
"Ibuuuu" Panggil bilal saat baru saja ia membuka matanya .
Adibah yang sedang menemani Azma dan Asifah bermain disofa langsung menoleh kearah bilal saat mendengar ada yang memanggilnya dengan sebutan ibu .
"Bilal" Ucapnya lirih. "Azma dan asifah duduk disini dulu yah, ibu mau liat kakak bilal dulu" Ucapnya lagi pada si Kembar .
"Iya ibu" Jawab mereka bersamaan .
Dikamar mereka hanya berempat karna yang lainnya sedang mengobrol diluar tentang masalah penculikan bilal. Adibah pun langsung menghampiri bilal dan memeluknya saat melihat kini bilal sudah sadar .
"Anakkuu" Ucap Adibah langsung memeluk anaknya tanpa sadar bahwa kini bulir bening tengah mengalir deras di pipinya .
Bilal yang merasa bahunya tengah basah oleh air mata ibunya, langsung melepas pelukannya dan menatap lekat wajah ibunya.
"Ibu kok nangis?" Tanya bilal dengan nada suara lemas .
"Gak kok sayang, ibu bahagia bilal udah sadar" Jawab adibah dan langsung menghapus air matanya .
"Ibu, Bilal Rindu!" Ucapnya lirih kemudian Adibah pun memeluknya kembali .
"Iya sayang, ibu juga sangat merindukan bilal" Ucap Adibah lagi .
"Ibu, mengapa tante yang menculik Bilal itu bilang kalau ibu yang jahat sama dia? Emang ibu pernah jahat sama tante itu?" Tanya bilal soal apa yang pernah Minah katakan padanya.
"Gak sayang, emang dia bilang begitu sama bilal?" Tanya Adibah balik .
Bilal hanya mengangguk, Adibah tak menyangka kalau Minah begitu jahat sampai mengatakan pada anaknya kalau ia jahat padanya. Minah yang begitu licik ingin memutar balikkan fakta bahwa Adibah lah yang jahat padanya. Bilal anak sekecil ia sudah dibuat faham dengan perkataan tak jelas yang dikatakan minah padanya .
"Kamu jangan percaya yah nak sama omongan tante itu, nanti kalau bilal udah dewasa akan ibu ceritakan karna sekarang bukan waktunya sayang. Tante itu juga udah ditangkap oleh polisi, dia gak akan ganggu keluarga kita lagi" jelasnya pada Bilal .
"Iya bu, bilal percaya sama ibu kok" Jawab bilal sambil tersenyum menatap wajah ibunya.
Bilal pun bangkit dari tidurnya dan duduk mencari keberadaan adik kembarnya itu, empat hari ia tidak mendengar ocehan dan rengekan dari adik-adiknya membuatnya sangat merindukannya .
"Pelan-pelan sayang, lukamu belum kering" Ucap Adibah khawatir saat melihat bilal memaksakan diri untuk duduk .
"Azma, asifah sini!" Panggil bilal saat melihat kedua adiknya itu bermain disofa .
__ADS_1
"Tunggu sayang, ibu bantu mereka turun dulu" Ucap Adibah kemudian menghampiri Kedua anaknya dan menurunkannya dari sofa.
Azma dan asifah pun sigap berlari menghampiri kakaknya, seolah ia tahu bahwa dirinya begitu rindu padanya karna empat hari ini kakaknya tidak terlihat sama sekali .
"Akakkk, azma lindu cama akak" rengek Azma saat sudah berada didepan brangkar tempat bilal duduk dan memandangi mereka berdua .
"Aku juja akak, lindu cekayii" rengek Asifah pun tak mau kalah .
"Unchhh, kasian. Sekarang kakak udah ada disini, nanti kita main dirumah lagi yah" Ucap bilal menenangkan adik-adiknya .
"Iya akak" Jawab mereka bersamaan .
Bilal pun tersenyum dan memeluk kedua adiknya hingga menciumi pipinya secara bergantian, selama disana ia sangat merindukan suara kedua adiknya yang memanggil-manggilnya .
Setelah mereka sibuk berbicara dan tertawa, akhirnya mereka pun datang dan membuka pintu rawat bilal. Mereka semua terdiam sesaat, saat ia tau kalau bilal sudah sadarkan diri .
"Bilal sayang, cucu oma udah sadar" Sapa Rista yang tengah mengahampiri Bilal .
"Omaaaaaaaa" Teriak bilal saat melihat rista menghampirinya .
"Gak ada oma, bilal udah sembuh kok" Jawab bilal yang kini sedang tersenyum ceria tak ingin membuat semua orang terdekat ya khawatir .
