Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab7 ~ Jawaban


__ADS_3

Hari minggu telah tiba, adibah hanya menghabiskan waktu seharian dikamarnya .


Dia berfikir keras bagaimana dia akan menanggapi ungkapan perasaan yuda terhadapnya, dia bimbang disertai rasa tak pantas untuk berada disisi yuda yang begitu terlihat sempurna untuknya .


Meski dia mendapati perlakuan baik dari kedua orangtuanya dia tetap bersikukuh untuk memikirkan hal ini matang-matang, dia merasa bahwa yuda adalah sosok laki-laki sempurna yang tuhan kirimkan untuknya .


Dengannya adibah menjadi begitu aman dan nyaman karna perlakuannya yang begitu lembut dan tulus serta yuda mampu menjaga nyaa dari berbagai hak buruk yang akan menimpanya .


'Ayah, ibu, Adibah bahagia bisa kenal sama kak yuda, tapi adibah takut jika adibah tak mampu jadi sempurna untuk kak yuda, seandainya ibu ada disisi adibah pasti adibah meminta pendapat dari ibu, ibu... ayahh.... adibah rindu dengan kalian hikkkks'....hiksssss...." ucap adibah sendirian sambil meneteskan air mata dipipinya .


Seketika pintu adibah diketuk dari luar, suara purwanto terdengar memanggilnya karna adibah tak kunjung kebawah untuk sarapan bersama dipagi ini .


Adibah kemudian bergegas bangun dan membuka pintu kamarnya . "Ada apa om?" Tanya adibah .


"Kamu kok gak sarapan nak? baru bangun yah?" Tanya purwanto heran .


"Gak om, dari tadi adibah bangun tapi mager banget turun kebawah hehe" Jawab adibah .


"Tapi kok mata kamu sembab gitu? Habis nangis yah kamu?" Tanya purwanto lagi .


"Emm gak om, adibah cuma ingat ibu ayah kok" Jawab adibah sambil mengusap ujung matanya .


"Yaudah ayuk kebawah sarapan dulu, tante kamu udah nunggu dari tadi" panggilnya lagi .


"Iya om, ayukk" Mereka berduapun menuruni tangga menuju meja makan .


Disana sudah ada Minah tantenya, dia terlihat sinis menatap kearah adibah yang bermalas-malasan jika pamannya ada dirumah, namun dia dengan cepat mengubah wajahnya menjadi senyum ketika ditatap oleh suaminya .


Minah begitu lihai dalam permainan ini agar tidak tercium oleh suaminya bahwa dia berbuat nista kepada ponakannya .


Adibah pun ikut makan dengan mereka berdua .


Setelah makan adibah membereskan semua peralatan kotor kemudian beranjak menuju kamarnya, hari ini adalah hari libur jadi kemungkinan pamannya juga akan seharian berada dirumah ini .


Beda dengan tantenya, dia punya banyak rekan arisan diluar sana, jika hari libur begini dia kerap menghabiskan waktu bersama teman-teman arisannya, seperti mengadakan acara atau sekedar jalan-jalan diMall .


Harusnya mereka menghabiskan waktu berdua bersama ponakan suaminya dirumah atau mereka ke Mall bersama, tapi hal itu konyol dan tak akan kunjung dilakukan oleh minah, melihat adibah saja dia sudah muak dan membuang pandangan saking bencinya karna suaminya begitu perhatian terhadap anak itu .


Meski dia berpikir itu adalah anak dari adik kandung suaminya, tak mengubah rasa minah untuk menyanyangi adibah, yang dia fikir hanya harta dan kedudukan yang membuta matanya buta .


*


*


*


Sore hari adibah menghabiskan waktu duduk diatas balkon dekat kamarnya, dia masih enggan memberi jawaban kepada yuda, dia masih berfikir panjang untuk kedepannya .


Disaat dia terdiam dan melamun, dering ponselnyaa kembali berbunyi tanda pesan masuk dari seseorang .


