
•Universitas Wira Bhakti Husada
Di pagi hari yang cerah, adibah dtiba dikampus, dia diantar oleh pamanya karna kebetulan satu arah agar kedua sahabatnya ataupun yuda kekasihnya tak repot lagi untuk menjemput adibah kerumahnya .
Adibah terlihat sangat cantik menggunakan kaos lengan panjang berwarna pink dengan setelan jeans yang melekat dibadannya, dia berjalan menyusuri halaman kampus sambil mencari keberadaan kedua sahabatnya itu .
"Haii dib, tumben loh diantar sama pamanmu? Yuda gak jemput kamu?" Tanya ayu penasaran.
"Iya dib tumben loh sendirian, biasanya dipepet terus tuh sama siayanggg heheheh" Ejek rima .
"Emmm, iya kebetulan om lewat depan kampus jadi aku ikut bareng dari pada nungguin yuda kasian kan harus mutar balik" Jawab adibah berbohong, bukan dia tak ingin membuat yuda repot . Dia takut dengan omongan tantenya tempo hari itu yang akan memberi peringatan kepada yuda jika sering mengunjunginya .
"Emm gitu, loh baik-baik saja kan dib?" Ucap ayu lagi, heran karna sahabatnya itu tidak terlihat ceria hari ini .
"Iya bebebkuu, aku baik-baik aja kok, apaan sih kalian ini mikirnyaa macem-macem mulu, yuk kita kekelas" Jawab adibah sambil menggandeng kedua tangan sahabatnya kemudian berjalan menuju kelasnya .
Di jam istirahat mereka bertiga menuju kantin, mereka duduk dibangku tengah kemudian saling bercerita dan tertawa bersama layaknya sahabat sejati, Namun tawa adibah seketika terhenti melihat kedatangan yuda yang datang menghampiri meja mereka .
"Dib aku boleh bicara sama kamu?" Ucap yuda tiba-tiba .
"Disini aja kali, biasa juga kalian berdua cerita depan kita" Ucap rima memotong pembicaraan .
"Gak bisa rim, ini penting" Jawab yuda sambil menatap kedua sahabat kekasihnya "Ayo dib sebentar saja" mohon yuda lagi .
Adibah pun menoleh kepada kedua sahabatnya seolah meminta persetujuan, ayu dan rima pun segera mengagguk mengiyakan adibah, mereka pun bingung karna adibah hanya diam saja tak merespon ucapan yuda .
Mereka berduapun pergi meninggalkan rima dan ayu, dia segera duduk dibawa pepohonan rindang ditaman kampus .
"Kamu kenapa gak balas pesan aku dib? Kamu juga gak angkat telfon aku? Kamu ada masalah? Ngomong dib sama aku jangan diam" Ucap yuda memecah keheningan .
"Maaf" Jawab adibah lirih hingga meneteskan air mata .
Yuda pun panik melihat adibah tiba-tiba menangis dihadapannya "Kamu ada masalah lagi dengan orang rumah kamu? Kamu gak biasanya seperti ini sayang " Ucap yuda sambil memeluk menenangkan kekasihnya .
"Kemarin aku diancam tante minah buat ngejauhin kamu dengan alasan aku lupa sama tanggungjawab aku dirumah, aku gak mau yud tante minah bawa-bawa kamu kedalam masalahku, aku gak mau itu terjadi yud, aku takutt" Jawab adibah .
"Oh jadi karna itu kamu menghindari aku? Kamu gak perlu lakuin itu dib, kita bisa cari solusinya" Ucap yuda lagi .
"Gak bisa yud, aku cukup menderita dan aku tidak ingin kamu ikut terseret dalam masalahku" Jawab dibah sambil melepas pelukan dari yuda kemudian dia bangkit dari duduknya "Maafkan aku yud, tapi aku gak bisa menolak permintaan tante minah bagaimanapun aku hidup dengannya" Ucap dibah lagi sambil berlari meninggalkan yuda sendirian .
__ADS_1
"Dib kita belum selesai ngomong, adibahhhhh" panggil yuda tapi tak diharaukan olehnya dia tetap berlari menjauh dari hadapan yuda, yuda mengusap kasar wajahnyaa tak percaya bahwa tantenya begitu nekat sampai mencampuri urusan asmara mereka .
'Tenang sayang, aku akan mengumpulkan bukti buat bongkar kejahatan tantemu itu kesuaminya, dia bisa saja menyakiti kamu tapi tidak denganku' ucap yuda sendirian .
Dia berjanji akan menjadi pelindung terdepan untuk adibah, jadi kali ini dia tidak akan tinggal diam dan mengambil resiko yang bisa saja membuat adibah meninggalkannya karna permintaan konyol tantenya itu .
Disisi lain adibah berlari kekelas untuk menenangkan diri, melupakan sahabatnya yang masih berada dikantin juga yuda yang tadi berbicara dengannya ditaman kampus .
