
"Mas gimana?" Rengek Adibah pada Yuda meminta penjelasan mengenai kabar anaknya Bilal .
Sudah 3 hari ini mereka belum mendapati jejak keberadaan anaknya, minah dan orang suruhannya bekerja dengan bersih agar adibah dan keluarganya sulit mendapatkan informasi tentang penculikannya .
Yuda sudah melakukan berbagai cara untuk mencari informasi, begitupun melaporkan pada polisi namun juga belum ada hasil sama sekali. Kini adibah tak henti menangis memikirkan nasib anaknya diluar sana. Ia tak tahu bagaimana keadaannya kini .
"Mas sudah melakukan semuanya, pihak polisipun belum memberi kabar sama sekali" Jawabnya pasrah sambil mengusap wajahnya dengan kasar .
"Terus gimana dong mas, kita gak tau keadaan bilal gimana diluar sana? Belum tentu ia makan dan tidur dengan nyenyak, hiiikkkkkksss" tangis adibah tak kuasa .
"Sabar sayang, Mas akan terus mencari informasi. Gio menawarkan diri agar mas menyewa seseorang detektif profesional untuk mengatasi masalah kita, cuma mas belum memberi oke padanya" jelaskan sambil menenangkan adibah .
"Apapun mas, tolong lakukan yang terbaik untuk anak kita, hiikksssss" Ucap adibah lagi .
"Iyaa, mas hubungi gio dulu yah" Jawab yuda sambil menekan tombol panggilan kepada gio .
Tak cukup lama ia menghubungi, akhirnya panggilannya kini telah tersambung .
[Malam pak] ucap gio diseberang sana .
"Ya gio, malam" Jawab yuda .
[Ada apa pak?sudah ada kabar tentang anak bapak?] Tanya gio pada yuda penasaran .
"Belum gio, makanya saya telfon kamu. Saya setuju dengan usulan yang kamu berikan tadi, asal aku bisa segera mendapatkan kabar anakku" jelas yuda .
[Ohh, oke pak kalau begitu saya akan segera menghubunginya dan memberi beberapa informasi tentang ciri-ciri anak bapak dan juga lokasi penculikannya] Jawab gio .
"Terimakasih gio, saya harap kali ini tidak mengecewakan. Kamu tau kan bagaimana terpukulnya saya kali ini karna anak saya tak kunjung ditemukan" Ucap yuda haru .
[Iya pak, saya jamin besok semua akan clear, bapak tenang yah jangan lupa b berdo'a] Jawab gio lagi menenangkan yuda .
"Baik gio, terimakasih. Saya tunggu kabar baiknya besok" pamit yuda .
[Baik pak, siap!"] Jawabnya sambil menutup panggilan tersebut .
Mendapat tugas dari atasanya yuda, gio segera menghubungi detektif kepercayaannya untuk mengatasi masalah yuda dan keluarganya. Sejauh gio mengenal Azzam yang selaku juga temannya sendiri, ia belum pernah gagal dalam kasus apapun. Semoga saja besok keberadaan bilal sudah tercium olehnya .
__ADS_1
"Ya Azzam, terimakasih yah. Saya akan mengirim beberapa file bukti penculikan dan juga foto anak itu" Ucapnya dalam telepon .
[Iya gio, sama-sama] Jawab azzam sambil tersenyum diseberang sana .
Gio pun segera mengirimkan file bukti penculikan azzam lewat email dilaporkan miliknya. Tak cukup lama azzam pun membuka file itu dan mempelajarinya dengan cermat .
* * *
Di Base camp milik tri dan bawahannya, ia sedang memantau pergerakan yang bisa saja menyenangkan dengan tiba-tiba, sejauh ini ia masih merasa aman dan tidak mendapatkan tanda bahwa polisi mencari keberadaannya .
Bilal yang tengah terkulai lemas tak henti menangis mengingat ibunya yang kini sedang khawatir mencarinya .
"Hiiikkssss,,Hiiikkssss,,Hiikksssss" tangis bilal sambil memiringkan kepalanya kesamping .
Pakaian sekolahnya yang awalnya bersih dan rapi, kini telah kusut dan kotor karna sudah tiga hari ia memakainya. Setiap minah datang menemuinya ia selalu dipaksa makan dan minum namun bilal selalu menolaknya. Alhasil bajunya jadi kotor saat minah menumpahkan sisa makanan itu ke bajunya karna terbawa emosi .
Bilal belum tau sama sekali apa motif orang itu menculiknya, ia hanya selalu mendengar kata-kata minah bahwa ibunya lah yang jahat padanya. Namun bilal tak ingin percaya begitu saja padanya karna yang ia tau ibunya adalah sosok yang terbaik di dunia ini .
"Ehh anak kecil berhenti menangis gak, kamu ini berisik sekali" Ucap orang itu saat memasuki gudang penyekapan bilal .
Bilal pun menoleh dengan sorot mata sendu pada orang itu. "Aku mau pulang om, tolong lepaskan bilal. Ini terlalu sakit" keluhnya sambil menggoyangkan ikatan tali pada tangannya .
