, kamu kirim pesan yah kalau jadi dateng, nanti aku jemput kamu kerumah"
"Iya kak siap hehe"
"Kalau gitu aku masuk kelas dulu kak, byee" pamit adibah karna sudah tiba didepan kelasnya .
"Iya byee, sampai ketemu nanti malam yah" Jawab yuda sambil memutar arah menuju fakultasnya yang tak jauh dari fakultas adibah .
Adibah hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah yuda yang menggemaskan itu .
Mereka cukup mengenal satu sama lain hingga tidak ada keraguan sedikit pun difikiran adibah terhadap yuda, hanya saja adibah sering merasa insecure jika berada didekat yuda bukan hanya karna dia adalah cowok populer dikampus tapi dia juga akan menjadi penerus CEO dari ayahnya, sedangkan dirinyaa hanya gadis sebatang kara yang tak mempunyai harta sepeser pun dari peninggalan orangtuanya .
Dia selalu berfikir bagaimana jika dia datang dan bertemu oleh orang tua yuda, pasti banyak pertanyaan uang dilontarkan untuknya, jika mungkin diterima baik pun dia juga takut menjadi beban seperti yang sering tantenya lontarkan padanya .
Dia cukup bersyukur karna masih ada padanya yang selalu menjadi garis depan jika merasa sedih dan kesulitan, tapi dia juga kerap menyembunyikan segala kegundahannya didepan pamannya karna takut itu akan berimbas balik padanya, apalagi tantenya yang begitu sangat membencinya .
Jam kelas pertama telah usai, ayu dan rima tak kunjung datang menemui adibah dikampus, mungkin mereka masih dalam pengurusan diluar kampus .
Adibah membawa diri menuju kantin untuk beristirahat disana sambil menunggu kedatangan kedua sahabatnya itu .
Tak selang lama adibah duduk sambil menikmati jus avocado yang sudah dia beli, kedua sahabatnya pun datang dan membuat adibah terkejut dengan hebat .
"Taraaaaaaaaa" Sapa rima dengan nada yang begitu cempreng sampai membuat semua yang ada dikantin menoleh kearahnya .
__ADS_1
Atu hanya tertawa melihat tingkah rima yang ada-ada saja sampai adibah pun menggeleng kepala karna panik dengan suara khas mili rima .
"Kamu nih yahh kebiasaan datang-datang ngingetin aja hehe" Jawab adibah .
"Ihh kamu nih gak seru banget, sekali-kali heboh dikit supaya ramai gitu" Ucap rima lagi .
"Rame iyaa, tuh kamu diliatin semua penghuni kantin" Ucap ayu terkekeh .
"Hehe" rima seketika menoleh kemudian menutup wajah dengan kedua tangannya kemudian memutar arah melihat wajah sahabatnya bergantian sambil cengar-cengir malu .
"Kamu sih heboh banget hehe" Ucap ayu lagi .
"Udah ahh, yuk pesan makan aku lapar nih gak sempat sarapan dirumah sejak pagi" Ucap rima memecah suasana .
"Yuk rim, kamu dib?" Ajak ayu .
"Sudah kok ini, aku gak makan dulu, lagi diet hehe" Jawab adibah sambil berbisik .
"Yaudah kita kesana dulu yah" pamit ayu lagi .
"Okee" Jawab adibah .
Mereka berduapun menuju prasmanan untuk mengambil beberapa makanan yang telah tersedia .
Adibah dengan tenang menunggu dimejanyaa sambil memainkan ponselnyaa .
Setelah mereka berdua kembali, mereka sibuk menceritakan hal yang mereka lalui tadi sambil adibah pun menceritakan kepada kedua sahabatnya bahwa besok yuda akan wisudah dan dia diundang untuk datang keacara kelulusan dirumahnya .
"Wahh bener begitu dib? Akutuh cemburu tau sama loh karna bisa dekat gitu sama kak yuda" Ucap rima .
"Aku juga kaget gitu pas tadi disamperin kak yuda, aku deg deg an tau gak sih masih belum siap ketemu mama papa kak yuda, apalagi pasti banyak banget keluarga nya yang lain hadir disana" Ucap adibah memelas .
"Ihh apaan sih kamu dib, kamu tuh cantik tau, pintar terus baik lagi, pasti orangtua yuda juga suka sama kepribadian kamu" Jawab rima .
"Iya beb bener tuh, nanti kami bantu kamu buat di make over nanti malam, oke ! Gak boleh nolak loh hehe" Jawab ayu sambil mengacungkan jari kelingkingnya untuk kedua sahabatnya tanda mereka setuju .
Adibah hanya mengangguk pasrah, tak mampu menolak ajakan sahabatnya itu bagaimana pun mereka akan selalu bersama mau senang ataupun susah .
