Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab58 ~ Oleh-oleh dari Opa


__ADS_3

Terlihat dari kejauhan, Purwanto kini sedang di bandara yang baru saja tiba dari Amerika karna pertemuan klien diperusahaannya. Dia menaiki mobil pribadi miliknya yang kini dikendarai oleh supirnya menuju kediamannya .


"Apa sebaiknya aku singgah dirumah Adibah dulu yah" Ucapnya sendirian sambil mengingat bahwa mereka membeli oleh-oleh buat cucu-cucu kesayangannya itu .


"Hmm, pak Saleh kita kerumah Adibah dulu yah" Ucapnya lagi .


"Baik pak" jawab saleh kemudian memutar arah menuju rumah Adibah .


Setelah menempuh satu saja lebih perjalanan dari bandara, kini Purwanto sudah tiba dirumah Adibah dan Yuda. Dia tak lupa membawa beberapa paperbag oleh-oleh buat mereka. Dia tersenyum saat Adibah menyambutnya di ambang pintu .


"Pamannnn" Sapanya ceria sambil memeluknya .


"Ponakan paman yang cantik" Ucap Purwanto membalas pelukan Adibah .


"Paman kapan balik dari Amerika?" Tanyanya saat telah melepas pelukannya.


"Baru saja paman dari bandara kesini, mau menemui cucu-cucu paman yang lucu itu, nih oleh-oleh buat kalian" jelasnya .


"Ayo paman, mereka ada diruang TV" ajaknya .


Mereka berdua pun berjalan menuju ruang TV untuk menemui bilal dan juga siKembar, Adibah yang menenteng sebuah paperbag yang ditelah diberikan tadi oleh pamannya. Adibah tau pasti anak-anak mereka senang saat tau Opanya sudah kembali dari Amerika dan membawa oleh-oleh untuk mereka .


"Opaaaaaaa" Teriak Bilal saat menyadari Purwanto kini menghampirinya bersama ibunya .


"Opa" Ucap Si kembar juga yang mulai menoleh pada Purwanto saat mendengar Bilal meneriakinya .


"Cucu-cucu Opa, ayo sini! Opa rindu sekali dengan kalian" Ucap Purwanto sambil merentangkan kedua tangannya .


Mereka bertigapun langsung bangkit dari duduknya dan berlari untuk meraih pelukan Opanya .


"Bilal juga rindu Opa" Ucap Bilal saat sudah dipelukan Purwanto .


"Azma juja" Ucap Azma .


"Cifah juja, Opa udah lama gak kecini yah" Ucap Asifah juga .


"Iyaa, maafin Opa yah, Opa kemarin-kemarin sedang sibuk jadi gak bisa jenguk kalian kesini" Jelas Purwanto pada mereka bertiga sambil menciuminya satu-persatu .


"Opa ada oleh-oleh loh buat kalian" Ucap Adibah membuka suara saat melihat anak-anaknya kini ada dipangkuan pamannya .

__ADS_1


"Buat cifah Opa?" Tanya Asifah menoleh lagi pada Purwanto .


"Iya, buat kalian semua, ayo dibuka dulu" Jawab Purwanto kemudian mereka bertiga membuka paperbag miliknya masing-masing .


Adibah tersenyum bahagia saat melihat anak-anaknya bahagia mendapatkan mainan yang baru saja diberikan oleh pamannya itu, ia pun dan Yuda juga mendapat jatah oleh-oleh tersebut. Demikian juga untuk Rista dan Pratama yang pamannya titip padanya karna tak sempat berkunjung kesana .


Perusahaan Purwanto kini semakin maju, sebagai CEO tanpa penerus ia harus bekerja lebih ekstra agar perusahaannya dapat terkendali dengan baik. Maka dari itu ia lebih banyak menerima tawaran kerja sama dari Luar Negeri .


Setelah pulang dari sana ia beristirahat dikamarnya, menikmati waktu sendirinya diwaktu tua tanpa seorang pendamping. Dia selalu memikirkan usulan Adibah agar segera mencari seorang istri agar ia ada yang mengurus dirumah dan juga menemaninya diwaktu tua .


Namun ia belum memikirkan itu sampai saat ini, ia terus fokus bekerja dan mengelola perusahaannya, meski banyak yang ingin dekat dengannya. Namun kali ini diumurnya yang sudah tak muda lagi, ia tak mau mendapatkan istri yang salah lagi .


*     *     *


Sore hari saat Yuda pulang dari kantornya, ia menemui anak-anaknya yang sedang asik bermain dengan mainan barunya yang itu adalah pemberian oleh-oleh dari Purwanto tadi. Dia tersenyum dan menghampirinya .


"Anak-anak papa lagi sibuk main apa sih?sampai gak liat ayahnya pulang!" Sapa Yuda dengan mode sedikit ngambek .


