
Malam hari Adibah mengeluh kesakitan, dia sudah mulai merasakan kontraksi kecil yang lumayan menyita waktu tidurnya. Jika diawal kehamilan dia merasakan sakit yang begitu parah. Kali ini tidak lagi, hanya dia sudah diberi kode bahwa bayinya kini sudah ingin melihat dunia.
Tepat jam 23.35 Yuda membawa istrinya kerumah sakit bersama dengan Rista dan Pratama. Dia juga membawa serta Bilal karna tak mau ditinggal dirumah dengan ARTnya .
"Tolong sus, istri saya mau melahirkan" Ucap Yuda sambil membantu Adibah duduk dikursi roda dan mendorongnya menuju ruangan bersalin .
Tiba didepan ruangan tersebut Adibah sudah dibawa masuk kedalam, Yuda dan yang lainnya menunggu hasil dari pemeriksaan dokter .
*Ceklekkk..."
Dokterpun keluar
"Gimana dok istri saya?" Tanya Yuda cepat .
"Udah masuk pembukaan 5 pak, sabar yah! Istrinya dibantu jalan-jalan pelan dulu sambil nunggu pembukaannya lengkap. Saya permisi dulu" Ucap dokter wanita itu.
"Makasih dok" Angguk Yuda paham .
Dokter pun mengangguk kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan. Yuda kemudian masuk kedalam ruangan menemui istrinya membantunya untuk jalan-jalan sebentar sesuai permintaan dokter. Bilal yang sudah mulai mengantuk kini dibawa kembali ke mobil untuk tidur bersama oma opanya sambil menunggu kelahiran adik kembarnya .
Adibah tak henti mengucap istigfar dan bersalawat dalam hati untuk menenangkan diri. Tak cukup waktu lama air ketuban adibah pun pecah. Yuda berlari keluar dan memanggil dokter .
Setelah dokter datang semua peralatan pun telah disediakan dan yuda tetap setia menemani istrinya, rista, bilal dan juga suaminya kini tengah menunggu diluar .
Tak butuh waktu lama akhirnya suara tangisan bayi keduanya pun terdengar menggema diruangan membuat mereka berdua menangis haru karna putri mereka kini lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun .
"Alhamdulillah pah" Ucap rista saat mendengar tangisan cucunya .
"Alhamdulillah, trimakasih ya Allah" Ucap pratama juga .
"Oma, iti suara adik bilal?" Tanya bilal dengan nada suara serak akibat mengantuk .
"Iya sayang, adik-adik bilal udah lahir. Sebentar lagi kita akan melihatnya kedalam yah kalau dokter udah bolehin masuk" Jawab rista .
Setelah dokter meninggalkan ruangan mereka bertiga langsung masuk untuk melihat keadaan adibah .
"Sayang gimana perasaan kamu?" Tanya rista sambil mengelus rambut adibah .
"Lumayan mah, tapi kepala adibah sedikit pusing" Jawab adibah .
__ADS_1
"Kamu kenapa gak bilang dokter nak?" Tanya rista lagi .
"Adibah lupa ma_" Seketika ucapan adibah terputus dan pingsan seketika .
"Yud panggil dokter!" Ucap rista panik .
"Sayang bangunan, pah ini adibah kenapa?" Ucap rista lagi dirinya kini sangat panik karna adibah sudah terlihat pucat dan tak sadarkan diri .
*Ceeklekkkk...."
"Dokter tolongggg" Ucap rista saat dokter menghampiri mereka .
"Baik bu, silahkan menunggu diluar" Ucap dokter itu .
Mereka berempat kini keluar meninggalkan ruangan itu, yuda menggendong anaknya keluar ruangan karna bilal pun panik melihat ibunya tak sadarkan diri .
"Hiiikkssss...hiikksssss.." tangis bilal semakin pecah .
"Sudah sayang ibu pasti baik-baik saja, kita doakan ibu yah" Ucap yuda .
"Mah, sebaiknya mamah pulang saja bawa bilal kasian dia disini terus gak baik buat kesehatannya dan juga sudah larut malam dia begitu mengantuk, biar yuda yang jaga adibah disini" Ucap yuda .
"Baik mah" ucap yuda. "Bilal pulang sama oma dan opa yah, kasian mama mau istirahat dulu" Ucap yuda lagi .
"Iya ayah" Jawab bilal .
Yuda pun memeluk ayahnya sebentar dan juga yuda pun mencium pipi anaknya kemudian memberinya pada pratama untuk menggendongnya menuju mobil .
Yuda yang tergesa-gesa menunggu dokter keluar memberikan hasil pemeriksaan istrinya yang tak kunjung datang .
