
Pagi hari suasana sejuk dikota jeju mampu menembus sampai ke lubang jendela. Adibah yang baru saja membuka mata justru menyembunyikan kembali wajahnya dibalik selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Sensasi dinginnya menembus hingga membuat dia menggigil dipagi hari .
Yuda masih terlelap dalam tidurnya dan tidak menyadari bahwa adibah sudah beranjak dari sana .
Dia berendam di bath up dengan menggunakan air hangat, agar dapat mengusir gigil yang menjemputnya dipagi hari. Dia juga kerap mengelus perut kecilnya yang sudah mulai membuncit sedikit .
'Aku akan menjaga kamu dengan baik sayang, sehat-sehat yah diperut mama sampai kita ketemu. Mama semakin kuat karna ada didalam sini' . Ucap adibah tersenyum sambil mengelus perutnya .
Diapun melanjutkan hingga selesai dan keluar .
Dia melihat suaminya yang belum kunjung bangun karna kelelahan akibat aktivitas bercinta mereka semalam. Bukan main mereka melakukannya hingga berkali-kali tanpa jeda sedikitpun.
Setelah berpakaian dia mulai duduk ditepi kasur dan membangunkan yuda
"Mas ayo bangun" bisik adibah ditelinga suaminya .
Yuda pun akhirnya membuka matanya dan langsung melihat wajah istrinya yang tersenyum lepas dipagi ini. Dia melihat adibah semakin cantik dari biasanya. Entah itu karna efek hamil atau memang sudah menjadi auranya untuk terlihat cantik setiap hari .
"Sayang kamu kok makin hari makin cantik saja" Ucap yuda .
"Masa sih mas?" Tanya adibah .
"Iyaa sayang, kamu kali ini berlipat-lipat lebih cantik lagi" goda yuda lagi .
"Hmm makasih mas" jawab adibah sambil mengembangkan senyum .
"Iyaa sayangku. Sini peluk mas!" Adibah pun memeluk suaminya. "Kamu mandi kok gak ngajak mas. Ihh curang!" Ucap yuda lagi dengan mode ngambek .
"Kan mas tadi masih tidur" Jawab adibah .
"Kamu bangunin lah" Ucap yuda lagi .
"Gak tega aku mas. Tadi kamu tidurnya lelap sekali"
"Emmmm, tapi kan mas mau it..tuuu" Ucap yuda terbata .
"Apasihh mas? Ihh masih pagi-pagi udah mesum hahaha" gelak tawa adibah .
"Sama istri sendiri kok dibilang mesum" Ucap yuda lagi. "Kalau begitu disini saja yah" ajak yuda .
Seketika mata Adibha membulat tak percaya mendengar penuturan dari suaminya itu. Bukan apa ini sudah pagi dan perutnya sudah sangat lapar sejak tadi karna kini bukan hanya adibah tapi ada janin kecil didalam yang butuh asupan juga .
"E....ehhh gak mas, masih pagi loh ini. Adibah juga lapar banget dari tadi, Nihh..!" Rengek adibah sambil menunjuk perutnya agar yuda faham bahwa mereka berdua kini lapar dan butuh makan secepatnya .
"Hmmm yaudah papa mandi dulu yah, abis ini kita makan ke resort. Oke sayangg?" Ucap yuda tersenyum sambil mencium perut istrinya .
Dia pun mendengkus kasar karna pagi ini tak dapat melakukannya lagi. Bukan marah tapi di kini harus mengerti bahwa istrinya tengah mengandung buah hati mereka. Yuda harus ekstra memberi perhatian dan kasih sayang kepada adibah agar dia tak banyak kefikiran yang bisa saja membuat janin yang ada didalam kandungannya itu jadi terganggu.
Di resort mereka kini berdua menikmati sarapan pagi. Seperti biasa adibah yang begitu menikmati makanan tersebut. Benar saja seperti yang ia katakan pada suaminya bahwa mereka sudah sangat lapar. Buktinya beberapa makanan pun sudah habis dibuatnya. Dan itu membuat yuda merasa senang karna istrinya kini doyan makan dan harus menambah 2 sampai 3kali dari porsi sebelumnya .
__ADS_1
"Hmmm. Mas kamu kok liatin aku kayak gitu?" Tanya adibah .
"Gak sayang. Mas senang liat kamu semangat makan kayak gini" Jawab yuda sambil tersenyum .
"Adibah berlebihan yah makannya?" Tanyanya lagi dengan nada berbisik malu dan melihat orang-orang disekelilingnya .
"Tidak sayang. Gak usah liatin mereka, yang kamu fikir sekarang ada dia diperut kamu. Oke!" Ucap yuda menenangkan istrinya .
Kemudian adibah pun mengulas senyumnya. "Iya mas" Jawabnya .
Sehabis makan mereka berdua kembali kekamar untuk beristirahat sejenak .
"Sayang, kita kerumah sakit yuk! Periksa kandungan kamu. Mas mau tau berapa usianya sekarang" ajak yuda pada istrinya.
