Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab26 ~ Undangan Pernikahan Sahabatku


__ADS_3

"Bebebbbbbbbbbb" ucap Ayu dan Rima bersamaan saat memasuki kediaman Pratama .


Yah ini kali pertama mereka bertemu lagi saat adibah dan Yuda pulang honeymoon dari Jeju .


"Uhh rindunya" ucap adibah .


"Kangen pake banget tau" ucap Rima juga .


"He'emm" ucap ayu juga sambil mengangguk .


"Gimana kabar kalian? Yuk kita duduk disana" ajak adibah sambil melangkah menuju ruang tengah .


"Seperti yang kamu lihat, kita baik-baik saja" jawab Rima .


"Justru kami khawatir sama loh, jarang ada kabar terus gak masuk kampus lagi, yah kan rim?" Ucap ayu .


"Iyaa deh iyaa, selama aku hamil Yuda nyuruh aku buat ambil kelas online mengingat janin kami baru masuk 6 minggu dan itu masih rentan banget" jelas adibah .


"Iya sih Yuda emang suami idaman, the best pokoknya heheh" jawab Rima .


"Kamu nihh rim hehe" tawa ayu melihat Rima yang sangat amat aktif itu .


Di sela-sela obrolan mereka, Rista datang dan menyapa mereka .


"Ehh ada kalian, udah lama?" Sapa Rista .


"Lumayan Tante hehe" jawab ayu .


Rima hanya mengangguk sambil tersenyum .


"Ehh tunggu tante ada cokies buatan sendiri, kalian harus coba yah, tunggu sebentar!" Ucap Rista lagi sembari berjalan kearah dapur.


"Ehh beb loh itu beruntung banget loh, udah dapat suami dan keluarga yang baik. Sepaket pokoknnya" ucap Rima sambil mengacungkan 2 jempol untuk adibah .


"Iya, aku mama Yuda super baik banget. Masih cantik banget lagi" puji ayu juga .


"Hehe iyaa kalian benar kok, aku aja betah tinggal disini" jawab adibah .


Setelah beberapa menit Rista kembali membawa beberapa toples kue untuk mereka bertiga .

__ADS_1


"Nihh, kalian coba dulu" ucapnya sambil menaruh toples itu diatas meja bersama minuman yang sedari tadi sudah bi Hasna buat .


"Makasih Tante, repot-repot banget" jawab ayu .


"Iya Tante, cokies buatan tante enak banget. Rima harus belajar nih sama Tante hehe" jawab Rima juga .


"Syukurlah, itu sengaja tante buat untuk cemilan kalau kalian ada waktu senggang kesini buat main sama adibah. Kasian dia mungkin suntuk di rumah terus karna masih hamil muda dan gak dibolehin kemana-mana dulu" jelas Rista yang mengambil duduk di samping adibah .


"Iya Tante, wajar kok apalagi ini kan anak pertama. Musti hati-hati hehe" ucap Rima .


"Iya bebeb, kamu harus tetap jaga kesehatan dan pola makan kamu" ucap ayu juga .


"Iyaa hehe" jawab adibah .


"Kalau gitu kalian lanjut lagi ngobrolnya, Tante ada pekerjaan sedikit diatas. Mama keatas dulu yah sayang" pamit Rista pada mereka semua .


"Iya mama" jawab adibah .


Mereka bertiga pun lanjut ngerumpi dan menceritakan banyak hal. Begitupun tentang hubungan ayu dengan Bima. Adibah sempat tau saat Yuda meminta nomor ponsel ayu untuk sahabat suaminya yang beralasan Ingin lebih mengenal dekat dengan ayu. Adibah pun memberinya karna tau belum ada laki-laki manapun yang berhasil mengisi hati sahabatnya itu .


"Oh ya beb, aku mau kasih kamu ini" ucap ayu sambil mengeluarkan undangan untuk adibah.


"Beneran nih yu'?" Tanya adibah memastikan .


"Kamu buka aja dulu beb" ucap ayu lagi .


Rima hanya manggut-manggut menatap adibah dengan wajah penasarannya .


Adibah pun membuka undangan itu, benar saja didalam sana sudah terpampang nama mereka berdua. Nama sahabatnya dan juga sahabat dari suaminya .


