Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab19 ~ Misterius


__ADS_3

Pagi hari menyongsong dinginnya embun dipagi buta menembus kota Surabaya.


Dua orang kekasih yang masih terlelap dalam tidurnya karna aktivitas yang membuatnya lelah semalaman .


Tak lain yaitu adibah dan yuda, pasangan yang baru saja halal itu kini merasakan bahagia yang mereka cipta .


Hingga pukul 07.00 mereka berduapun akhirnya membuka mata .


"Selamat pagi istriku yang cantik" Sapa yuda sambil mencium kening istrinya .


"Selamat pagi juga mas" Jawab adibah sambil mengeratkan kembali pelukannya. "Hari ini kamu ngantor mas?" Tanya adibah lagi .


"Iya sayang" jawab yuda .


"Kalau begitu mas bangun gih, udah jam 7 pagi!" Ajak adibah kemudian bergegas untuk duduk .


"Iyaa sayangku yang bawel hehe" Jawab yuda. "Tapi barengan" goda yuda lagi .


"Ihh kok barengan, masih pagi loh mas" protes adibah .


"Ayoo ah gak usah lama-lama" tarik yuda .


Kemudian mereka berdua pun masuk ke kamar mandi dan berendam bersama di bath up. Disana mereka melanjutkan madu kasih yang begitu panas dipagi hari, karna tak mau ambil waktu lama mereka pun hanya melakukannya sekali dan sampai akhirnya mereka selesai mandi bersama .


Di meja makan mereka bertiga kembali bersama, sarapan sambil bercerita hingga kehebohan pagi pun terjadi karna ulah candaan adibah yang terus menggoda pamannya untuk segera menikah .


"Hahahah kamu tuh yah kalau goda om nomor satu" Ucap purwanto terkekeh. "Udah ah om mau berangkat kekantor dulu, kamu dirumah sendirian gak apa-apa kan? Ada bi Arsih juga tuh" Ucap purwanto .


"Iya om gak apa-apa kok, adibah juga mau dirumah saja seharian" Jawab adibah .


"Yud kamu bawa mobil sendiri kekantor?" Tanya purwanto pada yuda .


"Iya om" Jawabnya.


"Oke, kalau begitu om duluan yah" pamit purwanto .


"Iya om, hati-hati" ucap yuda .


Adibah pun tersenyum dan melambaikan tangan kepada pamannya .


Mereka berduapun bangkit dari duduknya dan melangkah keluar menuju teras rumah untuk mengantar yuda ke mobilnya .


"Mas berangkat dulu yah" pamit yuda sambil mengecup kening istrinya dan memeluknya sebentar .


"Iya mas, kamu hati-hati yah" Jawab adibah sambil mengulum senyum manis untuk suaminya .


"Dadahhhh" Ucap adibah lagi ketika yuda kini berada diatas mobilnya .


Yuda pun membalasnya dengan lambaian tangan dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah purwanto .


Adibah kembali masuk menuju ruang Tv untuk bersantai .


"Non di minum dulu, bibi buatin susu khusus buat non" Ucap bi arsih sambil menyimpan gelas yang berisikan susu .


"Makasih bi, tapi ini susu buat apa bi?" Tanya adibah .


"Itu buat nyuburin kandungan Non, supaya Non cepat-cepat diberi momongan" Jawab arsih sumringan .


"Ohh, emmm iyaa. Makasih banyak yah bi udah perhatian sama dibah, aku aja belum kepikiran sampai kesana hehe" Ucap adibah lagi .


"Iya Non sama-sama, saya permisi kebelakang dulu" pamitnya .


Adibah pun mengangguk.


*


*


Di sisi lain Minah membuat rencana untuk membuat adibah semakin hancur, dia berfikir karna ulahnya lah sampai purwanto rela untuk menceraikannya sampai dia tak punya kesempatan untuk kembali memperbaiki hubungannya .


Dia tersenyum licik karna dia yakin akan berhasil dalam rencananya .


