
Sepulang dari Mall adibah berfikir keras bagaimana caranya supaya minah tidak mengganggu kehidupannya lagi. Mengingat kini ia sudah mempunyai anak 3 dan ia takut kalau minah melukai salah satu dari mereka .
Sungguh ia kini berfikir keras untuk keamanan anak-anaknya, ia tahu bahwa minah pasti akan berbuat apapun agar dapat mencapai keinginannya. Tak perduli bagaimanapu resikonya .
Didalam kamarnya ia berjalan kesana-kemari, sesekali ia melirik kepada kedua putrinya yang sedang tertidur lelap disana, dia belum menceritakan apapun pada yuda tentang pertemuannya dengan minah tempo hari itu. Ia akan menyimpan ini dulu sampai benar-benar mendapatkan momen yang pas untuk menceritakan pada suaminya .
Bilal pun yang sedang masuk sekolah menjadi tugas ayahnya untuk mengantar jemputnya saat pergi dan pulang sekolah, semoga saja minah tak tahu dimana anaknya bersekolah. Bisa saja dia mengambil kesempatan menculik bilal untuk mengikuti obsesi jahatnya pada adibah .
Dia juga ingin sekali menanyakan ini pada pamannya purwanto, tapi ia takut purwanto khawatir padanya kalau minah akan berbuat jahat lagi. Memang benar seperti itu tapi ia tak ingin menambah beban fikiran pada pamannya itu, mengingat kini kondisi pamannya yang sering drop karna terlalu memaksakan untuk bekerja .
'Kamu harus tenang adibah, semoga saja ada jalannya untuk menghindari tante minah'. Gumamnya dalam hati .
* * *
Di sisi lain minah yang berada didalam kamarnya menyusun rencana untuk membalaskan dendamnya pada keluarga adibah, mengingat kemarin saat ia bertemu diMall. Ia tahu bahwa adibah sangat lemah saat berhadapan dengannya .
"Hahahaha aku akan mencari tahu terus tentang kabar kamu adibah dan juga keluargamu, hal pertama yang akan aku lakukan adalah menculik salah satu anak kamu" Ucapnya sambil menyeringai dan terkekeh kesenangan .
Dia sangat bahagia karna mendapat kabar bahwa kini adibah telah tinggal dirumahnya sendiri bersama dengan ketiga anaknya dan suaminya. Sedangkan anak pertamanya yang bernama bilal sudah bersekolah disalah satu SD yang belum ia ketahui jelas lokasinya. Kini ia kembali memerintahkan orang suruhannya untuk tetap memantau pergerakan anaknya yang pertama itu, ia ingin tau dimana ia sekolah dan seketika ia bisa mendekati dan menculiknya dengan mudah .
"Bilal, nama yang bagus. Tante akan membawamu pergi untuk bersenang-senang, hahahhahahahahhah" Ucapnya lagi sambil tertawa keras menatap foto keluarga adibah disebuah sosmed yang lengkap oleh yuda dan ketiga anak-anaknya .
Saat ia mengingat purwanto hatinya terasa sakit, banyak yang ia pendam. Apalagi saat ia mengingat kalau purwanto tidak ingin lagi rujuk dengannya. Atas kejadian itu yang membuat dia makin menjadi wanita yang serakah dan mampu berbuat keji kepada orang-orang yang tidak ia sukai .
Ia terus tertawa seperti layaknya orang kurang waras didalam kamarnya, apalagi saat mengingat ia terus menyusun rencana untuk menghancurkan adibah dan keluarganya tanpa gagal lagi .
"Aku harus bisa menghancurkan kamu adibah, kali aku tak akan membiarkan rencanakan gagal, perlahan-lahan kamu akan menderita kembali karna aku akan melukai anak-anak kamu dulu hahhahahahahahah" Ucapnya lagi .
*Tok...Tok...Tok...!"
__ADS_1
Pintu minah pun diketik dari luar, segera ia bangkit dari duduknya dan melangkah membuka pintu kamarnya .
"Mama boleh masuk?" Ucap ibunya saat minah telah membuka pintunya .
"Boleh mah, ayo!" Ajaknya .
"Mama mau bicara penting sama kamu nak" Ucapnya membuka percakapan .
"Tentang apa mah?" Tanyanya .
"Mama harap kamu gak berbuat nekat lagi seperti yang pernah kamu lakukan pada keluarga purwanto, kamu baru saja keluar dari penjara. Mama gak mau hal itu terulang kembali, mama harap kamu bisa mengerti dengan ucapan Mama barusan!" Jelas ibunya pada minah menasihati .