*
*
*
*
Keesokan harinyaa .
Malam hari puncak acara yuda, adibah selesai di make over oleh kedua sahabatnya, dia terlihat cantik dan anggun memakai dres selutut dengan dandanan look korea yang natural, sungguh jika yuda melihatnya pasti akan merasa pangling karna kecantikan adibah yang begitu memancar.
Tak berlama-lama yuda pun datang untuk menjemput adibah dikediaman pamannya, mereka diantar kebawah oleh kedua sahabatnya sampai kemobil yuda, setelah mereka berdua pamit, sahabatnya pun ikut pulang kerumahnya masing-masing .
__ADS_1
Mereka berharap malam ini sahabatnya adibah akan merasakan bahagia bersama yuda, agar hidupnya segera menjadi normal dan tak dapat siksaan lagi dari tantenya yang kejam itu .
Sesampai mereka dihalaman kediaman orangtua yuda, dia terkejut mendapati rumah yang begitu besar dan megah layaknya istana, sungguh diluar ekspektasi aidibah, dia semakin gugur dibuatnya, dia takut salah menaruh hati pada laki-laki yang begitu mempunyai peran penting dihidup orangtuanya .
"Ayo dib kita masuk, kok malah bengong gitu" ajak yuda sembari memberikan tangannya untuk meraih tanganku adibah.
"Emmm iya kak, maaf" Jawab adibah.
Mereka berdua pun mulai memasuki kediaman yuda, mereka melewati lift dan naik ke lt 5 tempat acara mereka berlangsung, disana ada begitu banyak rekan kerja dari orangtua yuda dan juga sanak keluarganya, begitupun sepupu-sepupu yuda yang seumuran dengannya .
"Ma, pah, ini teman yuda, namanya adibah . Yang tempo hari yuda cerita kekalian itu" Sapa yuda kepada kedua orangtuanya .
Adibah pun tersenyum kepada mereka berdua dan membalas uluran tangan dari orangtua yuda .
"Halo om, tantee, apa kabar?" Sapa adibah .
"Baik sayang, wah kamu cantik sekali sayang, yuda banyak cerita loh tentang kamu ketante" Jawab Bu Rista selaku ibu dari yuda .
"Iya Om tub speaclesh liatnya, benar kan mah" Jawab pak Pratama juga selaku dari ayah yuda .
"Terimakasih om, tante" Ucap adibah lagi sambil menundukkan kepala kepada orangtua yuda .
"Sini sayang ikut tante kesana, nanti tante kenalin kekeluarga yang lainnya" ajak Rista .
"Iya dib kamu ikut mamah, aku mau sapa teman-teman kampus yang lain dulu" Ucap yuda .
"Emm iya tante, adibah ikut" Jawab adibah .
"Pah, mama kesana dulu bareng adibah yah" pamit rista pada suaminya .
"Iya mah" Jawab pratama .
Mereka berdua pun berjalan mengelilingi acara dan bu rista memperkenalkan adibab kesemua rekan kerja dan keluarganya, banyak dari mereka yang merespon baik ada juga yang menilai buruk, tak jarang mereka pun ingin menjodohkan anak mereka kepada yuda tapi Rista tak mampu menolak kemauan anak tinggalnya itu, bagaimanapun itu demi kebahagiaan anaknya .
Setelah acara selesai adibah pun pamit untuk pulang, dan akan diantar oleh yuda, bagaimanapun dia sudah berjanji kepada paman adibah akan menjaga adibah sampai dia kembali mengantarnya pulang kerumah .
Ditengah perjalanan yuda mengungkapkan perasaanya kepada adibah, adibah hanya terdiam tak tau harus menjawab apa, disisi lain dia juga punya perasaan yang sama, namun disisi lain dia merasa tidak pantas untuk berada disisi yuda .
Yuda pun memberikan kesempatan kepada adibah untuk berfikir lebih dahulu sebelum mengambil keputusan secara terburu-buru karna dia takut kalau adibah akan menolaknya dengan alasan tak pantas dengannya .
Yuda tau itu, dia tau semua isi fikiran dair adibah karna perlakuan yang selama ini dia dapatkan dari istri pamannya sendiri, yuda tak ingin membiarkan penderitaan itu terus menerus menyelimuti adibah, dia sungguh ingin menjadi pelindung dan syurga untuk adibah kelak .
.
.
.
*Akankah adibah menerima ungkapan cinta dari yuda?
*Atau malah sebaliknya?
__ADS_1
*Jangan lelah mengikuti jalan cerita adibah yahh man teman
*Seyouuu next time ke bab selanjutnya, babayyyyy