"Ayahhhh" Teriak Azma kemudian berlari menghampiri Yuda begitupun Asifah dan juga Bilal .


"Hmm, Ibu mana?" Tanya Yuda saat tak melihat keberadaan istrinya .


Kemudian mereka bertiga pun kembali ke mainannya masing-masing dan menjelaskan pada ayahnya kalau itu adalah oleh-oleh dari Purwanto dari Amerika .


"Mas sudah pulang?" Sapa Adibah yang baru saja datang dan melihat suaminya kini sedang asik menemani anak-anaknya bermain .


"Iya sayang, paman pur sudah kembali dari Amerika yah?" Tanya Yuda .


"Iya Mas, tadi pagi habis dari bandara dia kesini menemui mereka dan itu mainan mereka oleh-oleh darinya" jelas Adibah tersenyum .


"Iya, Bilal tadi sudah ngomong sama Mas" ucap Yuda lagi .


"Oh ya Mas, itu paman juga titip oleh-oleh buat mama dan papa katanya dia tak sempat membawanya kesana" Ucap Adibah .


"Ohya? Nanti besok Mas bawa kekantor buat dikasih ke papa" Jawabnya .


"Iya Mas"


Setelah Yuda pamit kekamarnya untuk membersihkan diri, Adibah pun membawa ikut serta mereka untuk mandi sore juga baru mereka kembali bermain lagi .

__ADS_1


Jam 08.00 malam mereka berlima kini sedang menikmati makan malam bersama, diriuhkan oleh celoteh si Kembar yang tiada habisnya .


Tak terasa bagi mereka berdua yang kini sudah menjalani pernikahan lebih dari 10 tahun lamanya, mengingat baru saja mereka berkenalan dan menikah, kini hidup mereka dipenuhi oleh haru bahagia karna kehadiran anak- anak mereka yang memberikan warna-warni dikehidupannya.


Adibah yang setiap minggu sekali kerap berkunjung ka makam orangtuanya juga ikut serta membawa anak-anaknya, agar mereka tau bahwa oma dan opa dari ibunya sudah meninggal sejak lama. Mereka saat tau itu adalah makam oma dan opnya juga saat berkunjung kesana mereka tak lupa membeli begitu banyak bunga untun ia tabur disana .


Saat anak-anaknya sudah tertidur, Adibah dan Yuda menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama dibalkon yang terhubung dengan kamarnya. Adibah yang menyandarkan diri di bahu suaminya sembari menatap langit yang dipenuhi oleh bintang .


"Mas" Ucapnya lirih .


"Iya sayang"


"Mas tau, saat ini Adibah masih sangat merindukan ibu"


"Ya, Mas tau itu. Bagaimanapun mereka adalah bagian dari hidup kamu"


"Iya Mas, Ibu dan ayah sudah lama meninggalkanku tapi dia selalu ada didalam hati Adibah"


"Jangan pernah berhenti untuk mendoakan mereka, agar mereka tetap tenang disana sayang"


"Iya Mas. Adibah akan selalu akan mendoakan mereka"


"Iya sayang" Ucap Yuda sambil merengkuh istrinya .


"Adibah berharap dan berdoa semoga kita berdua tetap diberi panjang umur agar kita bisa melihat anak-anak kita tumbuh dewasa dan menikah suatu saat nanti" Ucap Adibah lirih .


"Aaminm sayang,  Mas juga berharap begitu, menemani mereka tumbuh dewasa dan menikahkan mereka dengan pasangannya masing-masing"


"Ya Mas, rasanya waktu begitu cepat berlalu dan kita akan kehilangan mereka nantinya"


"Memang seperti itu sayang, mau tidak mau kita harus melepaskan mereka demi kebahagiaan mereka bersama pasangannya masing-masing"


"Hmm ya Mas, aku berfikir bagaimana nanti sosok jodohnya si Kembar yah, apa mereka juga bisa membedakan diantaranya keduanya? Secara wajah mereka sangat mirip dan nyaris tak ada perbedaan kecuali karakter mereka" Tanya Adibah membayangkan dan menatap wajah suaminya .


"Iya yah? Tapi Mas yakin mereka pasti punya cata tersendiri untuk membuat pasangan mereka mengenalnya satu sama lain" Jawab Yuda sambil tersenyum juga menoleh suaminya .


"Hmm, ya Mas"


"Ayo kita tidur, udah larut malam" Ajak Yuda saat menoleh pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 23.45 malam .

__ADS_1


Setelah menutup rapat pintu dan jendela kamarnya, mereka berdua kemudian ikut berbaring diantara anak-anaknya yang sudah tertidur pulas sejak tadi. Adibah dan Yuda mencium kening mereka secara bergantian dan menarik selimut memperbaiki posisi tidur saling menghadap untuk memeluk anaknya .


__ADS_2