"Iya mah, aku udah gak mau lagi kok ganggu mereka. Minah sudah jera tinggal dipenjara selama bertahun-tahun, minah gak akan mau mengulangi lagi kesalahan yang sama" Ucap minah berbohong pada ibunya .
"Alhamdulillah nak kalau kamu sudah faham apa yang Mama maksud, kalau begitu Mama kembali kekamar dulu" Ucap ibunya lagi kemudian pamit keluar dari kamar minah .
Minah pun dengan cepat menutup pintu kamarnya dan menguncinya .
Ia pun mengahamburkan diri diatas nakas, ia terus menunggu laporan dari orang suruhannya untuk mendapatkan dimana lokasi bilal sekolah. Setelah itu rencana awalnya akan ia mulai .
* * *
"Ibuuuuuuu, bilal pulang" Teriak bilal saat memasuki pintu rumahnya. Ia berjalan menuju ruang Tv untuk mencari keadaan ibu dan adik-adiknya .
"Ehh, anak ibu udah pulang sekolah?" Tanya adibah saat melihat bilal menghampirinya .
"Iya ibu, bilal ada sesuatu untuk ibu" Jawab bilal sambil membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku gambar miliknya .
"Apa itu nak?" Tanya adibah penasaran .
__ADS_1
"Nih ibu liat deh, bagus kan? Ini gambar ayah, ibu, kakak dan adik-adik hehe" jelas bilal pada ibunya sambil menunjuk satu-satu pada gambarnya .
"Bagus banget nak, bilal yang gambar ini?" Tanya adibah kagum pada anaknya .
"Iya dong bu, masa ibu guru bilal heheh" Jawab bilal terkekeh menatap ibunya .
"Gambal akak bayus hehe" Ucap asifah saat menghampiri mereka berdua dan melihat gambar tersebut .
"Makasih adikku yang cantik hehe" Ucap bilal pada asifah .
"Azma yang mana akak?" Tanya azma bingung melihat tokoh-tokoh yang ada digambarkan tersebut .
"Ohh, ini azma digendong ayah, asifag digendong ibu, kalau kakak duduk ditengah-tengah ayah dan ibu hehe" jelas bilal pada adik-adiknya .
"Emm, azma boyeh minta gambalnya?" Tanya azma lagi meminta gambar bilal .
"Buat apa dek?" Tanya bilal balik .
"Mau azma tempey dikamal ibu ayah, supaya azma bica liat itu teyus tiap hari heheh" Jawab azma terkekeh .
"Boleh, nanti kakak tempelkan disana yah" Ucap bilal berjanji pada azma .
"Hoyeeeeeeeeeee, makasih akak" Teriak azma senang begitupun asifah .
Adibah pun tersenyum melihat ketiga anaknya itu tertawa bahagia, meski hak sederhana tapi membuatnya bersyukur memiliki anak-anak yang begitu kuat tali persaudaraan dan kasih sayang yang begitu besar. Bilal pun mulai belajar menunjukkan sikap yang baik kepada adik-adiknya karna yuda dan adibah selalu mengatakan padanya bahwa hal apapun yang ia kerjakan pasti akan diikuti oleh adik-adiknya jadi ia harus menunjukkan versi terbaik dari dirinya .
Ia berharap kedepannya mereka saling berpegang teguh tanpa ada pertengkaran yang melerai mereka bertiga agar tidak runtuh pertahanan ikatan persaudaraannya. Adibah ingin menjadikan contoh yang baik untuk anak-anaknya, agar mereka tau kalau kebaikan akan selalu berakhir bahagia. Tali kekeluargaan itu penting dan harus dijaga meski akan ada seseorang yang membenci tapi itu tidak akan menjadi penghalang untuk kita terus menjalani hidup ini .
Garis takdir sudah ditentukan oleh Tuhan, semoga saja perjalanan hidupnya selalu dalam lindungannya begitupun dengan keluarga kecilnya, doa dan harapan adibah rapalkan tiada henti hanya untuk kebahagian kehidupan bahtera rumah tangganya. Selama ia bersama yuda ia tak pernah kekurangan kasih sayang darinya begitupun dari kedua orangtua yuda yang selalu memberinya support untuk tetap berusaha kuat menjalani tugas sebagai seorang istri dan ibu tiga anak sekaligus .
__ADS_1
Kehidupannya kini sudah terasa lengkap dan bahagia, ia berharap semoga minah hanya mengancamnya dengan mulut saja tanpa harus berbuat nekat pada keluarganya. Ia tak mampu membayangkan jika sesuatu akan terjadi kepada anak-anaknya kelak. Tak bisa ia bayangkan meskipun mungkin jika yuda dan pamannya tau pasti mereka akan menjaganya dengan ekstrak agar tak kecolongan .