
"Yeayyyy Ayah dan Opa sudah pulang" Teriak Asifah saat Yuda dan Pratama menghampirinya lalu dipeluknya secara bergantian .
"Aku juja mau peyuk Ayah sama Opa" Ucap Azma juga saat baru saja meninggalkan tab miliknya yang sedari tadi ia genggam .
"Sini sayang" Panggil Pratama kemudian merentangkan kedua tangannya untuk dipeluk Azma .
"Sama Ayah lagi, ayo!" Ajak Yuda juga pada anaknya .
Setelah mereka selesai berpelukan, Azma dan Asifah kemudian kembali mengambil tab nya lalu melanjutkan menonton film kartun kesayangannya. Bilal yang sedari tadi tidak ikut berbaur itu kini tengah tertidur pulas dipangkuan ibunya Adibah .
"Eh sayang, kok bilal tidur disitu?" Tanya Yuda saat melihat anaknya tertidur pulas dipangkuan ibunya .
"Iya Mas, mungkin dia kelelahan habis menemani adik-adiknya bermain sampai ia tertidur disini" Jawab Adibah pada suaminya .
"Yaudah, sini biar Mas yang gendong dia ke kamar"
"Iya Mas"
Yuda pun menggendong Bilal naik ke kamarnya, dia juga menemaninya sebentar kemudian kembali kekamarnya untuk menemui istrinya .
"Azma sama Asifah masih dibawa sayang?" Tanya Yuda saat baru saja membuka pintu kamarnya .
"Iya mas, mereka belum selesai nonton film kartunnya, ada mama dan papa juga kok yang menemani mereka" jawab Adibah .
"Oh Iya sayang, Mas mandi dulu yah" Ucap Yuda sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi .
Selesai mandi yuda memeluk pinggang istrinya dari belakang, sudah lama mereka tidak berduaan disaat si Kembar hadir dikehidupan mereka. Waktu Adibah yang banyak tersita untuk mengurus anak-anaknya dirumah karna ia tidak mau memakai jasa baby sister untuk membantunya .
"Sayang"
"Ya Mas"
"Kita Dinner yuk!"
"Dinner? Kamu gak bercanda kan Mas?" Tanya Adibah kemudian berbalik menatap wajah suaminya .
"Mas serius ini, mumpun kita lagi dirumah mama dan papa, mereka bisa kita titip dulu, yah?" Jawab Yuda kemudian mencium bibir Adibah .
Seketika Adibah pun terkejut dan perlahan membalas ciuman suaminya, ia memeluk erat pinggang suaminya dan kini bergeser menuju tempat tidur. Yuda menindihnya dan kini Adibah tepat berada dibawah dada Yuda .
Jantung mereka kini berdebat hebat seperti saat diawal mereka menikah, itu tidak berbeda membuat keduanya selalu saling menyanyangi dan juga mencintai. Dikesempatan ini Yuda tak ingin membuangnya dengan sia-sia, dia meraih dress yang dikenakan istrinya dan menariknya kebawah hingga terpampang jelas bra yang menutupi dua gundukan miliknya disana .
Diapun mencumbui dari jenjang leher istrinya hingga tangannya kini melepas kaitan bra itu dan ********** bergantian secara ganas, Adibah hanya terdiam menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Yuda .
"Mas"
"Iya sayang"
"Apa si Kembar gak akan mencari kita?" Tanya Adibah yang membuat Yuda berhenti sejenak .
"Gak sayang, biar kita menikmati waktu berdua kita dulu, kamu tenang saja honey!" Jelas Yuda kemudian melanjutkan aktivitasnya kembali .
Tak ingin membuang waktu lama, kini benda miliknya yang telah mengeras dari tadi membuatnya melucuti semua pakaian yang mereka pakai hingga tanpa sehelai pun .
Tangannya tak berhenti meremas dua gundukan itu lalu ia memeluk istrinya erat dan memasukkan miliknya disana, sungguh mereka kini telah dikuasai oleh cumbu cinta yang telah lama mereka pendam .
Hingga akhirnya mereka berdua melakukan pelepasan secara bersamaan .
__ADS_1
"Masssss, aku sudah mau keluar! ahhhhhhhh, eeehhmmmppp"
"Ya sayang, bersamaan! Ahhhhhhhhhhhh"
Akhirnya mereka kini sampai dititik dimana rasa yang begitu hangat menjalar didalam perut Adibah dan membuat keduanya berhenti sejenak .
"Sini sayang" Peluk Yuda pada istrinya saat mereka kini berbaring bersampingan.
Setelah dirasa cukup, Yuda dan Adibah bergantian untuk mandi lalu mereka kebawah untuk melihat si Kembar yang tak kunjung mencarinya ke atas .
"Sayang, udah yah mainnya, kasian oma sama opa capek" Ucap Adibah membujuk kedua putrinya .
"Gak apa-apa kok sayang, mereka berdua juga gak riweh kok" Ucap Rista .
"Iya nak, kami juga senang kok menemani mereka main" Ucap Pratama juga .
"Bilal masih tidur?" Tanya Rista .
"Iya mah, kayanya kecapean hehe" Jawab Adibah .
"Iya mungkin, si Kembar itu jail banget sama kakaknya sampai bilal dibuat kuda-kuda'an tadi" Ucap Rista menjelaskan pada suaminya .
"Ohya? Pantasan anak itu kelelahan hehe" Ucap Pratama terkekeh .
"Oma, Opa, cipah mau mamam es kyim boyeh?" Ucap Asifah saat mereka kini asik bercerita .
"Es krim?" Tanya Rista kemudian menoleh pada Adibah untuk meminta persetujuannya, namun Adibah pun mengangguk menyetujuinya karna sudah beberapa hari ini memang mereka absen untuk tidak makan eskrim .