'Kamu akan merasakan penderitaan yang luar biasa adibah, karena berani bermain-main denganku' ucapnya sendiri sambil menatap kotak paket berisikan cermin retak dengan darah dan tulisan .

__ADS_1


Dia pun segera turun untuk menyerahkan kotak itu kepada kurir tersebut .


"Sesuai alamat yah bu?" Jelas kurir itu lagi .


"Iyaa, saya mohon jangan pernah memberi identitas saya" Jawab minah .


"Baik bu, permisi" Ucap kurir itu lagi kemudian pergi meninggalkan kediaman minah .


Minah pun tersenyum ceria karna sebentar lagi adibah akan menerima kotak darinya yang berisikan ancaman yang tidak akan membuat hidupnya tenang .


'Aku senang jika melihatmu menderita adibah, hahahahahahahahhh" gumamnya.


Tiba dikediaman purwanto, kurir itu pun masuk memberi kotak paket pada security itu .


"Paketttttttt" Teriak kurir tersebut .


"Maaf buat siapa yah?" Tanya pak Trisno selaku satpam disana .


"Atas Nama adibah" Jawabnya .


"Oiyaa, sini. Terimakasih" ucap pak trisno .


"Sama-sama pak, mari!!" Pamit kurir itu.


Pak trisno pun berlari membawa kotak itu masuk kedalam dan memberikannya kepada bi arsih .


"Arsihh, arsihhhh...!!!" Panggillnya .


"Iyaa, ada apa trisno?" Jawabnya .


"Ini ada paket untuk Non adibah" ucapnya sambil memberikan kotak itu .


"Ohh, iyaa Non adibah ada diruang Tv" Jawab arsih sambil memegang kotak itu .


Trisno pun mengangguk kemudian kembali ke pos satpam .


"Non ad paket buat non dibah, tadi pak trisno yang menerimanya" Ucap bi arsih .


"Enngeh Non, bi arsih lupa Tanya sama trisno tapi katanya yang bawa kurir" Jawab bi arsih .


"Ohh, dari siapa yah? Aku gak pernah pesan apapun" Ucapnya sambil melihat detail alamat dari paket itu namun janggal karna tak ada nama pengirim dan juga alamatnya apalagi nomor ponselnya salah .


"Yaudah makasih bi" Ucap adibah lagi .


Bi arsih pun mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya .


'Kira yang ngirim paket siapa yah?' Ucap adibah kebingungan. 'Atau dari mas yuda yah? Tapi kok gak bilang aku dulu? Hmmm mau surprise mungkin. Coba aku buka dan liat isinya' ucapnya lagi sambil membuka kotak itu .


Setelah akhirnya dibuka adibah pun teriak histeris, karna isi paket tersebut sangat menyeramkan berisikan cermin retak, bercak darah dan juga tulisan 'Kamu akan merasakan penderitaan yang sama denganku' .


"Aaarrrrrghhhhhhhhhhh" Teriak adibah sambil melempar kotak itu .


Arsih yang mendengarnya pun berlari menghampiri adibah .


"Kenapa jadi seperti ini Non?" Arsih pun tak kalah kaget melihat isi kotak itu berserakan dengan bercak darah .


"Bibi itu yang ngirim siapa? Isi tulisannya mengancam akan memberikan penderitaan yang sama dengan adibah. Aku takut bi" tangis adibah pun pecah seketika .


"Tenang Non, aku panggil trisno dulu" Ucap bi arsih .


Tak lama kemudian trisno pun datang bersama bi arsih .


"Kamu liat No', itu paket yang kamu terima tadi isinya itu semua dan parahnya lagi dia mengancam Non adibah" jelas bi arsih pada trisno .


"Aduhhh, yang bawa paket tadi cuma kurir biasa juga terus nyebutin paketnya buat non jadi aku terima saja" Jawabnya .


"Lainkali jangan terima paket apapun kalau nama pengirimnya tidak jelas" Ucap adibah .


"Iya Non, maafin saya" Jawab trisno menunduk karna merasa bersalah .