Rista hanya mengangguk merespon ucapan Bilal dan memeluk erat cucunya karna rindu sama empat hari berturut-turut. Pratama dan purwanto pun menemani bilal untuk mengobrol tentang bagaimana keadaan ia saat disekap oleh minah dimarkas itu .
Beberapa hari dirumah sakit, bilal pun sudah pulih dan membaik, dokter sudah membiarkan Bilal pulang kerumahnya. Rista membantu membawa azma dan asifah sedangkan yuda mengurus biaya administrasi dan juga menebus resep obat yang diberikan dokter tadi .
"Terimakasih" Ucapnya saat meraih beberapa obat yang disesuaikan oleh resep dokter itu .
Yuda berjalan dipelataran rumah sakit menuju parkiran dimana mereka semua sudah menunggunya didalam mobil .
Sesampai dirumahnya yuda menggendong bilal menuju kamarnya sedangkan si Kembar ingin bermain dibawah dan ditemani oleh oma opanya .
Adibah menidurkan Bilal terlebih dahulu karna kondisinya yang belum begitu pulih dan dokter menyarankan agar ia masih harus beristirahat dirumah .
"Tidur yah nak, kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh" Ucap Adibah sambil mengelus rambut anaknya .
"Iya ibu" Jawab bilal sambil tersenyum .
__ADS_1
Adibah juga membalasnya dengan senyum kemudian mengecup kening dan juga pipi bilal secara bergantian, kini ia sudah tenang karna bilal sudah kembali padanya .
Minah pun kini telah mendekam kembali dipenjara, ia sudah tenang karna tidak akan ada yang mengganggu keluarganya lagi. Dia berharap dan berdoa semoga Minah segera diberi hidayah untuk berubah menjadi manusia yang baik kedepannya. Bagaimanapun ia pernah menjadi istri dari paman kesayangannya purwanto .
Di lantai bawah Azma dan Asifah sedang bermain perosotan yang membuat opa dan omanya kewalahan untuk mengajarnya karna mereka begitu aktif dan tak mau diam .
"Azma, asifah, pelan-pelan nah nanti jatuh" Ucap Rista saat nafasnya sudah teregah-engah mengejar mereka berdua .
"Oma ayo kejal kita heehhe" Ucap asifah terkekeh dan kembali meluncurkan diri diperosotan .
"Opa, omaa, ayo! " Ajak Azma pada mereka yang sudah terlihat lemas .
"Udah yah sayang, kita istirahat dulu, oma dan opa capek banget hehe" Ucap Pratama tak kalah capek .
"Hmm" Ucap Asifah dengan nada kecewa dan melipat kedua tangannya kedepan .
"'Adek ciniiiii" panggil Azma saat melihat kolam yang berisikan bola warna-warni memenuhinya .
Asifah pun berlari menghampiri Azma, dan membuang diri kedalam kolam saat melihat Azma sudah berada didalam sana. Rista dan Pratama yang melihatnya pun tersenyum kagum karna mereka pintar mencari kesenangannya sendiri .
"Lihat tuh mah, mereka main sendiri hehe" Ucap Pratama terkekeh sambil menunjuk kearah mereka berdua .
"Iya pah, kita yang kecapean karna urus mereka yang begitu aktif dan tidak mau diam" Jawab Rista menoleh cucunya secara bergantian .
"Iya mah, mereka udah pada pintar-pintar" Ucap Pratama lagi .
"Kalau aja mereka mau ikut kita kerumah, mama ingin sekali membawa mereka" Ucap Rista lirih .
"Kayaknya susah deh mah, mereka masih minum susu juga" Ucap pratama .
Selama Adibah dan Yuda mempunyai rumah sendiri, Rista dan Pratama merasa kesepian tanpa kehadiran mereka meski jarak rumah mereka yang tak cukup jauh namun ia selalu merindukan cucu-cucunya itu .
Sore hari tiba, Rista dan Pratama pun pamit untuk pulang kerumahnya. Mereka melihat perkembangan Bilal yang sudah cukup membaik, tak lupa ia pamit juga padanya kemudian mobilnya pun telah pergi meninggalkan halaman rumah .
Sikembar yang kini sudah tertidur pulas akibat kelelahan bermain dengan oma dan opanya, mereka pun tak sempat melihatnya pergi, biasanya saat bangun tidur ia pasti akan menanyakan hal ini .
Di kamar bilal tengah disuapi bubur oleh ibunya, ia kini sudah mulai lahap makan kembali . Mengingat saat ia di sekap oleh minah, makan dan minum pun susah karna kedua tangannya yang telah diikat oleh tali dengan erat .
__ADS_1