
"Arrrgggghhhhhhhhhh" Teriak Laura didalam apartemennya .
"Aku harus bisa dapatin Yuda kembali, hahahahahh" tawanya pun pecah menggema karna ingin mendapatkan hati Yuda kembali .
"Kamu itu cantik Laura, Yuda dulu sangat mencintaimu, dan sekarang pun rasa cinta itu gak akan pernah hilang. Aku tau yud kamu masih cinta sama aku hanya karena kamu sudah beristri makanya kamu malu mengatakannya padaku" ucapnya lagi dengan senyum seringai yang dia hadirkan diwajahnya .
Yahh dulu mereka layaknya sejoli yang tak terpisahkan, selain cinta mereka yang begitu erat. Orangtua mereka berdua pun mendukung hubungannya sampai mereka menjalin hubungan dari bangku sekolah hingga kuliah .
Tapi karna ayah dari Laura yang akan pensiun dari jabatannya, dia meminta Laura untuk melanjutkan bisnisnya didunia kedokteran karna ayahnya mempunyai beberapa rumah sakit diberbagai kota dan dia tak ingin orang lain yang mengelolanya .
Akhirnya Laura pun setuju dengan permintaan ayahnya. Tiba dipertengahan semester dia berangkat kejerman untuk mengambil jurusan kedokteran disana namun dia tak sempat lagi pamit dengan Yuda karna ayahnya memesan tiket mendadak kesana begitupun ponsel yang dia pakai juga ketinggalan. Seluruh akses untuk mengabari yuda pun tidak ada .
Yuda pun sempat berharap kalau Laura akan kembali setelah tau dari ayahnya Laura bahwa dia ingin melanjutkan study disana. Namun ayahnya Laura berbohong kalau Laura kesana atas kemauan nya sendiri dan tidak ingi diganggu olehnya .
Disitulah awal mula Yuda mulai putus asa. Dia ingin percaya dengan Laura tapi dia juga enggan mendapat kejelasan darinya. Seiring berlalu dan bergantinya tahun dia menghabiskan waktu sendiri dan memulai hidup tanpa ada Laura difikirannya .
Di apartemennya Laura mencoba menghubungi Yuda .
[Halo yud, loh ada waktu siang ini gak?] Tanyanya .
"Iya, ada apa Laura?" Ucap Yuda .
[Bosan aja nih lagi off, mau cerita dikit hehe. Mumpun kita baru ketemu lagi, boleh yah?] Jelas Laura lagi .
"Emmm, oke"
[Thank you yud, aku tunggu dicafe dekat kantor kamu yah, see you] ucap Laura lagi sambil memutus sambungan teleponnya .
Laura tersenyum karna mendapat kesempatan untuk berdua dengan Yuda.
"Yeahhhhh, ini kesempatan baik buat aku ngomong sama yuda" ucapnya sambil melompat-lompat diatas tempat tidurnya .
•
Di kediaman pratama adibah duduk diruang tengah bersama Rista sambil menonton tv, mereka berdua terlihat menikmati siaran tv yang tertera didepannya .
"Mah adibah boleh tanya?" Ucap adibah .
"Iya sayang, mau tanya apa?" Jawab Rista .
__ADS_1
"Mama dulu pas hamil Yuda usia mama berapa?" Tanya adibah .
"Dulu mama juga nikah muda kayak kamu, pas hamil Yuda usia mama baru masuk 20th" jelas rista .
"Mama dulu kaget gak pas bayi dalam kandungan mama mulai gerak-gerak gitu?"
"Iya sayang, tapi lama-lama juga akan terbiasa kok" jawabnya. "Emang udah ku rasain sayang?" Tanya Rista lagi pada adibah .
"Iya mah hehe, adibah kaget dan geli banget pas pertama gerak" jawabnya .
"Iya emang gitu sayang, kandungan kamu udah masuk 7bulan itu tandanya didalam sana dia lagi aktif-aktifnya"
"Tapi paling aktif gerak itu saat masuk tengah malam mah, emang sering gitu yah?" Tanya adibah lagi .
"Iya sayang"
Mereka berduapun berbincang tanpa henti dan adibah mulai memahami siklus janin didalam kandungannya .
.
.
.