Karna lama menunggu jawaban dari omanya, kini Asifah menoleh dan meminta persetujuan dari ibunya juga .
"Iya boleh sayang, tapi jangan banyak-banyak yah!" Jawab Adibah .
"Oke, tunggu yah biar Oma yang ambil dikulkas" Ucap Rista kemudian menuju dapur dan mengambil Eskrim yang sudah ia sediakan di dalam kulkas .
"Makacih Oma" Ucap Azma saat meraih es krim yang telah dibawah Rista untuk mereka berdua .
"Eyakk" Ucap Asifah yang memberi dua jempol kepada Omanya .
"Atuhh cucu oma pada gemesh-gemesh ini, hmmmm" Ucap Rista Gemas pada cucu-cucunya yang kini mulutnya dipenuhi oleh balutan es krim yang ia makan .
Pratama dan Adibah hanya tertawa melihat tingkah laku mereka berdua yang tak berhenti membuat seksi rumah senang dibuatnya .
"Mah, Pah, Yuda sebentar malam titip si Kembar dan kakak yah?" Ucap Yuda saat baru saja tiba dan duduk disamping ibunya .
"Kalian mau kemana?" Tanya Rista penasaran .
"Biasa mah, hehe" Jawab yuda kemudian menoleh ke Istrinya .
"Gak apa-apa kok, kalian berdua pergi saja mereka juga gak riweh kan mah?" Ucap Pratama setuju dan menoleh pada Istrinya .
"Iya pah, mereka biar kita yang urus gampang itu" Ucap Rista sambil tersenyum menatap Adibah dan Yuda .
"Terimakasih mah" Ucap Adibah memeluk Rista .
"Iya sayang, mumpu kalian ada dirumah mama. Mama tau kok kamu juga butuh udara segar diluar sana tanpa gangguan mereka"
"Iya Mah" Ucap Adibah lagi yang semakin mengeratkan pelukannya .
__ADS_1
Yuda dan Pratama pun tersenyum dibuatnya, sementara si Kembar kini sedang asik dengan eskrimnya .
Bilal yang baru saja bangun mencari keberadaan ibu dan ayahnya dikamar namun tak kunjung ia temukan, kemudian ia berfikir bahwa mungkin mereka semua ada dibawah. Dia kini mulai menuruni anak tangga dan pergi menuju ruang TV yang dimana ternyata mereka semua ada disana .
Mereka pun kaget melihat kedatangan Bilal yang menghampiri dan langsung memeluk ibunya .
"Eh anak ibu udah bangun yah" Ucap Adibah saat Bilal kini sudah ada dalam pelukannya .
Sore menjelang malam, Adibah dan Yuda membawa anak-anaknya ke kamar untuk mandi sore, setelah itu mereka kembali kebawah ditemani oleh oma dan opanya karna Adibah dan Yuda pun akan bersiap-siap untuk pergi Dinner malam ini tanpa mereka .
"Ayo sayang" Ajak Yuda saat telah tiba disebuah resto .
"Ya Mas" Jawab Adibah kemudian merangkul lengan suaminya dan masuk kedalam restoran tersebut .
Didalam sana mereka berdua antusias disambut oleh pelayan resto dan mengarahkannya menuju meja vip yang telah dipesan yuda .
"Dengan bapak Yuda Pratama?" Tanya pelayan itu memastikan .
"Iya" Jawab yuda singkat .
"Sebelah sini pak" ajaknya menuju meja yang sudah disediakan .
"Terimakasih" Ucap yuda dan Adibah pun tersenyum pada pelayan itu .
Kini mereka berdua tengah duduk di meja vip yang telah yuda pesan terlebih dahulu, suara musik romantis yang menggema disetiap sudut ruangan membuat keduanya mengingat hal dimana pertama mereka menikah dan menikmati banyak waktu berdua .
"Sayang, Mas ada sesuatu buat kamu" Ucap Yuda memecah keheningan diantara mereka berdua .
"Apa itu Mas?" Tanya Adibah penasaran .
Kemudian Yuda meraih sebuah kotak berwarna hitam didalam saku jasanya dan memberikannya pada istrinya .
"Dibuka dulu sayang" Ucapnya .
"Wahhh, ini sangat indah Mas" Ucap Adibah terpesona pada keindahan gelang itu .
"Kamu suka?" Tanya yuda .
"Iya Mas, apapun itu yang kamu berikan aku pasti akan mengahargainya, terimakasih Mas" jawab Adibah terharu .
"Iya sayang sama-sama" kemudian Yuda pun memeluknya erat dan Adibah juga membalasnya .
Setelah menikmati Dinner panjangnya mereka berdua kini memutuskan untuk pulang karna jam sudah menunjukkan pukul 23.13 malam, tandanya anak-anak mereka kini sudah tertidur pulas .
"Apa kira-kira mereka udah tidur Mas?" Tanya Adibah pada suaminya saat tengah perjalanan pulang .
"Mungkin sayang, kamu tenang saja mama dan papa pasti menjaga mereka dengan baik" Jawab yuda sambil tersenyum menoleh pada istrinya .
"Ya Mas, Adibah percaya kok" Ucap Adibah lagi .
Mereka berdua pun kini menikmati alunan musik romantis yang menemani perjalanan mereka hingga tiba dikediaman Pratama .
#Terimakasih karna tetap setia membaca kisah perjalanan hidup Adibah .
#Author mau sampaikan kalau bulan ini belum bisa up bab double dulu, tapi nanti bulan depan pasti ada, mohon bersabar yah buat tunggu updetan terbarunya .
#Gomawo
__ADS_1