Tingg!!


Adibah segera membuka isi pesan tersebut, dan ternyata itu pesan dari yuda .


'Kak yuda?' Aduhh gimana ini kalau kak yuda nanyain jawaban itu, aku masih bingung banget, disisi lain aku juga cinta dan sayang sama kak yuda, tapi aku merasa tidak pantas disisinya'  ucapnya sendirian sambil menutup wajah dengan kedua tangannya .


[Dib, kita boleh ketemu nanti malam? Aku mau ngomong serius, plisss!] Isi chat dari yuda semakin membuatnya plinplan .


'Aduhh ini kak yuda mau ngomongin apa lagi yahh? Aku deg deg an tau , ibuu adibah butuh cerita hikssss...hikssss'  ucapnya lagi, dia merasa sedih karna tak dapat mengutarakan isi hati dan pendapatnya  kepada siapapun .


Adibah kembali membalas pesan chat dari yuda .


"Emm boleh kak, kita ketemu dimana?" Balas adibah .


[Di Taman dekat komplek kamu saja dib, supaya gak kejauhan]

__ADS_1


"Oke kak, kita ketemu disana saja, kak yuda gak usah jemput kesini"


[Oke siap]


Adibah kembali menutup percakapan itu dan kembali menuju kamarnya, dia mengahamburkan diri dikasurnya lalu menutup wajahnya dengan bantal .


Hari ini dia bebas karna tantenya sedang keluar arisan sedangkan pamannya masih sibuk diruangan kerjanya sejak pagi tadi, meski hari libur purwanto masih tetap menghabiskan waktu nya untuk bekerja menghidupi keluarganya .


Meski belum diberi keturunan, dia tetap setia kepada istrinya dan tak lelah bekerja demi membahagiakan istrinya seorang .


Terlebih sekarang dia diberi amanah untuk menjaga po akan dari adiknya Riana, jadi dia harus extra kerja lebih keras lagi agar adibah merasa tercukupi dan mampu menyelesaikan kuliah hingga lulus nanti .


Tepat jam 07.00 malam, adibah pamit kepada paman dan tantenya untuk keluar sebentar menemui yuda ditaman .


Karna pamannya memberi izin, diapun segera memesan ojek online untuk menuju kesana .


Tanpa menunggu lama dia pun telah tiba disana, dia melihat sekeliling taman mencari keberadaan yuda dan dia berhasil menemukannya .


Disana yuda pun melambaikan tangannya kearah adibah sambil tersenyum, dia terlihat semakin tampan dengan kaos putih dan bentuk rambutnya yang serupa oppa-oppa dikorea selatan .


Adibah pun melangkah menuju kesana dengan stail dress biru langit selutut yang dia pakai membuat auranya semakin terpancar membuat yuda tak mampu berkedip menatapnya .


"Udah lama kak?" Sapa adibah sambil mengambil tempat duduk disamping yuda .


"Gak kok dib, baru datang juga aku" jawab yuda . "Kamu naik ojek online kesini?" Tanya yuda .


"Iya kak hehe" Jawab adibah .


Setelah berbasa-basi akhirnya yuda membuka suara lagi, membuat suasana adibah jadi tegang dan semakin dingin dibuatnya .


"Dib, aku mau ngomong sesuatu" Ucap yuda sambil menatap lekat kepada adibah .


"Emm, ngomong aja kak" Jawabnya canggung .


"Aku serius dib sama kamu, aku mau kita punya ikatan, aku janji akan menjaga kamu dib, aku janji akan jadi pelindung setelah orangtua kamu dan pamanmu, aku janji akan jadi orang pertama untuk keselamatan dan kebahagiaan kamu, aku mencintaimu sejak pertama kali kita ketemu dan aku menemukan kebahagiaan dikamu dib" jelas yuda panjang lebar .


Kemudian diapun berani mengambil keputusan dan memberi jawaban kepada yuda, dia sudah yakin dan memantapkan hatinya untuk laki-laki yang juga dia cintai .