'Ya Tuhan tolong selamatkan istriku, sungguh aku membutuhkan pertolonganmu saat ini, aamiinnn" Ucap yuda sendirian .
Sesaat dokterpun keluar .
"Gimana dok keadaan istri saya?" Tanya yuda pada dokter .
"Bu adibah kekurangan darah, kami harus memeriksa stock darah dirumah sakit ini dulu. Tapi bapak pun segera jaga-jaga jika kami kekurangan stock darah sebaiknya segera mencarikan donor darah agar keadaannya bisa segera pulih" jelas dokter itu .
Yuda pun membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, dia tak percaya adibah kini kekurangan darah pasca kelahiran anak kedua mereka. Yuda tak tahu gimana nasib anaknya saat adibah masih terbaring tak sadarkan diri .
__ADS_1
"Baik dok, bagaimana dengan keadaan bayi saya saat istri saya belum sadarkan diri?" Tanyanya lagi .
"Untuk sementara bayi bapak akan kami bawa dulu keruangan khusus bayi, bapak bisa menyediakan susu formula dulu untuknya sampai ibu mereka siuman dan bisa segera memberikan asi pada mereka" jelas dokter itu lagi .
"Baik dok, saya akan menyiapkannya" Ucap yuda .
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu sambil melangkah meninggalkan ruangan diikuti oleh dua suster yang membawa bayi mereka menuju ruangan khusus bayi .
"Sayang kamu cepat sadar, kasian anak kita masih membutuhkan kamu" Ucap yuda sambil mengelus tangan adibah .
Tak terasa netra matanya kini telah mengalir bulir bening membasahi pipinya, dia begitu sedih melihat instrinya terbaring tak sadarkan diri. Mengingat perjuangan istrinya selama ini yang tak pernah mengeluh sama sekali .
Mengingat apa yang dikatakan dokter tadi, ia segera menghubungi papanya untuk memberitahu kabar adibah dan juga tentang pendonor darah untuknya. Dia berjalan keluar ruangan untuk segera menghubungi papanya .
"Halo pah" Ucap yuda saat panggilannya sudah tersambung .
[Iya yud, gimana keadaan adibah? Apa dia sudah sadar?] Tanya pratama .
"Belum pah, kata dokter adibah kekurangan banyak darah dan kita harus segera mencari pendorong untuknya" jelas yuda .
Pratama pun panik mendengar penjelasan dari yuda, begitupun rista yang mendengarnya tak kalah panik .
[Astagaa, benar yud? Golongan darah adibah apa memangnya?] Tanya pratama lagi .
"AB pah, dan dari kita bertiga gak ada yang cocok. Dokter sudah bilang kalau akan mengecek stock darah drmh sakit ini dulu tapi buat jaga-jaga jika rumah sakit ini tak ada stock darah, gimana ini pah? Yuda takut adibah kenapa-kenapa" jelas yuda yang begitu khawatir tentang perkembangan istrinya .
[Iya yuda darahnya AB itu sangat langkah nak, nanti papa cari tau sama rekan kerja papa yang lain barangkali ada yang cocok] Ucapnya. [Oh Iya papa baru ingat, coba kamu hubungi pamannya purwanto barangkali golongan darah mereka sama] Usul pratama lagi .
"Oh iyaa yah pah, yuda baru ingat juga. Paman purwanto adalah satu-satunya keluarga milik adibah dan dia saudara dari ibu kandungnya. Oke pah aku telfon paman dulu" Ucap yuda sambil memutuskan panggilannya .
Yuda menghubungi pratama untuk memberi tahu kalau kini adibah telah berada dirumah sakit dan sudah melahirkan, namun kini ia tak sadarkan diri karna kekurangan banyak darah dan membutuhkan pendonor secepatnya .
[Astagfirullah yud, benar? Kebetulan golongan darah om sama dengan golongan darah adibah. Kamu ada dirumah sakit mana dan kamar nomor berapa?] Ucap purwanto sangat panik saat mendengar penjelasan yuda .
"Alhamdulillah om, yuda ada dirumah sakit bunda kamar nomor 25 tempat adibah bersalin bilal dulu" Ucap Yuda senang karena tau golongan darah purwanto sama dengan istrinya dan dia mau mendonorkan darahnya untuk ponakannya adibah .
[Baik Nak, paman akan nyusul kamu kesana. Kamu yang tenang yah] Jawab purwanto .
"Iya Om,Yuda tunggu" Ucap Yuda lagi sambil mematikan sambungan telfonnya dan kembali menemui istrinya didalam ruangan .
__ADS_1