
Sejak hari itu Yuda masih terus dihantui oleh kata-kata Laura, ia takut dna berfikir kalau Laura akan berbuat nekat jika tak bisa mendapatkannya kembali. Dia tahu jelas bagaimana sifat Laura jika ia tak mendapat apa yang diinginkan. Terlebih dia juga belum memberi tahu kepada adibah perihal pertemuannya dengan Laura tempo hari.
Yuda tak ingin membuat fikiran Adibah berantakan karna tau Yuda dan Laura sempat bertemu dan membicarakan hal yang konyol. Apalagi adibah juga belum tau kalau Laura ternyata adalah mantan kekasih Yuda .
Dia masih bingung harus menceritakan dari mana karna ia tak ingin adibah salah faham tentang Laura .
Sepulang kantor dia sudah berjanji dengan dirinya sendiri, apapun yang terjadi dia harus menceritakan ini kepada istrinya sebelum adibah mengetahuinya sendiri .
Malam hari tepat jam 19.00 malam, Yuda dan adibah kini duduk dibalkon dekat kamarnya . Mereka berdua bercerita sambil menatap bintang-bintang dilangit .
"Mas, bintangnyaa indah ya?" Ucap adibah .
"Iya sayang" jawab Yuda sambil tersenyum .
"Mas tau bintang itu cantik walau hanya sekali berkelip" ucap adibah lagi .
"Ohya?" Tanya Yuda .
"Iya mas, aku juga ingin seperti bintang meski banyak persamaan namun ia tetap memiliki 1 titik indah yang dimiliki yang membuat dirinya tetap berkilau" jelas adibah .
Yuda pun mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan dari adibah, dia langsung teringat kalau dirinya ingin memberi tahu tentang kepada istrinya .
"Sayang" panggil Yuda .
"Ya mas" jawab adibah .
"Mas mau cerita tentang Laura, aku tau sejak kemarin kamu pasti penasaran kan siapa Laura dan kenapa dia juga bisa seakrab itu sama mama" ucap Yuda .
"Gak kok mas, itu privasi kamu aku gak mau ganggu" jawab adibah .
"Ini hak kamu sayang, mas gak akan keberatan" ucap Yuda .
"Iya mas" adibah heran kenapa tiba-tiba suaminya ingin membahas Laura padanya padahal dia mulai melupakan kejadian tempo hari saat dirumah sakit .
"Laura itu dulu punya hubungan spesial sama mas sejak kita duduk di bangku SMP sampai kuliah, singkat cerita kita dipisahkan yah karna dia lebih mengikuti kemauan ayahnya untuk melanjutkan study ke Jerman dan itu dia yang pergi meninggalkan mas tanpa kejelasan" jelas Yuda panjang lebar .
Adibah pun mengangguk merespon ucapan Yuda, dia sudah menduga mereka pernah punya hubungan spesial maka dari itu mereka terlihat begitu akrab .
"Tapi mas, kok kamu gak nunggu Laura pulang?" Tanya adibah .
"Menunggu itu percuma sayang, komitmen itu memang penting tapi ini perihal janji. Laura mengingkari janjinya begitupun dia tidak pernah memberikan kabar sekalipun" jelas Yuda lagi .
__ADS_1
"Hmmm" jawab adibah. Ia tak tahu harus bilang apa lagi .
"Percaya sama mas sayang, aku gak akan pernah punya perasaan lagi sama Laura, dia hanya masa lalu mas dan kamu adalah masa depan mas" ucap Yuda sambil menggenggam kedua tangan adibah .
Adibah pun tersenyum .
"Iya mas, Adibah percaya kok" jawab adibah .
Yuda langsung memeluk istrinya, bagaimanapun Adibah adalah sumber kebahagiaannya selama ini dan itu tak akan mudah tergantikan meski berbagai cara yang akan Laura lakukan itu tidak akan pernah berhasil .
Setelah lelah duduk disana mereka berdua kini kembali ke kamarnya .
"Mau mas pijit kakinya sayang?" Tawar Yuda yang melihat adibah kesulitan .