"Iya kak adibah mau jalanin ini sama kak yuda, adibah hanya takut karna tak mampu menjadi wanita yang sempurna untuk kak yuda, adibah yatim piatu dan tak punya apapun yang bisa adibah banggakan didepan keluarga kak yuda, sedangkan kak yuda punya segalanya" Jawab adibah sambil meneteskan air mata .


"Makasih dib, sudah memberiku kesempatan, aku sangat bahagia, asal kamu tau orangtuakun tak memikirkan soal itu dib aku sudah ceritakan semuanya kepada mereka tentang kamu, semuanya dib, aku tulus mencintaimu begitupun orangtuaku" Ucap yuda sambil memeluk menenangkan adibah yang begitu tersedu-sedu mendengar netra perkataan yuda yang begitu membuatnya malu karna berfikir negatif kepadanya .


"Maafkan aku kak yud, aku gak bermaksud, terimakasih karna mau menjadikanku wanita pilihanmu" Ucap adibah sambil menatap lekat kedua mata yuda .


Mereka berduapun kembali saling menghamburkan pelukan bersama-sama untuk melepas keraguan dan kegundahan dihati mereka masing-masing .


Setelahnya mereka akan merasa bahagia yang tiada hentinya, karna cinta yang mereka miliki begitu kuat dan tulus .


"Kamu belum makan kan? Yuk kita keangkringan depan sana" ajak yuda sembari melepas pelukannya kepada adibah dan mulai bangkit menggandeng tangan kekasihnya menuju parkiran .


Adibah pun mengangguk pelan merespon ucapan dari yuda .


Sesampai mereka diangkringan, mereka memesan menu makanan kesukaannya sambil bercerita dan tertawa bersama layaknya pasangan kekasih yang baru saja menjalani kasih .


"Apa pamanmu ada dirumah?" Ucap yuda.


"Iya ada, tadi aku pamit kok sebelum ke taman menemui kak yuda" Jawab adibah .


"Ohh gitu yaudah nanti aku mau bicara" Ucap yuda lagi "tapi kok masih panggil kak yuda sih, yang lain dong hehe" Ucap yuda sambil terkekeh .


"Mau dipanggil apa coba?" Jawab adibah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


"Sayang atau yang lain gitu, senyaman kamu saja sayanggggg" Ucap yuda lagi membuat adibah ternganga mendengar ucapan yuda mengatakan sayang .


"Nanti aja yah, aku masih butuh waktu untuk terbiasa, janjii" Jawab adibah dengan nada manja .

__ADS_1


Yuda akhirnya mengangguk mengiyakan keinginan adibah, karna ini pertama kalinya adibah menjalin kasih kepada seseorang .


Setelah makan bersama, yuda kembali mengantar adibah ke kediaman pamannya .


Setelah sampai yuda ikut turun menemui paman adibah guna membicarakan sesuatu kepadanya, adibah yang tak mau ikut campur izin untuk pamit kekamarnya meninggalkan mereka berdua diteras depan .


"Om yuda perlu ngomong sesuatu" Sapa yuda memulai obrolan .


"Silahkan nak, om akan mendengarkan" Jawab purwanto sambil tersenyum menatap yuda .


"Gini om, yuda cinta sama adibah, yuda janji akan menjaga adibah sebaik mungkin, aku minta restu ke Om untuk menjalani hubungan serius kepada ponakan om, aku janji om dalam waktu dekat yuda akan melamar adibah" Ucap yuda lagi .


Purwanto pun terkejut mendengar kata yang dilontarkan yuda kepadanya, terlebih yuda ingin melamar adibah yang baru saja memasuki semester 1 dibangku kuliahnya, bukan tak setuju hanya saja purwanto berfikir apakah akan secepat itu dia kehilangan ponakannya lagi setelah kepergian adik semata wayangnya Riana .