Tak lama kemudian Yuda pun muncul diambang pintu, Laura langsung melambaikan tangan kearahnya agar Yuda tak kebingungan mencarinya .
"Sebelah sini yud" teriaknya sambil melambaikan tangan .
Yuda pun mengangguk dan melangkah ke arannya .
"Maaf lama, kamu menunggu lama?" Tanya Yuda sambil membuka kursi untuk duduk .
"Belum kok yud, aku juga baru datang" jawabnya. "Oh yah kamu pesan aja dulu aku yang traktirr hehe" ucap Laura lagi .
"Tumben nihh aku ditraktir hehe, makasih yah" jawab Yuda .
"It's oke anggap ini ucapan pertemuan pertama kita hehe" ucap Laura sambil tertawa .
"Oke" Yuda pun memesan beberapa menu untuknya begitupun laura .
__ADS_1
"Ohh ya kemarin aku lupa nanya kamu ambil kedokteran apa Laura?" Tanya Yuda .
"Kedokteran anak yud, kamu kan tau aku suka anak kecil" jawabnya .
"Ohh, iya Yah kok aku bisa lupa hehe" tawa Yuda .
Ditengah keasyikan ngobrol mereka, Laura pun membuka celah suara yang membuat keduanya menjadi canggung .
"Yud apa Loh gak ada hati lagi buat gue?" Tanya Laura .
Yuda pun terdiam sesaat, dia tak tahu kalau ini adalah tujuan Laura ingin bertemu dengannya .
"Kau tau Laura, aku sudah menikah dan mempunyai istri. Tidak mungkin aku mencintaimu biarlah semua menjadi masa lalu kita" ucap Yuda .
"Aku masih sangat mencintai kamu yud, aku tau kamu juga pasti begitu kan?"
"Gak Laura, kamu salah. Semua yang kamu fikirkan tentang kita itu salah" ucap Yuda lagi .
"Yud tolonglah, kita udah lama menjalin kasih dan itu bukan waktu yang sebentar dibanding kan dia yang baru kamu kenal" ucap Laura dengan terisak .
"Iyaa dia memang orang baru dihidupku yang mampu membuatku melupakan masalalu kita dulu, dan aku mencintainya. Maafkan aku Laura kamu yang memulai semuanya bukan aku" Jawab Yuda menenangkan Laura .
"Kita bisa mulai ini dari awal lagi yud kalau kamu mau" tegas Laura .
"Hahaha, aku rasa kamu sudah berfikiran yang salah Laura. Aku sangat mencintai istriku dan itu tidak akan tergantikan lagi" jawab Yuda tegas .
"Kamu tega yud, hiksssssss" tangis Laura pun pecah .
"Aku minta maaf, tapi ini Sudah menjadi jalan takdir kita. Aku permisi dulu" pamit Yuda kemudian pergi meninggalkan Laura sendiri. Dia tak ingin membuat suasana menjadi semakin canggung apalagi mendengar semua kata-kata Laura yang tidak mau menerima sebuah kenyataan .
Laura pun berteriak histeris ketika tiba di apartemennya, dia tak menyangka Yuda kini sudah banyak berubah padanya dan tidak mau menerima kemauannya.
'Kau akan tau akibatnya yud, aku tidak akan berhenti sampai disini' gumamnya dalam hati sambil mengulum senyum licik diwajahnya .
Di dalam ruangannya Yuda mengusap kasar wajahnya mengingat penuturan kata dari Laura tadi membuatnya tak fokus dengan pekerjaannya. Ditambah lagi saat Laura meminta untuk memperbaiki semuanya dari awal padahal ia tau kalau istrinya kini telah mengandung .
'Aaargggghhhhhhh' teriaknya .
"Maafkan mas sayang, mas gak akan pernah tinggalin kamu apapun yang terjadi" ucapnya lagi .
__ADS_1
Yuda sudah tau kemana hatinya berlabuh saat ini dan itu sudah tersusun rapi sebelum kedatangan Laura kembali dihidupnya. Bahagia yang adibah beri untuknya selama ini cukup membuktikan bahwa dia tetap akan bersamanya meski siapapun datang untuk merusaknya, baginya adibah adalah tujuan terakhirnya .