"Iya mas boleh"
"Sini sayang"
"Makasih mas"
"Iya sama-sama"
Mereka berdua kini saling menguatkan satu sama lain. Mereka saling memberi kepercayaan agar hubungannya menjadi langgeng. Mereka belum tahu masalah apa yang akan menimpa hubungannya didepan sana nantinya. Hanya saja adibah sudah yakin jika takdirnya maka Tuhan akan tetap menjaganya .
Keyakinan hati Adibah teguh pada suaminya, ia percaya bahwa suaminya akan tetap menjaga cinta mereka berdua. Dia percaya bahwa Yuda akan tetap setia bersamanya dan itu adibah tidak perlu ragu lagi. Selama ini Yuda sudah cukup membuktikan bahwa kebahagiaan adibah nomor satu untuknya, dia selalu mengedepannkan keinginan istrinya. Meski tinggal bersama kedua orangtua Yuda adibah berkali lipat mendapatkan kebahagiaan itu lagi karna mereka sangat menyayanginya seperti anak mereka sendiri .
*
*
Pagi hari yang cerah, tepat dihari minggu Yuda dan Pratama libur bekerja .
Mereka sudah berada dimeja makan untuk sarapan bersama .
"Silahkan Non, diminum susunya" ucap bi Hasna sambil menyimpan segelas susu untuk adibah .
"Makasih bi" jawab adibah .
Bi Hasna mengangguk dan melangkah kembali menuju dapur .
"Yud kamu ajak adibah jalan-jalan hari ini mumpun kamu libur, dia tuh bosan dirumah terus" ucap Rista pada Yuda .
__ADS_1
"Iya mah siap" jawab Yuda sambil tersenyum .
"Kamu mau kemana hari ini sayang?" Tanya Yuda pada adibah .
"Belum tau mas hehe" jawab adibah terkekeh.
"Oke, masih banyak waktu kok. Kamu fikir dulu nanti mas temani kamu kemana aja hehe" ucap Yuda lagi .
"Iya mas, ayo makan dulu" jawab adibah .
Rista dan pratama pun tersenyum melihat mereka berdua bahagia .
Jam 11.00 siang mereka berdua kini mengunjungi mall di Surabaya, memasuki bioskop utuk menonton film action berdua sesuai keinginan adibah .
"Filmnya bagus ya mas" ucap adibah saat sedang berjalan dari theater bioskop .
"Iya sayang, bagus" jawab Yuda .
"Kita mau kemana mas habis ini?" Ucap adibah lagi .
"Terserah kamu sayang" jawab Yuda .
"oke, adibah mau ke sana mas. Mau liat-liat baju baby, boleh kan?" Tanya adibah .
"Iya sayang, boleh!" Jawab Yuda kemudian tersenyum melihat istrinya begitu antusias untuk berjalan menuju toko baju baby itu .
Ditengah perjalanan mereka tak sengaja bertemu Laura kembali.
"Ehh Yuda, kamu ngapain disini?" Tanyanya basa-basi .
"Emm, ini habis nonton sama adibah terus kita mau kesana liat-liat baju baby" jawabnya canggung .
"Ohh gitu" ucap Laura lagi sambil melirik adibah yang ada disebelah Yuda .
"Iya, kita kesana dulu yah" pamit Yuda tak mau banyak merespon Laura lagi takut dia jadi ngelantur bicaranya seperti pada pertemuan mereka dicafe .
"Eh iyaa yudd" jawabnya .
Yuda pun segera melangkah membawa adibah menjauh dari Laura, dia tau kini posisi adibah merasa tidak enak saat berada disamping Laura. Karna dia sudah tahu Laura adalah mantan kekasih suaminya dulu. Meski Yuda tak mempermasalahkan tapi tetap saja adibah merasa tidak enak .
Disisi lain Laura semakin panas melihat kemesraan mereka berdua didepan matanya sendiri, dia ke mall untuk shooping dan menenangkan diri telah musnah karna disini dia bertemu kembali dengan Yuda dan istrinya .
__ADS_1
'Harusnya aku yang ada disamping kamu yudd' gumamnya dalam hati sambil menghentakkan kakinya kelantai .
Dia sangat kecewa pada dirinya sendiri karna belum mampu berbuat apa-apa. Rasa cintanya terlalu besar untuk Yuda. Dan melupakannya itu adalah hal sulit untuknya .