"Boleh mas, sekarang?" Tanyanya .
"Iya sayang, kebetulan ada teman mas yang selaku spog dikota ini. Namanya dokter Nindi teman SMA mas dulu Surabaya" jelasnya .
"Oke mas. Adibah siap-siap dulu" Jawabnya .
Tak lama kemudian mereka kini sampai disebuab rumah sakit. Rumah sakit ibu dan anak yang begitu megah di jeju. Benar saja temannya itu sedang ditugaskan sebagai dokter SPOG dirumah sakit sebesar ini. Dan yuda pun segera menemuinya .
Ceklekk....!
"Silahkan pak, bu...!" Ucap suster tersebut saat membuka pintu ruangan milik nindi .
Adibah pun mengangguk tersenyum merespon ajakan nindi .
"Istri kamu cantik sekali yud. Lama gak ketemu yah sampai kamu nikah aja aku gak tau hehe" Ucap nindi lagi .
"Makasih nin. Iya nih kemarin aku mau undang kamu tapi gilang bilang kamu sibuk banget disini dan gak ada waktu buat pulang" jelasnya.
"Hmm iya sih. Padat banget loh jadwal aku disini, gilang aja kadang ngoceh karna waktu aku kurang buat nelpon aja hanya sebentar hehe" Jawabnya lagi.
"Its Oke gak apa-apa" Ucap yuda lagi .
"Iyaa heheh" Jawab nindi. "Yud bantu istri kamu baring disini biar aku periksa kandungannya" Ucapnya lagi .
"Ayo sayang" Ajak yuda sambil membantu istrinya naik ke brangkar .
"Udah berapa bulan?" Tanya nindi kepada adibah sambil mengelus perutnya dengan gel .
"Aku juga belum tau hehe, makanya kita berdua kemari. Ini pertama kalinya kita periksa, kemarin juga kami baru tau itupun hanya pakai tespeck" jelas adibah .
"Wahhh. Kok gak cepat dibawa kesini sih yud?" Tanya nindi protes .
"Iyaa hehe. Baru kepikiran gue kalau loh tugas dikota ini, aku sih kemarin maunya periksa saat sudah balik kesurabaya. Tapi ingat kamu ada disini aku jadi ajak istriku untuk cek hari ini" jelasnya .
"Ohh" Jawab nindi. Diapun mulai menggerakkan alat untuk melihat kondisi janin mereka didalam. Mengetes detak jantungnya dan memperkirakan berapa usianya sekarang.
__ADS_1
"Ini udah masuk enam minggu, dia juga sehat kok. Kamu dengar baik-baik yah suara detak jantungnya!" Ucap nindi lagi .
Adibah pun tak kuasa menahan tangis mendengar detak jantung janin yang kini ada diperutnya .
Yuda pun ikut mengelus kepala adibah dan menenangkannya. Haru bahagia itulah yang dia rasakan. Tuhan memberinya bertubi-tubi kebahagiaan itu. Setelah diberi suami yang baik dan begitu tulus dia juga kini diberi kepercayaan untuk menjadi ibu. Sungguh itu adalah kebahagiaan yang tuhan beri untuknya .
"Terimakasih yah dokter nindi hehe" Ucap yuda pamit kepada nindi .
Adibah pun ikut tersenyum dan menjabat tangan nindi .
"Oke, jangan lupa jaga kesehatan yah dan vitaminnya diminum" Ucap nindi .
"Iya dok" Jawab adibah .
"Oke nin kami pamit yah" Ucap yuda lagi .
Nindi pun mengangguk tersenyum. Dan mereka berdua pun melangkah keluar meninggalkan ruangan nindi dan menuju pelataran parkiran rumah sakit .
Diatas mobil mereka berbincang banyak. Yuda begitu senang saat mengetahui usia kandungan istrinya kini sudah masuk enam minggu dan itu masih sangat muda dan rentang. Dia harus ekstra hati-hati menjaganya agar tak terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan .
"Mas?" Panggil adibah .
"Iya sayang, kenapa?" Jawabnya .
"Apa kamu bahagia?" Ucap adibah tiba-tiba membuat yuda mengerutkan alisnya.
"Tentu sayang! Kok kamu nanyanya begitu?"
"Tanya aja mas, gak boleh yah?"
"Hmm boleh kok sayang. Tanpa kamu tanya pun mas sudah bahagia, sangat bahagia. Apalagi ada dia diperut kamu, Calon buah hati kita, hmmm" Jawab yuda sambil mengelus tangan adibah .
"Makasih mas" ucap adibah tersenyum lepas memandangi suaminya .
Mereka berduapun terlibat dalam tawa dan candaan diatas mobil yang dikendarai yuda menuju tempat yang akan mereka kunjungi hari ini .
"Mas kita mau kemana?" Tanya adibah .
"Kemana yah?? Hmmm!"
.
.
.
#Staytune terus yahh, jangan pernah bosan buat mampir dan beri komentarnya!
#Gomawo ^-^
__ADS_1