"Kamu serius nak? Bukannya om tak percaya, tapi kamu tau sendiri kan adibah baru saja masuk kuliah, usianya juga masih muda untuk menuju kesana, om sangat menghargai niat kamu" Jawab purwanto.


"Iya om aku tau, aku punya rencana setelah menikah nanti adibah akan tetap kuliah om dan aku akan tetap menjaganya kemanapun adibah melangkah" Ucap yuda memohon .


"Baik nak, tapi menurut om kamu jalani saja dulu semestinya, om mendukung kamu semoga saja dengan hadirnya kamu dihidup adibah mampu membuat dia merasakan bahagia yang dulu sempat hilang dihidupnya" Jawab purwanto sambil menepuk pelan pundak yuda .


"Terimakasih om, aku akan menjaga amanah om denga  baik, kalau begitu yuda pamit om tolong sampaikan juga kepada adibah" Ucap yuda seraya pamit kepada purwanto .


"Iya nak nanti om sampaikan, hati-hati dijalan" Jawab purwanto .


Yuda pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan kediaman purwanto dan menuju pulang kerumahnya, hatinya begitu berbunga-bunga karna adibah telah menerima cintanya .


Seseorang yang sangat dia cintai pun membalasnya dengan cinta, dia tak akan melewatkan kesempatan ini dan akan terus berada disisi adibah .


Purwanto kembali menemui adibah ke kamarnya, dia mengetuk pintu kamar adibah, tak lama kemudian adibah pun membuka pintunya .


"Yuda udah pulang om?" Tanyanya cepat .


"Iya, tadi dia sampaikan pesan pamit ke kamu lewat om" Jawab purwanto sambil senyum menatap ponakannya .


"Ihh om tumben senyam-senyum gitu hehe" ledek adibah .


"Om bahagia, akhirnya ada laki-laki yang berani ngomong dan mau menjaga ponakan om yang cantik ini" goda purwanto .


Adibah pun tersipu malu, dia sudah menduga kalau yuda pasti akan menceritakan banyak hal kepada pamannya termasuk dengan hubungannya .


"Iya om, adibah nyaman kala didekat kak yuda, kayak ada yang beda gitu" Jawab adibah. "Udah ahh om adibah malu, adibah mau tidur, byee" pamit adibah karna dia susah tak tahan menahan malu didepan pamannya itu .


"Yasudah, kamu sudah makan malam? Ayo makan dulu" ajak purwanto.


"Adibah udah makam sama kak yuda tadi heheh, byeee omm love youu" pamit adiabah sambil menutup cepat pintu kamarnya karna tak ingin mendengar ledakan dari pamannya lagi .


Purwanto pun berbalik arah menuruni tangga sambil menggeleng kepala melihat tingkah ponakannya yang lagi jatuh cinta, dia menuju meja makan dan minah sudah menunggunya disana .


"Kok senyum-senyum gitu pah? Ada apa? Tumben" Ucap minah penasaran  .


"Itu tuh si adibah lagi jatuh cinta, falling in love mah kayak kita dulu pas pertama jadian heheh" Jawab purwanto terkekeh .


" Masa iya pah? Ihh kok aku gak diajak sih, emang yab tuh anak gak pernah bilang ketantenya kalau dia lagi dekat dengan seseorang" Ucap minah lagi .


Dia terpaksa berbohong dengan ucapannya karna sedang berbicara kepada suaminya, dalam hatinya dia muak dan tak ingin adibah punya kekasih agar dia betah dirumah saja mengerjakan  semua pekerjaan rumah .


Setelah makan dan mengobrol lama mereka berdua menuju ruang TV untuk mendengarkan berita dan berbincang bersama soal bisnis suaminya yang sedang naik-naiknyaa .


.


.


.


.

__ADS_1


.


#Gimana nih masih betah gak dengan kelanjutan cerita cinta adibah dan yuda? Tetap stay tune yahh, Gomawo


__ADS_2