"Sini om perbaiki, kamu jangan coba-coba kabur yah!" Ucap orang itu sambil menatap bilal .
"Iya om, hiikkkssss" Jawab bilal tak henti menangis .
"Sudah, kamu tidur saja ini sudah jam 11 malam" ucap orang itu lagi .
"Aku lapar om, gak bisa tidur" Jawab bilal sesaat perutnya pun berbunyi .
"Tunggu sebentar" Ucapnya lalu pergi keluar meninggalkan bilal .
15menit kemudian ia pun kembali membawa sebungkus nasi dan juga mineral untuknya .
"Kamu makan sendiri saja, om akan melepaskan talinya. Tapi ingat kamu jangan sesekali mencoba untuk kabur, kamu tau akibatnya nanti!" Ucapnya sambil mengancam bilal .
"I..iyaa om" Jawab bilal terbata-bata .
__ADS_1
Setelah orang itu melepas ikatannya, bilal pun mengambil duduk dilantai dan membuka bungkus makanan yang diberikan orang itu dan mulai melahapnya dengan rakus akibat kelaparan .
"Om kedepan dulu, makanannya dihabiskan!" Ucapnya sambil menutup pintu .
Bilal yang mendengarnya hanya mengangguk dan kembali melanjutkan menghabiskan makanannya. Sudah tiga hari ini disini tanpa mencoba makan dan minum saat ditawarkan oleh minah. Hatinya sakit karna terus memikirkan ibunya disana, bilal tau kalau saat ini pasti ibunya sedang menangis karna menghawatirkannya .
Sesudah makan ia pun berbaring dilantai tanpa alas apapun, badannya kini terasa remuk semua, belum lagi tangannya yang luka karna ikatan tali itu .
'Bilal rindu ibu' gumam bilal sendirian sambil membenarkan diri untuk berbaring .
Sesaat ia pun tengah tertidur lelap tanpa sadar.
Saat orang itu masuk mengeceknya kedalam, ia sudah mendapati bilal tertidur dengan pulas. Ia mengurungkan diri untuk mengikatnya kembali dikursi dan memilih mengunci ruangan itu dari luar .
"Anak itu tertidur pulas dilantai, aku tidak tega membangunkannya" Ucap orang itu pada rekannya .
"Baik, saya akan menjaganya didepan sini" Ucap rekannya sambil duduk dikursi yang telah tersedia disana .
"Oke, jangan sampai anak itu lolos" Ucapnya lagi .
"Siap!"
Orang itu pun kembali ke markas depan untuk berjaga-jaga apabila seketika polisi mencium keberadaannya ia langsung memberitahukan pada rekannya untuk segera bersiap-siap .
* * *
Di sisi lain azzam yang kini sedang berusaha keras menemui kasus ini juga belum tertidur, ia berfikir bahwa malam adalah waktu terbaik untuk menjalankan misinya kali ini. Ia membuka beberapa peta dilaptopnya untuk terlebih dahulu mencium dimana keberadaan bilal saat ini. Tak butuh waktu lama ia pun telah menemukannya, dimarkas yang terletak didaerah Bogor yang jaraknya cukup jauh dari surabaya .
"Hmm, mereka memang sangat pintar melakukan penculikan ini tanpa jejak sedikitpun, namun mereka belum tahu berhadapan dengan siapa saat ini hahhaahha" Ucap azzam bangga saat mendapati lokasi penyekapan bilal .
Ia terus melakukan cara agar segera bisa menemui tempat itu kesana dan menyimpan beberapa file yang sudah dia undur untuk diberikan pada polisi saat ia melapor nanti agar polisi bisa segera menindaklanjuti kasus ini hingga selesai .
Tugas azzam hanya memastikan markas yang ia maksud dari tempat penyekapan bilal itu sudah benar dan real tanpa ada kesalahan sedikitpun .
"Sebaiknya malam ini aku segera cek kesana dulu untuk memastikan siapa pemilik markas itu" Ucapnya kemudian meraih cloh panjangnya dan melangkah menuju mobilnya yang kini tengah terparkir diteras rumahnya .
Hembusan angin malam yang menyapa kota Surabaya hingga menuju Bogor tak dapat menghalangi perjalanan azzam untuk mengetahui dalang dari penyebab kasus yang ia tangani saat ini. Setelah melewati waktu hingga berjam-jam akhirnya ia telah sampai disana. Ditengah-tengah pepohonan yang menutupi keberadaan markas mereka membuat azzam memilih membuntutinya dari kejauhan. Terlihat mereka sedang asik bermain catur bersama diteras, namun sorot mata azzam tertuju pada laki-laki yang perkiraan seusianya dan memakai topi tersebut .
__ADS_1
"Hmm, rupanya ini adalah markas kamu" ucapnya dalam hati sambil tersenyum .
"Besok kalian akan mendekam dipenjara, bersiap-siaplah!" Ucapnya lagi sambil melangkah menaiki mobilnya dan segera pergi dari sana .