"Wahh, jadi surprise nihh buat aku? Hehe. Kamu berutang penjelasan loh ke aku yu', kalian belum sempat bercerita banyak tentang hubungan kalian eh udah main nikah aja hehe" ucap adibah. "Selamat yah beb semoga selalu bahagia, aaminnn" ucapnya lagi sambil memeluk ayu .


"Iya dong beb, Bima gak mau lama-lama katanya takut aku ada yang ngambil duluan heheh" tawa ayu. "Makasih beb" sambil berpelukan .


"Huuh apalah nasibkuu" ucap Rima tiba-tiba .


"Sini adibah peluk, setelah ayu kamu lagi yah. Tenang saja jodoh gak akan kemana beb asal kamunya jangan menolak heheh" ucap adibah saat memeluk Rima .


"Ehh..eh loh jangan percaya Rima beb, dia tuh bohong aja bilang jomblo padahal_" belum sempat ayu cerita, mulutnya sudah dibungkam oleh Rima .

__ADS_1


"Yah gak gitu juga dong ayu" ucap Rima dengan nada ngambek .


"Jadi loh gak mau ngakuin nih? Diambil orang baru tau rasa loh!" Amcam ayu sambil terkekeh .


Adibah hanya tertawa melihat pertengkaran mereka berdua, dia belum mengerti siapa laki-laki yang kini telah bertahta dihati sahabatnya yang super cerewet dan aktif itu .


"Cerita dong rim, adibah penasaran nih" bujuk adibah .


Rima pun berfikir sejenak kemudian mengangguk.


"Oke! Aku ceritain hehe" ucapnya terkekeh. "Jadi aku dekat dengan salah satu sahabat Yuda dan Bima juga, namanya Sandi. Yah kita kenal saat acara lamaran ayu kemarin, awalnya cuma tukar sosmed doang tapi lama-lama akhirnya kita berdua resmi pacaran. Cuma rima kesel karna belum ada kepastian apa-apa soal hubungan kita. Aku kan juga mau nyusul kalian" jelas Rima lagi .


"Aduhh kok fibes nya lengkap gitu yah, kita bertiga sahabat, mereka juga. Aku yakin banget ini akan berlangsung sampai kita udah punya cucu heeh" ucap adibah .


"Iya beb, aku juga gak nyangka" ucap ayu.


"Tenang rim setiap laki-laki itu prinsip nya berbeda, siapa tau setelah ayu kamu juga jadi ngasih kita undangan hehhe, iya kan Dib?" Ucap ayu .


"Iya deh iya, aku gak harus yakin sama sandi dan juga gak boleh iri sama kalian. Kita bertiga kan sahabatan hehe" ucap Rima lagi sambil memeluk kedua sahabatnya .


Haru bahagia pun kini meliputi diwajah mereka, tak disangka hubungan persahabatan mereka begitu erat hingga mampu membuat mereka juga selalu menguatkan dan saling mengingatkan jika melakukan kesalahan .


Sore hari tiba mereka berdua pun pamit pulang, adibah mengikuti mereka sampai keteras depan ditemani oleh Rista untuk melihat kedua sahabatnya pergi dan mulai meninggalkan halaman rumah .


"Kamu lelah sayang?" Ucap Rista .


"Sedikit mah" jawab adibah .


"Ayo Mama antar keatas!"


"Iya mah, ayo!"


Mereka berduapun melangkah menuju kekamar adibah, seharian duduk di sofa membuat pinggangnya sakit tapi dia tak mau membuat sahabatnya khawatir. Namun sesekali ia bersandar dan membaringkan tubuhnya disofa menggunakan bantal agar tidak terlalu begitu keram dirasa .


Rista pun membantunya untuk berbaring ditempat tidur .


"Kamu istirahat yah, mama mau ke bawah dulu" pamit Rista .


"Iya mah, makasih"

__ADS_1


Setelah Rista menutup pintu kamar, adibah pun tersenyum dan mulai memejamkan mata untuk tidur. Dia sudah merasa sangat lelah sejak tadi hanya saja dia tak enak jika meninggalkan sahabatnya dibawah. Sekarang kini dia sudah bisa tertidur pulas sambil menunggu kepulangan suaminya untuk membangunkannya .


__ADS_2