Hatinya begitu teriris takut jika yuda merasakan hal yang sama sepertinya, apalagi sampai dilukai oleh orang suruhan tantenya, minah begitu nekat jika harus berurusan dengan adibah, entah apa yang membuat dia sampai sekejap itu .
Adibah sementara ini menjaga jarak kepada yuda demi hubungan mereka, adibah tau kalau yuda pasti akan sangat terluka karna sikapnya tapi dia juga tak mau menyakiti yuda karna kekonyolan tantenya itu .
Setelah kelas kedua masuk, kedua sahabatnya kembali kekelas dan dia heran karna menemui adibah disana yang menekuk wajahnya kemeja .
"Kamu baik-baik saja dib?" Sapa ayu membuat dibah cepat mengubah posisinya .
"Iya dib, kamu sakit yah? Muka kamu pucat banget tuh" Ucap rima juga .
"Emm gak kok, cuma lelah aja gak tau nih" Jawab adibah singkat .
"Yaudah nanti kami antar kamu pulang yah?atau kamu dijemput sama si yuda?" Ucap ayu lagi .
"Okedeh bebeb, tuh udah ada Pak Rian ngisi kelas akhir" Ucap ayu lagi sambil menutup obrolan .
Mereka pun fokus kepada materi yang telah disampaikan oleh dosennya pak rian selaku dosen fakultas ekonomi .
Sepulang kampus mereka bertiga berjalan menuju pelataran kampus hingga keparkiran, ayu mengambil mobilnya diparkiran sementara rima dan adibah menunggunya dibawah pohon rindang .
Ditengah perjalanan adibah menceritakan masalahnya dengan yuda kepada sahabatnya guna untuk meminta pendapat untuk kedepanny, bagaimana pun mereka ada bagian dari support sistem dihidupnya .
Ayu dan rima merasa terkejut karna mendengar bahwa tantenya begitu nekat hingga ingin menyakiti yuda jika adibah terus bertemu dengannya .
"Ishhhh orang itu yah emang gak ada hatinya atau gimana sih? Sebel aku" Ucap rima .
"Iyaa aku juga gak habis fikir, kok bisa setega itu sihh sama kamu dib" Ucap ayu juga .
"Yah gitu deh gaesss, tujuan aku menghindar dari yuda juga baik kok" Jawab dibah .
"Iya, gue sih setuju-setuju aja, tapi apa gak ada cara lain dib? Kasian yuda nyaa kamu cuekin gitu" Ucap rima .
__ADS_1
"Iya dib, kasian tau' apalagi dia tuh keliatan tulus banget sama loh" sambung ayu .
"Aku juga gak tega, tapi mau gimana lagi, ini demi kebaikan hubungan kita berdua" Jawab dibah sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya .
Setiba mereka dikediaman purwanto, ayu dan rima langsung pamit meninggalkan adibah karna mereka melihat ada minah yang duduk santai diteras menatap sini kearah mereka .
"Kalian gak mampir dulu kedalam?" Ajak adibah .
"Gak deh dib, tuh ada nenek lampir nungguin kamu hehe" Ucap rima .
"Iya tuh dib, mana liat sinis lagi kekita hisss ngeri banget tau', kok bisa sih kamu betah tinggal disini?" Sambung ayu .
"Husst jangan ngomong gitu, nanti dia dengar loh, gak baik juga ngomongin orangtua . Gak takut kualat kalian hehe" Jawab adibah .
"Aduhh amit-amit dehh" Ucap rima .
"Yaudah kita pamit yahh, byeee bebebb" pamit ayu sembari melajukan mobil sportnnya meninggalkan kediaman purwanto .
Adibah pun melangkah masuk kedalam rumah, belum sempat dia menginjakkan kaki untuk naik ketangga, dia sudah mendengar kata-kata pedas lagi dari istri pamannya itu .
"Enak yah keluyuran mulu, pulang kuliah tuh langsung balik kerumah bukannya keluyuran gak jelas, pekerjaan rumah banyak, Gak sadar kamu cuma numpang hidup disinii? Dasarrrrrr" cerocos minah panjang lebar .
Adibah hanya menggeleng kepala dan mengelus dadanya 'sabar dib, ini bukan kali pertama kamu mendengar cacian, anggap hanya nyanyian burung, huffttt' ucap dibah dalam hati, kemudian dia melangkah masuk kekamarnya dan tak lupa menguncinya .
Ocehan dari minah sudah menjadi makanan sehari-hari adibah, jadi dia sudah tak heran lagi jika mendengar itu setiap pulang dari kampus, andai saja purwanto tau kelakuan istrinya mungkin dia sudah dibuang dan diterlantarkan kepinggir jalanan .
.
.
.
.
.
#Kali ini Author update bab lebih sering yahh .
#jangan lupa pantengin terus !
__ADS_1
#Gomawo .