"Iya gak apa, nanti aku coba telfon mas yuda dan paman dulu" Ucap adibah lagi .


"Iya Non lebih baik begitu, ini paket misterius namanya" Jawab bi arsih .

__ADS_1


Pak trisno pun mengangguk dan kembali berjaga di pos satpam untuk mencegah ada pengiriman paket misterius lagi .


"Aduhhh mas kok gak diangkat sihh" Ucap adibah kesal karna yuda tak kunjung mengangkat telfonnya .


Tak lama kemudian akhirnya panggilan mereka pun tersambung .


[Iya sayang, ada apa? Maaf tadi barusan habis meeting sama klien penting. Aku gak liat panggilan kamu] ucapnya .


"Iya mas gak apa-apa, dibah cuma mau bilang ada kirim paket misterius kesini dan itu buat dibah. Mas tau isinya ngancem aku!!" Jawab adibah dengan nada khawatir .


[Siapa pengirimnya sayang?] Tanya yuda lagi .


"Nah itu mas adibah gak tau, kata pak trisno pas terima paket tadi yang bawa itu hanya kurir biasa" Jawabnya lagi .


[Kamu yang tenang dulu yah! Kira-kira siapa yah?. Kamu sudah tanya om purwanto?] Tanyanya lagi .


"Belum mas"


[Oke. Coba mas tanya om purwanto dulu, kamu tenangin diri kamu dulu yahh. Nanti mas pulang]


"Iya mas" Jawab adibah kemudian mengakhiri panggilannya .


Di kantor yuda begitu khawatir mendapat kabar dari istrinya, apalagi paket itu isinya untuk mengancam dan meneror istrinya dengan sengaja .


Yuda pun bergegas melakukan panggilan kepada purwanto.


[Halo Nak, ada apa?] Ucapnya .


"Ini om yuda dapat kabar dari adibah kalau ada yang ngirim paket misterius kerumah om dan isinya tulisan gitu untuk ngancem adibah" Jelas yuda .


[Haahhhh, benar yud? Nama pengirimnya ada gak?] Tanya purwanto lagi .


"Nah itu dia om yang jadi masalahnya, nomornya pun ada tapi sama sekali gak bisa dihubungi mungkin karna nomor palsu saja om" Jawabnya .


[Aduhh, ini siapa lagi yang mau ganggu adibah. Anak itu setahu om gak pernah punya masalah sama orang] Ucap purwanto lagi .


"Iya om, kita harus cari tau siapa pengirim paket misterius itu sampai dapat. Aku takut dia akan mengulangi hal yang sama dan membuat adibah jadi kefikiran"


[Iya Nak kamu benar, ini tidak bisa dibiarkan]


"Oke om, aku mau balik kerumah dulu buat tenangin adibah. Takutnya dia shock karna paket itu" Ucap yuda lagi .


[Iya nak, kabarin om kalau kamu sudah dapat kabar dari pengirimnya]


"Baik om" Jawab yuda kemudian mengakhiri panggilannya .


Dia mengusap wajahnya dengan kasar, tak terima istrinya diteror begitu tanpa kejelasan .


"Haloo, keruangan saya sekarang!" Imbuhnya ditelpon .


Ceklekkk...!


"Iya pak, ada perlu apa?" Sapa Gio yang baru saja memasuki ruangan yuda .


"Kamu tolong cari tau pengirim dari paket misterius yang meneror istri saya. Saya akan kirim detailnya kekamu pas sampai rumah" perintah yuda .


"Baik pak" jawab gio tegas .


Selain asisten pribadi dikantor, Gio pun memiliki keahlian untuk melacak orang-orang yang berani berbuat jahat kepada bosnya. Dia begitu ahli dalam segala hal dan yuda sangat mempercayainya .


.


.


.


.


#Haloo, apa kabar kalian hari ini?


#Jangan pernah bosan yah buat baca karya dari Author hehe


#Gomawo !!

__ADS_1


__ADS_2